tutorial web

eroticshark  asked:

Do you have any like, gothic/spooky wearable diys? Thank you!

🕸💀👻 Check out my #spooky, #witchy, and #Halloween tags for similar DIYs! 👻💀🕸 

And as always, feel free to send more requests!

DIY Mini Apothecary Jar Necklaces

DIY Skeleton Hair Clip

DIY Spider Necklace


sew-much-to-do: a visual collection of sewing tutorials/patterns, knitting, diy, crafts, recipes, etc.

well I posted one of the gifs. I think we can all agree that it’s awful looking. 



…….I’m so ready to give up on this. what’s the point.

Week 10 of the #YearofStitch: Spider Web Stitch

As promised, this is your second stitch this week to make up for last weeks. Stupid shingles! 

This is such a funky dunky stitch. It looks like a spider web but you can also fill it all in and it suddenly becomes a beautiful flower. Play around with this one. You can vary the length of the base stitches, try different thread counts (pictured below is 6 thread floss), get crazy with it! 

The one thing you should be aware of is that you will want an odd number of lines in your base star stitch. 5, 7, 9, 11, 99 … it just makes the weaving part a lot easier. 

Illustration:

Photo Tutorial:

Remember the Algerian Eye from a few weeks ago? Same approach. Build the star (with an odd number of stitches).

Bring the 2nd thread up from the back close to the center and start weaving (over, under, over, under) for as long as you like.

Once you are finished, jab that needle under the weaving to hide the end. Pull it through to the back and tie it off. 

Woolah!

Fancy right?

Happy Stitching

xo

Shannon

Bias Tape Cheat-No Pins!

One of the coolest things I’ve learned to do at Hancocks is to put bias tape on things without pinning it! I’ve wanted to share the skill with everyone for awhile but had no excuse until now! I made my Wrist band for Roxas from Kingdom Hearts and took pictures so uh…here it goes!

Pin Free Bias Tape Edging! 

It’s all thanks to a product called Web Bond! It’s used a lot in quilting for placing and holding squares! It’s not a permanent bonding agent so, if you mess up aligning it, you can move it!

I personally have Mettler! Okay so lets see how to do it!

Keep reading

Photoshop Tutorials (Web-Links) I like “Pop Art”

Just in time for the Halloween season, spooky spider nail art tutorial!

1. Paint your base with a purple polish.
2. Using white polish, make about 3 straight lines branched out from the top corner of the nail.
3. Draw lines connecting each of these lines. These lines should be curved inwards.
4. Draw more of these lines until the web is full.
5. Draw a line straight down from one of the web branches.
6. Make an oval with black polish at the bottom of the line.
7. Draw “L” shaped lines coming out of the oval for the spider’s legs.

Finish off with topcoat and have a super spooky time!

Seorang Istri Bisa Memasak, Harus Atau Perlu?

Beberapa hari ini saya rajin sekali mengunjungi salah satu web tutorial memasak. Yang dimasak macam-macam, dari mulai kudapan hingga makanan utama. Melihatnya seperti sesuatu yang mudah untuk dikerjakan. Namun jika detik ini, setelah saya melihat beberapa video tutorial itu disuruh ke dapur lalu memraktekkan apa yang sudah saya lihat, saya jamin tak akan pernah semudah yang koki itu lakukan. Memasukkan bumbu-bumbu tanpa ketakutan akan keasinan atau terlalu manis. Memanggang, menggoreng atau menumis masakan tanpa resah akan gosong atau belum matang. Dan lagi, kalau saya memasak pastinya tidak akan sesantai itu, dapur berantakan atau bahkan muka penuh cemong.

Alinea kedua ini saya mengaku belum terlalu mahir dalam memasak. Terakhir kali memasak sekitar dua atau tiga hari yang lalu. Itu pun hanya air panas dan mie instan. Kalau itu tidak masuk ke dalam kategori memasak, berarti sekitar minggu lalu terakhir saya memasak, ya hanya memasak nasi goreng. Itu pun terlalu asin dan terlalu berminyak. 

Berbeda dengan jaman kuliah yang hampir setiap minggu ada praktek memasak. Mau itu praktek memasak kuliner dasar (mata kuliah yang mempelajari masakan sederhana, tidak terlalu rumit dan lebih banyak makanan dalam negeri), kuliner lanjut (mata kuliah yang mempelajari masakan sedikit rumit, mungkin karena tidak terbiasa dengan bahan makanan yang digunakan dan cara pengolahannya, lebih banyak mempelajari masakan luar negeri), gizi daur (memasak masakan yang sudah ditentukan nilai gizi dan menunya untuk orang sehat) sampai dengan dietetik (memasak masakan untuk orang sakit yang gula dan garam saja diperhatikan, pemilihan bahan makanan harus jeli, kalau tidak dicerca Bu Nelly dan Bu Emi – dosen saya yang jika menilai dan mencerca masakan mahasiswa nyerinya bisa sampai ulu hati). Selepas lulus saya jarang sekali ke dapur. Membantu Ibu memasak pun hanya sekedar menyiangi sayur dan bawang selebihnya mencuci dan memotong-motong daging atau sayuran. Dasar anak durjana. Pft.

Pagi ini setelah menghabiskan dua entah tiga video tutorial memasak, saya sampai pada pertanyaan seperti judul di atas. Dua orang teman kantor, bapak-bapak muda yang sudah memiliki satu sampai dua orang anak saya tanya-tanyai. Seperti diwawancara perusahaan, kata mereka. Saya menyanggahnya, anggap saya sedang mencari ilmu. Saya tanya, dulu awal menikah istri mereka bisa memasak tidak? Ada yang istrinya memang sudah jago memasak dari jaman masih gadis, ada yang istrinya tidak begitu pandai memasak namun bisa dan berkembang waktu ke waktu. Lalu saya tanya kembali, jika masakan istri tidak enak reaksinya bagaimana? Semua kompak menjawab akan terus memakan masakan istri, ‘Sesekali saya mengkritik kurang apa atau terlalu apa, hanya agar ke depannya bisa istri saya koreksi di mana letak salahnya. Ga apa masakan ia ga enak di lidah saya. Tapi kalau sampai teman saya ke rumah dan masakan istri saya kurang enak, jangan sampai.’ tutur om-om anak dua. ‘Kalau saya bukan tipikal yang harus masakan istri selalu enak di lidah, saya berusaha untuk menghargai. Oke saya bilang ini masakan agak asin, tapi setelahnya saya hargai dengan tetap memakannya hingga habis, karena saya tahu istri saya berusaha untuk menyenangkan lidah saya.’ jawaban bijak dari bapak muda lainnya.

Mengakhiri perbincangan, saya tanya juga ‘Saat menikahi gadis pilihan om-om, ada syarat istri harus pintar masak ga?’ dan jawaban mereka terpecah menjadi dua, namun satu arah. Yang pertama, ‘Haruslah, saya orangnya gampang ilfeel. Mau cewek secantik apa, kemudian saya tahu dia tidak bisa memasak, saya ilfeel. Sama halnya saya melihat cewek cantik dan seksi, tahunya dia merokok.’ Yang kedua menjawab, ‘Untuk pintar mungkin saya tidak akan menuntut sejago chef-chef ternama. Tapi untuk bisa masak itu perlu. Masa iya nanti beli makanan di luar terus, susu bayi apa kabar?’ Saya mengangguk-ngangguk tanda saya paham apa yang tersirat.

Kemudian, untuk menjawab pertanyaan dari judul tulisan ini sebenarnya hanya tinggal membaca ulang judul. (Saya penulis yang memusingkan, terkadang. Maafkan.) Pertanyaan dan jawaban ada di sana. Ya, seorang istri harus bisa memasak. Setidaknya masakan sederhana rumahan. Kalau memiliki kepintar mengolah masakan menjadi makanan yang bercita rasa restoran, anggap bonus untuk suami. Namun bisa, tetap harus. Kalau kata seseorang, ‘Mending mana? Suami makan di rumah atau ‘jajan di luar?’ 

Nah sehubungan saya masih gadis dan bukan janda karena menikah saja belum, tulisan ini semacam motivasi untuk diri sendiri. Harus lebih banyak berlatih, membantu Ibu, bertandang ke dapur. Tidak hanya tahu makan saja.