wudhu*

2

Labib & Labiba Wooden Puzzle - Wudu Learning

Wooden puzzles to teach Muslim kids the steps to performing wudhu (ritual ablution) to purify the body before praying. ;3; Comes in two versions, one with a little boy character (Labib) and one with a little gil (Labiba). Both their names mean “Wise” or “Intelligent” (fittingly for educational characters!), but one is masculine and the other feminine.

The art style is so cute, I love the sunny yellow flower hair dec on the little girl’s pink headscarf and her overall-dress. ;3;

The brand is known as Fitra Toys and is based in Hong Kong and they have a whole slew of Islamic educational toys (looks like this website sells the online, although I’m not familiar with the website, so you’ll have to read up about its trustworthiness elsewhere), as well as colouring books and diaries featuring the characters.

Anas b. Malik RA reported: I saw Allah’s Messenger (peace be upon him) during the time of the afternoon prayer and the people asking for water for performing ablution which they did not find. (A small quantity) of water was brought to Allah’s Messenger (peace be upon him) and he placed his hand in that vessel and commanded people to perform ablution. I saw water spouting from his fingers and the people performing ablution until the last amongst them performed it.
—  Muslim - Book 30, Hadith 5657

Cinta itu sederhana sayang…
.
Bersamaku kamu tidak perlu repot-repot berdandan berjam-jam. Toh make up mu akan kalah oleh hujan. Kita akan hujan-hujanan.
Toh nanti juga make-up mu akan hilang di basuh wudhu.
Sederhana saja kan lebih enak.

Bersamaku, kamu tidak perlu takut berbuat aneh. Tidak perlu repot mengatur diri agar terlihat anggun. Aku tidak sedang berjalan bersama model di catwalk kan.
Sederhana saja kan lebih nyaman.

Bersamaku, kamu tidak perlu takut untuk kentut atau ijin ke belakang berlama-lama. Namanya juga manusia. Kalau ditahan nanti masuk rumah sakit. Sederhana saja, keterbukaan kan lebih menenangkan.

Bersamaku, kamu tidak perlu repot makan bergaya eropa. Kita akan makan di manapun. Selama halal, bersih, dan sehat. Kita bisa sambil bercanda sesekali dalam jeda.
Sederhana saja kan lebih asyik.

Bersamaku, kamu tidak perlu takut kalau tidak bisa masak. Tidak perlu takut tidak bisa mengurusku. Kan tugasku yang mengurusmu. Menjamin kehidupanmu sebagaimana yang telah aku janjikan kepada orang tuamu. Memastikanmu baik-baik saja. Kamu cukup bersamaku dan menjadikan kebersamaan kita sebagai pahala. Sederhana saja bukan, tidak saling menuntut berlebihan.
(Via-Kurniawan gunadi dengan suntingan seperlunya)
.
.
Salam, @anaachintya :)

ramen-jawa asked:

kak, gelang aku di jaga ya. jangan pernah tinggalin dia sendirian. udah bersama aku hampir setahun tuh...

Gelangnya aku jaga, pasti. Akan, selalu. Thankiss banyak banyak ~~~/o/

Tapi anu kak, maafkan. Aku adalah orang yang di tangan kiri gak boleh ada apa-apa selain bulu darisananya. Dan termasuk pengguna jam tangan di kanan. Lalu, gak suka harus lepas gelang blablabla dulu sebelum mandi, wudhu, atau cuci piring bahkan. Yang jelas males kalo harus lepas dan pasang lagi. Effort. 

Too bad, rasa gelang basah nempel di kulit gak pernah bikin nyaman. Terus jam tangan gak boleh sampe lupa, nanti tanganku hampa. Hemat kata, gelangnya untuk kenang kenangan. Tak simpen di tempat yang yoi bersama gelang gelang lain dari teman teman seperjuangan. 

Mungkin dia akan sendirian. Tapi dia tidak akan miskin perhatian. Kakak tenang saja

Gomawo, mi anata. Ottoke ottoke! *sungkem*

Jika engkau bertanya padaku,
“Hal apakah yang paling nikmat di dunia?”
Akan kujawab, “Menangis”.

Tangisan semacam apa?
Tangis penyesalan atas dosa masa lalu,
Atas khilaf yang pernah membatu,
Atas kesalahan yang pernah menjadi candu,
Atas kemasabodohan yang hampir menjadi benalu.

Cobalah,
Bangun pada sepertiga malam
Sempurnakan wudhu-mu,
Hamparkan sajadah,
Lalu memohon ampunan.

Menangislah sekuat-kuatnya, sekencang-kencangnya.
Letakkan kepalamu di lantai, lama.
Akuilah semua salah,
Lepaskan segala beban.
Perlahan,
Mulai masukkan cahaya illahi ke dalam jiwamu yang gelap.
Mulai bersihkan apa yang menghitam.

Merendahlah,
Karena engkau memang cuma hamba yang hidup di bumi ini murni karena Ar Rahman Ar RahimNya.

Tak ada daya upayamu dalam keterjadian dunia,
Tak ada kontribusimu dalam kejadian penciptaan manusia,

Bukan atas kuasamu planet berputar pada orbitnya, matahari bersinar dengan garangnya lalu memantulkan cahaya nya pada bulan.

Bukan karena Ridhomu binatang dan tumbuhan mendapatkan makanan nya.

Tak ada andilmu ketika air laut jadi asin & awan jatuh menjadi hujan.

Semua karena siapa?
Allah Azza Wa Jalla

Masih pantaskah kau sombongkan diri,
Sementara nafas yang engkau hirup kini adalah karena kasih sayang Nya?

Sadarilah,
Ketika kelak masa kontrak hidupmu habis didunia,
Bahkan untuk membuka mata engkau takkan bisa,
Jasadmu akan diurusi orang lain.
Lalu,
Masihkah ada rasa angkuhmu?
Merasa lebih tinggi derajatnya dibandingkan segolongan hamba?

Dengarlah..
Air mata adalah sarana penawar dosa ketika ia mampu keluar dan mengalir sebab penyesalan.

Air mata adalah obat ampuh untuk membasahi hati yang kering karena maksiat, sebanyak apapun itu.

Masih bisa rasakan cinta ibu?
Murni bukan?
Pengorbannya adalah tanda cinta paling suci,
Tanpa ada harap balas jasa.

Tahukah kamu?
Cinta Allah kepada hamba Nya lebih besar daripada cinta itu?

Jadi…
Jangan pernah malu untuk menangis melebihi kencangnya tangisan bayi baru tiba di bumi
Sebab Dia takkan tertawa melihat air matamu.

Hakikat hidupmu adalah
DariNya, untukNya dan kembali padaNya.

—  Tanti Ayu Helestiani
I am pacing around the house,
I am in a restless state.
My mind tells me to go make wudhu, But my legs fall short of going with this through,
My face depicts my constant state of battle, with my soul on one side and Satan on the other side.
I am trying to crawl on the right path, But he keeps whispering to make me slide on the wrong path,
So this war that wages within my soul, it leaves me flustered, it envelopes me whole,
Till one day I realised that my focus was all wrong.
For when He SWT is on your side,
Does it really matter who is on the other side?
—  SRA’s Blog: Reflections

Cinta itu sederhana sayang…
.
Bersamaku kamu tidak perlu repot-repot berdandan berjam-jam. Toh make up mu akan kalah oleh hujan. Kita akan hujan-hujanan.
Toh nanti juga make-up mu akan hilang di basuh wudhu.
Sederhana saja kan lebih enak.

Bersamaku, kamu tidak perlu takut berbuat aneh. Tidak perlu repot mengatur diri agar terlihat anggun. Aku tidak sedang berjalan bersama model di catwalk kan.
Sederhana saja kan lebih nyaman.

Bersamaku, kamu tidak perlu takut untuk kentut atau ijin ke belakang berlama-lama. Namanya juga manusia. Kalau ditahan nanti masuk rumah sakit. Sederhana saja, keterbukaan kan lebih menenangkan.

Bersamaku, kamu tidak perlu repot makan bergaya eropa. Kita akan makan di manapun. Selama halal, bersih, dan sehat. Kita bisa sambil bercanda sesekali dalam jeda.
Sederhana saja kan lebih asyik.

Bersamaku, kamu tidak perlu takut kalau tidak bisa masak. Tidak perlu takut tidak bisa mengurusku. Kan tugasku yang mengurusmu. Menjamin kehidupanmu sebagaimana yang telah aku janjikan kepada orang tuamu. Memastikanmu baik-baik saja. Kamu cukup bersamaku dan menjadikan kebersamaan kita sebagai pahala. Sederhana saja bukan, tidak saling menuntut berlebihan.
(Via-Kurniawan gunadi dengan suntingan seperlunya)
.
.
Salam, @anaachintya
.
.
#duniajilbab

Mungkin jika Alloh tak sematkan sayang serta cinta pada hati seorang ibu, mengurus anak hanya akan menjadi keluhan tiap waktu.
—  Maka, Ki. Kalau sedang lelah, cukup ambil wudhu sekejap. Lalu senyum!

anonymous asked:

11.54pm hoping I can get up for Fajr salah every day, towards the beginning time not the end time. Feel down because idiotic dreams ruin my nights far too frequently. (Yes I know to read Ayatul Kursi and the Quls.)

May Allah ease it for you and may He reward you for your efforts. Try your best to sleep with wudhu, recite the last 3 surahs, suratul mulk, make istighfar and sleep on your right side with the intention of waking up for fajr, khayr in sha Allah!

anonymous asked:

Wudhu is not pre-requisite to reading or reciting Qur'an

Well you need wudhu for touching the mushaf?

If it’s a complete transkation or an app, then not.

I realised I haven’t actually truly witnessed a Friday afternoon in Singapore ever since I got back (which was 7 months ago mashaAllah??) mainly because I would be at home under the fan or at work. But this aftnn I got the opportunity to take the bus back home at around lunch time and the bus route passes by Masjid Al-Istighfar before reaching my house.

I don’t know why I did not expect it but the bus was SO FULL. MashaAllah. Also, everyone trying to avoid me so they won’t break wudhu hahaha but I was really amazed. People heading to the mosque in cars, on motorbikes and bicycles, walking from school, on the bus. Old men, young men, kids. Different ages, races and professions. All heading to one place. Even a group of NS men noticed: “Why the bus so full ah?” “Friday mah”. Lulz must seem like such a crazy sight to be walking or cycling or just opting to be outside in the aftnn Singapore sun.

I was so happy/humbled/proud which made me smile like a maniac on the bus because I was thinking of Fridays in St Andrews and how it used to be such a small community that no one would know what was going on in the Chaplaincy unless they actually went in and saw muslims congregating to pray together. And it was such a small community that women could go too. It just makes you think that its so crazy and absolutely beautiful that wherever you are in the world, whatever you are doing – be it in school, in uni, at work, at home – you stop whatever you are doing on Friday Zuhr time to be with other people who want to be reminded of God and to praise and glorify Him. SubhanaAllah!

And as I am typing this it starts drizzling??? Whoa SubhanaAllah, seriously, Allahu Ar-Rahman Ar-Raheem. This is such a blessed gathering and form of worship that Allah has mandated for the men in our ummah and that we be reminded that this is a ni’mah and also a source of strength for us to grow and develop as a community whether we are in Singapore or Scotland or in Muslim majority countries too like Malaysia etc. Be thankful on this Friday that Allah has granted us and entrusted us with Imaan and that we still have the opportunity to serve Allah and perform ‘ibadah.

Make lots of du’a for each other and for yourselves on this blessed day and hope yall have a productive and extremely blessed Jumuah.

I want to cry but my tears have run dry. I want to scream but I am stuck in my dream. I want to sleep but my thoughts are too deep. I am on the edge of insanity and people blame this on my vanity.
So I make wudhu and bow down to Him. I pray in a way that sends my demons running the other way. And the tears that had dried now flow down my face, and the screams that wouldn’t come now vibrate my window rims. And when I am sure that my repentance has been accepted, I lay on my prayer mat and sleep so deep that the thoughts of insanity are drowned by a stream.
—  SRA’s Blog: Reflections
ﷺ Allah’s Messenger said: ‘There is no wudhu (ablution) for one who does not mention Allah’s Name upon it.’ [Bulugh al-Maram 46]
Sampai seseorang

Aku masih menunggu di pulau yang asri ini
Dibawah terik mentari yang memanjakan
Bahkan dibawah tarian hujan yang menggembirakan
Berusaha terus membasuh diri dengan wudhu
Sampai seseorang datang menjemputku dengan pinangan
Merangkai kata-kata indah yang akan aku tulis dalam selembar kertas baru
Mengulurkan tangan untuk kuraih jemarinya
Sampai seseorang datang,
Aku masih tidak letih melihat
Bahkan tidak resah kudengar tiupan angin
Takkan bimbang walau dihadapan keraguan
Karena Tuhan telah ciptakan kita untuk saling berpasangan
Tinggal kita sabar sampai waktu datang
Dipelabuhan penantian, seseorang akan sampai

"TOP SECRETS of BEAUTY"

“Beauty of the hands is giving charity with your own hands.”

“Beauty of the tongue is to recite the Holy Quraan.”

“Beauty of the eyes is shedding tears in fear of Allah.”

“Beauty of the face is making a habit of staying in the state of wudhu.”

“Beauty of the heart is storing the rememberance of Allah & Zikr in the heart.”

“Beauty of the brain is to place the forehead on the ground in sajdah.”

Subhaanallah !

anonymous asked:

There's no Hadith to say you need wudhu to touch mushaf, but the 4 imams said as respect to the Quran, and Allah loves ibadah to be done whilst being pure, it's mustahabb (greatly liked) to be in purity, however let's say you were quickly touching the mushaf, to move it or open it, you don't need wudhu

where did you get that information from??? You should be careful with what you state, that is totally wrong.