tembus pandang

anonymous asked:

Assalamu'alaikum mba jana. gmna pndpat mba ttg kerudung syar'i tp byk model2nya? Dan jga semkin menjamurnya model2 pashmina instan yg syar'i? Bukannya kita hrus mngenakan kerudung yg sederhana? Toh tujuan brkerudung adlh menutupi kecantikan

Wa'alaikumussalam Wr. Wb.

Syar'i itu bukan sekedar jargon, tagline atau apalah sebagai pemanis produk biar laris manis. Harus dikembalikan kepada standar syar'i. Kita juga jangan hanya dengar ada embel-embel syar'i nya lalu dipakai tanpa diperhatikan lagi syarat-syarat berkerudung.

Kalo berkerudung jangan sekedar pakai kerudung. Karena perempuan jahiliyah berkerudung juga. Ya jangan sampai kita menyerupai perempuan jahiliyah dari segi niat dan cara.

Perempuan Badui pada masa jahiliyah menutupi kepalanya dengan kerudung sebagai pelindung rambut dari sengatan matahari. Kerudungnya dijulurkan sampai dada. Sementara krah atau belahan baju atas akan terlihat jika kerudung itu terbuka/tersingkap. Pada sumber lain dikatakan, kerudung mereka diberikan pemberat dikedua ujungnya lalu dilibaskan kebelakang.

Jadi perempuan jahiliyah menggunakan kerudung bukan karena aspek spiritual. Tapi hanya keadaan dan faktor manfaat saja; semata untuk melindungi rambut dan kepala dari panas matahari ditengah padang pasir.

Kemudian datanglah Islam mengatur soalan pakaian; kerudung dan jilbab. Dengan membedakan diantara keduanya dan memberitahu cara pemakaiannya.

Dalam surah An-Nuur: 31 terdapat kata “khumur” yang merupakan jamak dari “khimar” yang artinya ialah kerudung. Menurut Tafsir Ath-Thabari, 19/159; Ibnu Katsir, 6/46; Ibnul ‘Arabi, Ahkamul Qur`an, 6/65, khimar (kerudung) ialah apa-apa yang dapat menutupi kepala.

“…. hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya” (QS. An-Nuur: 31)

Kerudung wajib diulurkan ke atas dada. Tidak boleh diikat kebelakang apalagi dililit-lilit sampai leher tercekik.

Dalam menafsirkan ayat “wal-yadhribna bi-khumurihinna ‘ala juyubihinna” pada surat An-Nuur : 31 di atas, Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani dalam kitabnya Nizham al-Ijtima’i fil Islam mengatakan, bahwa khumur (bentuk jamak dari khimaar) artinya adalah apa-apa yang digunakan untuk menutupi kepala (maksudnya : kerudung). Sedang juyuub (bentuk jamak dari jayb) artinya adalah tempat yang terbuka pada baju atau kemeja (maksudnya : kerah/lubang baju).
Artinya, kerudung (khimar) cukup diulurkan diatas (menutupi sampai) krah (juyub)/lubang baju; tempat untuk masuknya kepala saat pakai baju, sudah cukup untuk memenuhi kriteria syar'i.

Jadi, kerudung bukan saja menutup kepala tapi juga menutup leher dan dada. Kalau misalnya mau dipanjangkan lagi itu pilihan dan bentuk kehati-hatian.

Kerudungnya juga yang tebal atau tidak tembus pandang. Kalo masalah motifnya sih terserah. Mau kamu pakai yang polos, bunga-bunga, warna-warni, terserah mau pakai corak yang gimana. Yang penting bukan gambar makhluk bernyawa.

Dari pertanyaan kamu, perlu dibedakan antara “label” syar'i dengan bahan dan model kerudung. Misal kamu pakai pashmina, bisa jadi tetap syar'i kerudung pashminanya kalo sudah menutupi dada dan tidak tembus pandang/tebal. Tapi akan menjadi tidak syar'i kalo dililit sana sini diatas dada dan ngepres dileher atau kepalanya udah kayak punuk onta. Atau misal kamu pakainya kerudung instan langsung pakai, ukurannya udah menutup dada tapinya masih diperpendek lagi atau digaya-gayain sampai tidak memenuhi syarat syar'i. Jelas ini gaboleh.

Kalo melihat banyaknya model-model kerudung sekarang ini, terutama yang tidak memenuhi standar syar'i, adalah bentuk pengaburan identitas muslimah.

Kita bisa mengenali seorang muslimah dari caranya berbusana kan? Namun disinilah nilai-nilai Islam bisa disusupi dan diliberalisasi. Lihat saja perkembangan mode busana muslimah hari ini, tidak lagi bersandar pada Al Qur’an surat An-Nuur ayat 31 dan Al-Ahzab ayat 59, serta hadits-hadits terkait. Standar pakaian muslimah telah mengadopsi mode busana New York atau Paris lalu ditempelkan sedikit aksesori Islamnya.

Akibatnya, tergodalah kaum muslimah mengikutinya. Mereka mengenakan busana muslimah bukan lagi karena dorongan takwa melainkan tuntunan mode dan tren terkini serta pengagungan nilai artistik ditengah gaya hidup permisif dan pluralis.

Ujung-ujungnya, kaum muslimah menjadi pasar empuk bagi industri baju muslim dan sangat menguntungkan para pengusaha. Dalam Indonesia Islamic Fashion Consortium (IIFC), Indonesia dengan penduduk muslim terbesar sedang ditargetkan oleh pemerintah dan para pelaku industri mode menjadikan negeri ini kiblat mode muslim dunia pada tahun 2020. Sebab saat ini Indonesia tercatat memiliki tingkat ekspor busana muslim yang besar ke negara-negara muslim seperti Malaysia, Turki, Brunei Darussalam, Uni Emirat Arab, dan negara-negara lainnya di Timur Tengah. (Sepertinya saya pernah munliskan ini tahun lalu).

Tanpa sadar, arus opini menghanyutkan kita. Memganggap model busana yang digunakan sebagai pendapat dan pilihan pribadi, padahal itu adalah pilihan dan buah pikiran pihak lain yang secara masif ditanamkan dalam otak kita melalui media massa, terutama media sosial.

Sadar atau tidak, ini adalah bentuk serangan pemikiran asing yang dialamatkan ke kaum muslimah agar mengaburkan lalu menanggalkan identitasnya.

Cicak

Buat gue, kedaulatan ke luar maupun ke dalam tidak terlalu penting. Apalah artinya Indonesia merdeka tapi masih ada rakyatnya yang dibelenggu oleh hewan melata? Fakta mengatakan, sebenarnya cicak ini 70x% sangat mematikan peringkat kedua dibandingkan dengan kecoa.

Fobia sih nggak. Cuma takut aja. Abis cicak makannya nyamuk. Nyamuk makannya darah. Secara nggak langsung, cicak merupakan golongan vampire. Info aja, sih. In case ada yang nggak kepikiran kesana ~~~/o/

Gue takut merangkap jijik geli dan !@#$%^&*()_ sama cicak tuh. Kalo diterawang, organ dalamnya bisa keliatan. Badannya tembus pandang. Kan kasian kalo ada cicak yang gagal ginjal, lalu ginjal sebelahnya udah diambil, bisa kentara. Gimana kalo dia jadi bahan bully-an temen-temennya, coba? Bisa bisa dia memutuskan untuk suicide. Kejahatan psikologis. Kak Seto harus turun tangan!

Cicak juga kadang-kadang suka ada yang jerawatan gitu. Belang-belang or somethin yang bikin jadi jijik +999999 :’)

Belum lagi, badannya kenyal. 

Jadi gini, ceritanya pernah suatu waktu gue tertimpa musibah. Tapi nggak sampai jatuh. Sebab kalau jatuh, nanti tertimpa tangga pula. So, yeah~ gue memutuskan untuk hanya tertimpa musibah ._.

Bertahun-tahun silam, waktu gue masih entah SD, SMP, apa SMA, gue pernah membuka pintu kamar pelan. Lirih. Hingga terdengar suara semilir angin. Saat itu gue sedang polos-polosnya, kayak bubur tanpa toping. Suci, putih, bersih, gurih. Lalu….

….PLAK! 

Sesosok benda hangat, kenyal dan kecil, hinggap di kepala gue tanpa permisi. Gue reflek langsung pegang benda entah apa yang tiba-tiba ada di kepala. Lalu gue meringis, hampir menangis, kesetanan, mau teriak tapi gak bisa. 

YANG-JATOH-DI-KEPALA-GUE-ADALAH-CICAK

Naasnya lagi……

…..CICAKNYA-MENGGELIAT-PERSIS-DI-TANGAN-GUE

Gue nggak takut. Cuma trauma. Gue nggak mau lagi mengalami kenistaan dunia tersebut. Karena kejadian itu, gue nggak masuk sekolah selama 40hari. Badan gue panas dingin. Kaki gue jadi berselaput. Tiba-tiba gue jadi mermaid. 

HAHAHA PAAN C MAAP MAAP :(

Mendekati bulan ramadhan, alih-alih membuat postingan tentang kiat-kiat mencapai Allah, gue malah buat posting tentang cicak. O my o. Tapi gapapa. Mudah-mudahan kalian nggak lupa. Cicak juga termasuk hambaNya, takbir!

Gue cuma terusik. Temen kontrakan gue baru aja tidur lalu ketiban cicak. Terus dia menceritakan hal itu pada gue, dengan gaya super heroik. Mungkin karena dia tau banget kalo gue takut cicak. 

Cicak mah gitu doang, takut apanya”

Sesegera setelah ia berujar demikian, gue langsung hilang akal, kelabakan. Ingin rasanya memberikan teman gue itu cicak dewasa.

Tahukah kamu?
Komodo merupakan premannya para cicak. Maka cicak merupakan komodo rumahan —Tami, semester 7

Setau gue, cicak makan apa aja yang notabene bisa dia makan. Bukan cuma nyamuk. Serius, di rumah gue, gue sering mergokin cicak makan nasi. Lengkap dengan garpu dan serbet. Melata rame rame di lantai. Di lantai, coba. Mereka rela meninggalkan kahyangan tempat tinggal mereka (read: langit-langit) 

Tapi kejadian ini cuma bisa ditemuin lewat tengah malam. Para cicak seolah-olah tau manusia pada tidur. Menurut gue, mereka bikin pesta ilegal. Minum miras dan menggunakan narkoba. Astagfirullah

Hematnya, cicak juga bisa makan kecoa. 

Dan fyi, gue juga takut sama kecoa. HAHAHA. Penakut emang gue tuh. Lebih takut sama cicak dan kecoa, daripada sama…..

….sama. Karena gue gak takut sama-sama. Sebab sama-sama berarti barengan. Dan barengan menyenangkan.  

HAHAHA PAAN C MAAP MAAP :( (1)

Tapi serius, di post ini gue pengen minta tanggapan kalian yang kebetulan baca. Dari hipotesa bahwa cicak juga makan kecoa. Gue punya ide untuk mengadu domba cicak dan kecoa agar saling menghancurkan…..

…agar terpecah seperti negeri kita; —antara pro ahok dan tidak. ANJAY

Originally posted by dylanostilesx

Gimana?