Apakah kamu tahu?
Aku sempat bertanya pada malam
Apakah kegelapan yg membutuhkanku?
Apakah sinarku bisa berpendar
Diantara ribuan cahaya yg berkunang-kunang
Melambai lambai
Tersapu oleh dinginya malam
Membeku dan bisu
Aku tetaplah disini
Tersepi dan tersapu oleh angin-angin lembut
Diantara heningnya udara kelam
Ini tak seperti cahaya bintang
Yang berpendar-pendar cantik di langit
Andai aku bisa terbang
Terbangun di tengah malam
Bersama sang kelelawar yg lapar
Aku pasti ramai
Tapi aku selalu sepi
Bahkan di pojok ruangan yg hangat dan temaram
Semua masih terasa sunyi
Dan aku terpaksa sendiri.
Sltg, 2/5/2017 (dipojok ruangan sepi)