the-laines

of insecurities and noodles

@queenalluring :3c this is for you bc i know how much you ship shlav


“There’s a 99.9% chance I love you in this reality,” Slav cooed into Shiro’s ear as he stroked the human’s body with each of his eight hands.

“What about that other 0.1%?” Shiro asked, lifting a mocking eyebrow.  He might have sounded offended if it hadn’t been for the contented sigh that escaped from his mouth.

“That’s the margin of error in which I merely adore you,” Slav said with a light chuckle.

Shiro hummed his acquiescence, settling into a comfortable silence as Slav massaged his eight tiny hands all over Shiro’s muscular body, up and down with thirty-two talented fingers.

“What about the other realities?”

Slav lifted one of his thin, delicate eyebrows into the air, questioning Shiro’s sudden outburst.  The human’s voice was low and unsure, almost trembling despite his usually steady presence.  Only Slav ever got to see his more vulnerable side, the inside of the purposefully built fortress to keep his emotions safe.

“I mean,” Shiro tried again, breaking off and clearing his throat.  "What about the realities where we aren’t together?“

Slav nodded sagely even though Shiro couldn’t see him through his tightly closed eyes.  "Do you know how many realities there are where we’re not together?”

“No,” Shiro responded, gritting his teeth together.  Slav moved two of his hands to his lover’s jaw to massage away the tension.

“About two hundred seventy-three,” he replied matter-of-factly.

“Uh, honey, that doesn’t really make me feel better…”  Shiro sighed a little, letting Slav’s magic fingers melt away his anxiety.

“Do you know how many realities there are where we are together?” Slav asked.

“Uh–”

“An infinite amount.”

Shiro’s eyes snapped open and found Slav’s immediately.  They stared at each other for a moment, trying to map the stars in each other’s eyes.

“And besides,” Slav said, breaking both the silence and their eye contact, “there’s really only one reality that matters: this one.”

Shiro surged upwards, locking his boyfriend in a steamy, passionate kiss.  When he pulled away, he was breathing heavy, his hands digging into Slav’s noodle body as if his life depended on it.

“Thank you.”  Shiro’s eyes were wild with raw emotion, the kind he’d never show in front of any of the other paladins.  It reminded Slav of the time he managed to make Shiro lose his cool, all those years ago when he’d been rescued from Beta Traz.   “I love you.”

“In this reality?” Slav guessed.

“In every reality,” Shiro asserted, wrapping his arms tightly around his favorite noodly alien boyfriend.

Mencintai Tanpa Memiliki

Kita telah sepakat setelah berdebat panjang soal kesetiaan. Bahwa berpisah dan saling melupakan adalah konsekuensi paling logis dari pengkhianatan. Namun suatu ketika kita berdebat lagi tentang kehilangan dan mencintai tanpa memiliki. Kehilangan dan perpisahan yang bukan atas kehendak kita sendiri: kematian. Tak ada yang tahu kematian kapan datangnya. Yang saling mencintai pun bila tiba saatnya pasti juga akan berpisah.

Perdebatan kita pada tema ini selalu saja tak pernah ada mufakat. Kamu bersikeras bahwa setelah kehilangan pasti ada penggantinya karena kehidupan harus terus berlanjut. Seseorang yg mencintai tanpa memiliki harus siap untuk menderita sangat tragis dalam waktu yg lama. Namun pada akhirnya dia akan mencintai yang lain. Karena kehidupan ini akan selalu mencapai keseimbangan. Duka akan sirna oleh bahagia. Kepedihan akan terobat oleh kesenangan. Hidup harus terus berlanjut. Pilihannya ada dua, memilikinya atau mencintai yang lain. Begitu katamu. Dan aku mengerti ini amanatmu untukku bila kelak kau dipanggil lebih dulu.

Sedangkan bagiku memilih mencintai yang lain seperti bertaruh dengan waktu dan kematian. Cinta bagiku bukan perasaan terukur dan dapat diatur. Dia dapat hinggap begitu saja, namun sukar dicerabut sampai ke akarnya. Perkara hati tidak segampang perkara akal yang hanya dengan bicara untung rugi sudah bisa berubah haluan. Perkara hati adalah perkara yang berbeda. Apalagi jika ini kaitannya denganmu.

Memilih mencintai yang lain seperti memilih ketidakmungkinan. Sebenarnya mungkin, tapi saat aku mampu melupakanmu dan mencintai orang lain, saat itu ajalku sudah menjemputku lebih dulu. Bahkan, ajal bagiku lebih cepat datangnya daripada melupakanmu.

Kau tau artinya apa? Melupakanmu dan mencintai satu orang lagi bukanlah pilihan. Saat aku telah memilihmu, selamanya aku ingin setia. Impianku tentang kita adalah impian yang melebihi umur manusia dan umur dunia. Bila urusannya soal bertahan hidup, aku akan bertahan dengan terus mencintaimu dan mengusahakan setiap kemungkinan yang akan mempertemukan kita kembali. Tidak bisa di dunia, maka di surga.

Sebenarnya kita tidak benar-benar sedang berdebat. Kita sedang saling mencintai. Kau ingin aku tetap bahagia dan melanjutkan hidup bila kelak kau pergi lebih dulu. Sedangkan aku menegaskan kesetiaanku padamu tak lekang oleh waktu.

Setiabudi, 27 Maret 2017 | @taufikaulia

rifkawidyaa  asked:

kak, kalo udah dikasarin cowo tp hati mencoba untk bertahan .what should i do kak:(

Hallo @rifkawidyaa

Ini nih, ini banget! Kalo udah dikasarin cowok gimana? Lepasin! Engga ada alasan lain untuk kamu bertahan. Udah bukan saatnya kamu mempertahankan orang yang memperlakukanmu dengan kasar. Jangan dengan dalih sayang, hati masih bertahan dan blablabla lainnya kamu lantas mau-mau aja disakitin. Please, sayangin diri kamu sendiri!

Kalo seorang pria sayang sama kamu, mereka akan memperlakukan wanita dengan baik. Menjaga dan melindungi itu semestinya kewajibannya. Sebab mereka tau wanita itu seperti apa mulianya. Tapi kalo dia udah bisa kasar sedangkan kalian baru pacaran, yakin mau bertahan? Orang tua kamu emangnya memperlakukan kamu kayak gitu? 

Cinta sama sayang mah boleh, tapi jangan sampe nutup logikamu :)

Salam!

anonymous asked:

Assalamualaikum ketua jomblo warior, mau minta tips biar terlepas dari kemalasan , boleh?

Wa’alaykumussalaam wr wb,

1. Milikilah cita-cita, project, ambisi, keinginan yang jika kita wujudkan, kebaikannya itu nggak akan cuma bermanfaat untuk kita pribadi, tapi juga untuk orang lain, insyaAllah hal semacam itu akan lebih bikin semangat.

2. Mensyukuri nikmat Allah.
Sudah diberi kesempatan, fasilitas dan berbagai kemudahan dari Allah. Lalu pantaskah kita memberi feed back yang levelnya sekedarnya saja?

3. Merenungi kematian
Sesungguhnya sedalam-dalam penyesalan adalah saat waktu kita telah habis namun kita baru menyadari bahwa selama ini banyak hal baik yang terlewatkan dan tersia-siakan hanya karena kita tidak memanfaatkan kesempatan yang Allah berikan. Apalagi jika sadarnya saat kita telah mengalami kematian? Saat hitungannya bukan lagi berapa hartamu?
Tapi apa saja yang telah kita lakukan selama hidup? 

Barangkali pertanyaan di sana nanti bakal lebih ribet dan bikin pusing daripada Laporan Pertanggung Jawaban saat kita mengemban amanah di organisasi.


Quraners(Self Reminder)

anonymous asked:

Kak menurut kakak tindakan mana yang paling menghancurkan dalam suatu hubungan (selain adanya pihak ketiga)?

Berbohong dan menutup-nutupi.

Entah, bagiku ketika seseorang berbohong dan aku mengetahui kebenarannya, akan sulit bagiku untuk mempercayai setiap kata-katanya lagi.

Jadi, seburuk apapun itu, lebih baik ia bicara jujur dari mulutnya. Sebelum aku mengetahui kebenarannya sendiri atau dari orang lain.

Karena, apa yang bisa kamu pertahankan dari sebuah hubungan yang penuh kebohongan dan kecurigaan?

falhum11  asked:

Arti kata "sayang" yg terucap dari seorang wanita untuk lawan jenis nya, itu ga bercanda kan?

@falhum11. Klo ceweknya aku, enggak. Klo yg lain, mungkin juga enggak. Gaklah.. Usaha loh bilang sayang itu. Dan, klo udah mau usaha, siapa pun, berarti gak lagi bercanda.

Harusnya…

waitingforasaturday  asked:

Hockey asks # 5, 7, 20

Thanks for playing!!! <3 

5. favourite hockey best friends
Right now Patrik Laine & Nikolaj Ehlers, but I just love all the besties: basically once they start referring to their friendship as a bromance, I’m all in.

Originally posted by pandasandsabres

Originally posted by puckducky

Originally posted by glovesdropped

Originally posted by intermissionpenguins


7. favourite line

This is a tough one. There’s two above all others:

1) The HBK line

Originally posted by book23worm

2) This one, full of wonder kids


20. funniest thing you’ve ever heard a hockey player say

“What are you? The bottle police?”

lovestoryme  asked:

Kak bagaimana jika jarak membuat kita curiga padanya? Apakah jika laki laki jarang menghubungi kita pertanda ad yang lain d sampingny?

Hallo @lovestoryme

Yang paling penting dari jarak tuh kepercayaan. Kalo kamu masih curigaan gitu mah kenapa mau ngejalanin ldr? Ada orang yang suka dengan terus-terusan berkomunikasi, tapi ada juga yang engga. Nah pasanganmu termasuk yang mana dulu? 

Salam!

Jangan iri hati terhadap kurnia yang Allah SWT berikan kepada orang lain. Berbahagialah sambil tetap berikhtiar dan berdoa semoga Allah SWT limpahkan rezeki lebih, lagi penuh berkah kepada kita sambil lebih mensyukuri semua kurniaNya yang sudah ada.

Ustaz Wadi Annuar Ayub 🍃

Racauan: Masalah Besar Kita

Ada dua orang yang sulit (jika tidak ingin dikatakan percuma) bagi kita untuk menasihatinya:

1. Orang yang sedang dimabuk cinta.

Sistem default-nya manusia, kalau sudah kepincut pada sesuatu (atau seseorang), maka sesuatu (atau seseorang) itu akan terlihat (selalu) baik baginya. Tak peduli seberapa buruk sesuatu itu di mata orang lain, baginya, yang dia cintai itu indah, sangat indah, bahkan dia bisa saja bilang bahwa sesuatu itu adalah yang paling indah yang pernah dia temui.

2. Orang yang sedang kesetanan, biasanya karena dengki.

Kalau tipe yang satu ini, dia adalah antitesis yang pertama. Hatinya diliputi kebencian yang tak ada habisnya pada sesuatu yang dia benci. Bahkan manfaat dan kebaikan sesuatu itu pun terasa menyakitkan baginya. Pun jika itu adalah orang. Kebaikan orang yang ia benci itu akan terasa seperti luka yang disirami cuka. Perih, sakit, mengerikan.

Solusinya:
Belajarlah menyikapi rasa dengan sikap pertengahan. Jangan terlalu cinta pada sesuatu (atau seseorang), karena yang kita cintai pasti ada aibnya (kecuali Allah Yang Maha Sempurna tentunya), dan jangan terlalu benci pada sesuatu (atau seseorang), karena siapa yang tahu, “… mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (An Nisa: 19)

“Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

(Al Baqarah: 232)

With love,
Ibnu Kurnia.

Pasar Minggu, 27 Maret 2017.