hamamlog.com
Review Munafik 2 (2018) Horor Yang Memacu Adrenaline | Hamam Log
Assalamuaikum semua, sudah pada nonton film horor Munafik 2? Film ini skuel dari film Munafik (2016) yang sangat sukses diminati masyarakat Malaysia. Saya pernah me review juga di postingan ini dan memang ini adalah film berkwalitas baik akting, kualitas sinema maupun alur ceritanya. Dan akhirnya setelah Munafik 2 rilis di website-website streaming (sory, ga tau harus kemana lagi, ditempat saya tidak ada bioskop) saya kembali menikmati ketegangan dan adrenaline terpacu cepat, itu sebabnya meski sedikit telat saya mereview Munafik 2 (2018) di blog tercinta ini. Alur Cerita Munafik 2 Berhubung film ini adalah skuel, itu berarti meneruskan cerita di film sebelumnya paska kematian Maria. Berkali-kali Adam memimpikan dirinya dan Maria di gedung kosong terakhir kali mereka bertemu, Adam melihat alasan Maria mati bukan tanpa sebab, melainkan sengaja dijatuhkan seseorang dari lantai atas. Mimpi itu berulang-ulang sehingga mengganggu kedamaian Adam paska terungkapnya dalang dibalik peristiwa-peristiwa di Munafik (2016). Disamping itu muncul sebuah sekte di suatu desa terpencil, yang memaksakan para penduduk untuk jadi pengikut meraka. Sekte ini mengaku sebagai pengikut rasulallah dengan berpedoman Al Qur’an dan As Sunnah, akan tetapi menyesat-kafirkan umat islam diluar kelompok mereka. Tak hanya itu sekte sesat ini ternyata menggunakan bantuan setan untuk membuat penduduk percaya pada mereka, terutama Abuja sang pemimpin yang memiliki sihir. Beberapa hari kemudian, Sakinah meminta tolong pada Azhar karena dia terganggu dengan kejadian ane pada ayahnya, tapi karena tidak sanggup, Azhar meminta bantuan Adam, dari sinilah mulainya adegan demi adegan manggetarkan adrenaline. Bagi saya pribadi, salah satu adegan yang bikin bulu kuduk berdiri itu saat Adam bertemu Setan/ Iblis di sungai tengah hutan, ini mungkin membuat nyali ciut sekalipun ke kamar mandi haha… Keanehan Dalam Alur Cerita Secara umum Munafik 2 (2018) sangat layak ditonton, aktingnya para aktor memukau penonton, terutama Abuja hehe… Adam tentu saja dan Sakinah. Cuma adegan kependekaran Sakinah bagi saya tidak masuk akal, sebab karakter awal Sakinah hanyalah sosok ibu yang kuat secara mental namun bukan petarung, sekalipun seorang ibu bisa jadi serigala saat anaknya terancam nyawa, tapi tetap saja dia bukan pendekar, jadi normalnya jika harus bertarung dia akan maju brutal. Cinematography juga ciamik, sayangnya pada plot cerita beberapa kejanggalan aneh. Sebagai contoh, Azhar pemuda yang teguh tak mau jadi pengikut Abuja, karakter awalnya dia hanya sosok pengayuh sampan, pengetahuan agamanya juga tidak istimewa, namun saat Adam di kondisi kritis justru Azhar tampil lebih menonjol dari pada Adam, pemandangan pemuda awam bertansformasi jadi ustadz dalam 1 malam itu tidak masuk akal. Contoh lain, Adam adalah peruqyah, anehnya sekalipun kondisi imannya tidak stabil dia mudah disihir Abuja, dimana adegan ini menyebabkan Ibunya mati. Selanjutnya berbagai kesesatan Abuja, dia tak segan membunuh penduduk yang mengingkarinya, ketakutan panduduk ini tidak ada 1 pun mereka yang setidaknya memanggil polisi sekalipun tahu ada korban pembunuhan oleh pengikut Abuja. Terakhir, scene-scene terakhir dari film ini dari pengakuan mengejutkan Azman terkait kematian Maria, petir hingga gempa yang menghancurkan sekte, terakhir kematian Abuja dan Adam walaupun tampaknya padat dan hebat, tapi bagi saya scene-scene itu menyisakan keanehan. Haruskah Adam mati? Bagaimana nasib kelompok sesat paska kematian Abuja? Terlalu banyak adegan yang menimbulkan abstraksi. Dari apa yang saya baca dari banyak web reviewer, memang story dari film ini sekalipun dibalut akting dan cinematik yang mantap, tak bisa membungkus jeleknya presentasi keseluruhan Munafik 2. Jika boleh mengkritik secara vulgar, story yang ditampilkan Syamsul Yusuf tidak mampu membuat ereksi para penonton, rasanya skuel hanya percikan ketegangan yang memacu adrenaline. Terus terang dalam plot, saya lebih suka Munafik (2016) dibanding skuelnya, sebab meski sederhana tapi masuk akal. Munafik 2 (2018) Worth It Ga Sih? Jawaban saya tetap Worth, minusnya hanya dalam kekurang-matangan alur cerita saja, selebihnya film ini tetap jadi tontonan horor syariah yang menakutkan. Ini penilaian saya: Sekian dulu review Munafik 2 ini, bila ada kekurangan mohon masukan dari sobat-sobat.