the-laines

2

if anyone has pics of me from anime midwest please let me know! I was Blurryface on friday (has a #everyday struggle cat shirt on and white and black checkerboard backpack) [[also at some point changed to a gamzee shirt with phemie C lyrics with blood color splotches all over it]]
and i was cronus saturday (i edited this photo a bit)

ALSO if anyone has videos of my friends who were Ene and Len (also Yuzuki Yukari all from vocaloid))that were dancing the whole weekend with the amp in the hotel lobby, let me know / link me to them so i can pass it along to them!

Ketika Allah meridhoi seseorang yang selama ini kau harapkan untuk menjadi pasangan hidupmu, insyaAllah setiap jalan yang akan kalian tempuh akan Dia mudahkan menurut standar-Nya dan batas kemampuan-mu.

Kejar ridho Allah terlebih dahulu, jangan yang lain.

—  Satria Utama
Ketika kau menyakiti seseorang, kau sama saja dengan membiarkan ia belajar hidup tanpamu dan membiarkan orang lain meminjamkan pundak untuknya.
8 Surah Untuk Anak

Telah menjadi adat Melayu, surah atau ayat-ayat dalam Al-Quran dijadikan sebagai azimat, diamalkan untuk mendapat sesuatu dan seumpamanya tetapi dalam masa yang sama meninggalkan arahan Allah yang lain. Sebagai contoh, mereka solat tetapi tidak menutup aurat, mereka mengaku Islam tetapi menolak undang-undang Islam dan seumpamanya. Sebagai umat Islam kita perlulah memartabatkan Al-Quran itu sendiri selain dari mengamalkan beberapa potong ayat di dalamnya sahaja. Dengan itu barulah amalan kita diberkati Allah.. InsyaAllah…

Di sini admin senaraikan 8 surah yang boleh dijadikan amalan untuk mendapatkan anak yang baik:

  1. Surah Al-Fatihah- Untuk menerangkan hati dan menguatkan ingatan.
  2. Surah Maryam- Bagi memudahkan ibu bersalin dan memperolehi anak yang sabar dan taat.
  3. Surah Luqman- Bagi memperolehi anak cerdik akal dan cerdik jiwa.
  4. Surah Yusuf- Bagi memperolehi anak cantik rupa dan cantik akhlak.
  5. Surah Hujurat- Bagi memperbanyakkan air susu ibu dan anak bersifat berhati-hati.
  6. Surah Yasin- Bagi menenangkan hati dan anak tidak terpengaruh dengan godaan syaitan yang mengajak kepada maksiat.
  7. Surah At-Taubah-Bagi membersihkan jiwa dan terpelihara dari maksiat.
  8. Surah An-Nahl- Untuk melahirkan anak yang berdisiplin.
Fatwa Hati

Apa yang salah ketika manusia merasa gundah? Sebenarnya disaat itu yang mereka butuhkan hanyalah Allah, berdua saja dengan Allah, dan pulangkan hati kepada Allah. Redupkan hati akan kemilauan dunia, jikapun tertarik pada dunia usahakan zuhud hatimu padanya. Jangan terlalu mendamba.

Ketika jiwa gelisah, bertanyalah pada hati kecil, maka ia akan menjawab apa yang sedang digelisahkan. Jawaban ada didalam hati.

“Mintalah fatwa pada hatimu”.

Meskipun berkali-kali manusia mencoba mengerti, tetap saja manusia tidak akan mengerti karena memang hati dan permasalahan manusia itu selalu datang berganti-ganti dan hati yang tenang sangat dibutuhkan untuk menjalani.

Bukan tidak boleh kita menceritakan dengan orang lain, orang lain hanya akan mendengarkan dan menghibur sejenak, tetap diri sendiri yang akan mampu menjernihkan hati dan pikiran yang sedang kalut.

Kenapa tidak hanya badan sehat yang dibutuhkan, kenapa kepada hati kita diminta meminta fatwa?? Karena hati tau bagaimana menuntun jiwa yang sedang gelisah dan tidak tenang. Bahkan jauh dari itu semua, Ruh yang sehat juga penopang kekuatan, baik kekuatan berfikir maupun kekuatan fisik. Ruh yang kuat dan jernih akan membangkitkan semangat, hal itu mampu menghancurkan semua kondisi yang melelahkan.

Ketika gundah, istirahatlah sejenak dari rutinitas yang dijalani, karena jiwa juga butuh istirahat. Istirahat sejenak untuk memulihkan energi besar yang terpendam. Mintalah fatwa pada hatimu, maka ia akan membimbing padaNya.

Jiwa yang tertatih-tatih untuk bangkit adalah jiwa yang harus dekat padaNya. TanpaNya tak akan dapat di raih kekuatan apapun. Terkadang kondisi tertatih memang melelahkan, maka disanalah perjuangannya. Nilai dari sebuah kesungguhan untuk bangkit tanpa menghiraukan lagi kerikil dan gunung-gunung besar yang terkadang tercipta sendiri oleh fikiran yang kalut. Jernihkan pikiran dan lapangkan hati kunci untuk tetap menatap dunia ini dan bersamaNya akan mampu diraih semua mimpi.

Helmi Yani

Sumber : @fimhorebogor

Writing Prompt

Sent by lloydreads: “"I would be lying if I told you I loved you.“

Her fingers danced across her lover’s skin, dotting the freckles, the wrinkles along their mouth, her own smile touching her lips. The sheets were silken against her bare body, the pillows like freshly lain clouds brought from the skies. The sun itself was crawling toward the sky, a thunderous lion with mane of flame, yawning its fiery mouth, its tail leaving colors of pinks, reds, oranges of dawn. 

She stood up, leaving the silky blankets to fall behind her, and strode toward the window, enjoying the kiss of frigid, fall air on her body. She leaned against the window, stretching against the patch of sun like a cat, reaching up toward the roof, and turned when she heard a cough. 

Her lover grinned like a cat who stole the cream, leaning on their elbow, eyes roaming free. Oh the eyes. It was what drew her from across the townsquare, the eyes made of every color in the night sky, shifting from blue to black in a matter of seconds. They were breath-taking. It was as if she could reach up and touch the sky as it darkened from dusk to a deep, deep, night, and their skin was as deep, brown as the earth. It was as if the Gods reached down and took the Night and Earth and made it a daughter. And her name was just so fitting. Nyx.

That name came out of her mouth now, a soft purr, “Nyx,” She breathed, slipping toward the other girl, straddling her in one movement. Their lips touched, and it was like the stars erupted into fireworks, singing her tongue, the taste of frigid mountains, the scent of spice, the feeling of the ocean lapping against skin, it was all in one taste. 

When she pulled back for air, she stroked Nyx’s forehead. “You love me right?” She breathed, touching Nyx’s lips, and freezing in place when the beautiful, the wonderful, dark girl pulled away, frowning. 

“What?” Nyx, with a quick shoved, shoved herself off the bed and onto the ground, shaking thick, curly hair that ran down her shoulders in ringlets. “God, Eos, I thought you knew what this was.” Nyx turned away, shaking her head slightly. “This isn’t anything more-”

Eos launched herself from the bed, stumbling to her knees and falling before her beautiful lover. She grabbed Nyx’s hands, pressing her lips against them, and raised her eyes to the wonderful woman. “No, you… love me, you love me.”

And the look at that moment, Eos saw the shift in her beautiful goddesses eyes turn from a beautiful night to a frigid darkness, the shadows crawling up her throat, tearing the breath from her chest. When Nyx turned away, Eos felt her own heart shatter, and when Nyx spoke, Eos felt her soul tear in two. 

“I’d be lying if I said I loved you,”     

Ramadhan dan Produktivitas

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Asma Nadia

Siang itu saya terburu-buru pergi ke bank untuk satu keperluan. Setelah melewati macet dan berbagai hambatan, akhirnya tiba juga dengan napas terengah. Sayang, ternyata bank yang didatangi sudah tutup.
“Selama bulan Ramadhan, bank tutup jam 14.30!” jelas satpam yang berada di pelatarannya. Setengah atau satu jam lebih cepat dari biasanya, batin saya mencatat.

Keesokan harinya saya datang lagi, masih untuk memenuhi keperluan yang sama. Sampai di bank, ruangan sudah dipenuhi nasabah. Mau tidak mau saya harus menghabiskan waktu mengantre lebih lama dari biasanya. “Maklum, Bu, karena bank tutup lebih cepat, waktu pelayanannya jadi terbatas,” tutur konsumen lain yang senasib.
Mungkin memang harus seperti ini di bulan Ramadhan, pikir saya pasrah. Dari tahun ke tahun toh tidak ada yang protes. Tapi, perbincangan kemudian setelah saya pulang, membuat saya mengambil kesimpulan berbeda.

Saat beristirahat di rumah, saya menelepon Mas Eka Tanjung, sahabat di Belanda, warga negara Indonesia yang sudah lama bermukim di Negeri Kincir Angin itu bersama keluarga.
“Wah, kami baru buka, nih?” ujarnya membuka perbincangan. “Oh, maaf mengganggu. Selamat berbuka, Mas. Memangnya di sana buka puasa jam berapa, ya, Mas?”

“Iya, kami buka puasanya pukul 22.07, Mbak.” Jelas Mas Eka lagi. “Wah, berat. Berarti puasanya sekitar 17 jam, ya?” Saat itu yang tebersit dalam benak saya adalah sahur pukul 05.00-an, lalu buka puasa sekitar pukul 10 malam.
“Bukan, Mbak, di sini Subuh pukul 03.03. Jadi, puasa di Belanda sekitar 19 jam. Makanya, anak-anak di sekolah lumayan berat perjuangannya.”

Masya Allah, 19 jam puasa! Subuh datang lebih cepat, Maghrib hadir lebih lambat. Tidak ada privilese, tidak diperlakukan istimewa. Anak-anak Muslim Indonesia di Belanda hanya punya jeda waktu lima jam sehabis berbuka sebelum bersiap berpuasa lagi.
Pembicaraan singkat dengan Mas Eka membuat saya tertarik untuk melihat data puasa terlama di dunia. Ternyata, selama musim panas ini, negara Skandinavia seperti Swedia, Finlandia, dan Norwegia menjalani puasa selama 21 jam-jeda makan cuma tiga jam. Muslim di Rusia berpuasa sekitar 19 jam, di Inggris rentang puasa 17 jam 45 menit.

Di Amerika Serikat, waktu puasa 16 jam, sementara di Jepang waktu puasa 15 jam 37 menit. Dan di semua negara tersebut, umat Islam umumnya menjalankan ibadah puasa tanpa ada pengecualian sama sekali.
Mereka yang masih belajar harus sekolah setiap hari, tanpa tugas yang diringankan. Mereka yang bekerja pun tetap menjalani rutinitas setiap hari tanpa ada kekhususan. Intinya, produktivitas mereka tetap sama sekalipun pengorbanan dan tantangan di sana jauh lebih berat.

Sedangkan, di Indonesia yang waktu berpuasa sekitar 13 jam, kaum Muslimin banyak diberi keistimewaan dengan banyak kemudahan. Pulang kantor lebih cepat, jam masuk kerja malah ada yang lebih siang dari biasanya-kalau terlambat masih ditoleransi-bahkan jika tidur di jam kerja pun sebagian masih dianggap wajar.
Jika kemudahan dan keluangan waktu itu agar memiliki waktu ibadah lebih panjang mungkin bisa dimengerti. Tetapi, banyak yang menerjemahkan waktu lowong tersebut sebagai masa istirahat lebih banyak. Jika kita mampir ke masjid-masjid besar atau mushala di siang hari, masih banyak terlihat mereka yang rebahan tidur-tiduran di saat istirahat siang.

Kekontrasan yang terjadi memaksa saya kembali merenung memikirkan puasa dan produktivitas. Apakah tepat jika ada anggapan bahwa puasa menghambat produktivitas?
Jika melihat sejarah, bulan Ramadhan justru menjadi bulan prestasi umat Islam. Perang Badar Kubra terjadi pada 17 Ramadhan tahun 2 Hijriyah. Fathu Makkah terjadi tanggal 21 Ramadhan tahun ke-8 Hijriyah.

Tersebarnya agama Islam pertama kali di negeri Yaman terjadi pada Ramadhan tahun ke-10 Hijriyah. Islam di bawah pimpinan Thariq bin Ziyad masuk ke Spanyol pertama kali pada 28 Ramadhan tahun 92 Hijriyah.
Dalam sejarah Indonesia, tak pelak bulan Ramadhan juga tercatat sebagai bulan prestasi. Fatahillah merebut Sunda Kelapa pada 22 Juni 1527 M atau bertepatan dengan 22 Ramadhan 933 H. Proklamasi kemerdekaan Indonesia juga terjadi pada bulan suci. Ya, 17 Agustus 1945 bertepatan dengan 9 Ramadhan.

Kini, pertanyaan yang perlu kita gaungkan di hati masing-masing, mampukah di hari-hari Ramadhan yang tersisa kita produktif? Bahkan, lebih baik lagi-mungkin lebih produktif dari 11 bulan lainnya? Masih ada sejumlah hari Ramadhan yang bisa kita koreksi bersama, hingga setelahnya terasa benar, insya Allah, lahir batin kita adalah pemenang.

Dialog dengan Pasien
  • D :Kang, usia berapa?
  • P :30 tahun, Teh.
  • D :Wah masih muda ya. Dulu punya penyakit hipertensi, diabetes, atau sakit ginjal lain?
  • P :Ngga ada, justru saya heran ini pertama kalinya saya masuk rumah sakit. Awalnya dikira lambung yang kena, karena saya suka makan pedas.
  • D :Ada kebiasaan makan atau minum tertentu waktu sehat dulu?
  • P :Ngga ada. Saya segala di makan.
  • D :Konsumsi minuman kemasan? Multivitamin atau energi drink?
  • P :Saya justru ga suka minuman kemasan sama energi drink. Saya jarang minum.
  • D :Biasanya minum sehari berapa gelas?
  • P :Ngga tau teh, jarang banget, males minum saya.
  • D :*jleb*
  • Lalu obrolan dilanjutkan dengan hal-hal kepo lainnya untuk menunjang pengobatan.. Ahli gizi gitu, kerjaannya kepoin suka makan apa -.-
  • P :Eh, iya teh, sepupu saya juga cuci darah di sini. Itu sekarang lagi cuci. Namanya Tn.XX
  • D :Oh iya saya tahu, kang. Jadi punya keluarga lain ada yang cuci juga?
  • P :Ada teh; kakek, ua, paman juga. Genetik, teh..
  • D :.......
  • Ya ampun jleb banget. Langsung nginget-nginget minum berapa gelas air putih kemarin; satu doang :||
  • *lirik slogan tempat kerja*
  • "Kami Peduli Kesehatan Ginjal Anda"
  • Hmm.. Ginjal sendirinya kok kurang perhatian? Iya maaf ya :||
I died for beauty, but was scarce
Adjusted in the tomb,
When one who died for truth was lain
In an adjoining room.
He questioned softly why I failed?
“For beauty,” I replied.
“And I for truth - the two are one;
We brethren are,” he said.
And so, as kinsmen met a-night,
We talked between the rooms,
Until the moss had reached our lips,
And covered up our names.
—  Emily Dickinson, I died for beauty
Belajarlah untuk tidak menyalahkan orang lain, juga mencari kebenaran atas diri sendiri.
—  Ris sutanto

Jodoh adalah cerminan diri

Dalam Al-Qur'an ada ayat yang menjelaskan bahwa orang baik untuk orang baik, dan orang tidak baik untuk orang tidak baik pula.

tapi kenapa banyak orang baik dipasangkan dengan orang yang tidak baik, atau sebaliknya?. Karena ayat yang dimaksud bukanlah jaminan. Melainkan penjelasan tentang kejadian yang sedang terjadi pada saat itu. Dan orang baik tidak otomais mendapat pasangan yang baik.

mungkin lebih tepatnya ayat tersebut mengandung sebuah pesan, pesan agar kita menjadi orang baik dan mencari pasangan yang baik pula.“ Bukan berpura-pura menjadi orang baik untuk mendapatkan pasangan orang baik. karena itu akan merugikan orang lain.

semoga kita *khusus yg lajang 😃* diteguhkan hatinya untuk terus berusaha menjadi orang baik, dan dipasangkan dengan orang baik pula. Aamiin 😊 | kontribusi oleh: @ayhumaeni #duniajilbab

Terkadang hal yang paling menyakitkan itu memahamkan orang yang tidak mau paham.
— 

devisumayya

Bahwasanya, memberikan pemahaman terhadap orang lain itu perlu kesabaran tingkat dewa (bukan 19).