teh poci

Satu pekan pernikahan. Syukur tak ada habisnya kupanjatkan. Kau tahu? Indahnya tak habis-habis. Misalnya saja, betapa indahnya saat ia melantunkan ayat-ayat Allah dari Al-Quran, seperti yang sedang ia lakukan saat ini disampingku.

Atau tadi malam, saat aku mengajaknya makan di luar, kami mengobrol panjang ditemani teh panas yang dituangkan dari poci tanah liat. Waktu serasa terhenti, tak terasa kami telah habiskan dua poci teh. Indah sekali.

Atau hari sebelumnya, saat kami berbelanja perlengkapan rumah tangga (Ah, rumah tangga? Kata itu terasa.. “Unyu”). Berjalan ke sana ke mari mencari barang, berdiskusi tentang bagaimana kami akan menghias rumah kami. Indah sekali.

Alhamdulillah, terima kasih wahai Allah, atas surga yang didahulukan ini. Ampuni kami jikalau kami lalai dan lupa bersyukur pada-Mu. Jagalah kami agar cinta-mencintai karena-Mu, dan untuk-Mu.