tak mahal

MEMULIAKAN ORANG TUA
———————————————

Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia berkata, “Ya Rasulullah, siapa yang paling berhak mendapat kebaikanku?” Beliau menjawab, “Ibumu.” Dia bertanya, “Kemudian, siapa?” Beliau menjawab, “Ibumu.” Dia bertanya, “Kemudian, siapa?” Beliau menjawab, “Ibumu.” Dia bertanya, “Kemudian, siapa?” Beliau menjawab, “Kemudian, bapakmu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Betapa mulianya seorang ibu, sampai-sampai tiga kali Rasulullah memberikan jawaban yang sama bahwa ibulah yang berhak mendapat perlakuan baik dari kita. Sebagian ulama berkata mengenai hadits tersebut di atas, hal itu karena ibu memiliki tiga perkara yang sangat mahal dan tak dipunyai oleh seorang ayah yakni mengandung, melahirkan dan menyusui. Kedua orang tua merupakan orang-orang yang paling berjasa dalam kehidupan kita.

Banyak firman-Nya memerintahkan kita untuk berbakti pada ibu-bapak, berbarengan dengan pentauhidan Allah. Hak orang tua merupakan kewajiban bagi setiap muslim, baik hak semasa orang tua hidup maupun ketika telah meninggal. Apa sajakah hak-hak mereka, kewajiban kita pada orang tua?
Yuk kita simak untuk menyegarkan ingatan lagi.

● KEWAJIBAN ANAK PADA ORANG TUA YANG MASIH HIDUP

Selagi ibu bapak kita masih hidup, berikut beberapa kewajiban kita sebagai anak :

• Mentaati perintah mereka sepanjang hal itu tidak mendurhakai Allah.
• Berbakti dan merendahkan diri di hadapan orang tua. Termasuk pula di dalamnya, tidak memandang mereka dengan tajam maupun pandangan tidak menyenangkan lainnya.
• Berbicara dengan lembut pada mereka. Dilarang keras meninggikan suara apalagi membentak mereka.
• Meminta maaf kepada orang tua.
• Menyediakan makanan bagi ibu bapak. Dianjurkan agar kita memberikan makanan terbaik dan mendahulukan mereka ketimbang diri kita sendiri, pasangan maupun anak-anak kita.
• Meminta izin mereka sebelum berjihad ataupun urusan lain.
• Memberikan harta kita pada mereka menurut jumlah yang mereka inginkan. Kita tidak boleh pelit pada ibu bapak, sebab sesungguhnya kita dan harta kita adalah milik mereka.
• Membuat mereka ridho dengan berbuat baik pada orang-orang yang mereka cintai. Hal ini bisa berupa memuliakan atau menyambung tali silaturahmi, memenuhi janji-janji orang tua pada sanak kerabat maupun teman-teman mereka.
• Memenuhi sumpah orang tua jika tidak mengandung kemaksiatan.
• Tidak mencela mereka, dan tidak menyebabkan mereka dicela orang lantaran perbuatan kita.
• Mendahulukan berbakti kepada ibu kemudian ayah.

● KEWAJIBAN ANAK PADA ORANG TUA YANG TELAH MENINGGAL DUNIA.

Sementara, bila orang tua sudah meninggal, kewajiban kita antara lain :
• Mendo’akan mereka.
• Beristighfar untuk keduanya.
• Menunaikan janji orang tua, melanjutkan amalan kebaikan mereka.
• Memuliakan teman ibu bapak.
• Menyambung tali silaturahim dengan kerabat ibu dan bapak.

Itu tadi beberapa point yang menjadi kewajiban kita pada orang tua.

Lalu seperti apa kita harus bersikap pada mertua, yakni ibu dan bapak dari suami/istri kita?
Jawabannya adalah : SAMA!
Mertua punya hak perlakuan yang sama dengan ibu dan bapak kandung kita. Jangan sampai kita mencela atau menyakiti hati mertua, sebab bukan saja mereka yang tersakiti namun juga hati pasangan kita.

Semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk pada kita agar bàisa memperlakukan orang tua dengan sebaik-baiknya.
[Est/berbagai sumber]

———

Berapa banyak jatuh yang pernah dituai? Berapa banyak luka yang telah disemai? Entah oleh diri sendiri atau juga orang lain. Pasti lebih dari sekedar sekali. Bukan pasti tapi ini lebih dari sekedar mutlak.

Sakit, luka dan usaha yang tak terhitung adalah harga mahal yang harus dibayar. Tak pernah padam telinga ini mendengar ceracau bising serta berbagai suara sumbang dari penonton yang tak tahu kondisi dibalik layar. Ingin rasanya menuturkan sumpah serapah, namun tak berdaya karena yang dilihat selalu hasil akhir.

Yang disuarakan kadang sudah terlalu banyak daripada yang seharusnya didengar. Mengapa bersuara bila hanya untuk menjatuhkan? Tak apa, aku belajar. Dari setiap ocehan membabi buta mereka, ada cambuk yang dipukulkan pada raga jauh lebih dalam dari biasanya. Bukan untuk menyakiti, tapi untuk mengerti bahwa  untuk berdiri ada yang harus disadari oleh diri sendiri. Kau masih bertanya itu apa? Berhenti melihat ke luar, sebab di dalam ada yang perlu untuk dilihat.

Konsistensi, usaha, dan mau menerima kritik merupakan bagian dari sebuah proses selain siap menerima ceracau sumbang. Memulai garis pertama adalah hal yang tidak mudah, namun menjadi lebih sulit bila tak memulai sama sekali. Namun bila sudah memulai garis pertama, jangan berhenti sampai garis terkahir tergores. Tak akan tahu rasanya bila tak menyelesaikan. Tak masalah hasil akhir tak sesuai keinginan, yang penting adalah bagaimana usaha untuk menyelesaikan keseluruhan proses tersebut.

Tentang hasil yang tak pernah mengkhianati proses, aku percaya setiap jatuh adalah pembuka jalan. Untuk hasil yang seringkali belum memenuhi ekspektasi diri sendiri, aku mengerti bahwa berharap tak boleh tak menjejak. Pada hasil yang sudah menjadi nyata, ada syukur yang harus banyak-banyak disuarakan

Proses bukan sekedar, seberapa banyak luka yang di dapat. Anggaplah luka adalah perumpamaan dari segala macam kesulitan yang terjadi. Proses adalah bagaimana cara menghadapi segala kesulitan dan masalah. Bukan pula tentang hasil akhir, karena hasil akhir sebatas bonus.


Tangerang - Malang
16 September 2016


Kolaborasi dadakan ala ala @hujanmimpi dan @zulfinoor

Ketulusan itu mahal, tak dapat dibeli dengan uang, namun dengan kebaikan.
— 

Karena pada akhirnya kebaikan akan mampu melunakkan hati yang tak memahami apa itu tulus yang sebenarnya.

© Syarifah Aini (2016)

Serupa jam tangan, aku tak mencari yang mahal, aku mencari yang bisa bertahan lama. Begitulah aku dalam memilih pendamping hidup