syetan

Godaan Setan yang Pertama

Godaan Setan yang Pertama

Apa godaan setan yang pertama? Godaan itu adalah menjauhkan manusia dari ilmu. Mengapa setan ingin manusia jauh dari ilmu? Pelita itu bernama ilmu. Ketika pelita tak lagi menyala, hidup pun menjadi redup. Hidup yang hitam tiada tersiram ilmu akan disibukan oleh kegelapan yang diselimuti oleh nikmat semu yang diberikan oleh setan. Jangan Remehkan Setan Setan itu penuh dengan logika. Bacalah…

View On WordPress

Syetan Berkalung Surban

Dalam kitab Sahih al-Bukhari, ada kisah menarik. Sahabat Abu Hurairah ditugasi Nabi SAW untuk menjaga gandum hasil zakat. Tiba-tiba, pada malam hari ada seorang lelaki berbadan kekar dengan memanggul karung mencuri gandum tersebut.


Abu Hurairah kemudian menangkapnya dan akan menghadapkannya kepada Nabi, tapi pencuri tadi memelas, dia merayu Abu Hurairah agar melepaskannya. Abu Hurairah kemudian melepaskannya dan memintanya berjanji agar tidak mengulangi perbuatan tersebut.

Esok harinya, Abu Hurairah ditanya Nabi, “Hai Abu Hurairah, apa yang kamu lakukan terhadap orang yang kamu tangkap tadi malam?” Abu Hurairah menceritakan kejadian itu kepada beliau. Nabi kemudian berkata, “Awasilah, nanti malam dia akan datang lagi.”

Benar, pada malam kedua pencuri itu datang lagi dan mencuri gandum. Abu Hurairah menangkapnya lagi dan pencuri itu kembali merayu sehingga Abu Hurairah melepaskannya.

Esok harinya, Nabi menanyakan kepada Abu Hurairah seperti pertanyaan yang kemarin, Abu Hurairah juga menjawab seperti itu. Nabi kemudian berkata, “Ingatlah, nanti malam dia akan datang lagi.

Abu Hurairah mulai curiga, mengapa pencuri ini terus melakukannya. Dan, Abu Hurairah berjanji dalam hati, “Nanti malam, tidak mungkin aku lepaskan kalau dia mencuri lagi.” Benar, pada malam ketiga pencuri itu datang dan mencuri lagi.

Maka, Abu Hurairah seperti janji pada dirinya akan melaporkan dan membawa pencuri itu kepada Nabi, Abu Hurairah tidak akan melepaskannya.

Namun, sebelum berangkat menghadap Nabi, pencuri itu meminta kepada Abu Hurairah untuk sedikit berbicara dan Abu Hurairah mempersilakannya. “Hai Abu Hurairah, maukah kamu saya beri amalan-amalan?” begitu kata pencuri tadi kepada Abu Hurairah.

Abu Hurairah langsung kaget, dalam hati ia berkata, “Ini pencuri kok mau ngasih amalan-amalan. Jangan-jangan dia seorang ustaz.” Abu Hurairah pun penasaran. Maklum, para sahabat Nabi senang dengan amalan-amalan.

Amalan apakah itu?” tanya Abu Hurairah. Pencuri tadi menjawab, “Hai Abu Hurairah, bacalah ayat Kursi sebelum kamu tidur maka Allah akan menjaga kamu malam itu dari godaan setan.” Mendengar jawaban itu, Abu Hurairah langsung melepaskannya.  

Dalam hati, ia berkata, “Pencuri ini benar-benar seorang ustaz.” Esok harinya, Nabi menanyakan hal itu lagi kepada Abu Hurairah dan Abu Hurairah menceritakan pencuri itu memberikan amalan. Nabi kemudian menanyakan, “Amalan apakah itu?”

Abu Hurairah menjawab seperti yang dikatakan pencuri itu tadi malam. Nabi berkata, “Amalan yang dia berikan itu benar, tetapi dia itu bohong.” Nabi kemudian bertanya, “Hai Abu Hurairah, tahukan kamu siapakah yang datang tiga malam berturut-turut itu?

Abu Hurairah menjawab, “Tidak tahu.” Nabi berkata, “Dia itu adalah setan.” Dari hadis ini, ada pelajaran menarik. Pertama, setan dapat menjelma menjadi manusia.

Kedua, dalam rangka mengecoh dan mencari korban, setan dapat menjelma menjadi sorang ustaz ataupun ustazah dengan segala atribut dan nasihat-nasihatnya. Di sinilah, banyak orang terkecoh dengan penampilan setan.

Apabila yang digoda seorang yang senang beribadah, setan tidak akan menyuruhnya bermain judi, mencuri, korupsi, dan sebagainya. Tetapi, setan menyerunya melakukan perbuatan yang lahiriahnya adalah sebuah ibadah.

Ketika sebuah ibadah dilakukan tidak dalam rangka menjalankan perintah Allah dan atau rasul-Nya, apalagi dalam rangka memenuhi keinginan selera alias hawa nafsu yang dibisik oleh setan, di sinilah ibadah itu bukan untuk Allah, melainkan untuk setan.

Untung, Abu Hurairah diberitahu Nabi bahwa wiridan tersebut benar, sehingga ia megamalkannya bukan karena mengikuti perintah setan, tapi mengikuti perintah Nabi.

Hadis ini juga memberikan peringatan kepada kita agar hati-hati menghadapi rayuan setan karena boleh jadi setan betina tampil dengan jilbab dan busana Muslimah dan setan jantan tampil dengan berkalung serban.

Sumber

Al-Quran = Bio Energi
External image

Hari ini saya ikut serta kajian Ustadz Bakhtiar Nasir di Masjid Raya Pondok Indah yang setiap hari selasa membahas Tadabbur Al-Quran dan dilanjutkan denga bahasan tentang Kerasukan Jin dan Syaithan. Beliau memberi materi dengan pimpinan pesantren Ibadurrahman dari Kutai Kartanegara yaitu kyai Akhwan. Beliau punya lembaga Rehabilitasi dan Terapi di Indonesia dan sudah pengalaman di dunia…

View On WordPress

Ada yang tidak sabar dengan bacaan qur'annya yang terus salah. Admin saja sebulan setengah hanya belajar cara membaca huruf Siin. Dan itu belum membaca Basmallah.
—  Bersabar dalam berilmu adalah ciri pembelajar yang beradab. Sedangkan terburu-buru adalah ciri syetan.

Start your day with bismiillah!
Mari awali hari dengan bismillah🌈
.
.
.
Jabir bin Abdullah berkata: “Saat Bismillahir rahmanir rahim turun, mendung tebal bergeser dan bergerak ke arah timur dan angin pun terhenti, air laut bergelora dan bergelombang, hewan-hewan mendengarkannya dengan seksama, dan syetan-syetan dilempari bintang dari arah langit. Dan Allah bersumpah dengan kemuliaan dan keagungan-Nya, bahwa tidaklah sesuatu dinamakan dengan menggunakan nama-Nya kecuali Allah akan memberkahinya.”

(Tafsir Ibnu Katsir: 1/22 dan Fathul Qadir: 1/18).
.
.
.
Rasulullah s.a.w bersabda, ‘Barangsiapa membaca Basmalah dengan keyakinan yang mantap, maka gunung-gunung akan bertasbih bersamanya, hanya saja dia tidak mendengar suara tasbihnya sama sekali.” (HR. Abu Na’im dan ad-Dailami)
.
.
.
.
#bismillah #startwithbismillah #bismillahirrahmanirrahim #quoteoftheday #islamicquote #kutipanislami #inspirasi #inspiring #lettering #brush #blackandwhite #black #white #script #font #typography #typographyinspired #text #inspired #instagood #2016

Suatu hari..
Di sebuah tempat..
Diskusi Jamaah dan Pak Ustadz..

Pesan moral: Banyak mendengar.. sedikit bicara

**

Jamaah : “ Ustadz, bagaimana hukumnya berhubungan dengan dunia maya .. sebab.. ”

Ustadz : “ Kalo Maya bukan muhrimnya, maka hukumnya haram …”

Jamaah : “ Maaf tadz.. Maya bukan perempuan … tapi.. itu.. ”

Ustadz : “ Nah! Apalagi itu! LGBT! Lagi trend sekarang. Ga boleh, berhubungan dengan sesama lelaki itu neraka jahannam tempatnya!”

Jamaah : “ Tadz, Maya itu bukan laki-laki juga bukan perempuan. Ia tidak berwujud, jadiii.. ”

Ustadz : “ Astagfirulloh.. Bergelut dengan dunia syetan?! Jelas musyrik itu ”

Jamaah : *garuk-garuk tanah, nyungsep, tutup lagi tanahnya*

#hepiWiken
#istirahat
#senyum

🌻 Adab Membaca Al Qur'an 🌻

بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم


1⃣ Awali tilawah Qur'an dengan membaca ta'awudz. Allah Subhanahu wa Ta'alaa berfirman yang artinya :

“Apabila kalian akan membaca Al Qur'an maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk.”
(QS. An Nahl : 98).

🍓🍥🍓🍥🍓🍥🍓🍥

2⃣ Perhatikan hukum-hukum tajwid dan saat membunyikan huruf-huruf sesuai dengan makhrojnya serta membacanya dengan tartil (perlahan-lahan). Allah Subhanahu wa Ta'alaa berfirman yang artinya :

“Dan bacalah Al Qur'an dengan perlahan-lahan.”
(QS. Al Muzzammil : 4)

🍓🍥🍓🍥🍓🍥🍓🍥

3⃣ Disunnahkan memanjangkan bacaan dan memperindah suara saat membacanya. 

Anas bin Malik pernah ditanya, “Bagaimana bacaan Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam terhadap Al Qur'an.”

Anas menjawab : “Bacaannya panjang (mad), kemudian nabi membaca "بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم” sambil memanjangkan “bismillahi” dan memanjangkan bacaan “ar rohmaani” , dan memanjangkan bacaan “ ar rahiim”.
(HR. Bukhari).

Dan Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam juga bersabda :
“Hiasilah suara kalian dengan Al Qur'an.”
(HR. Abu Dawud).

🍓🍥🍓🍥🍓🍥🍓🍥

4⃣ Dengarkanlah bacaan Al Qur'an dengan baik dan diam, tidak berbicara.

Allah Subhanahu wa Ta'alaa berfirman yang artinya :
“Dan apabila dibacakan Al Qur'an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.”
(QS. Al A'Raaf : 204).

🍓🍥🍓🍥🍓🍥🍓🍥

5⃣ Termasuk sunnah adalah berhenti membaca apabila sudah mengantuk, karena Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :

“Apabila salah satu diantara kalian bangun di malam hari, lalu lisannya sulit untuk membaca Al Qur'an hingga tidak menyadari apa yang dibaca, maka hendaknya dia berbaring (tidur).”
(HR. Muslim).

🍓🍥🍓🍥🍓🍥🍓🍥

6⃣ Mengeraskan dan merendahkan bacaan. Dari Uqbah bin Amir Al Juhari ra mengatakan bahwa Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda yang artinya :

“Orang yang mengeraskan bacaan Al Qur'an seperti orang yang bersedekah secara terang-terangan, dan orang yang melirihkan bacaan Al Qur'an seperti orang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi.”
(HR. Abu Dawud).

🍓🍥🍓🍥🍓🍥🍓🍥

7⃣ Tidak menyela bacaan Al Qur'an. Memotong bacaan Al Qur'an dengan percakapan, tertawa, bermain-main atau melihat sesuatu yang mengalihkan perhatian dari melihat Al Qur'an hukumnya makruh. Dari Nafi’ ra berkata yang artinya :

“Ibnu Umar apabila membaca Al Qur'an tidak menyela dengan suatu pembicaraan sampai beliau menyelesaikan bacaannya.”
(HR. Bukhari).

🍓🍥🍓🍥🍓🍥🍓🍥

8⃣ Melakukan sujud tilawah saat menemukan ayat-ayat sajadah. Dari Ibnu Umar ra, ia berkata :

“Nabi (pernah) membacakan surat untuk kami yang didalamnya terdapat ayat sajadah. Kemudian beliau sujud, maka kamipun sujud sampai-sampai salah seorang diantara kami ada yang tidak mendapatkan tempat untuk melakukan sujud.”
(HR. Bukhari).

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ


🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻
🅾AIHQ REGULER🅾
🍃Dept. Kaderisasi🍃
➖➖ O . D . O . J ➖➖

E-KTP

Caution :
Tulisan ini bukan membahas tentang kekurangan dari proses pembuatannya

Hidup bisa dianalogikan seperti proses pembuatan E-KTP. Ceritanya saya sudah merekam data saya sejak 2 tahun lalu, beberapa hari setelah saya memasuki babak usia 17 tahun.

Singkat cerita, ketika saya mau mengambil beberapa bulan setelahnya, E-KTP saya belum jadi, padahal beberapa teman saya yang belum lama merekam saat itu sudah jadi dan sudah bisa diambil.

Disana saya mulai merasa kecewa, ditawarilah jalan pintas yang suka dianggap sebagai “pertolongan”. Dengan dibrondongi “ancaman” berupa pengumpulan berkas ulang dari awal, sempitnya waktu, kebutuhan akan E-KTP tersebut.

Berat sekali rasanya menolak, merasa hidup ditekan oleh kebohongan, tipu muslihat syetan tampak nyata merayu-rayu saya berbuat yang kurang benar meski terlihat sepele.

Akhirnya saya memutuskan pending, dan bergerak kemudian hari, mencoba bergerak ke spot lain (kecamatan), berbekal surat pengantar, dan berangkat lagi ke dinas kependudukan.

Alhamdulillah Allah mudahkan, E-KTP sudah jadi dengan mengantri sekitar 2 jam dan 5 menit untuk dicetak, hasil bermodal nekat tanpa berkas-berkas yang saya kumpulkan diawal.

Ibrah :
Hidup ini benar-benar harus diperjuangkan dengan kebenaran dan keberanian. Akan ada banyak tekanan yang seakan-akan memaksa kita melakukan hal yang kurang benar. Tinggal yang mana pilihanmu? :“)

AF
Diperjalanan Makrab Angkatan

Perbedaan Syetan Dan Manusia

Banyak perbedaan antara mahkluk Allah yaitu syetan dan manusia. Walaupun demikian juga ada Kesamaannya. 

Kesamaan syetan dan manusia adalah:
1. Diberikan kebebasan, taat / tidak taat.  Beda dengan malaikat yang selalu taat. 
2. Sama sama melanggar aturan Allah. (syetan tidak mau sujud) (manusia mendekati bahkan makan buah pohon terlarang)
3. Sama sama diusir dari surga (more…)

View On WordPress

Chord Gitar Dangdut Rita Sugiarto Tangan Tangan Hitam

Am
Terkadang aku tak mengerti
Melihat kehidupan ini
Am
Mengapa si kecil yang tak berdosa
B                                 C
Harus jadi korban angkara murka
Am
Mengapa si kecil yang tak berdosa
B                                 C
Harus menerima beban derita

Int : Am Cm D# Cm-Am

(**)
Am
Sungguh tersayat rasa hati
Melihat kekejaman ini
Am
Mengapa oh Tuhan engkau biarkan
B                                      C
Tangan tangan hitam menjamah sutra
Am
Mengapa oh Tuhan engkau biarkan
B                                       C
Hamba hamba syetan menyakitinya

Music : Am Bb B C
            Am C Cm Am C Am
            Am…..B…Am..  (2x)

[Reff:]
       Am                 Dm
Oh Tuhan bebaskan dia
G                   F                Am
Dari cengkeraman yang menyiksa
       Am               Dm
Tak tega ..aku tak tega
G            F             Am
Melihat dirinya menderita

Int : Am…B….., Am…

      Am                  Dm
Oh Tuhan bebaskan dia
G          F              Am
Dari segala beban derita
          Am                 Dm
Timpahkan… padaku saja
G            F                Am
Kurela sebagai penggantinya

      G                Am
Dia butuh kasih sayang
   F                      Am
belaian nan penuh manja
          G               Am
Janganlah Engkau pisahkan
       F             Am
Dia dan orang tuanya

Betapa Baik Allah SWT Pada Kita

Ini pula membuat pikiran suka geleng-geleng dengan sikap manusia tak pernah mau mensyukuri dan tidak pernah merasa cukup dengan segala kenikmatan yang diperoleh. Apaka begini sifat manusia sesungguhnya? Apakah manusia sudah terbawa nafsu jelek atau terikuti dengan godaan setan? Hal ini dijelaskan dalam QS.Al Faathir: 6 “Sesungguhnya syetan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh bagi(mu) karena sesungguhnya syetan-syetan itu hanya mengajak golongan supaya mereka menjadi penghuni nereka yang nyala-nyala”.

Baca selengkapnya di: http://www.dakwatuna.com/2016/01/30/78723/betapa-baik-allah-swt-pada-kita/

Makna kata "LILLAH"

Mau sedikit sharing tentang materi liqa’ kemarin. Ah, Alhamdulillah nggak jadi kehasut syetan buat nggak dateng liqa’ cuma gara-gara mendadak bad mood. Hehe. Emang harus sedikit memaksa diri sendiri biar semangat dateng. Karena ternyata emang nggak akan pernah rugi kalau dateng ke majelis ilmu. Apalagi kemarin cerita dan diskusinya bikin betah, dari jam 2 siang sampai menjelang maghrib.

Nah, materi utama yang disampaikan murabi saya kemarin adalah tentang makna kata “lillah”. Ada 3 makna kata “lillah” itu sendiri, yaitu:

1. Liillaahirabbil’ aalamiin
Penggalan kalimat ini bisa kita temui di ayat pertama Surat Al Fatihah, yang artinya “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam”. Maknanya sendiri adalah bahwa Allah itu Rabb pencipta dan pengatur alam semesta, dimana semua makhluk wajib tunduk kepadaNya. Bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, angin, tumbuhan, dsb senantiasa berdzikir kepada Allah dan mematuhi ketetapannya. Selain itu Allah juga sudah mengatur takdir hamba-hambaNya. Sebenarnya, tugas kita sebagai manusia itu sederhana, hanya tunduk dan patuh kepada Allah. Tapi kenyataannya, manusia dan jin adalah makhluk yang seringkali ingkar, bahkan senang sekali mengadakan tawar menawar dengan keputusan Allah.
Contoh gampangnya begini, setiap wanita muslim kan wajib menutup aurat dan menggunakan hijab, tapi tidak sedikit dari mereka yang terhasut dan masih enggan memahami betul perintah itu, dengan berkilah “Ah, ngapain pake hijab kalau kelakuan masih begajulan?”, trus akhirnya mengadakan semacam “tawar menawar” kepada Allah dengan ngomong seperti ini “Ya Allah, nggak papa lah ya saya ntar aja pake hijabnya soalnya belum siap dan kelakuan masih begajulan gini, daripada diomongin orang. Yang penting hijabin hati dulu aja lah ya.” Nah…banyak banget ya sebenarnya kita temui kasus seperti ini?. Belum tentu loh dia pada akhirnya beneran bisa pakai hijab. Padahal aturan itu kan sudah jelas dan hukumnya wajib.

Sejatinya, manusia itu memang “dzaluman jalulah” atau manusia yang dzalim dan bodoh. Tapi semoga kita terhindar dari itu ya, karena orang beriman akan menerima segala ketetapan Allah dengan lapang dada.

2. Lillaahi maafissamaa waati wamaa fil ardh
Yang artinya “Milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi” (Q.S Al Baqarah 284). Maknanya, kita harus yakin bahwa segala sesuatu yang ada di bumi dan langit itu milik Allah dan kita juga harus yakin bahwa itu semua pada akhirnya akan kembali padaNya. Sehingga, kita tidak boleh mencintai atau menyukai sesuatu secara berlebihan. Karena kelak saat kita kembali padaNya, kita tidak akan membawa satupun harta benda yang kita miliki itu.

3. Hidup itu untuk mengabdi kepada Allah SWT
Tidak ada dzat lain yang wajib disembah dan tempat kita mengabdi selain Allah SWT. Segala sesuatu yang kita kerjakan pun harus senantiasa dengan niat mengharap ridha Allah SWT.
Ada sebuah kisah mengenai sahabat Umar bin Khatab ra. dan Abu Bakar Ash Shidiq ra., dimana keduanya sangat suka berlomba-lomba pada kebaikan, salah satunya adalah dalam berinfaq. Suatu hari Umar ra. menginfaq-kan setengah hartanya di jalan Allah, sedangkan Abu Bakar ra. menginfaq-kan semua hartanya di jalan Allah. Hal itu tentu saja menjadi perbincangan banyak orang dan akhirnya terdengar oleh Rasulullah SAW. Mengetahui hal itu, Rasulullah lalu menemui Abu Bakar ra. untuk menanyakan apakah Abu Bakar benar-benar telah menginfaq-kan seluruh hartanya. Beliau ditanya sampai 3x, dan menjawab bahwa Insya Allah beliau sungguh-sungguh telah menginfaq-kan seluruh hartaNya di jalan Allah. Mendengar hal itu, Rasulullah bertanya kembali “Jika seluruh hartamu telah kau infaq-kan, lalu apa yang kau punya sekarang?”. Abu Bakar pun menjawab dengan mantap “Aku punya Allah”. Rasulullah kemudian berkata dengan bangga “Kamu akan bersamaku kelak di syurga.”
Maasya Allaah, selain Abu Bakar ra. terkenal akan kedermawanannya, beliau juga terkenal sebagai sahabat Rasulullaah yang selalu percaya dengan apa saja yang dikatakan oleh Rasulullah. Tidak hanya harta yang diberikan di jalan Allah, jiwanya pun seutuhnya dibaktikan kepada Allah. Oleh karena itu Rasulullah memberikan gelar spesial “Ash Shidiq” kepada Abu Bakar ra. Semoga kita bisa meneladani kedermawanan Abu Bakar Ash Shidiq ya.

Wallaahu a'lam bish shawab. Semoga bermanfaat :)

Lo tau sampah gak?

Pergi lah, ku mohon. Rasa ini datang pada saat yang belum tepat. Aku takut kita akan saling menyakiti, karena terjalin dalam hubungan yang tidak halal. Bukan cinta yang akan bersemi, tapi nafsu yang berbalut keindahan dunia. Menggoda kita dengan kesenangan dan melupakan kewajiab-kewajiab kita. Aku tidak mau mengganggu mu dan menggoyahkan imanmu. Sedikit pun aku tidak mau menjadi jalan syetan untuk menjerumuskan dirimu ke api neraka. Jika saatnya telah tiba dan kita ditakdirkan bersama. Disitu kita akan merasa yakin jika doa itu nyata. Biarlah hati ini merasa sakit untuk sebentar, dan menyibukan diri dengan tugas-tugas yang ada. Karena hadir mu di saat yang tepat akan menjadikan penantian menjadi suatu saat yang dirindukan. Aku tidak akan pergi

Pergilah

“Pergi lah, ku mohon. Rasa ini datang pada saat yang belum tepat. Aku takut kita akan saling menyakiti, karena terjalin dalam hubungan yang tidak halal. Bukan cinta yang akan bersemi, tapi nafsu yang berbalut keindahan dunia. Menggoda kita dengan kesenangan dan melupakan kewajiban-kewajiban kita. Aku tidak mau mengganggu mu dan menggoyahkan imanmu. Sedikit pun aku tidak mau menjadi jalan syetan untuk menjerumuskan dirimu ke api neraka.

Jika saatnya telah tiba dan kita ditakdirkan bersama. Disitu kita akan merasa yakin jika doa itu nyata dan cinta sejati akan membawamu ke surga. Biarlah hati ini merasa sakit untuk sebentar, dan menyibukan diri dengan tugas-tugas yang ada. Karena hadir mu di saat yang tepat akan menjadikan penantian menjadi suatu saat yang dirindukan. Aku tidak akan pergi.”

By : Unknown (Posted by hipwee)

Kemaren malam kembali ke setorkan hafalan ku kepada ustadz dewangga. Selesai setoran kutanyakan beberapa pertanyaan padanya. Kuadukan sulitnya diriku memurojaah hafalanku dan mudahnya ku lupa. Ustadz mengatakan pada ku untuk kembali mengevaluasi niatku. Yah, niat kan menentukan bagaimana keridhoan-Nya pada kita. Beliau menceritakan kisah ustadz adi, yg ketika dulu ia menghafal karena diberi hadiah oleh orang tuanya, tapi ketika orang tuanya meninggal ia ubah niatnya, ia niatkan menghafal karena Allah dan menjadikan hadiah untuk kedua orang tuannya. Akhirnya ia pun mudah untuk menghafal alquran. Ustadz dewangga mengajarkanku untuk terus beristighfar pada-Nya, Astaghfirullah innahu kaana Ghaffara, seperti dalam surat nuh. Beliau pun menceritakan kisah seorang yang ia selalu mendapatkan apa yang dia inginkan tatkala beristighfar, termasuk bertemu dengan ustadz ahmad bin hambali. Ustadz dewangga mengingatkan kembali bahwa ilmu adalah cahaya, maka jauhilah maksiat, sehingga ilmu itu bisa masuk kedalam hati-hati kita juga.

Kedua kutanyakan tentang sulitnya ku menjaga wudhu, dan keraguanku tatkala sdh berwudu. Beliau mengatakan, bahwa keraguan datang dari syetan, dan itulah tujuan syetan untuk kita. Maka perbanyaklah membaca doa-doa perlindungan. Bacalah al ikhlas, al falaq, an nas 3x tiap pagi dan petang.

Semoga aku bisa istiqomah, bisa terus meluruskan niat. Bisa terus beristighfar tatkala ku mulai menyimpang. Rabbana bimbinglah aku..

Betapa Baik Allah SWT Pada Kita
External image

Ini pula membuat pikiran suka geleng-geleng dengan sikap manusia tak pernah mau mensyukuri dan tidak pernah merasa cukup dengan segala kenikmatan yang diperoleh. Apaka begini sifat manusia sesungguhnya? Apakah manusia sudah terbawa nafsu jelek atau terikuti dengan godaan setan? Hal ini dijelaskan dalam QS.Al Faathir: 6 “Sesungguhnya syetan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh bagi(mu) karena sesungguhnya syetan-syetan itu hanya mengajak golongan supaya mereka menjadi penghuni nereka yang nyala-nyala”.

Konten Betapa Baik Allah SWT Pada Kita ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com.

External image

Baca selengkapnya di: http://ift.tt/20c94n6
Semoga aku dan kamu tak membuat setan bahagia

Al Qur’an menjelaskan tentang pendirian dan keteguhan syetan untuk menyesatkan manusia dari jalan yang lurus dan menghalanginya masuk kejannah. Allah berfirman,

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ(16)ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ(17)

Iblis menjawab, “Karena Engkau telah menghukumku sesat, aku benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan-Mu  yang lurus, kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta`at).” QS.  Al A’raaf; 16-17.