wakis

Dari Imam Waki’ Ali bin Khasyram berkata “Aku tidak pernah melihat satu buku pun di tangan imam Waki’ (gurunya Imam Asy-Syafi’i), beliau mengandalkan hafalannya.”

Suatu hari aku bertanya kepadanya tentang resep agar hafalan kuat, kemudian beliau berkata, “Apakah engkau akan mengamalkan resep ini kalau aku memberitahukan kepadamu?”

Aku menjawab, “Iya, demi Allah.”
Beliau pun berkata, “Resepnya adalah meninggalkan maksiat, aku tidak menemukan resep yang paling manjur untuk hafalan yang kuat selain itu.” (Siyar A’laamin Nubalaa’ 9/151)

—  Jadi hafalan lemah selama ini, karena aku masih banyak maksiat, ya Rabb… 😢

Hafalanmu menjagamu

Imam Syafi’i rahimahullah pernah berkata,

شَكَوْت إلَى وَكِيعٍ سُوءَ حِفْظِي فَأَرْشَدَنِي إلَى تَرْكِ الْمَعَاصِي وَأَخْبَرَنِي بِأَنَّ الْعِلْمَ نُورٌ وَنُورُ اللَّهِ لَا يُهْدَى لِعَاصِي

“Aku pernah mengadukan kepada Waki’ tentang jeleknya hafalanku. Lalu beliau menunjukiku untuk meninggalkan maksiat. Beliau memberitahukan padaku bahwa  ilmu adalah cahaya dan cahaya Allah tidaklah mungkin diberikan pada ahli maksiat.” (I’anatuth Tholibin, 2: 190).

Imam Syafi’i mengadukan pada gurunya Waki’. Beliau berkata, “Wahai guruku, aku tidak dapat mengulangi hafalanku dengan cepat. Apa sebabnya?” Gurunya (Waki’) lantas berkata, “Engkau pasti pernah melakukan suatu dosa. Cobalah engkau merenungkan kembali!”

Imam Syafi’i pun merenung, ia merenungkan keadaan dirinya, “Apa dosa yang kira-kira telah kuperbuat?” Beliau pun teringat bahwa pernah suatu saat beliau melihat seorang wanita tanpa sengaja yang sedang menaiki kendaraannya, kemudian tersingkap pahanya. Lantas setelah itu beliau memalingkan wajahnya.

Cerita di atas cukuplah menjadi pengingat (nasihat) bagi kita semua. Bahwa suatu perbuatan dosa yang kecil sekalipun dapat mempengaruhi hafalan. Bahkan pada seorang ulama hebat seperti Imam Syafi'i.

Kita semua tahu bahwa manusia tempatnya salah. Manusia juga tak akan luput dari dosa. Manusia selalu dihiasi dengan hawa nafsu dan bujuk rayu setan yang menggoda.

Lantas, apa yang bisa kita perbuat? Apalagi di zaman yang semakin rusak ini, di saat pintu-pintu maksiat terbuka lebar, saat perbuatan maksiyat bisa tersalurkan hanya dengan menatap sebuah layar kotak, saat sebuah ibu jari sudah mampu membuat kita berdosa.

Wahai sahabat,
Jadikanlah hafalanmu sebagai pengingatmu.

Jadikanlah hafalanmu sebagai penegurmu.

Wahai sahabat,
Cukuplah kau merasa tersiksa di kala sulit bagi dirimu untuk menjaga hafalanmu.

Cukuplah kau merasa menderita di kala sulit rasanya untuk menambah hafalanmu.

Jagalah hafalanmu, maka ia pun kelak pasti akan menjagamu.

Jadikanlah ia sahabat terbaikmu yang tak rela kau korbankan demi memuaskan hawa nafsumu.

Buatlah ia menjadi teman setia di tempat istirahat terakhirmu.

23 Agustus 2016
Posted by Anisanjala for @sahabathaq

*poking Chris*

Wakie - Lisa

=.= it is 12:24 am lisa..- Chris

But I hunrrggyyy~ - Lisa

But I sleeepppyy…-.- - Chris

I'ma bunny.
And on my period -.- who gonna win this argument? - Lisa

…the bunny -.- - Chris

^u^ yep now come on i want Sweetttsss~ - Lisa