Hafsoh Sholehah kesayangan aba uma Tumbuh sehat dan kuat ya Meski banyak halang rintang Tapi aba uma percaya Allah sayang kamu nak Sudah dua musim berganti Dalam doa dan usaha untuk bersama Semoga kelak Allah berkenan Mengabulkan harap dan pinta kita Pinta doa kita banyak Amal kita tak juga layak Pada akhir rintihan hati Kita yakini rahmat Allah tak bertepi Kelak ketika kamu besar nanti Jadilah hafsoh seperti ibunda kita Yang cinta Al Qur'an dan menjaga diri Yang tegas lagi cerdas Yang penuh bakti dan menjadi pelita ummat ini Dari umma aba, Dengan penuh sayang dan cinta, Untuk syakira hafsoh gaziya. 28 Juni 2022. (at Rsud Kota Depok) https://www.instagram.com/p/CfYHKF1r1_8/?igshid=NGJjMDIxMWI=
SHG
Syakira adalah bentuk syukur kami atas kehadiranmu. Sebab kami tahu betapa dibalik amanah ini, ada ribuan orang yang menanti kehadiran buah hati. Kami pun berdoa agar kelak kau menjadi anak yang bersyukur. Sebab syukur membuat kita selalu merasa cukup, banyak sedikitnya apa yang terima. Syukur kita pula yang membawa cinta nya Allah, barakah, dan qanaah pada dunia.
Hafsoh adalah buah hati kami. Agar kelak sholehah seperti ummul mukminin. Wanita cerdas penjaga kalamullah yang mulia. Mirip dengan ayahnya dalam ketegasan dan kecerdasan. Meski kepahitan itu hadir di usia dini, kelak kesabaran membawanya pada nikmat tak ternilai harganya.
Ghaziya adalah harapan dan asa agar kelak ia berjuang di jalan kebenaran. Bahkan sejak lahir dan diagnosa dengan kelainannya, kami yakin perjuangannya jauh lebih lama. Bertahan dan tumbuh sehat ya nak, kami yakin kamu adalah anak yang kuat. Teruslah berjuang nak meski pahit, walau kamu tahu itu sulit, sebab nikmatnya hidup akan terasa setelah lelah berjuang.
11.11
Padamu yang sudah hampir tiga tahun ini bersama. Di tahun ini pula kita kehadiran orang ketiga, buah hati yang lama kita nanti. Namun kenyataan saat ini, mengantarkan kita pada suatu takdir untuk kembali berjuang di persimpangan yang berbeda.
Kamu yang kini bukan hanya belahan jiwa, namun juga dunia kecil bagi syakira. Kutahu lelah dan letih setiap waktu kau jalani, kala ku berkelana di luar sana. Namun letih itu kau simpan dalam selebar senyuman. Atau dalam sesederhana kata, baik-baik saja.
26 tahun sudah kau lahir di dunia. Di tahun ini kau capai takdir bahagia kala melahirkan syakira. Namun tidak lama setelah itu, kehendak Allah memanggil orang tersayang, tempat kau bersandar dan kuat di bahunya, abi tercinta. Kuyakin semua rencana Allah selalu baik buat kita. Kita kembali belajar betapa bersyukur dan bersabar adalah dua sisi tak terpisah. Dan kita yakin ada banyak pelajaran dan hikmah di dalamnya.
.
Di akhir hari ini, ijinkan aku kembali bersajak setelah sekian lama. Kuharap kau suka, meski banyak tulisanku telah kau baca. Aku tetap aku yang pernah menulis tentangmu, meski waktu kini menakdirkan kata-kata itu bekerja tanpa suara.
.
Bogor, 11 - 11 - 2021
Ujian
Ujian hanyalah alat yang mengukur capaian belajar kita. Bukan ancaman apalagi batu sandungan yang menakutkan.
Saat nilai keluar, berapapun itu hargailah. Sebab sejatinya ia hanyalah kadar ukuran kemampuan. Sempurna bukanlah tujuan tapi batas kemampuan. Jika kekurangan tak didapati, lalu atas dasar apa memperbaiki.
Kamu mungkin yang terbaik. Kamu mungkin yang terendah. Atau di tengah-tengah. Tapi jangan meninggi saat diatas dan merendah diri saat dibawah.
Bisikan setan selalu membayangi. Sedang mukmin adalah mereka yang selalu baik prasangka nya. Kepada Tuhannya yang Maha Rahmah. Kepada setiap takdir baik dan sulitnya. Kepada setiap langkahnya dalam kehidupan.
Sadar harus lebih banyak belajar
Mengerti tapi jangan berhenti
Bergerak meski harus menanjak
Sebab air terus mengalir
Bumi terus berputar
Belajar adalah berubah
Atas satu atau semua sisi diri
Berangkat dari alasan
Dikuatkan dengan kematangan
Disempurnakan dengan latihan
Dan sejatinya
Kehidupan itu sendiri adalah belajar
Tapi bagaimana kita mengarahkan
Kepada arah yang benar
Sesuai dengan keinginan dan kebutuhan
[Mendidik] Mendidik anak ada ilmunya. Ada kaidah, aturan dan tuntunannya. Salah dalam tahap ini saat si anak kecil dapat berimbas pada tumbuh kembang kepribadiannya. Di sisi lain ia juga seni dan keahlian. Setiap orang memiliki kekhasan walau memakai metode yang sama. Salah satu kesalahan yang biasa dilakukan orang tua adalah memaksakan kehendak atau pernyataan kepada anaknya tanpa membuka ruang diskusi dan tanya jawab. Dengan dalih kewajiban si anak untuk berbakti kepada mereka. Sebabnya beragam, bisa karena kepribadian si orang tua yang kuat dan sulit diganggu gugat, atau juga karena rasa malas menjawab tanya jawab anaknya. Atau kadang juga penyebabnya ialah kasih sayang berlebih hingga takut si anak akan merasakan sakit atas hal yang diperbuatnya. Akibatnya anak akan merasa bahwa mencoba hal baru, bertanya dan berdiskusi ialah perilaku yang mengganggu dan membuat risih orang tua mereka. Maka ketika nilai ini tertanam di dasar pikiran mereka sejak kecil maka akan menimbulkan pengaruh kurang baik dalam kepribadiannya. Seperti kurangnya kepercayaan diri dalam mengungkapkan isi hati dan pikiran, lemahnya semangat untuk berdiskusi untuk mencari pemahaman utuh dan lain sebagainya. Padahal Allah sudah menciptakan manusia beserta ruhnya untuk mencari pemahaman, yang dengannya ia dapat menyingkap hal yang ia tidak ketahui sebelumnya. Meski terkadang rasa takut, kasih sayang, atau trauma menjadikan orang tua lebih memilih kenyamanan bagi anaknya ketimbang memberi mereka pengalaman dan pemahaman baru. Tapi disitulah seninya. Semoga Allah selalu membimbing kita dengan hidayah dan taufikNya, aamiin. #mendidik #mendidikanak https://www.instagram.com/p/CFnit5EsAus/?igshid=wb3fiquy2zki
[Jalani dan Syukuri] Jalan kehidupan selalu penuh luka liku tanpa ba bi bu. Kemarin baru saja sakit serta musibah melanda lalu hari ini sudah bisa tersenyum dan bercanda. Mungkin saja ada kejutan lagi menanti di esok pagi. Atau bisa juga tak sampai umur kita kesana. Allah yang mengatur Maha bijak atas segala Maha Tahu dan Maha Pengasih Namun ia juga menguji Agar terlihat sejauh mana Kita jalani dan syukuri Taqarrub ilallah kuncinya. Sebab pondasi yang kuat melahirkan bangunan yang kokoh. Sejauh kita mendekat dan berharap akhirat, maka semakin kita melihat bahwa dunia hanyalah tempat singgah untuk berbekal dan memperbanyak amal. #muhasabahdiri (at Bumi Sawangan Indah 2 Pengasinan) https://www.instagram.com/p/CFewMcjseW9/?igshid=ve6u97bhtqmw
. Tiga . Matahari kan menjelang. Harapan akan selalu datang asal iman tak berkurang. Awan gelap akan sirna maka peliharalah cahaya di dada. Hangatnya tak hilang, sinarnya takkan lapuk dimakan zaman. . Semangat berjuang kawan, meski tapak kita berbeda pijak doa kita kan selalu bertautan. Sebutlah namaku sebagaimana kusebut namamu dalam pinta. Raga boleh berpisah namun jika niat dan tujuan kita sama, semoga surga adalah tempat bertemu kita kelak. . Bersyukur itu indah. Nikmat manapun akan tiada manis jika hati kufur dan sinis. Jangan menyerah, sebab hidup itu sendiri anugerah. Betapa banyak mereka yang berharap agar kembali sejenak hanya untuk beriman dan beribadah. Senja kan menerpa, malam kan tiba tapi yakinlah kita bisa melampauinya. https://www.instagram.com/p/CCsJZ1UsnSo1zwkiDkBFeFwwlSnAvhtPK3CHZY0/?igshid=it5lgx4l2jtn
Senja lapang dada
Lekaslah terbenam di ufuk sana
Hati merindu rembulan
Dalam dekap malam kelam
Sirna sudah cahaya
Gugus bintang menjelang
Adzan bersaut berkumandang
Malam sudah datang
[S2] . Mendung adalah siklus. Sebuah sunnatullah yang berlaku di muka bumi dan sekali-kali tidak akan ada pengganti baginya. Serta fase bagi mereka yang menanti dalam pinta doa serta tulus usaha. . Hatimu pun begitu. Tak selamanya cerah merekah. Yang berganti lebih cepat dari hembusan angin dan berubah tanpa kira layaknya ombak. Namun setia itu janji, dan ikatan itu komitmen diri untuk tetap ada kapanpun dan bagaimanapun. . Meski cerahnya belumlah lagi kembali semoga waktu menjadi jawaban. Bahwa penantian panjang tak berakhir kesia-siaan. Bahwa kesabaran dan penerimaan atas semua kenyataan dan pemberian Allah adalah satu-satunya jalan agar kita tetap kuat dan ikhlas di jalanNya. (at Medina, Saudi Arabia) https://www.instagram.com/p/CAVHs0YnuHhX-K7yACky9guMf7FWhl6BbQAoBw0/?igshid=1bpcpxnz5ryy9
Manusia selalu terletak antara rangsangan dan tanggapan. Dan keduanya tak bisa ditiadakan dari jalan kehidupan. Lalu saat tarik menarik antara keduanya tidak menemui keseimbangan yang terjadi ialah tekanan dan pengaruh yang tak diinginkan.
Dulu pas masih sering denger ceramah Aa Gym suka banget saat beliau ngasih tips buat ga stress jalanin hidup. Emosi dan reaksi itu bisa diatur, mau orang ga peduli atau ngelakuin hal ga mengenakkan ke kita kalo kita nya adem ya adem aja. Karena apa yang mereka katakan dan lakukan gabisa kita indahkan, maka hanya dengan berkompromi dengan dirilah jalannya.
Sama juga kek pas kita baca siroh nabi, saat awal dakwah nabi dicaci, dibilang tukang sihir, penyair, pendongeng kisah masa lalu tapi kecintaan Nabi agar umatnya mendapat hidayah bikin hatinya memilih doa dan harap tak berjeda.
Nah statement diatas buat kita, diri sendiri, dan ga elok kalo jadi bahan lemparan buat yang lain. Mentang2 harus sabar, harus menata hati agar tak membalas caci eh seenak hati kita ngelakuin hal semena-mena ke siapa yang kita suka. Ya gubrak jadinya hehe.
Jika ada ujian, maka bertawakkal lah kuncinya. Berusaha mengerjakan sebab-sebab keberhasilan lalu tinggal serahkan dalam keyakinan penuh pada Allah bahwa apa yang ditakdirkanNya ialah yang terbaik buat kita.
Jika tertimpa musibah, bersabar kuncinya. Karena darinya Allah hadirkan banyak kebaikan dan penghapus kesalahan. Yang selanjutnya ialah belajar bersyukur bahwa sekecil apapun nikmat yang diberi besar sekali nilainya saat hilang disisi.
Jika nikmat menghampiri, bersyukur ialah pintu masuk bertambah nya. Bertambah nikmat yang diberi, juga rasa nikmat akan apa yang dimiliki. Lalu jalan satu-satunya agar Allah ridhai hanyalah dengan menggunakan nya pada apa yang ia cintai, ketaatan dan kebaikan.
Tak ada yang salah pada apa yang terjadi, semua ada hikmah yang tersembunyi, masalahnya ialah seperti apa kita hadapi? Bersyukur kah atau bersabar?.
Kita hanya berjeda. Dalam rentetan hari yang dijalani, ada kata datang dan pergi. Saat ini kamu yang pergi, berjarak lagi menebus cita yang sudah dihendaki. Namun kita tak benar-benar berpisah, hanya kembali mengibaskan karpet sejarah bahwa kita kembali menata diri sendiri di tanah rantau.
Kita hanya berbeda. Tempat dan waktu yang seberapa saja. Ada hidup dan mati yang lebih nyata. Salah satu sahabat Nabi berkata bahwa hidup hanyalah sewaktu tidur, kematian ialah saat bangun, dan akhirat adalah sejatinya kehidupan. Maka hidupilah hidup dengan keyakinan penuh ridha pada takdir Allah, semangat mencocok tanaman kebaikan, lalu posisikan hati pada ujung kecintaan dan diantara dua sayap harap dan takut.
Kita sedang bercerita. Dalam kisah masa depan bahwa perjuangan selalu disertai pengorbanan hati, jiwa, bahkan cinta. Meski sulit tapi mungkin, meski berat tapi berjalan, meski cemas tapi keyakinan kita pada Allah tak boleh lepas. Ada janji menanti kerana sabar berujung hasil yang besar, surga dan ridha Allah.
Marilah sayang berjalan lagi di jalan ini, khifafan wa tsiqolan, hingga yang kita temui di akhir nanti ialah seruan, salamun 'alaikum bima shabartum fani'ma 'uqbad daar.
Api ibrahim menjadi dingin sebab ia hanyalah mahluk yang patuh atas apa yang Allah perintahkan sekehendak Nya.
Angin perang ahzab menjadi rahmat bagi kaum muslimin sebab olehnya mereka tertidur dalam keamanan ditengah kepungan para golongan yang bersekutu, dan di waktu bersamaan ialah yang akhirnya membuat kafir Quraisy pulang sebab kencang dan dinginnya yang tak tertahankan.
Kita sejatinya hanyalah hamba Allah yang harus terus patuh pada titah dan perintahNya. Seperti api, angin, dan semua mahluk lainNya. Sebab kepatuhan lah yang membuat kita diridhai olehNya, dijauhkan dari kesombongan yang membawa murka dan sengsara.
Sebagai mukmin penyakit dan wabah hanyalah satu dari sekian uji kesabaran. Sebab urusan mukmin selalu lah menakjubkan. Bersyukur saat diberi nikmat dan bersabar kala diuji.
Poin kedua ialah tawakkal. Dalam hati kita
yakini bahwa tak ada satupun yang mampu menimpakan sakit maupun menghadirkan sehat kecuali atas izin Allah. Dalam usaha kita hadirkan sebab agar pola hidup sehat, sesuai anjuran nabi dan arahan dokter dan para ahli.
Dan akhiran kita kembali lagi pada hati agar meyakini semua takdir yang Allah tetapkan adalah baik. Saat sehat berarti Allah ingin kita bersyukur dengan ibadah dan ketaatan. Saat sakit dan sulit Allah ijinkan kita rehat dan Ia ganti nikmat dengan diangkatnya dosa dan kesalahan.
لا إله إلا أنت سبحانك إنا كنا من الظالمين
Dan akhirnya kita menyadari betapa besarnya suatu nikmat saat ia hilang dan pergi dari genggaman.
Tak ada kemudahan selain apa yang Allah jadikan mudah
Tak ada kekuatan serta daya upaya kecuali dari Allah
Tak ada penghalang atas apa yang Allah beri, pun
Tak ada yang mampu memberi jika Allah halangi
Sebab sesungguhnya tidak ada yang patut disembah selain Allah,
BagiMu segala puji, bagiMu segala syukur, dan kepadaMu segala urusan diperuntukkan.
Mungkin bukan mereka yang riya tapi hati kita yang hasad.
Sebab kata seorang ulama, setiap jasad tak lepas dari hasad (di-iri-kan)
Namun yang ikhlas akan sibuk menyembunyikan, sedang yang lain sibuk menampakkan.
-dinukil-
Jika Allah berkehendak maka siapa yang bisa menolak
Pada harap dalam selipan doa, saat terkabul maka syukur harus tak berjeda
Perjumpaan bagi kita mungkin musiman, tapi cinta dan rindu tak boleh ada musim semi
Sesaat kita harus melekat, dalam hati dan jiwa yang selalu mengharap rahmat
Kamu bagiku seperti rumah, tempat kembali dari penat lelah
Serahkan rindu pada sujud dan doa, hingga kita ridha pada takdir yang ada
Ingat selalu kata seorang ulama, tak ada perpisahan sejati selain jika satu diantara kita di surga sedang yang lain tak disana.
