ceritachaty.com
Tentang Pembalut Kain Pakai-Ulang: Menspad 101 - Cerita Chaty
Pembalut kain pakai-ulang, atau reusable menstrual pad, bisa jadi pilihan buat teman-teman yang ingin mengurangi sampah pembalut sekali-pakai, tetapi belum ingin menggunakan menstrual cup. Selain less waste, pembalut kain atau menspad sebenarnya lebih sehat daripada pembalut sekali-pakai yang mengandung klorin, dioxin, dan zat-zat asing lain yang berbahaya bagi kesehatan kita. Menspad yang terbuat dari kain tidak memerlukan bahan-bahan tersebut dalam pembuatannya. Aku ingin berbagi pengalamanku untuk teman-teman yang sedang mempertimbangkan memakai pembalut kain pakai-ulang, atau sedang iseng-iseng saja ingin mengetahui perihal reusable menspad ini. Aku memakai reusable menstrual pad dari bulan September sampai Desember 2018, sebelum memakai menstrual cup. Mudah-mudahan pengalamanku yang sedikit ini bisa membantu. Beberapa kekhawatiran Ada beberapa orang yang akan merasa iyuh mencuci-pakai menspad kain. Normal kok, akupun begitu. Sekalipun aku diajarkan untuk mencuci pembalut sekali-pakai sebelum membuangnya, tetap saja ada keraguan. Apakah dengan mencuci lalu memakai kembali tidak akan terasa iyuh? Ternyata tidak. Sama seperti mencuci celana atau sprei yang terkena darah menstruasi kita (hayo, pernah kan sekali-duakali), lalu kita pakai kembali. Bedanya ini mencuci reusable menspad. Tidak terlalu menjijikkan, bukan? Awalnya aku sangsi apakah menspad kain bisa menampung darah menstruasi. Aku takut bocor. Lalu setelah kupikir-pikir, pakai pembalut sekali-pakai juga sering bocor kalau ngga sering diganti pas lagi deras. Sama aja. Mengecek dan mengganti reusable menspad setiap 4-5 jam atau lebih sering ketika heavy flow adalah koentji. Lalu, bagaimana soal kenyamanan? Nyaman banget. Kayak pakai celana, karena bahannya dari kain. Klip untuk mengaitkan ke celana juga tidak mengganggu. Jujur aja, setelah pakai menspad kain aku berniat untuk tidak kembali memakai pembalut sekali-pakai yang berplastik itu, selamanya. Kadang, timbul bunyi kresek-kresek, terutama untuk pembalut sekali-pakai yang night. Meskipun cuma kita sendiri yang dengar, tapi ngga nyaman banget kan. Memakai dan Merawat Reusable Menspad Menspad kain seperti Baby Oz punya klip untuk mengaitkan ke celana dalam. Sepertinya ada beberapa menspad kain yang pakai perekat, yang itu loh, yang ada suaranya waktu dilepas (maafkan keterbatasan diksi-ku ya). Web Baby Oz menyarankan untuk mengganti reusable menspad setiap 4-6 jam sekali. Rentang waktu ini menurutku juga ideal, lebih dari itu bakal kerasa kurang nyaman dan di hari-hari “deras” kemungkinan bisa bocor. Menspad kain yang sudah berlumuran darah itu merah jenderal sebaiknya segera dicuci dengan air mengalir. Dikucek-kucek sampai bersih. Ada yang kucek tanpa sabun, ada yang pakai sabun. Yang penting sampai bersih dan dibilas dengan air. Aku juga selalu melihat ke bagian dalam menspad kain untuk memastikan semuanya bersih. Air yang hangat akan lebih cepat membersihkan dibanding air dingin. Selama ini aku kucek tanpa sabun dulu, kemudian ketika darah yang menempel tinggal sedikit baru dibantu pakai lerak, atau sabun bayi, atau sabun yang formula-nya lembut. Bukan deterjen dan jangan dicuci dengan mesin cuci, kalau masih ada darahnya kok hmm…jangan deh. Kecuali saat selesai siklus, bisa dimasukkan di netbag lalu dicuci bersama pakaian-pakaian lainnya. Menjemur sebaiknya di bawah sinar matahari, sang pembunuh kuman alami. Aku cuma punya 3 menspad kain reguler. Aku bisa survive karena bulan November-Desember kemarin matahari bersinar terik-teriknya di Sumba, jadi mudah bagi menspad kain yang aku jemur untuk kering. Ini akan susah kalau sedang di perjalanan atau dengan cuaca yang mendung. Jumlah yang diperlukan Sebaiknya membeli 6 menspad kain reguler dan 3 menspad night. Tapi kalau dirasa terlalu berlebihan juga bisa dikurangi. Kebetulan saja Baby Oz ada paket hemat tiap beli 3 dan kelipatannya (hihihi). Kebutuhan ini beragam untuk setiap orang. Ada yang perlu lebih, ada juga yang tidak memerlukan sebanyak itu, bergantung kebiasaan kita juga. Aku termasuk orang yang hemat darah (istilah apa ini???), tapi kadang tidak bisa langsung mencuci menspad kain. Jangan lupa juga untuk membeli wetbag. Karena… Memakai menspad saat travellingM Kadang saat bepergian, kita tidak menemukan tempat untuk mencuci atau menjemur padahal sudah perlu ganti menspad kain. Penting bagi kita untuk membawa wetbag atau kantong penyimpanan sementara, agar menspad kain yang kotor bisa kita simpan dalam tas tanpa mengotori barang-barang lainnya. Nanti ketika sudah sampai rumah atau tempat untuk mencuci dan menjemur, baru deh kita keluarkan. Paling baik memang memperkirakan kapan bisa mencuci dan kapan bakal kering, tapi sering keadaan ini tidak terduga, apalagi kalau kita sedang dalam trip penyelaman atau naik gunung (iki meneh!). Aku yang hanya pergi hanimun (CIYE HANIMUN CIYE) dan menginap di hotelpun perlu wetbag karena baru bisa pulang malam-malam. Beruntung kamarnya punya beranda dan kena sinar matahari (seharian!). Kalaupun tidak, kita bisa mengeringkan dengan hair dryer. Beberapa keluhan Ada review yang mengatakan, ketika melepas celana, ada salah satu merk reusable menspad “membalik” menggantung saat sudah menampung darah menstruasi (cek di link ini). Sebetulnya ini tidak terjadi kalau ukuran menspad kain pas dengan celana dalam, tapi kadang ini terjadi! Yah memang ada aja unfortunate events ini. Temanku juga pernah bilang kalau kadang terasa bergeser dan gerah. Penyebab lain pergeseran dan ketidaknyamanan mungkin juga ukuran menspad kain dibanding celana dalam. Temanku (yang lain) merasa lebih nyaman menggunakan menspad kain ukuran night untuk harian sekalipun, jadi tidak perlu membeli yang reguler. Untuk tahu jenis reusable menspad apa yang nyaman kita pakai, kita bisa coba-coba dulu dengan membeli atau membuat masing-masing satu ya (menspad kain reguler dan night). Bila kita terlalu lama memakai juga akan terasa penuh gitu loh emm gimana yah.. Ya sebenarnya sama dengan pembalut sekali-pakai, tapi ini terasa berat dan seperti ngompol. Karena bahannya kain mungkin ya. Jadi perlu rajin mengganti agar tidak terasa gerah dan mengganggu. Pertimbangan Memilih Reusable Menspad Di postingan sebelumnya, aku pernah menuturkan sedikit beberapa pertimbanganku dalam memilih dan membeli menspad kain. Ada lima syarat: tersedia di Indonesia, bentuknya meyakinkan (tidak terlalu tebal dan ada kain anti-bocor), tokonya terpercaya, harga terjangkau dan banyak review yang bagus. Syarat pertama dan terakhir mutlak banget pokoknya. Aku memakai reusable menstrual pad merk Baby Oz. Terbuat dari kain microfleece yang lembut. Untuk mengakomodasi aliran darah yang uwaw di hari pertama-kedua, ada ruang di dalam menspad kain untuk menyelipkan kain tambahan atau “insert cloth” yang terbuat dari bahan yang sama, mirip handuk yang tipis gitu. Tempat belinya Ada di beberapa webstore dan mungkin e-commerce macam Tokopedia/ Shopee/ Bukalapak ya. Ini yang aku tahu:Baby Oz (dikirim dari Jogja)CleanomicSustaination Selain itu, temanku pernah bilang ada yang jualan di Sunmor UGM, IDR 100.000 dapat 3. Bisakah kita bikin sendiri? Bisya buangeeet. Kita bisa menjahit menspad kain sendiri. Ada beberapa tutorial di Pinterest dan YouTube yang bisa dicoba. Aku pribadi belum pernah mencoba, kelihatannya asyik loh. Aku menyarankan untuk membaca juga review lainnya dan sumber-sumber yang lebih ilmiah. Pengalamanku mungkin berbeda dengan orang lain, begitu juga pengetahuan yang akan terus berkembang. Pastinya akan ada pro-kontra baru mengenai pemakaian menspad kain ini. Bila kamu ingin mencoba, selamat atas keberanianmu! Semoga sukses ya. Selamat datang di #newperiod P.S. reusable menstrual pad = reusable menspad = menspad kain = pembalut kain = pembalut pakai-ulang