the sultan ahmet mosque

The Blue Dome - the interior of the main dome and portions of several secondary domes of the Sultan Ahmed (”Blue”) Mosque (Istanbul, Turkey) (April 2015)

Susahnya Menjadi “Turki”

Baru saja kemarin, terjadi lagi serangan bom bunuh diri yang menyasar aparat keamanan Turki di Ankara. 28 orang tewas dan lebih dari 50 orang terluka parah. Turki kembali berduka dan kehilangan orang-orang terbaik mereka. Sebelumnya bom di Sultan Ahmet (Blue Mosque), lalu juga di Ankara. Di Turki, hal ini relatif biasa, sebab sampai sekarang Turki masih menghadapi teror PKK (kelompok teror Kurdi) yang terus merongrong keamanan Turki. Berbagai pengebomam di Turki nyaris semuanya berasal dari kelompok teror ini. Sehari setelah kejadian, biasanya aktivitas akan seperti biasa dan pemerintah melakukan serangan agresif ke lokasi PKK di selatan Turki hingga ke perbatasan Suriah.

Lalu, sebenarnya kenapa sih ini semua bisa terjadi? Kenapa Turki tidak henti-hentinya mengalami permasalahan keamanan? Coba kita resume apa saja yang dihadapi Turki dari empat sisi:

Utara: permasalahan aneksasi Crimea oleh Russia. Crimea ini dahulu adalah wilayah Ottoman, sebab itu muslim di Crimea cukup banyak. Kedamaian di Crimea terancam karena Russia berambisi mengokupasi Crimea. Perang pun terjadi, di mana pesawat komersial Malaysia sempat menjadi korban.

Barat: Yunani sampai sekarang masih dilanda krisis. Krisis yang menyebabkan pemerintah bangkrut. Dengan Turki pun Yunani sering bermasalah, terutama terkait perbatasan, pulau sengketa, hingga kedaulatan udara. Yang masih terjadi adalah permasalahan pengungsi ilegal yang masuk ke Yunani melalui Turki.

Selatan: Perang Sipil di Suriah sampai sekarang masih terjadi, bahkan semakin kompleks karena banyaknya aktor yang terlibat di dalamnya. Perang antar kelompok, ISIS, Kurdi, Syiah, ditambah Russia dan Iran. 2.5 juta rakyat Suriah membanjiri Turki. Terakhir memanas hubungan Turki dengan Russia disebabkan tertembak jatuhnya F-16s Russia oleh jet temput Turki. Belum lagi rongrongan Kurdi yang tak kunjung selesai. Ini belum termasuk permasalahan kudeta Mesir, perang Libya, bom sana-sini Tunisia, dan tentu Palestina. 

Timur: Lagi-lagi Kurdi. Mereka juga berasal dari Irak yang sama-sama menghadapi masalah keamanan internal yang cukup pelik hingga kini. Pengungsi dari Irak pun menuju Turki dan Yunani. Di sini juga persenjataan Kurdi berasal. 

Turki dikelilingi oleh pelbagai masalah. Menurut Prof. Barry Buzan dan Waever, Turki adalah negara insulator yang menyerap berbagai masalah di sekelilingnya, tapi tidak bisa berbuat banyak. Risiko negara yang terhimpit antara dua benua. Namun, sementara itu Turki terus berbenah diri, membangun sana-sini. Tak peduli apa kata orang, pembangunan terus berlanjut. Mungkin ini yang menyebabkan banyak ketidaksukaan dengan Turki yang sedang naik daun. Well, thug life ;)

Semoga resume singkat ini memberikan sedikit gambaran kenapa susah menjadi “Turki”.