wahidah

Pendengar yang dirahmati Allah.

Sebagaimana judul yang kami utarakan, ada 3 aturan Islam di dalam rumah, yang bisa menghindari kekerasan seksual terhadap anak.

Namun, ternyata 3 aturan tersebut juga belum cukup untuk menuntaskan permasalahan kekerasan seksual terhadap anak.

Simak segera perbincangan berikut, dengan Ustadzah Dedeh Wahidah Ahmad. Beliau adalah anggota Lajnah Tsaqofiyyah Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia.

(HTI Channel)

KKM 2016 Story

Salam.. Selamat siang.
Di bagian ini saya ingin menceritakan mengenai kegiatan KKM kelompok 10. Anggap saja ini sebagai live report kegiatan kami ya. Semoga berkenan. :)

***

Perkenalkan, nama saya Gilang Faisal Andrian.
Di sini, saya bersama sebelas teman lainnya yang berada dalam satu kelompok. Dan kami semua berasal dari Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Sebelas orang lainnya itu antara lain:

1. Ridwan Hasan
2. Feisal Prataman Mandala
3. Arrya Dharmawan
4. Zulfikar Fadhila Rahman
5. Novia Dyah Rahmatika
6. Novita Sari
7. Aflah Hanifah
8. Sarah Robbaniyah
9. Ilma Amalia Fajriani
10. Wida Nur Wahidah
11. Fikrhatul Fitriyah Musthafa

Kami bekerja bersama atas nama Psikologi untuk berusaha melakukan pengabdian kepada masyarakat. Semoga, langkah kami selalu mendapat kemudahan.

Selamat milad Endangnya kami
Berkah usia dan rezekinya
Dan jodoh semoga segera menghampiri
Kami mengaminkan semua doa2 indah mu hari ini dear

:* with wahidah, Nunung, 🌸 Utysiregar 🌸, ViRda, and Iin – View on Path.

instagram

What goes around comes around @she_wahidah hahahahahaah 💩 punya @amirullabdkarim

Jurnal #22 : Handuk..

Aku lagi di Berandan. Sekitar jam 11 mamak pulang ngajar terus cerita-ceritalah nyerempet ke ulang tahun. Jadi, mamak dan papi udah beliin kadoooooo.. hahhaha..

“Nanti tiap hari wahidah pake ya.”

Apa yaa yang kira-kira biasa dipake tiap hari? Baju aja nggak tiap hari kan?

Aku bilang, ciee, udah beli kado aja. Fiza juga selasa ni mau ngasi wahidah kado.

Jadi mamak bilang tunggu papi pulang.
“Ihh, kasih hari ini ajalah. Mamak nggak mau didahului. Pokoknya kami harus jadi orang pertama yang ngasi kado.”

Pas papi pulang mamakpun langsung nyodorin handuk warna merah.

Yeeeeyyyy. Handuk yang nyerap itu. Handuk baguss.. hahaha.

Memang kemarin-kemarin mamak pernah cerita tentang handuk trus aku komporin untuk beli. Eh, ternyata dibeliin untuk aku.

Jadi ingat, sebenarnya semua inipun pemberian mamaknya. Tapi kalo ultah itu beda ya.

Dulu mamak pernah beliin sisir yang harganya seribu karena lagi bokek, tapi sisirnya masih eksis aja di kamar kosku, termasuk sisir favorit lagi. Haha. Atau kotak pensil merah gambar minion.. haha.. yang sekarang jadi tempat sabun, gosok gigi dll kalo pergi-pergi gitu.

Padahal ultahku masih seminggu lagi.

Adek juga udah nanyain aku mau apa.

Mungkin aku bakal minta buku ajaaaa. Haha. Kira-kira buku apa yaaa? Banyak banget soalnya list ini. Hahahhahahahhahahahahhaha.

Sebenarnya aku pengen sehat-sehat aja. Mamak, papi, fiza sehat-sehat. Bahagia. Nggak kekurangan.
Kalo akademik pengennya skripsi lancar. Tahun ini wisuda. Tahun depan mulai kerja, jadi guru dan tutor bimbel. Baca banyak buku. Sukses sama teman-teman.

Kemarin, Simon nanya, pengen S2?
Aku diam sejenak. Sejak semester 5an niat S2ku mulai terkubur melihat perkuliahan yang begini ajaa. Tapi kalo ditanya jujur, ya pasti maulaah. Apalagi aku pengen buka lembaga/institusi pendidikan yang independen. Tentu modalnya ilmu, relasi dan uang.
Yaa, semoga skripsi ini lancar. Aku sejujur jujur pengen banget jago neliti. Pengen pintar dan expert dalam hal penelitian. Aku pengen punya blog dan buku-buku hasil penelitianku sendiri. Pengeeen banget jadi penulis dalam hal akademik. Pengeeeeeeeeeen.

Aamiin yaa Allah.

Phenomenal Woman

Pretty women wonder where my secret lies.
I’m not cute or built to suit a fashion model’s size
But when I start to tell them,

They think I’m telling lies.
I say,
It’s in the reach of my arms
The span of my hips,
The stride of my step,
The curl of my lips.
I’m a woman
Phenomenally.
Phenomenal woman,
That’s me.

I walk into a room
Just as cool as you please,
And to a man,
The fellows stand or
Fall down on their knees.
Then they swarm around me,
A hive of honey bees.
I say,
It’s the fire in my eyes,
And the flash of my teeth,
The swing in my waist,
And the joy in my feet.
I’m a woman
Phenomenally.
Phenomenal woman,
That’s me.

Men themselves have wondered
What they see in me.
They try so much
But they can’t touch
My inner mystery.
When I try to show them
They say they still can’t see.
I say,
It’s in the arch of my back,
The sun of my smile,
The ride of my breasts,
The grace of my style.
I’m a woman

Phenomenally.
Phenomenal woman,
That’s me.

Now you understand
Just why my head’s not bowed.
I don’t shout or jump about
Or have to talk real loud.
When you see me passing
It ought to make you proud.
I say,
It’s in the click of my heels,
The bend of my hair,
the palm of my hand,
The need of my care,
‘Cause I’m a woman
Phenomenally.
Phenomenal woman,
That’s me.

-Maya Angelou
Jurnal #21: Harga sebuah kenangan..

Tidak banyak yang bisa kuingat dari masa lalu. Bagus sih. Tapi kadang ngerasa dejavu gitu, apalagi kalo udah pernah terjadi dan terjadi lagi.

Namun sesuatu bisa menyimpan kenangan.
Seperti ketika aku melihat mainan masak-masakan untuk anak-anak, sekilas penglihatan tentang masa TK ku dimana aku mendominasi permainan itu ketika jam bermain.

Ketika melihat tulisan halus kasar, aku teringat akan kegiatan kelasku di SD.

Ketika melihat foto perpisahan di SMP, aku ingat bagaimana menggelikannya masa itu. Saat jatuh cinta diam-diam. Saat menjadi pendiam.

Ketika melihat buku pemberian Umam, aku ingat saat itu kami singgah ke BSM dan dia nongkrong di gramedia (yang sekarang udah tutup).

Ketika melihat foto-foto saat ulang tahun semester kedua, aku ingat betapa serunya bermain di birek dan betapa sedihnya saat pertama kali dalam ulang tahun tidak berada di rumah.

Ketika melihat martabak, aku ingat percakapan dengan ayah ketika dia sudah di Nias, “Wahidah lagi dimana?”
“Beli makanan yah.”
“Jam segini baru makan? Kok lama kali. Beli apa?”
“Martabak yah.”
“Udah dipesan untuk ayah juga?”
Aku pasti menangis mengingatnya. Dulu, saat dia nggak selera makan, tapi aku mau makan, aku membeli martabak dan dia juga minta satu porsi.

Ketika melihat buku-bukuku, aku ingat bu Nining memberikan Go Ask Alice, ketika tahu bahwa aku suka menulis. Aku bahkan ingat dia mengatakan, ternyata orang tua itu ngaruh kali sama anak ya. Ada saat-saat anak terjerumus dan orang tuanya nggak tahu. Sedihlah wa ketika bacanya. Tapi bahasanya kurang enak, soalnya terjemahan.

Kenangan memang berharga..
Kenangan yang disikapi dengan bijaksana mampu menarikmu ke masa lalu untuk mengenang saja,merasakan beragam emosi namun tidak membuatmu terpuruk. Kenangan hanya kenangan. Kenangan adalah bukti sesuatu pernah ada.

Aku mengenang lewat benda-benda di sekitarku.

Terkadang kita merindukan sesuatu atau seseorangpun hanya karena kenangannya. Belum tentu pada sesuatu itu sendiri.