telatable

Reply 1988


Baru saja menamatkan Reply 1988 dengan rasa bahagia. Dramkor lama sih, saya aja yang telat nontonnya. Saya beberapa waktu lalu iseng membaca komen-komen dramkor recommended di salah satu postingan selebtweet anu, dan melihat Reply 1988 ini banyak disebut-sebut. Alhasil, saya memutuskan setelah merampungkan Moonlight Drawn by the Clouds, saya melanjutkan tontonan ke Reply 1988. Kelar dibikin kelepek-kelepek sama manisnya Park Bo Gum sebagai putra mahkota, saya kembali dibuatnya lumer sebagai pemain baduk yang lugu. Kyaaaa! Gemash. Memang benar, beberapa orang diciptakan se-loveable itu lah. Seperti saya ini lah. *dikeplak masal*

Oke melenceng, malah fokus sama Bo Gum.

Kembali ke Reply 1988.

Seperti pernah saya bilang; baru saja menjajaki episode-episode awal saya berani berkomentar bahwa Reply 1988 ini bukanlah drama gagal. Tidak seperti dramkor kebanyakan yang memilih tema cinta sepasang kekasih sebagai pokok cerita, Reply 1988 berbeda. Layaknya nasi timbel komplit yang ada karbohidrat, protein hewani, nabati, sayur, dan tentu peningkat cita rasa; sambal, Reply 1988 menyuguhkan hangatnya cinta keluarga; orang tua kepada anak-anaknya, anak kepada orangtuanya, juga sesama saudara, kepedulian antar tetangga, kekompakan persahabatan, juga tidak lupa problematika percintaan anak muda. Tsaaah~

Saya sangat dipuaskan. Rasanya 20 episode masih kurang. Padahal setiap episodenya memakan waktu rata-rata 1,5 jam, lebih lama, sekitar setengah jam dari dramkor biasa. Tapi tetap saja, namanya manusia tidak pernah puas, apalagi sudah terlanjur suka.

Menit ke sekian saya dibuat cekikikan, menit berikutnya saya dibuat menangis haru. Benar-benar paket komplit. Sepanjang adegan ke adegan saya seperti dihujani makna-makna. Mengenai hubungan berkeluarga, tentang menghargai persahabatan, menjaga hubungan baik dengan tetangga, meredam ego pribadi, menghargai perasaan orang lain, dan masih banyak lainnya.

Reply 1988 menjelma teh manis hangat buatan Ibu setiap saya pulang malam; rasanya hangat dan manis sekaligus dalam sekali teguk. Saya memberi nilai 9 dari 10. Dan mau ga mau Signal sebagai peringkat satu harus turun satu tingkat. Gapapa, mana tahu Signal Season 2 bisa menjadi juara pertama kembali.

Akhir kata, salam #TeamTaek :D

Selamat berulang tahun, kamu.
Maaf aku tak pernah mengucapkannya langsung kepadamu.
Hanya melalui tulisan, di sini.
Bukan karena tak mau atau tak mampu.
Namun karena jarak yang tercipta sudah terlampaui jauh.
Dan aku masih mengingat jelas teramat sangat,
bahwa kamu sangat membenci sesuatu bernama “jarak”.
Kuharap segala hal baik selalu menyertai setiap langkahmu.
Berbahagialah di sana.

Kepada kamu, yang sedang berulang tahun.
Sekali lagi maaf karena telat mengucapkannya.
Aku hanya ingin menjadi yang terakhir yang mengucapkannya kepadamu.


Jakarta, 27 Nopember 2016
21:13

Takdir tidak menghampirimu begitu saja. Setidaknya, jika kamu ingin menggunakan istilah takdir, seharusnya terjadi karena kebetulan.
Namun apabila tidak, ada istilah lain; waktu. Beberapa hal tertahan justru karena waktu. Sehingga baik itu terlalu cepat atau telat, tidaklah tepat jika disebut takdir.
—  Reply 1988

Biar aku menjadi bisu dan lumpuh rasa panik saat aku tertekan dan kecewa, kasian dunia jika aku harus memarahinya.

Dan biarkan lembaran itu menjadi bahan bacaan untuk menemaniku tertawa.
Meski aku telat menertawakan luka luka.

Dan biarkan sekali lagi,
Jika semua orang memilih diam saat bersedih
Aku akan menertawakan kesedihan itu sendiri.
Se-awkward itukah mungkin

Jadi ceritanya gue nonton La La Land dua hari yang lalu (iya telat banget, bodo amat) karena lagi happening banget diomongin mulu di Prambors, sebagai kawula muda yang baik maka gue tontonlah itu film yang katanya bikin baper.

30 menit pertama. Oke juga nih film, musiknya bagus, aktingnya Emma Stone as Mia juga keren, gantengnya Ryan Gosling as Sebastian jangan ditanya.

30 menit kedua. Gue mulai ngerti arah ceritanya kemana, mereka sama-sama mau ngejar mimpi mereka dengan idealismenya masing-masing. Sebastian dengan mimpi membuka classic jazz club dan Mia yang bercita-cita jadi aktris profesional. Ditambah lagi lagu City of Stars yang mendayu-dayu.

30 menit ketiga. Konflik mulai terjadi. Sebastian yang merasa dituntut harus punya pekerjaan tetap akhirnya harus menyingkirkan idealismenya dia terhadap musik jazz dan akhirnya bergabung di sebuah band yang punya jadwal tour banyak. Mia keluar dari pekerjaannya demi membuat pentas monolog sendiri, nggak dibayar pula, malah dia yang harus bayar sewa teaternya, dan sedihnya yang nonton sedikit.

30 menit terakhir. Mia nyerah dan pulang ke kota asalnya. Eh ternyata ada production house besar yang tertarik sama monolognya Mia dan dia dipanggil untuk casting. Singkat cerita, 5 tahun kemudian ternyata Mia lolos casting waktu itu dan pergi berkarir di Paris. Balik lagi ke LA, Mia udah punya suami dan keluarga kecil yang bahagia. Pas dia balik terus pelukan sama suaminya, gue kira itu Sebastian eh ternyata bukan. Lalu Sebastian, berhasil membuka classic jazz club nya sendiri dan banyak pengunjungnya. Secara nggak sengaja Mia dan Sebastian ketemu lagi di club milik Sebastian itu.

Lalu pesan moral sekaligus pertanyaan yang gue dapet adalah…

“Mengejar mimpi memang harus konsisten dan penuh pengorbanan sampai kita bisa mewujudkannya.”

Dan……

“KENAPA YA ALLAH, KENAPA PAS SUSAHNYA BARENGAN GILIRAN UDAH SUKSES DAN BAHAGIA MALAH SENDIRI-SENDIRI? EMANG NGGAK BISA GITU SUSAH, SUKSES, TERUS SENENGNYA JUGA BARENG-BARENG AJA?”

Emmm… sorry itu yang terakhir agak emosi jiwa. Oke sekian review ala-ala dari gue *benerin kerudung*~~ (lu mah bukan review fadh itu, spoiler)

Lebih tertarik ngemall,fesbukan, hangout dari pada datang ke pengajian, baca quran, baca buku agama

Trus.. Pake jilbab ga nurut ayat quran tp nurut fashion up to date dan yg ada di tipi

Kemudian.. Sholat pokoknya 5 waktu genep dah alhamdulilah… Karena tdk tau makna sholat.. Maka hati tak tergetar saat adzan berkumandang.. Dan biasa aja saat telat ato meninggalkan sholat

Sholatnya alakadarnya.. Wudhunya jg sekedernya.. Ngajinya kl sempet.. Aurotnya kemana2.. Bahagia termasuk dlm golongan pakai baju tapi telanjang

KArena males datang ke kajian ilmu.. Jd ga tau ilmu2 syariah.. GA pake kaos kaki, pake celana, baju ketat, utang bank, itu g papa
PAke make up.. Dandan menor.. Foto.. Upload.. Itu harus.. Ga papa..

KArena ga tau dan ga mau tau ilmu
Jd seorang setan ga terasa.. Ga sadar.. Tp ga mau di sebut setan

Allah menciptakan jin dan manusi untuk taat
Setan adalah jin Dan manusia yg tdk taat pada Allah
Kl ga manut aturan aurot, ga melek Halal haram, ga mau menuntut ilmu syari.. Ga manut sama Allah kan.. G taat kan.. Setan kan…

Itukah diriku saat ini???

Apakah semua itu bermanfaat buat diri ini, pasangan dan anak2 kelak?

Kl besok mati.. Apakah siap hadapi malaikat penjemput?
Dg kelakuan kayak gt.. Sakitnya spt apa saat sakaratul maut?

*tanya diri pagi2*

anonymous asked:

kak, aku baru aja jujur sama doi kalo perasaanku udah berubah, udah ga kayak dulu. aku tau doi pasti terluka kak, walaupun dia bilang dia gapapa. aku harus bagaimana kak biar doi ga terluka? di satu sisi aku harus jujur biar ga ngebohongin dia lebih lama lagi, tapi disisi lain, aku juga gamau kalo dia terluka. aku bingung kak:(

Biar dia ga terluka? Dia udah terluka non. Telat udah. Udah berdarah. Kalo kamu mendekat lagi, gabisa nyembuhin lukanya, malah memperparah. Kamu udah mencabut apa yang menopang dia. Biarin dia berdiri sendiri. Biarin dia sembuhin dirinya sendiri.

Jenuh dengan segalanya
Sadar ternyata butuh tuhan
Ingin tobat dan taat

Lalu tanya2 ke temen
Di kasih tau
Di ajak ke kajian.. Dan mau
Jd tau hukum2 wajib

Rubah penampilan
Kejar kajian
Makin penasaran dg ilmu syari

Ubah pola pikir
Mendahulukan. ALLAH..
Allah dulu.. Allah lagi.. Allah terus

Melek halal haram
Persiapkan kematian

Rugi itu bukan kehilangan uang
Telat sholat, tdk pakai kaos kaki dan pakaian syari saat kluar rumah.. Tdk bisa dtg ke. KAjian, Tdk punya temen2 shalihah, seminggu tdk ada ilmu baru yg masuk, terlewat tahajud, fajar da subuh.. Ga sempet dhuha.. Sehari ga baca quran, pamer wajah.. Pamer diri yg melanggar aturan Allah
Adalah kerugian.. Rugi besar

Merubah tabungan..
Bahwa tabungan itu bukanlah uang di bank, deposito ato punya aset
Tapi Tabungan adl sedekah, infak, membayari biaya hidup dhuafa, mewakafkan tenaga, waktu ato kuota

Ngaca bukan buat dandan
Matanya sudah lentik blm, Bibir dan pipi sudah merona kah? Alis dah cetar? Wajahku sudah ayu, menarik da cantik belum?
BUKAN..
Ngaca buat ngecek.. Adakah sehelai rambut yg masih terlihat? Apa yg buat wajahku jd orang melihat dan timbul rasa suka ato tidak suka? Tutupi..
ALis tutup.. Karena ada daya tarik di situ..
Bodiku sudah tertutup semua blm.. Tidak ad lekuk lg kan..

TAkut itu bukan karena kemiskinan, keliatan jelek dan tua, tdk kekinian..
Tapi takut itu adalah jika tdk terpilih jd wanita pilihan.. Yg di pilih untuk berkaffah, pengejar ilmu, wanita sholahah, pendidik generasi rabbani..

Ya ALlah.. Ingin rasa dan semangat itu
Ingin kd wanita pilihan..

Berikan hidayah itu padaku ya Allah..
Aaaminnn

Yang telat sekali untuk saya sadari ialah—jurang yang saya pikir adalah pemisah antara saya dan kamu sebenarnya tidak ada. Yang ada hanya jurang berupa kenyataan antara saya dan harapan-harapan saya.
—  Dan kenyataan yang saya maksud disini adalah—bahwa saya dan kamu tidak pernah tercipta.
Cinta adalah serdadu di batas paling depan; posko yang dihuni para sukarelawan; pohon-pohon yang hidup di tanah kering; seekor lebah yang menjelajah lebih jauh; langit yang menghibur kepada yang tersedu; anjing yang menuntun seorang tua di kursi roda; kecemburuan yang diam-diam; ikan-ikan yang tertawan di jala nelayan; api yang menjerang air di dapur; bunyi seruling; garis batas kota; kemungkinan telat seorang karyawan; puisi-puisi yang disembunyikan; kacamata yang tidak rela terjatuh; dan lain-lain di lembar-lembar surat.
Time Bender

Ngakak lah tema hari malem ini. Tentang Time management wkwkwkk. 
BTW, ini tulisan ada di hari ini karena diingetin sama @creativemuslim. Dah keliatan lah ya gimana kualitas time management gue hahaha.

Sebenernya aku agak kurang setuju dengan istilah management/pengaturan waktu. Tapi ini diliat dari satu sisi aja sih. Namanya juga opini ya boleh-boleh aja kan? hehe. Kenapa ga setuju? Karena menurut hemat saya, waktu itu gak bisa diatur. Ya 24 jam ya sudah 24 jam. Waktu gabisa diundur maupun dimajuin barang sedetikpun. Intinya waktu itu variable tak bebas.

Trus gimana dong? Ya menurut hemat saya yang benar adalah management diri. Self Bender. Karena yang bisa diatur itu diri kita sendiri. Kita mau bikin diri ini menjadi orang yang deadliner, bisa. Kita mau bikin diri ini menjadi orang yang suka telat, bisa. Atau kita mau bikin diri ini menjadi orang yang rajin dan tepat waktu pun itu pilihan kita sendiri. 

Kalo ternyata sekarang ini kok keliatannya kita masih serabutan ngerjain tugas, (dan challenge mungkin hehe) itu bukan berarti management waktu kita kurang baik. Tapi jangan-jangan Management Diri kitalah yang masih buruk.

Ayo kita biasakan untuk mengintrospeksi diri. Berlatih untuk mencari kesalahan diri sendiri dan tidak mencoba untuk menyalahkan pihak luar, termasuk juga waktu. 

Siap kawan-kawan? @febrianimanda @alfianzack @hiboki @isasetiawan @swcoollepool @dyahayucintya @inbakus @ageovani @afsabila  @creativemuslim @milhanfah @fahrizal182

Terkadang...

Terkadang ada hal yang menolak untuk disampaikan.

Ketika kamu telah menahannya dengan sempurna.
Lebih diam dari sebelumnya.
Ketika kamu merelakan untuk menjadi rahasia selamanya.
Karena tidak semua boleh diungkapkan.
Ataukah aku yang terlalu melebih-lebihkan luka?

Terkadang aku memilih menutup jalan untukmu menujuku.

Kurasa jelas, bintang-bintang mati.
Kau semakin tak bisa kugapai.
Lebih baik begitu karena kita takkan sanggup memperbaiki keadaan.
Melankoli kita seharusnya sudah tamat.
Bersamaan dengan mataku yang berhenti bersinar tanpa bayangmu.

Terkadang, aku berharap kita adalah dua orang asing.

Sebab sudah telat menganggapmu biasa saja.
Tapi mungkin, datang dan pergi bukanlah hal baru. 
Dan aku terdiam, tanpa mampu menyentuh segalamu.
Semuanya sudah hilang.
Aku yang salah.

Terkadang, rindu saja tidak cukup.

Dan sekiranya jika aku tak berarti; berilah aku luka–sebagai langkah awal untuk menjauh darimu.