woi ya

AHAHAHAHAHHAHA,I had the IMMENSE LUCK to drawpile with @wandeeoveryonder and @goforhater the other dayyy !!! Look at all this good stuff !!
One of the most fun drawpiles I’ve had for sure ! 
(if you’re confused by the Breakfast squad it’s just us, Egg’s wandeeoveryonder, goforhater is Coffee and I’m Bread) 

Menikah Muda: Antara Terkompori atau Tuntutan (Sebuah Paradigma)

Sekiranya menikah muda itu gampang, niscaya banyak yang melakukannya. Sekiranya menikah muda itu mudah, niscaya banyak yang melaluinya.

Karena berat, sedikit yang memilihnya.
Karena berat, sedikit yang mampu melaksanakannya.


Emang kamu ngira, nikah itu gampang?
Kagak woi, kagak…

Ya sih gampang, ijab kabul, eh… udah punya pasangan.
Tapi, setelah itu kamu bakal tau gimana rasanya …

Sebelumnya, dalam tulisan “Kamu Kira Nikah Buat Senang-Senang Doank” udeh aye bahas sedikit pernak pernik pernikahan.

Jadi, buat kamu yang masih setengah-setengah mau nikah mending mundur aje, karena nikah bukan ajang coba-coba atau main-main, begitu kicau temen aye dari grup sebelah.

Wokeh, dari berbagai kasus pernikahan yang pernah aye denger, eehhheem …

Terjadi ikhtilaf (wkwwkwk, kayak belajar fiqh aja ya) dalam paradigma: menikah muda; antara terkompori atau tuntutan

Yah, gimana hati nggak panas kalau liat temen ngirim undangan nikah. Apalagi umur udah semakin menanjak bak tanggal tua yang bikin sesak.

Belum lagi pertanyaan “Kapan nikah?” yang sudah tak kenal ampun, macam jatuhnya rintik hujan. Deras, tak terbendung (cie, sweet moment pas ujan) #apa sih.

Udah gitu, sering pula di-tag temen sama video-video pasangan muda nikah, romantis-romantisan, jalan berdua, selfie-selfie, pamer status, bulan madu, bulan Agustus, bulan September, #eh bablas.

Jadilah hati terkompori. Ibarat kayu bakar yang kesirem bensin, disentil dikit sama korek api … bleb … terbakar dan membara. Langsung bikin biodata taaruf. #haha
Dalam kamar diem-diem teriak “Emaaaak, guee pengen nikah”. Btw, kek gimana diem-diem teriak … tau ah…

So, kamu boleh-boleh aja merasa termotivasi (baca: terkompori) untuk segera menikah, karena liat temen-temen yang udah punya gaetan. Nggak masalah.
Taapppiiii … Ada tapinya yak …

Mental kamu udah siap belum untuk punya pasangan dan menjadi pasangan?

Nggak masalah belum mapan, belum kelar s1, belum punya pekerjaan tetap, belum punya anak #eh.

Yang paling penting, mental kamu udah siap belum?
Takutnya, kalau dah nikah kamu ngeluh tentang beratnya hidup yang kamu jalani. Kek tetangga sebelah #iih, siapa ya?

Yah, kamu kira nikah mau enaknya doank? Salah besar. Mending jones aja lu.

Dan jangan lupa, restu orang tua udah fix belum.

Kalau mental udah siap, restu orang tua sudah digenggam. Okeh! Otw KUA … Jangan lupa, bawa calon! #masa kamu mau nikah sama penghulu. Wkkwkwkwk

Oke, next ..

Setelah aye survei orang-orang yang nikah muda kebanyakan (garisbawahi; KEBANYAKAN) mereka yang berasal dari; pesantren, penghafal qur'an, anak LDK, aktivis-aktivis dakwah, atau yang kuliah di ma'had-ma'had (nggak termasuk MBA atau adat loh ya).

Kenapa?

Karena bagi mereka, menikah itu tuntutan.
Orang orang macam ini nggak terbiasa bergaul sama lawan jenis. Boro-boro bergaul, tatap-tatap aja kagak berani. Kalaupun bergaul mesti terbatas. Ini salah satu faktor yang menuntut untuk segera menikah.
Dari pada zina, mending nikah aja, begitu prinsipnya.

Tapi, bagi kamu yang sering ketemu lawan jenis. Suka tatap-tatap, alias curi-curi pandang (cieeeee, ketahuan aye colok mata loee), Apalagi sering sentuh sana-sini; eh …
Kamu nggak akan merasa nikah itu tuntutan. Percaya deh …

Semakin kamu ingin menjaga diri, semakin kuat tuntutan untuk menikah.

Coba lihat temen kamu yang pemahaman agamanya kental. Yang seneng ikut pengajian, yang aktif di LDK, yang kuliah di ma'had-ma'had, tanya persepsinya tentang nikah muda, pasti dia pro banget …

Nah bedakan sama temen kamu yang biasa-biasa aja. Kalau dia kuliah di kampus umum, jawabannya mesti nunggu lulus kuliah dulu. Atau kalau dia sibuk kerja, nunggu mapan dulu. Bla bla blaa … (saya bukan mendiskriminasi; ini hanya berdasarkan survei; nggak semua, tapi kebanyakan).

Yah, semua orang memiliki pandangan masing masing. Kita tak bisa memaksa.

Beginilah paradigma, kalau kamu terkompori untuk menikah muda, sudah siap mental dan restu … bismillah aja …
Bagi kamu yang merasa ini sebuah tuntutan, karena ingin menjaga diri, oke … ini pilihan terbaik …

Dan untuk kamu yang santai-santai, ah nikah nanti-nanti…
Ndak usah terburu-buru. Mau perbaiki diri dulu. Mau persiapan dulu, mau mantesin diri dulu …  Mau ini dulu … Mau itu dulu
Yah, tak ada yang melarang …


Beginilah paradigma …
Semua bebas berspekulasi …


23:08
17 agustus 17


Gambar; google, freepik, pixabay

Aromantic Lord Dominator

good shit: 👌👀👌👀👌👀👌👀👌👀 good shit go౦ԁ sHit👌 thats ✔ some good👌👌shit right👌👌th 👌 ere👌👌👌 right✔there ✔✔if i do ƽaү so my self 💯 i say so 💯 thats what im talking about right there right there (chorus: ʳᶦᵍʰᵗ ᵗʰᵉʳᵉ) mMMMMᎷМ💯 👌👌 👌НO0ОଠOOOOOОଠଠOoooᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒ👌 👌👌 👌 💯 👌 👀👀 👀 👌👌Good shit

youtube

Hell yeah this is a thing I made wanna fight about it

And here we go! Some WOY fan art again! This was an art trade with the fabulous @allieinarden She did my character White Belt and I LOVE it.
She asked for human Peepers and Sylvia which is one of my weaknesses.
Aaannd I do have a soft spot for Black Eye Jelly Fish Pi so here ya go!

I was asked, so ye :v
STOP! Before you comment saying ‘But Ocarina!!! There’s a much more effieient way! Do it this way instead and it’s easier!!’ I know that. But this is better for three reasons: 1) People without a Japanese locale (like me) can’t really copy-paste it properly, 2) This is better for making sure the bank is aliased more accurately, and 3) If you’ve already done your OTO it’s already to late. Okay, you can keep reeding now.
So, this is the most basic and tedious way to alias your voicebank. I prefer doing it manually because it’s more precise and you don’t end up with accidental syllables. Aliasing your voicebank means that your UTAU will be able to sing whether the ust is in hiragana or romaji. Just plop in the character opposite of whichever the original file is named, hit set, okay, then you’re golden! I recommend doing this manually as last time I checked, the Essential UTAU Toolkit isn’t always accurate and it doesn’t cover some syllables that aren’t strictly hiragana. If you have a character I haven’t listed let me know and I’ll try and add it. For things that have multiple names, I recommend you hit that duplicate button and add a new alias, it won’t make a new file and will also carry over your OTO so no worries there, and then you’ll have all your bases covered! This list is in English alphabetical order, so if you’ve got them named in romaji you can just go right down the list. Watch it though, as some of these syllables are extras that I have seen used/used myself on several other VBs, and are not included in a normal reclist (recording list). Let me know if I screwed something up/named it improperly/accidently put two syllables down as the same hiragana so I can fix it. I am only human after all, and I noticed I did it a couple of times when I glanced over the list. I may have missed something, but I’m like 99% sure it’s right now.

Guide to what to name the characters:

breath=息 or br1 or breath (extra breath samples are labeled with another number after them, such as breath2, 息2, and with the br1 label replace the number like this: br2, br3 etc. This isn’t necessary when there is only one sample)
a=あ
e=え
i=い
o=お
u=う
ai=あい or 愛
ao= あお or 甥
ei=えい or 永
oi= おい or 青


ba=ば
be=べ
bi=び
bo=ぼ
bu=ぶ (In the absence of a proper 'vu’ file, duplicate your bu and label the second one ヴ)
bya=びゃ
bye=びぇ
byo=びょ
byu=びゅ
bai=ばぃ
bao=ばぉ
bei=べぃ
boi=ぼぃ

cha=ちゃ
che=ちぇ
chi=ち
cho=ちょ
chu=ちゅ
chai=ちゃぃ
chao=ちゃぉ
chei=ちぇぃ
choi=ちょぃ

da=だ
de=で
di=でぃ
do=ど
du=どぅ
dai=だぃ
dao=だぉ
dei=でぃ
doi=どぃ

fa=ふぁ
fe=ふぇ
fi=ふぃ
fo=ふぉ
fu=ふ
fai=ふぁぃ
fao=ふぁぉ
fei=ふぇぃ
foi=ふぉぃ

ga=が
ge=げ
gi=ぎ
go=ご
gu=ぐ
gwa=ぐゎ
gya=ぎゃ
gye=ぎぇ
gyo=ぎょ
gyu=ぎゅ
gai=がぃ
gao=がぉ
gei=げぃ
goi=ごぃ

ha=は
he=へ
hi=ひ
ho=ほ
hu=ほぅ
hya=ひゃ
hye=ひぇ
hyo=ひょ
hyu=ひゅ
hai=はぃ
hao=はぉ
hei=へぃ
hoi=ほぃ

ja=じゃ
je=じぇ
ji=じ
jo=じょ
ju=じゅ
jai=じゃぃ
jao=じゃぉ
jei=じぇぃ
joi=じょぃ

ka=か
ke=け
ki=き
ko=こ
ku=く
kwa=くゎ
kya=きゃ
kye=きぇ
kyo=きょ
kyu=きゅ
kai=かぃ
kao=かぉ
kei=けぃ
koi=こぃ

la=ら2
le=れ2
li=り2
lo=ろ2
lu=る2
lya=りゃ2
lye=りぇ2
lyo=りょ2
lyu=りゅ2
lai=らぃ2
lao=らぉ2
lei=れぃ2
loi=ろぃ2

ma=ま
me=め
mi=み
mo=も
mu=む
mya=みゃ
mye=みぇ
myo=みょ
myu=みゅ
mai=まぃ
mao=まぉ
mei=めぃ
moi=もぃ

n=ん
na=な
ne=ね
ni=に
no=の
nu=ぬ
nya=にゃ
nye=にぇ
nyo=にょ
nyu=にゅ
nai=なぃ
nao=なぉ
nei=ねぃ
noi=のぃ

pa=ぱ
pe=ぺ
pi=ぴ
po=ぽ
pu=ぷ
pya=ぴゃ
pye=ぴぇ
pyo=ぴょ
pyu=ぴゅ
pai=ぱぃ
pao=ぱ
pei=ぺぃ
poi=ぽぃ

ra=ら
re=れ
ri=り
ro=ろ
ru=る
rya=りゃ
rye=りぇ
ryo=りょ
ryu=りゅ
rai=らぃ
rao=らぉ
rei=れぃ
roi=ろぃ

rra=ら3 (as in English r sound)
rre=れ3
rri=り3
rro=ろ3
rru=る3
rrya=りゃ3
rrye=りぇ3
rryo=りょ3
rryu=りゅ3
rrai=らぃ3
rrao=らぉ3
rrei=れぃ3
rroi=ろぃ3

sa=さ
se=せ
si=すぃ
so=そ
su=す
sai=さぃ
sao=さぉ
sei=せぃ
soi=そぃ

sha=しゃ
she=しぇ
shi=し
sho=しょ
shu=しゅ
shai=しゃぃ
shao=しゃぉ
shei=しぇぃ
shoi=しょぃ

ta=た
te=て
ti=とぃ
to=と
tu=とぅ
tai=たぃ
tao=たぉ
tei=てぃ
toi=とぃ

tsa=つぁ
tse=つぇ
tsi=つぃ
tso=つぉ
tsu=つ
tsai=つぁぃ
tsao=つぁぉ
tsei=つぇぃ
tsoi=つぉぃ

va=ヴぁ
ve=ヴぇ
vi=ヴぃ
vo=ヴぉ
vu=ヴ
vai=ヴぁぃ
vao=ヴぁぉ
vei=ヴぇぃ
voi=ヴぉぃ

wa=わ
we=うぇ
wi=うぃ
wo=を
wu=うぅ
wai=わぃ
wao=わぉ
wei=うぇぃ
woi=をぃ

ya=や
ye=いぇ
yi=いぃ
yo=よ
yu=ゆ
yai=やぃ
yao=やぉ
yei=いぇぃ
yoi=よぃ

za=ざ
ze=ぜ
zi=ずぃ
zo=ぞ
zu=ず
zai=ざぃ
zao=ざぉ
zei=ぜぃ
zoi=ぞぃ


Extra goodies for when naming your own files:
Little a=ぁ
Little e=ぇ
Little i=ぃ
Little o=ぉ
Little u=ぅ
Little ya=ゃ
Little yo=ょ
Little yu=ゅ