tidak bercampur

Hayaa’ (Part 2)

Beberapa minggu yang lalu teman kuliah saya tiba dari Perancis bersama dengan istrinya ke Indonesia (ini teman saya yang berbeda dari cerita sebelumnya: klik disini untuk cerita sebelumnya). Teman saya warga negara Perancis keturunan Maroko, istrinya orag Maroko. Mereka sengaja ke Indonesia untuk honeymoon, setelah sebelumnya mereka bertolak dari Perancis menuju Turki, kemudian Malaysia dan pada akhirnya ke Indonesia. di Indonesia rencananya mereka akan tinggal 1 bulan mengeksplore Indonesia dan destinasi wisatanya.

Sebulan sebelum keberangkatan teman saya mengontak saya lewat salah satu medsos saya dan kami saling bertukar kabar dan menentukan tanggal bertemu dan tempatnya. Tibalah hari H, teman saya mengontak saya mengabarkan bahwa dia dan istrinya sudah sampai di Jakarta. Dan saya bergegas menuju hotel dimana mereka menginap.

Sampailah saya di lobby hotel, dan saya kabarkan bahwa saya sudah di lobby. Saya duduk menunggu sambil tersenyum sendiri, ada dua hal yang berputar dikepala saya. Yang pertama, sungguh terharu dan menyenangkan bisa bertemu teman lama bahkan saudara seiman yang datang dari negeri antah berantah nun jauh disana. Yang kedua, saya bertaruh dengan diri sendiri “pasti nanti yang menemui saya hanyalah teman saya dan istrinya tidak ikut”.

Benar saja, ketika salah satu pintu lift terbuka muncullah sosok teman saya tersebut. Seorang diri. Langsung saja kami bertukar salam dan saling berpelukan, dan spontan saya bilang “ça fait déjà longtemps mon frère (sudah lama sekali, saudaraku)” langsung saja kami bercakap cakap saling memandang takjub tak percaya bahwa kami bertemu kembali.

ça va Hafizh? (baik Hafizh?)” tanyanya

Alhamdulillah ça va, et toi Mohammad? au fait ça fait longtemps de ne parle pas français, c’est dure de parler encore (Alhamdulillah, baik dan kamu gimana Muhammad? ngomong ngomong sudah lama ga ngomong bahasa Perancis, susah buat ngomong lagi)” saya sambil tergagap.

Pas souci, tu connais que je ne peut pas parler anglais bien si tu veux on parle l’arab (tidak masalah, kamu tau saya ga bisa ngomong bahasa inggris dengan lancar, kalo kamu mau kita ngobrol dalam bahasa arab) ” katanya sambil tertawa.

Laa atakallam Al ‘Arabiya. Français, c’est mieux. (Saya tidak bisa bahasa Arab. Perancis, lebih baik)” jawab saya

Semenjak saya di Perancis saya sedikit sedikit belajar bahasa arab, karena memang untuk kaum muslim disana yang mayoritas datang dari maghreb countries bahasa ibu mereka adalah Arab. Jika solat jum’at pun khutbah itu dengan dua bahasa, Perancis dan Arab.

Saya sengaja tidak menyinggung percakapan terkait istrinya selain bertanya istrinya apa dalam kondisi sehat. Ya begitulah tebakan saya benar bahwa dia menemui saya seorang diri, dan kemudian kami menghabiskan waktu ngobrol, bercerita dulu saat kampus, cerita teman teman, karir, keadaan di sana dan akhirnya keluar menikmati beberapa objek wisata di Jakarta tanpa di temani istrinya. Jadi apa yang dilakukan teman saya adalah dia pergi dengan saya meninjau jalan dan destinasi wisata di Jakarta dan kemudian hari esoknya dia akan pergi ke tempat yang kami kunjungi esok harinya dengan istrinya. Kalo orang Indonesia pasti sudah berpikir ngapain ribet ribet harus dua kali kerjaan? kenapa ga sekalian pergi berdua dengan istri dan saya nemenin jadi guide mereka selama di Jakarta. Tapi saya sudah paham betul adat budaya kaum muslimin di Perancis.

Singkat cerita sampailah sore hari kami kembali ke hotel, itupun lebih awal dari yang dijadwalkan karena teman saya agak khawatir meninggalkan istrinya sendirian di hotel. Sementara istrinya tidak terlalu bisa bahasa inggris, handphone mereka belum diganti dengan SIM Card Indonesia dan Istrinya tidak punya media sosial / aplikasi chat online jadi jika pakai WIFI hotel pun istrinya tidak bisa mengabarkan suaminya, kemudian dari siang saat ditinggal kami pergi ternyata istrinya belum makan. Akhirnya kami bergegas kembali ke hotel.

Apa yang terjadi adalah sesampainya di hotel, saya diminta menunggu teman saya selagi dia kembali ke kamar untuk mengetahui kondisi istrinya dan ternyata juga mengambil kenang kenangan untuk diberikan ke saya. Namun yang terjadi adalah ketika teman saya kembali turun menemui saya, wajahnya agak cemas,

dia berkata kepada saya “est-ce que tu connais quelque chose de vérifier s’il-y-a le bebe dans l’estomac? (Apa kamu tau sesuatu alat untuk mengecek jika ada bayi dalam perut?)”

Saya diam lama sambil berpikir maksudnya, dan saya akhirnya mengerti. “Voilà, ca veut dir test pack? (Oh! maksudnya test pack?)”

“Voilà! c’est ça (Nah! itu dia)” jawabnya. “Tu sais on peut le acheter où? (Kamu tau kita bisa beli itu dimana?)” tanyanya lagi

Attends deux secondes, je lui demande s’il-y-a pharmacie dans cette quartier et apres je te accompagne (tunggu dulu, saya tanya dia jika ada apotik disekitar wilayah ini dan setelah itu saya temani kamu)” Jawab saya.

Setelah mengetahui informasi lokasi apotik saya bergegas untuk mengajaknya berangkat. Namun ternyata teman saya khawatir jika istrinya di tinggal lagi kali ini, dengan wajah yang bingung dia bilang ke saya bahwa saya diminta menunggu di lobby dan dia akan naik keatas untuk mengajak istrinya turut serta. Saya cuma berkata “t’es sur? (Kamu yakin?)”. “Incha Allah, car c’est toi Hafizh je suis sur (insya Allah, karena ini kamu Hafizh saya yakin)” jawab teman saya. “C’est bon (Ok)” jawab saya.

Singkat cerita turunlah akhirnya dia dengan istrinya. Tidak seperti yang dibayangkan, istirnya memakai gamis dan hijab panjang yang menurut saya syar’i dan longgar tapi tetap stylish, tidak bercadar dan memakai running sneakers khas banget orang orang disana. Sterotypes akhwat disana. Dan kami berjalan menuju apotik, selama perjalanan saya dan teman saya jalan didepan sambil kami mengobrol dan istrinya diam hanya mengikuti dibelakang. Ketika masuk ke apotik saya yang berbicara ke kasir untuk membeli test pack dan ini jadi pengalaman pertama saya agak awkward juga ternyata. Namun sisi baiknya saya jadi tau macam macam tipe dan harganya :).

Kemudian berlanjut teman saya meminta agar diantarkan ke kios pulsa untuk membeli SIM Card Indonesia untuk dia dan istrinya. Saya antarkan mereka ke salah satu kios pinggir jalan di sekitar hotel mereka. Kejadian lucunya adalah saya memperhatikan bagaimana “abang abang” yang kebetulan ada beberapa orang sedang berkumpul di depan kios melihat “takjub” ke arah istri teman saya. Dan setelah itu kami lanjutkan shalat maghrib di salah satu masjid di sekitar sana. Kejadian lucu terjadi juga, karena di Indonesia terkadang untuk jama’ah perempuan masuk masjid pintunya tidak dibedakan maka akan bercampur. Jadilah saya, teman saya dan istri teman saya masuk masjid. Saya dan teman saya langsung menuju shaf ikhwan, dan istrinya buru buru berlari ke shaf akhwat dibalik tirai. Ketika berlari masuk masjid dan keluar masjid setelah sholat, jama’ah melihat antara aneh dan “takjub”.

Pada akhirnya karena sudah malam, saya ijin pulang kembali  dan keesokan harinya, waktu itu hari minggu, saat subuh tiba, teman saya meminta tolong untuk dicarikan Spesialis kandungan karena istrinya ingin dibawa ke spesialis kandungan. Jadilah saya ba’da subuh sibuk mencari info dokter perempuan spesialis kandungan yang buka praktek di Jakarta di hari minggu. Ternyata tidak banyak, saya baru tau. Praktek dokter kandungan umumnya dari senin - sabtu dengan hari teramai dokter praktek yaitu hari sabtu. Minggu jarang sekali dokter kandungan yang praktek, jika pun ada umumnya laki laki. Ilmu baru lagi buat saya ternyata haha :). Namun Alhamdulillah akhirnya saya menemukan salah satu rumah sakit dengan jadwal dokter perempuan spesialis kandungan pukul 09.00 di hari minggu. Saya segera hubungi teman saya dan memberi alamatnya, sayang hari itu saya tidak bisa membantu mengantar karena saya ada urusan dengan orang tua.

Bismillah…

Baginda Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda (mafhumnya):

✅ Akan tiba masanya atas ummat ku di mana ke khusyu'kan dlm solat akan hilang.

✅ Akan tiba masanya atas ummat ku banyaknya kematian secara mengejut.

✅ Akan Tiba masanya atas ummat ku banyak nya gempa2 bumi.

✅ Akan tiba masanya atas ummatku di mana seseorang muslim itu tidak akan mengucapkan salam kecuali kepada orang yang ia kenal shj.

✅ Akan tiba masanya atas ummat ku banyak terjadi pembunuhan sesama sendiri.

✅ Akan tiba masanya atas ummat ku manusia saling berbangga-bangga dengan perbuatan maksiat mereka.
Para sahabat bertanya “ Bilakah itu akan terjadi wahai Rasulullah ?
Rasulullah saw menjawab ” Semua itu akan terjadi di akhir zaman, maka apabila hal itu sudah terjadi maka tunggulah saat kedatangan hari kiamat.
Hampir2 semua yg disebut itu berlaku di zaman kita.

❎ Adalah Hari-hari yang sangat Ganjil.
Ibu2 & bapa2 hanya mementingkan makanan yg sedap dan pakaian yg cantik2 shj terhadap anak-anak mereka.
Namun mereka lupa menanam ajaran agama dan akhlak kpd anak2 mereka.

❎ Hari-hari yang ganjil.
Para pekerja tidak ikhlas bekerja dengan alasan gaji yg diberi tidak berpatutan / sedikit. Namun mereka lupa sesungguh nya Allah memberkati rezeki yang halal dan menghilangkan berkah dari rezeki yang haram.

❎ Hari-hari yang ganjil
Pemuda dan pemudi berjam-jam menghabiskan waktu mereka jalan-jalan dan berpeleseran di Mall atau
di Pasaraya. Namun mereka merasa letih dan berat utk mengerjakan solat walau hanya satu rakaat.

❎ Hari-hari Ganjil.
Pemuda dan pemudi asik mendengar lagu-lagu dengan hati yang girang gembira. Namun jika utk mendengar firman-firman Allah, hati mereka menjadi sesak, seolah-olah mereka hendak naik ke langit sedang mereka tidak tahu bahwa perkara yang halal tidak boleh bercampur dengan perkara yang haram.

❎ Hari-hari sangat ganjil.
Kita bersungguh2 berusaha sehingga mampu membeli apa yang kita suka, yg enak-enak dan yang bagus-bagus, murah atau mahal, kita sanggup membayar nya walaupun dengan berapa harga sekalipun, namun ketika kita ingin menderma kedlm tabung masjid, kita akan memilih wang kita yg paling kecil sekali utk dimasukkan kedlm tabung derma.

❎ Hari-hari yang ganjil.
Kita set alarm sblm tidur takut terlambat bangun utk pergi kerja. Namun kita lupa utk setkan alarm utk bangun menghadap Allah ketika solat subuh.

❎ Hari-hari sangat ganjil
Kita saling caci dan membicarakan keburukan makhluk-makhluk Allah, Namun kita lupa akan firman Allah “Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di datangi malaikat pengawas yang selalu hadir” .

❎ Hari-Hari yang ganjil.
Kita mengeluh dari banyak nya musibah dan bencana, namun kita lupa akan firman Allah “ Maha Suci Allah yang telah menggerakkan kendaraan ini utk kami padahal kami tiada kuasa menggerakkannya”.

❎ Hari-hari yang ganjil.
Ibu2 & bapa2 membiarkan saja isteri dan anak perempuan mereka memakai pakaian dengan menampakkan aurat bahkan menimbulkan fitnah kpd org lain tanpa ada rasa bersalah dan tidak berani untuk mencegahnya dengan alasan itu adalah hak asasi manusia dll

Ya Allah
Astaghfirullahal'adzim

Allah yahdina wa yahdihi

#repost

Ini bukan saja zaman fitnah.

Tapi ini zaman Allah menapis dan mengasingkan antara yang benar dan yang dusta, kerana sifat yang benar dan yang dusta itu adalah tidak akan bercampur kedua-duanya dalam bekas yang sama, sesiapun yang selama ini menyembunyikan imannya akan terzahir imannya; dan yang bersembunyi dengan zahir iman semata-mata akan terserlah pendustaannya.

Pesan Sayyidil Habib Abu Bakar Al-Adni Bin Ali Al-Mashur,

“Zaman ini zaman fitnah. Nilailah mengikut hati kamu, siapa di antara mereka yang bercakap dengan hawa nafsu dan siapa di antara mereka yang bercakap dengan agama dan ilmu.”

“Jadilah kamu antara orang-orang yang baik. Yang bermanfaat untuk orang lain. Orang yang mengajak manusia kepada kedamaian dan keselamatan. Dan bukanlah menjadi orang yang mengajak manusia kepada perpecahan, peperangan dan pembunuhan.”

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيّدنامُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سيّدنا مُحَمَّدٍ