mapcorner.wg.ugm.ac.id
Menghadang Kembalinya Dwifungsi ABRI Melalui Reformasi TNI
Reformasi TNI seyogyanya berjalan dua arah atau timbal balik, yakni tidak hanya menuntut profesionalisme TNI, tetapi institusi sipil pun harus memastikan bahwa kebijakan mereka searah dengan reformasi TNI. Selama ini, struktur Komando Teritorial yang menjadi kembaran struktur pemerintahan sipil masih dianggap ruhnya militer. Maka sepanjang ruhnya tidak dihapuskan maka militer terus berpolitik karena memiliki struktur yang menyeluruh dari pusat hingga ke daerah. Disaat yang bersamaan semangat demokrasi yang dibangun hanya berada pada titik hampa tanpa terminasi yang signifikan. Agenda reformasi sedianya bertolak pada konsep peran dan fungsi militer yang berbasis pada pertahanan negara, sementara masa depan reformasi TNI dipercayakan pada kemauan politik negara yang bias militerime. Reformasi TNI tanpa reformasi kekuasaan adalah ilusi supremasi sipil.