#Mengkhianati Perjuangan Sendiri
Ada yang pura-pura lupa punya hafalan, sampai-sampai, nggak tahu lagi kapan terakhir murojaah.
Ada yang pura-pura lupa jumlah hafalan, sampai-sampai, murajaahnya hanya berputar di juz yang itu-itu lagi.
Ada yang pura-pura lupa dengan hafalan, sampai-sampai, hafalannya bener-bener lupa karena nggak pernah diingat-ingat lagi.
Aku cuma mau bilang: Ingat, dulu, kau pernah mengorbankan segalanya demi mendapatkan hafalan Al-Quran. Sekarang, begitu kau mendapatkannya, mengapa tiba-tiba kau melupakan perjuangannya?!
Bukankah dahulu, kau pernah rela kehilangan waktu-waktu bermainmu, kau menolak setiap ajakan teman-teman ketika itu. Semuanya, demi mendapatkan moment berduaan bersama Al-Quran.
Bukankah dahulu, kau pernah mempertaruhkan segala hobimu, menahan setiap keinginan yang terus menarikmu dari perjuangan, sebab bagimu, berhasil setoran satu ayat sudah lebih membahagiakan dari apapun yang pernah ada dalam hidupmu.
Bukankah dahulu, kau pernah menangis pada malam yang sunyi, saat semesta diam mendengarkan bisik-bisik doamu yang mengulang-ulang permintaan sama setiap hari: “Ya Allah, jadikan aku hafizh Al-Quran.”
Bukankah dahulu, kau siap meski harus melangkah tertatih mengejar target yang kau miliki, mati-matian bangkit setiap kali badai perjuangan menjatuhkan diri, berpura-pura kuat ketika ragamu sendiri memintamu berhenti. Kau telah berkorban begitu hebat.
Lantas, mengapa hari ini, kau memilih berhenti?
Kau tahu, jika kau berhenti hari ini, berarti, kau telah mengkhianati perjuangan sendiri!