weker

Daily Saving Time

Jadi, tanggal 25 Oktober kemarin, seperti biasa saya terbangun di pagi hari jam 5-an atau waktu-waktu Shubuh di Istanbul. Jam 5 di Turki di pergantian musim ini masih pagi benar; matahari muncul jam 7-an. Nah, di pagi itu, saya terbangun hendak shalat. Tapi kok ada yang aneh; jam weker saya menunjukkan pukul 05.00, tapi jam di HP telat satu jam, yaitu 04.00. Apa semalam setting-an jam weker saya ubah? Perasaan engga. Bingunglah saya, mana yang benar. Tapi Muslim Pro mengikuti jam di HP. Ya sudah, saya ikuti yang di HP. Sekaligus, FYI saja, di Turki ini masyarakatnya menggunakan mazhab Hanafi, di mana shalat Shubuh di akhir waktu (sekitar 30-40 menit sebelum matahari muncul). Misal, jam 04.30 sudah masuk waktu Shubuh, di sini belum azan, tapi nanti jam 05.30 baru azan. Ada jeda 1 jam. 

Paginya saya baru tahu ternyata Daily Saving Time (DST) sudah habis dan waktu dikembalikan normal lagi. Apa itu Daily Saving Time? Yaitu pengaturan waktu di musim panas dengan menambahkan (memajukan) 1 jam dari waktu normal (baca selengkapnya di sini). Di Turki, ini dimulai pada 29 Maret 2015 dan berakhir pada 25 Oktober 2015. Tujuannya untuk apa? Salah satunya untuk menghemat energi. Selain itu juga untuk natural daylight pada petang hari. Musim panas kan tahu sendiri, jam 5 matahari muncul dan terbenam pada Pkl. 20.00. Puasa di Istanbul kemarin 17 jam, alhamdulillah! Di Turki, selama 7 bulan DST diberlakukan, diperkirakan menghemat listrik sebesar 800 million-1 billion kilowatt hours. Banyak juga negara yang tidak menerapkan DST. Kalau Turki, pertama kali diterapkan pada 1925. Biar deket-deket sama Eropa, kata babeh Atatürk. 

Tapi, berhubung pemilu ulang dilaksanakan tgl 1 November kemarin, diputuskan penghentian DST diundur selama dua minggu menjadi tgl 8 November. Tepat pada tgl 8, jam 04.00 mulai dimundurkan satu jam menjadi 03.00. Uniknya, orang Turki sendiri banyak lho yang tidak tahu mengenai DST. Tapi sistem waktu internasional yang ada di gadget semisal OSX dan Android sudah pasti menyesuaikan dengan negara mana saja yang menerapkan DST. Yang tinggal di Eropa pasti tahu akan hal ini. Kalau di Asia, saya kurang tahu. Ada yang mau share? Semoga menambah informasi baru yang bermanfaat.

Anyway, jam weker saya, lucu kan? Mengharu-biru. Hehe.