radarcirebon.com
Arsitektur Mudik – radarcirebon.com
SAYA bayangkan (entah saya membayangkan), bahwa di Jakarta, ia sebagai kuli panggil, mungkin penjaga sekolah SD, mungkin loper koran, atau mungkin pegawai pabrik; tinggal di sebuah bilik yang siapa tahu kumuh atau rumah sederhana dengan dinding geripis. Jelasnya, ia, satu dari jutaan manusia yang, sebelum sampai di sini, bersiap mudik ke kampung halaman. Ia, satu dari jutaan manusia yang melintasi jalan“berdarah” Anyer-Panarukan. Bersama pula tol-tol yang dibuat skema satu arah, yang dirayapi jutaan mobil. Bus-bus antar kota yang sesak. Gerbong-gerbong kereta yang pengap.