tabey

Trailblazing Women You May Not Know (But Should): Junko Tabei

Each week, the Lean In tumblr will spotlight women who made a lasting mark on the world — yet didn’t always end up in the history books. This week we celebrate Junko Tabei, the first woman to climb to the top of Mount Everest.

On May 4, 1975, Junko Tabei and her all-female climbing team were 21,326 feet above ground, scaling Mount Everest’s icy peaks when they heard the rumble: Avalanche. ”I had never felt that tense in my entire life, ” Tabei said. “I felt all my hair standing on end.” 

Pummeled by the snow and ice, Tabei lost consciousness and awoke covered in welts and bruises. It took two days for her to walk again. But she refused to give up her job leading the group — Tabei took her place at the front of the line, often crawling when she was too exhausted to walk. “As soon as I knew everyone was alive,” she told Sports Illustrated, “I was determined to continue.” 

Twelve days later, Tabei became the first woman to reach the summit of Mount Everest. 

Keep reading

Inilah Perempuan Pertama Penakluk Everest

Gunung Everest bagaikan ‘pahala surga’ bagi para pendaki. Ada kebanggaan tak terkira bila bisa menaklukkan gunung  yang juga disebut sebagai Sagarmatha (“Kepala Langit” dalam bahasa Sansekerta).

Seperti yang dikutip dari Apakabardunia.com. Tantangan alam yang akrab dengan dunia lelaki ini juga diminati kaum wanita, dan memang sudah banyak perempuan-perempuan hebat yang berhasil mencapai puncaknya. Namun tahukah kamu siapa wanita pertama yang berhasil mendaki dan menaklukkan Puncak Everest?

Sekitar 39 tahun lalu, seorang wanita berkebangsaan Jepang menjadi wanita pertama yang berhasil dan selamat menaklukkan Puncak Everest. Dengan mengambil jalur normal yaitu punggungan tenggara, Junko Tabei mendaki hingga puncak pada tanggal 16 Mei 1975.

Seperti yang dilansir oleh JapanTimes.co.jp, prestasi Junko Tabei ini merupakan simbol perjuangan wanita Jepang untuk mendapatkan kesetaraan dan kebebasan memilih. Pada masa itu,  isu kesetaraan gender memang sedang hangat-hangatnya. Saat itu yang boleh bekerja di luar rumah hanyalah laki-laki sedangkan perempuan harus tinggal di rumah.

Meskipun wanita sudah bekerja di luar rumah, mereka masih berkewajiban untuk menyajikan teh,” ungkap Tabei.

Tabei mengaku ia terinspirasi oleh Sir Edmund Hillary yang menjadi orang pertama yang menaklukkan Puncak Everest bersama dengan Sherpa Tenzing pada tahun 1953.

Tabei sang inspirator lingkungan

Tabei adalah teladan pecinta alam sejati. Ia tak hanya berfokus jadi penakluk puncak gunung tinggi, melainkan juga pemerhati lingkungan. Salah satu hal yang dilakukan sebagai bukti kepeduliannya adalah dengan meneliti masalah sampah di Gunung Everest ketika menempuh studi di Universitas Kyushu.

Hingga kini, wanita kelahiran 22 September 1939 belum berniat pensiun sebagai pendaki. Kamu bisa hitung berapa umurnya sekarang, kan? Ia mengaku sangat menikmati petualangan mendakinya ke gunung-gunung yang unik, walau dua anaknya sudah tumbuh dewasa.

Tak pernah sedikit pun terbesit di pikiranku untuk berhenti mendaki–dan selamanya tak akan pernah–meskipun aku sudah melihat banyak orang meninggal di gunung dengan mata kepalaku sendiri,” ungkapnya.