Avatar

Untitled

@sipdeh1111

Teman Duduk

Siapa teman yang biasa kita ajak nongkrong bareng? Dimana? Bagaimana kesannya? Apa yang kamu dapat dari mereka?

Teman dudukmu itu mewarnai dirimu. Sebab ia ada di sampingmu ketika kepalamu benar-benar tak ada tameng untuk menghindar, tak ada rasa curiga untuk berpaling. Disanalah kamu akan mewarnai, atau diwarnai.

Berilah waktumu untuk duduk bersama sahabatmu, keluargamu, dan orang-orang yang ingin bertemu denganmu. Di sana ada penat yang hilang, akan ada gelak tawa yang menggerus duka. Namun jangan terlalu larut pula, sebab ada tugas-tugas yang menanti untuk diselesaikan.

Namun, apakah kamu pernah duduk dengan dirimu sendiri?

Pernahkah kita bicara dengan jiwa kita sendiri? Bertanya sudah sejauh apa kita berlari, sudah seluas apa hati ini berkembang setelah bongkahan masalah memenuhi hari-hari. Atau tertawa sendiri bersama dirimu, mengingat-ingat kekonyolanmu di masa lalu yang ketika kau makin dewasa, kau sadar yang kau lakukan dulu itu sangat alay misalkan.

Orang bijaksana selalu punya waktu untuk duduk bersama dirinya. Ia selesai dulu bersama dirinya sendiri sebelum menyelesaikan masalah orang. Ia pandai menguasai hatinya lebih dulu sebelum memikat hati orang. Dan disanalah kebijaksanaan datang.

Mari duduk, dengan dirimu. Menjauh dari dunia sejenak untuk merencanakan langkah besar menaklukkan apa-apa yang orang bilang tak mungkin.

“Knowing yourself is the beginning of all wisdom.” - Aristotle

Menunggu

Tau nggak pekerjaan yang bagiku sangat membosankan? Yang mungkin bisa jadi sama bagi kalian.

Menunggu, apalagi menunggu yang tidak pasti.

Mununggu berarti mengumpulkan berbagai rasa, bosan cemas dan khawatir. Menunggu juga menguras waktu kita, juga hati kita. Semakin tidak pasti semakin tidak menentu ini hati.

Di sela saat penantian itu, mulai cari-cari kerjaan guna menghibur ini hati. Dari ngobrol dengan senasib kita, misalnya saat nungguin bis. Atau jari jari yg mulai gatal memainkan gadgetnya. Yang paling konyol ada mulai konyol godain temen sebelahnya, keliatannya asyik juga.

Ehh..., tau nggak ternyata kegiatan ini terjadi berulang ulang.

Itu hanya contoh kecil menunggu yg cuman beberapa cuil waktu, yang ternyata kalau dikumpulkan banyak juga. Coba kalo ada menunggu menunggu lain yang lebih dahsyat lamanya, hingga menguras waktu dan menguji hati kita. Menunggu kepastian diterima pekerjaan kita atau menunggu ketemu jodoh.

Nah..., kalo dalam waktu tunggu itu kita pakai dengan hal yang gak penting, berarti waktu kita banyak menjadi sampah, gak bermanfaat sama sekali.

Padahal sebenarnya hidup kita di dunia adalah menunggu ajal menuju kehidupan kekal yang sebenarnya. Kalau hidup kita penuh dengan sampah mungkinkah bisa kita jadikan modal untuk naik Surga Nya?

Yuk sob mulai dari sekarang kita ganti sampah itu dengan hal hal yang bermanfaat minimal buat kita sendiri.

Misalnya nihh sama sama maen gadgetnya, tapi yang dibaca aplikasi Alquran. Kan bisa buat modal kita di akhirat kan.

Udah gitu aja sob, selamat menebar manfaat

Ada satu persiapan mudik yang terabaikan, IMAN

karena banyak yang kehilangan iman saat di jalan.