Avatar

Ruang Bacaku

@ulfamuharrammaini

Hai kelana..

Bagaimana kabarmu hari ini?

Hmm boleh kah aku mengeluh sedikit kelana..

Rasanya betapa berat belakangan ini yang ku rasakan, seperti ada yang mengganjal di pikiran ku, kau pasti mengerti apa maksudku kelana..

Dan kaupun paham betul alasan ku kenapa di tengah malam ku sering mengunjungi laman mu, walaupun hanya sekedar melihat lihat tulisanku yang lalu, mungkin itu sedikit menjadi obat atas kegelisahan ku saat ini..

Cuma kelana, seperti nya itu tidak cukup bagiku..

Bisa kah kau hadir kembali di laman itu kelana? dan menjawab setiap ceritaku yang sudah banyak itu?

Sepetinya tidak yaa..

Yasudah, Tidak apa apa.. setidaknya kau baca setiap ceritaku yang ku kirim padamu

Kelana kamu baik sekali , Terimaksih yaa untuk tidak merasa terganggu atas hadirku di tiap tengah malam di laman mu..

Beritahu aku ya jika kau sudah merasa terganggu..

Tapi setahu ku sih tempatmu selalu ada untuk ku, yaa aku paham betul itu hehehe

Sampai ketemu lagi kelanaa, baik baik yaa 🙂

(Ruang bacaku, muharrammaini 2023)

Hai kelana! Aku kembali..

Maaf kan aku terlalu lama mengabaikan mu..

Banyak yang ingin ku bagikan untukmu dari perjalanan panjang ku saat ini, dan aku tau kau selalu siap untuk mendengarkan keluh kesah ku yang panjang ini karna tempat mu selalu ada untuk ku..

Cuma kelana, aku berterimakasih padamu karna banyak hal, hal hal apa saja yang sudah menjadi pelajaran buat ku..

Tunggu cerita ku ya kelanaa..

(Ruang bacaku, muharrammaini 2023)

Bukan untuk Menyempurnakanmu

Kelak, aku ada bukan untuk menyempurnakanmu. Aku ada untuk menarik napas panjang menghadapi keras kepalamu, aku ada untuk melihat ke dalam matamu, lalu mengangkat satu alisku, ketika kamu mulai ragu terhadap sesuatu…

…aku ada untuk melihatmu dari sudut mata, ketika leluconmu salah tempat, aku ada untuk diam seribu bahasa ketika kamu mulai tidak peka, aku ada untuk menepuk pundak dan pipimu, mengangkat wajahmu yang mulai menampakkan lelah dan putus asa, kemudian berlagak hebat dengan mengatakan, “semua akan baik-baik saja.”

Jadi, tolong terima, keberadaanku bukan untuk menyempurnakanmu. Silakan kecewa. Tapi rasanya tidak perlu aku katakan, bahwa kamu, dan segala yang ada di sana (di dirimu), sudah merupakan takaran yang paling pas untuk dihadapi dengan kekuatan yang aku miliki.

– @dedesisi

Bisa-bisanya.

Ternyata Masih Sama

Di waktu yang sama sembari memperkirakan mana yang dirasa tepat, mana yang di rasa paling baik dan mana yang nanti nya harus di gugurkan dari sleksi bahkan di ghosting, timbul pertanyaan besar di benak ku selalu..

Haruskah memilih jalan yang terkesan menyepelekan?
Apa karena melakukannya sekaligus di waktu yang bersamaan lantas merasa keren berhasil menjerat banyak perasaan?

Ternyata masih sama, masih di ekspetasi yang berakhir tidak pada tempat nya..

Dan yang selalu harus diingat, tidak ada siapapun yang salah, karena masing masing menjalanin perannya..

Ruang bacaku, 30 desember 2021

( muharrammaini, U )
Terimakasih sudah bertahan

Sudah banyak waktu yang kita lalui untuk kemauan diri, yaa apalagi yang mau di katakan.. Capek? Sedih? Pasti, tidak ada kata kata lain yang bisa mengungkapkan perasaan lelah nya sampai saat ini

Kita berjuang Sampai tahap ini itu sudah luar biasa, bisa mengalahkan kemampuan diri sendiri untuk berjuang..

Kita tau kita sebenarnya kita itu udah capek cumaa jangan lupa berterimakasih untuk diri sendiri terus ajak untuk berjuang sekali lagi..

Kita bisa...

Tutorial Jatuh Cinta

Jatuh cintalah pada seseorang yang perasaan cintanya lebih besar darimu. Karena ia akan membuatmu menjadi sangat berharga. Bersedia untuk melakukan hal-hal kecil untukmu, menggendong anakmu saat kelelahan, membiarkanmu tetidur dan ia membereskan rumah, membelamu jika ada orang lain yang menyerangmu, menyediakan makanan-makanan kecil saat kamu malas memasak, dan tidak marah-marah saat kamu menghabiskan uang yang digunakan untuk kebutuhan kalian berdua. Jatuh cintalah pada seseorang yang memiliki cara berpikir yang baik, yang luas, yang terbuka. Karena di dalam pikirannya nanti kamu akan tinggal. Karena cara berpikirnya itulah yang akan kamu hadapi selama kalian bersama. Tentu merepotkan tinggal bersama orang yang ternyata cara berpikirnya mudah menerima hoax, tidak bisa mencerna informasi dengan baik, tidak bisa mengambil keputusan dengan bijak, tidak ada keinginan untuk berkembang, tidak punya pendirian yang kuat. Lelah sekali tinggal di pikiran yang seperti itu, bukan? Jatuh cintalah pada seseorang yang mudah diajak berbicara. Kamu tak perlu merasa takut untuk mengutarakan segala isi hatimu, mengutarakan segala penatmu, mengajaknya berdiskusi untuk keluargamu. Tentu tidak enak jika selama bersama, kalian tidak bisa membicarakan hal-hal penting untuk keluargamu. Bahkan, untuk sekedar mengatakan bahwa kamu lelah dan memintanya untuk mengasuh anak sebentar saja, kamu takut. Tak leluasa untuk berbicara. Padahal, memiliki teman bicara seumur hidup yang nyaman itu benar-benar anugrah yang tak ternilai.
Kalau kamu ingin jatuh cinta, tutup sejenak matamu dari hal-hal yang kamu lihat darinya. Rasakan dari hatimu, berpikirkan sejauh mungkin. Seberapa bisa kamu hidup dengan sosok sepertinya. Karena apa yang kamu lihat dari matamu, seperti kecantikan/ketampanan itu akan usang dimakan usia, harta bisa hilang, jabatan bisa lepas.  Kalau nanti kamu jatuh cinta, kamu tak lagi takut jatuh ditempat yang menyakitkan karena kamu bisa memilih di tempat seperti apa cintamu jatuh. Hati-hatilah memilihnya. Kalaupun harus menempuh jalan yang panjang dan berliku, tidak apa-apa. Kalau harus menempuh waktu yang lama, tidak apa-apa. Tidak apa-apa.
©kurniawangunadi

❤️❤️❤️

250.

Suatu hari, entah di hari yang ke berapa akan ada seseorang yang mampu meredam rumitnya isi kepalamu.

Dia memahami mimpi-mimpi anehmu, dia mengerti segala bentuk kekhawatiranmu.

Dia memaklumi jadwal tidurmu yang kacau balau berantakan.

Dan..,

Ia akan terus menetap meski telah tahu semuamu, menasihati salahmu tanpa menggurui, menenangkan dengan cara yang paling biasa.

Sesederhana itu.

Hanya saja tidak mudah, untuk bertemu dengannya kau harus babak-belur dihantam badai terlebih dahulu.

Rumah, 13.28 | 13 Oktober 2020.

231.

Pernahkah terlintas dalam benakmu sebuah penyesalan karena telah bertemu dengannya—perempuan pemeluk luka masalalu?

Saban hari ia mengutuk dirinya tanpa ragu. Menghindari siapa saja yang datang membawa kunci pembebasan. Kesabaran seluas samudera sekalipun tak mampu membuatnya meluluh dan merapuh, semakin lama justru semakin kokoh menjadi keras dan batu.

Ruang itu masih pengap dan gelap gulita, lupa kapan kali terakhir kehangatan sinar mentari menyentuh kulit, membuatnya lantas menyipitkan mata, membangunkannya dari mimpi panjang tadi malam.

Perempuan itu masih di sana. Di sebuah tempat yang ia sebut persembunyian, berharap ditemukan tanpa perlu menampakkan diri. Mustahil memang, tapi, si perempuan percaya pada sebuah keajaiban.

"Jadi, semua mungkin saja, kan?," tanyanya kepada diri sendiri.

Dan rerumputan pun bergoyang antara ingin mentertawakan atau iba pada keras hatinya yang beku.

Karena aku baik, maka ku beri satu rahasia; nanti jika tiba giliran kau bertemu dengannya, lakukan hal sederhana saja; buat ia percaya—percaya jika ia bisa jatuh cinta lagi, tak perduli seberapa hebat luka yang sedang ia peluk dalam-dalam.

Ingat, percayalah, lalu buatlah ia mempercayai dirinya sendiri.

Kutub utara, 21.28 | 30 Agustus 2020.
Source: langitawan

222.

Tuhan,

Andai bisa, aku ingin meminjam peta takdir-Mu, ada sesuatu yang ingin sekali aku ketahui dengan segera,

Tentang ujung dari pertemuan sepasang anak manusia yang Engkau titipkan sebuah rasa pada hatinya.

Mereka tengah berjuang di persimpangan ketidakpastian—hidup atau mati. Akan Engkau buat seperti apa ujung jalan mereka, Tuhan?

Setiap malam mereka memeluk erat ketakutan dengan nafas yang tidak beraturan, pada kerapuhan yang semakin menggerogoti keyakinan.

Lalu ketika pagi datang, mereka berharap takdir lekas berpihak dan menghapus semua rasa kekhawatiran.

Ternyata, sebuah perasaan yang sama pun ingin yang sama belum cukup untuk membuat semuanya berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.

Mereka sedang berada di ujung jurang yang sangat dalam sedang di belakang para monster menakutkan telah siap sedia menunggu waktu yang tepat untuk mendekat.

Keadaan yang memaksa untuk segera mengambil sebuah keputusan di antara semua pilihan sulit yang ada.

Tuhan, doaku untuk mereka, entah akan dibuat seperti apa akhirnya, semoga mereka akan selalu berbahagia dengan atau tanpa kebersamaan.

Bukankah keajaiban itu ada, iyakan?

Semoga, 10.23 | 7 Agustus 2020.
Source: langitawan

15.

Hikmah

Selalu ada kebaikan dalam kata tunda, selalu ada kebaikan dalam kata tunggu.

....و لم أكن بدعآ ئك رب شقيا

"...dan aku tidak pernah kecewa dalam berdoa kepadaMu, Yaa Tuhanku" (QS. Maryam 19:4)

Tersebab dalam tunda dan tunggu tersemat sabar dan harap yang teramat besar hanya kepadaNya.

فاصبر صبراجميلا

"Maka bersabarlah engkau dengan kesabaran yang baik" (QS. Al Ma'arij 70:5)

Dan.. tersebab janji Allah itu pasti kepada mereka yang senantiasa melapangkan doa dan bersabar.

فاصبر ان وعد الله حق....

"Maka bersabarlah engkau sungguh janji Allah itu benar" (QS. Ar Rum 30:60)

Benar adanya, jika tunda dan tunggu adalah caraNya untuk melapangkan sabar dan tabahmu, menggantungkan segala harapan, memulangkan segala doa hanya kepada Robb pemilik semesta.

Selamat menanti kejutan-kejutan manis dariNya بارك الله فيك💕

20 Syawal 1441H.

Avatar
Surat Keberkahan

Kepadamu yang sedang berjuang, jangan pernah lupa pada keberkahan doa orang tua yang sangat penting. Akan ada di dunia ini, dia yang terpaksa berhenti memperjuangkan, bukan karena pupus harapan dan cintanya, karena tidak ia dapatkan surat keridhoan dari orang tuanya. Tidak sedikit juga dari mereka yang memaksakan dan menabrak dinding pernikahan tanpa keridhoan. Pernikahan itu keberkahan, maka jemputlah dengan yang berkah-berkah juga.

Maka sebelum kamu memutuskan untuk berjalan memperjuangkan seseorang, tanyakan dulu pada hati dan orang tua, sebab dari keduanya pintu kemudahan dan kelapangan hati akan terbuka, jalan yang dulunya terasa sempit akan melebar, hati yang awalnya tertutup akan terbuka. Tidak sedikit, mereka yang dengan lembut dan mudahnya menjemput pernikahan, sebab antara hati dan doa orang tua berjalan beriringan, menjadi penjaganya selama perjalanan.

Hari ini, akan banyak didapati mereka yang jarang berkomunikasi dengan orang tuanya, memutuskan sebuah perkara namun tanpa meminta doa dan pertimbangan orang tua, meletakkan keberkahan doa orang tua dibagian paling akhir. Saya terheran, bagaimana mungkin ia dengan mudah berjalan tanpa merasakan ada hal penting yang tertinggal.

Semoga aku, kamu, dan kita yang sedang menunggu atau berjuang, selalu mendapat doa-doa terindah dari orang tua. Dan semoga orang yang sedang berjalan menujumu pun sudah mendapat surat keberkahan orang tua.

Menuju tempatmu.

@jndmmsyhd

Kelak jika harus memilih, maka izinkan saya memilihmu karena kecintaanmu kepada Al-Qur'an. Itu saja, tidak ada persyaratan lain. Dengan demikian saya yakin bahwa pilihanku telah kujatuhkan bukan kepada orang yang salah. Melainkan kepadamu yang akan senantiasa mengisi hari-hari terbaikku dengan kalam-kalam milikNya.

Adakah yang lebih indah dari hari-hari yang dipenuhi dengan kesibukan membersamai ayat-ayatNya?

Dzulqo'dah menuju Dzulhijjah 1441H.

07.

Mudah

Aku suka tenggelam dalam pikiranku sendiri. Meramu mimpi dan cita di dalam sana, sendirian. Tidak mengisinkan siapapun masuk dan mengusik penjagaan walau hanya setitik lubang kecil. Kuabaikan satu demi satu sosok yang berharap bisa diterima. Sebab bagiku; "Memperjuangkan jauh lebih baik dari diperjuangkan", angkuh sekali memang perempuan ini.

Sampai kemudian disuatu hari, aku tiba pada titik dimana seseorang berhasil menerobos masuk ke dalam sana, berusaha merangkul semua mimpi dan cita, menjadi pendengar dan teman berdiskusi yang baik. Terkadang bijaksana, terkadang juga sulit dipahami. Terkadang lucu, terkadang juga menyebalkan.

Mungkin benar kata mereka, jika meramu dan merancang mimpi-mimpi bersama seseorang yang bersedia memeluk semua kurang pun lebihmu yang tak seberapa jauh lebih baik ketimbang memeluk semuanya sendirian.

Hanya kerena seseorang begitu mudah bagimu, bukan berarti ia tidak berharga. Ia berharga sebab untuk memenangkanmu, tidak sedikit duri pasak yang ia lalui, tidak sedikit luka dan goresan yang mereka rasakan, tidak kecil ego yang ia luluhkan. Hargai jeripayah mereka.
Terkadang, sesuatu akan terasa sangat berarti ketika ia telah pergi. Hargai selagi ada, rangkul erat selagi masih di sini. Bukankah penyesalan adalah guru terbaik yang sudah mengajarimu berpuluh-puluh kali?

Dan.. jika dikemudian hari aku menjadi sebegitu mudah, bahkan sangat mudah bagimu, menangkanlah. Sebab bukan perkara mudah bagiku menerima kehadiran orang baru, bukan perkara mudah bagiku menitipkan rasa kepada orang baru, pun bukan perkara mudah bagiku mempercayai orang baru di luar inner circleku.

Menangkanlah, Mari berjuang bersama.

12 Syawal 1441H.

06.

Sabar

Siapa yang tahu dalamnya hati seseorang menyimpan lembaran-lembaran perasaan. Semua tersusun apik, rapi di dalam sana, sesekali dibawa ke otak untuk direka ulang. Tak banyak yang meneteskan bulir air, membasahi kedua pipi ketika perasaan itu mendesak memenuhi lini demi lini neuron di otak. Adakah inci demi inci perasaanmu membuat kamu lupa kemana dan dimana tempat mengadu terbaik?

***

Ketika perasaan rindu mendesak memenuhi rongga hatimu, lekas-lekaslah bersujud, kirimkan syair doa terbaikmu. Mohonkan keselamatan, keamanan, penjagaan, dan kebaikan kepadanya. Bukankah doa adalah bahasa cinta paling romantis? Sebab ia tulus dari hatimu, sebab ia melibatkan Robb yang Maha Menggenggam hati manusia di dalam sendu syahdu alunan perasaan rindumu.

Jangan menghakimi manusia atas rasa yang mereka miliki, Itu fitrah mereka. Tidak mengapa rindu, tidak mengapa suka, tidak mengapa sayang. Tidak ada manusia yang terbebas dari rasa demikian, aku pun kamu. Hanya saja, cara merayakan dan menikmatinya saja yang berbeda. Ada yang memilih menyampaikan secara gamblang adapula yang memilih menahan dan larut sebentar dalam air mata, kemudian ikhlas memulangkan semua rasa kepada Yang Maha Berkuasa atas perasaan manusia.

Kamu menyayanginya? Tapi disisi lain, menolak menerima kenyataan sebab takut terluka? Sabarlah terlebih dahulu, selamat merayakan segala bentuk perasaanmu dengan jalan yang kamu rasa paling baik dan tidak menyelisih prinsip-prinsip yang kamu tanamkan dalam dirimu.

9 Syawal 1441H.

19.

Haru Biru Syawal

Terkadang kita tidak mengerti bagaimana jalan takdir itu bekerja. Yang kita tahu hanyalah; kemanapun kaki kita melangkah, ketika kita ditakdirkan untuk menetap pada suatu rumah, maka kita akan tiba di sana. Sebanyak apapun kerikil yang menyandung kedua kaki, tidak akan ada yang mampu menghalangi kita untuk sampai ke rumah itu.

Akan penulis ceritakan sedikit kisah, ini tentang seorang teman akhwat yang esok hari akan menggenapkan separuh agamanya. Kisahnya bermula sejak 2012 lalu, ketika itu ia masih bekerja di salah satu perusahaan BUMN terbesar. Dia bertemu dengannya pertama kali di sana.

2012 lamaran itu datang kepadanya, Qadarullah takdir belum berpihak kepada mereka. Merekapun menjalani hidup sendiri-sendiri. Ikhwan itu dengan kesibukannya, pun akhwat itu dengan kesibukannya, mereka berjalan pada lintasan edar mereka masing-masing.

Hingga tiba di tahun 2018, bulan syawal. Lamaran itu datang lagi kepada sang akhwat, dari ikhwan yang sama. Senang bercampur bahagia, haru biru hati menyelimuti bulan syawalnya. Qadarullah, lamaran itu kembali tertolak tersebab restu orang tua akhwat. Tahun itu pula menjadi titik awal perubahan drastis sang akhwat, berbenah memantaskan diri di hadapan Allah, memperbaiki kesalahan dan khilaf masa lalunya yang ia bilang "tidak sebaik orang lain". Sementara sang ikhwan adalah seorang yang lurus agamanya, baik akhlaknya, bahkan digandrungi banyak perempuan tetapi semua dilepehkannya begitu saja. Ia terjaga dengan sangat baik.

Di tahun 2019, bulan syawal tahun ke-2. Laraman sang ikhwan datang lagi kepada sang akhwat. Lagi-lagi Qadarullah jalan takdir belum berpihak pada mereka. Lagi dan lagi restu orang tua akhwat menjadi tameng penghalang menggenapnya 2 hati. Tetapi? Apa sang ikhwan menyerah? Tentu tidak. Ia sungguh gigih, sangat gigih dalam memperjuangkan bahtera yang sedari 2012 lalu ia mantapkan dalam hatinya. Ia bertahan dalam penantian dan doa terbaik, dalam upaya-upaya yang ia bisikkan ke bumi dan mengudara ke atas langit sana. Do'a yang mengetuk satu per satu pintu langit, dan mendarat sempurna ke dalam pelukanNya.

Tahun kembali berganti, 2020 bulan syawal tahun ke-3. Di temaram bulan syawal, haru biru kisah perjalanan hati itu bersambut baik. "Ini adalah kali terakhir aku akan mengusahakan menggenap bersamamu, ketika yang hadir adalah penolakan maka dengan ikhlas aku akan melepaskan dirimu" pesan itu masuk di nomor sang akhwat, pesan pertama setelah penolakan di syawal tahun ke-2. Sang ikhwan datang kembali, membawa bekal kesungguhan yang ia perjuangkan 3 syawal berturut-turut.

Sungguh, hati manusia berada di dalam jari-jemari Allah. Bagaimanapun manusia bersikeras menolak jalan takdir, jikalah Allah telah menuliskan demikian maka akan demikian. Bukankah pena telah diangkat dan tinta telah mengering? Apa yang tertulis di Lauh Mahfudz akan datang kepadamu satu per satu. Ditunggu atau tidak ditunggu, diupayakan atau tidak diupayakan. Tetapi sebaik-baik manusia adalah yang senantiasa menyandarkan ikhtiar dan tawakkalnya dalam satu garis edar bersama do'a-do'a terbaik yang dilesatkan dengan panah terbaik menuju ars Allah.

Syawal tahun ke-3, lamaran itu bersambut baik, ikhwan itu diterima dengan baik. Hati orang tua akhwat dibolakkan menerima kesungguhan sang ikhwan. Haru biru syawal tahun ke-3 menjadi begitu manis, semanis teh yang disuguhkan dengan gula yang cukup. Air mata tidak mampu keduanya bendung, sunggu jalan takdir Allah begitu manis. Walau terkadang begitu berat di awal pada akhirnya kita akan paham jika dibalik semua hambatan-hambatan itu, Allah hanya ingin menjadikan kita lebih kuat dan lebih baik sebelum dipertemukan dan diperjalankan pada garis takdir yang lain. Allahu Robbi :''')

بارك الله لكما و بارك عليكما و جمع بينكما في خير

Atas segala sesuatu yang kamu yakini ada kebaikan padanya, perjuangkanlah. Kau tahu, Allah itu Maha Pemalu, Dia sungguh tidak akan memulangkan tangan seorang hamba yang terangkat mengemis kepadaNya dalam keadaan kosong. Pun tidak akan menyia-nyiakan serangkaian ikhtiar yang dilakukan seorang hamba.
Maka adakah nikmat Allah yang patut didustakan?

Dan.. benar kan? Bahwa; selalu ada kebaikan dalam kata tunda, selalu ada kejutan dalam kata tunggu. Selamat menanti sederet kejutan manis dariNya.

26 Syawal 1441H. Kutulis ini dengan air mata haru. Haru biru syawal telah membawakan segenggam berita baik yang menjadi ibroh berharga bagi penulis. Syukron yaa Robbi, Syukron.

Seandainya jalanmu takmudah, kekuatan dan keyakinanmu yang akan ditambah, semakin bertambah. Allah hadir untuk setiap keinginanmu. Jika tidak sekarang, nanti. Jika tidak nanti, pasti akan diganti.

Selamat. Semoga selalu bersama ridho-Nya.

Avatar

Seni Bertanya.

Belum menikah sama seperti belum meninggal; memang belum waktunya saja.” - Masgun

I couldn’t agree more.

Sebagai perenungan, sebelum menanyakan pertanyaan ke orang lain, “Kapan menikah?” coba tanyakan ke diri sendiri, “Kapan meninggal?”

Sebab, yang bisa memberikan jawaban dari keduanya hanya Allah, Al-Fattah (Yang Maha Pemberi Keputusan); Pembuka ketetapan hukum takdir.

Berlaku pula dengan pertanyaan, “Kapan punya anak?”

Berhenti bertanya kepada manusia sesuatu hal yang jawabannya seutuhnya punya Tuhan.” - deva mahenra

Jika memang ingin bertanya, tanyakan pertanyaan yang masih bisa dijawab oleh manusia.

Misalnya; “Sudah dikhitbah?” atau “Sudah ada calonnya?”

Jika jawabannya, “Belum.”

Barangkali kamu memiliki calon yang bisa dipertanggungjawabkan untuknya, sehingga kamu tidak hanya sekadar bertanya namun menawarkan solusinya.

Jika tidak ada, doakan :)

P.S: seseorang tidak akan pernah mengerti sampai ia mengalaminya sendiri.

Source: lacikata

Terima Kasih untuk Tidak Menyerah

Menyerah dan memulai sesuatu yang baru; bertahan dan terus berjuang; atau menyerah dan tidak berbuat apa-apa. Manusia selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan itu.

Pilihan pertama dan kedua tak akan menghinakanmu. Pilihan ketiga bisa saja menjerembabkanmu pada usia tua tanpa hasil apa-apa. Kenapa? Karena kamu memilih tidak membuat progres sama sekali dalam hidupmu.

Perhatian kita bukan pada hasilnya, namun pada kemantapan hati untuk membuat progres-progres kecil dalam hidup ini. Progres-progres itulah, yang kelak jika Tuhan merestui, akan membawamu pada hasil yang bisa jadi tak kamu duga sebelumnya.

Sampai kapan pun, menyerah dan tak berbuat apa-apa tak pernah menjadi pilihan yang layak untuk dipilih. Jika pun kamu terlalu lelah dan tak ada seorang pun yang bersedia menjadi pendengar, selalu ada tanah untuk bersujud, selalu ada telapak tangan untuk menengadah, selalu ada Allah Yang Maha Mendengar.

Berkeluh-kesah bisa bernilai ibadah jika kamu arahkan pada target dan tempat yang tepat. Seperti dalam do'a-do'a di kala sujudmu, seperti tangisan-tangisan di sepertiga malam terakhirmu.

Tetaplah berdiri di situ, di tempat di mana progres hidupmu tidak kau hentikan dengan seribu alasan. Apa itu menyerah? Apa itu lelah? Apa itu malas?

Semangat buat kamu, semangat buat kita semua, terima kasih sampai detik ini masih melangkah mesti tertatih.

— Taufik Aulia

Terima kasih telah datang, dengan tiba-tiba dan tanpa basa-basi.

Kemudian menawarkan sesuatu yang bukan sekedar janji. Kamu tak pernah menjanjikan bahwa masa depan bersamamu akan selalu baik, tapi kamu meyakinkan bahwa bersamamu aku akan baik-baik saja.

Terima kasih telah bertahan, dengan segala kesulitan dan cobaan yang terkadang kamu sendiri pun tidak tahu jalan keluarnya, tapi kamu terus berkata bahwa Allah selalu ada untuk hamba-Nya.

Terkadang suasana terasa begitu pelik, tapi kamu selalu mengajarkan bahwa hidup adalah perkara menerima dan terus bersabar. Kalau selalu mendapatkan apa yang dimau, maka kita tidak pernah merasakan arti perjuangan.

Terima kasih untuk tidak pernah berkata lelah dihadapanku, walaupun aku tau lelahmu itu tidak akan pernah hilang. Kamu yang selalu rela membantu melakukan apa yang tidak mau aku kerjakan. Yang tidak rela aku pergi jauh.

Kita memang bukan dua manusia yang sempurna, hidup dalam lingkungan berbeda, dan dididik dengan cara berbeda. Ketika aku masih saja egois, kamu tak pernah menyalahkanku. Walaupun aku terus menyebalkan, kamu tetap menatapku dengan penuh cinta.

Mempercayaimu terkadang memang sulit, tapi mudah bagiku untuk selalu mencintaimu.

Terima kasih telah memilihku.

Rangkuman do'aku selama ini ternyata ada di kamu.

Dari aku, yang selalu membuatmu repot ; 23 Januari 2019.