mapcorner.wg.ugm.ac.id
Akumulasi Secara Kultural: Sengketa UU Pertanahan dan Konflik Agraria di DIY
Klaim tanah eks-swapraja terus menimbulkan konflik agraria di DIY. Tidak lama setelah lahan Gumuk Pasir di Bantul diklaim sebagai Sultanaad Grond (SG) oleh Kasultanan tahun 2016 lalu, berbagai klaim lain yang juga berujung konflik bermunculan. Klaim SG/PAG dengan dasar yang tidak jelas dikombinaskan dengan pengakuan masyarakat karena kondisi sosio kultural, alhasil terus memperbesar proses perampasan tanah. Inventarisasi SG/PAG yang dimulai sejak tahun 2013, setidaknya membuat 348 ribu m2 lebih atau 10,67% luas DIY telah dimiliki oleh Kasultanan dan Kadipaten.