syars

Jadi gini sederhananya, kalau kita sudah mengambil pilihan untuk tidak lagi upload foto di Socmed, untuk tidak lagi pacaran ya jangan lagi follow akun yang masih upload foto yang masih pacaran.
Jangan lagi membaca opini-opini yang membolehkan upload foto atau pacaran.
Kalau kamu sudah mantap berhijab syar’i, menggunakan gamis dan kerudung lebarmu hingga kaos kakimu, jangan sering sering liat Fashion hijjabers, nanti jadi goyah jadi pengen pakai celana lagi, jadi pengen di puter puter lagi pakai kerudungnya.

Masalahnya hati kita mudah terbolak-balik, mudah terpengaruh.
Jangan anggap remeh, sebab kadang hati kita pun lemah dan iman menurun. Karenanya kita berhak membangun tembok yang kuat untuk melindungi diri.
Kecuali kita sudah merasa kuat dan tidak terpengaruh ya tidak apa-apa.
Tapi sekali lagi, diri kita itu mudah beradaptasi. Kita berada di lingkungan orang-orang shalih kita akan terbawa menjadi shalih.

Mungkin kita di anggap sok alim. Yaudah ngga papa, jawab aja iya. Mau ngejelasin gimanapun, kalau memang mereka ngga suka ya ngga suka aja sama kita.

Toh penilaian Allaah cukup kan buat kita, Allaah yang akan menguatkan kita.

Dan banyak kog akun muslimah-muslimah yang teguh pada pendiriannya buat ga upload foto, ga pacaran, dan istiqomah dengan hijab syari’inya.
Bahkan di akun mereka justru banyak sekali ilmu-ilmu yang mereka bagikan. Mendekatlah dengan mereka, ikuti kebaikan mereka, berkumpullah dengan mereka yang sama pendiriannya denganmu.

Tetaplah cantik dengan kesederhanaanmu, Oiya..sederhana itu harus rapi ya bukannya pakai baju lusuh, meski kita ga di bolehkan lagi pakai parfum bukan berarti kita bau badan.
Dan tetaplah bermualamah dengan baik ya, 
tetaplah bersinar dengan cantiknya hatimu dan akhlakmu! :)

Kuatlah dengan pendirianmu, sempurnakan taubatmu!
Sabar sebentar, sabar dalam ketaatan. Surga-Nya Allaah menantimu,
duhai muslimah yang katanya bidadari surga :)


———–
Mohon maaf kalau terkesan menasehati, karena banyak pertanyaan yang sama menyapa saya. Semoga tulisan sederhana ini menguatkan kita untuk sama-sama berhijrah ya!

Salam,
Menyapa Mentari.

ukhtiekece  asked:

kalo ada cowok tampilan "ikhwan" juga "aktivis dakwah" juga sering gembar gembor kalo dia penghapal qur'an, tapi ternyata dibalik itu semua dia rajin chat akhwat sana sini. enaknya diapain ya mas ?

DELETE.

Ilmu menundukan pandangan dan jaga dirinya belum ia amalkan dengan baik. Akhwat itu diseriusin bukan dichat ataupun dimodusin.

Tp semoga saja ia chat karna memiliki udzur yang sangat syar'i. Jadi sebelum delete pastikan kita punya udzur kepadanya.. Wallahu ‘alam..

©Ibn Syams

anonymous asked:

Assalamu'alaikum mba jana. gmna pndpat mba ttg kerudung syar'i tp byk model2nya? Dan jga semkin menjamurnya model2 pashmina instan yg syar'i? Bukannya kita hrus mngenakan kerudung yg sederhana? Toh tujuan brkerudung adlh menutupi kecantikan

Wa'alaikumussalam Wr. Wb.

Syar'i itu bukan sekedar jargon, tagline atau apalah sebagai pemanis produk biar laris manis. Harus dikembalikan kepada standar syar'i. Kita juga jangan hanya dengar ada embel-embel syar'i nya lalu dipakai tanpa diperhatikan lagi syarat-syarat berkerudung.

Kalo berkerudung jangan sekedar pakai kerudung. Karena perempuan jahiliyah berkerudung juga. Ya jangan sampai kita menyerupai perempuan jahiliyah dari segi niat dan cara.

Perempuan Badui pada masa jahiliyah menutupi kepalanya dengan kerudung sebagai pelindung rambut dari sengatan matahari. Kerudungnya dijulurkan sampai dada. Sementara krah atau belahan baju atas akan terlihat jika kerudung itu terbuka/tersingkap. Pada sumber lain dikatakan, kerudung mereka diberikan pemberat dikedua ujungnya lalu dilibaskan kebelakang.

Jadi perempuan jahiliyah menggunakan kerudung bukan karena aspek spiritual. Tapi hanya keadaan dan faktor manfaat saja; semata untuk melindungi rambut dan kepala dari panas matahari ditengah padang pasir.

Kemudian datanglah Islam mengatur soalan pakaian; kerudung dan jilbab. Dengan membedakan diantara keduanya dan memberitahu cara pemakaiannya.

Dalam surah An-Nuur: 31 terdapat kata “khumur” yang merupakan jamak dari “khimar” yang artinya ialah kerudung. Menurut Tafsir Ath-Thabari, 19/159; Ibnu Katsir, 6/46; Ibnul ‘Arabi, Ahkamul Qur`an, 6/65, khimar (kerudung) ialah apa-apa yang dapat menutupi kepala.

“…. hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya” (QS. An-Nuur: 31)

Kerudung wajib diulurkan ke atas dada. Tidak boleh diikat kebelakang apalagi dililit-lilit sampai leher tercekik.

Dalam menafsirkan ayat “wal-yadhribna bi-khumurihinna ‘ala juyubihinna” pada surat An-Nuur : 31 di atas, Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani dalam kitabnya Nizham al-Ijtima’i fil Islam mengatakan, bahwa khumur (bentuk jamak dari khimaar) artinya adalah apa-apa yang digunakan untuk menutupi kepala (maksudnya : kerudung). Sedang juyuub (bentuk jamak dari jayb) artinya adalah tempat yang terbuka pada baju atau kemeja (maksudnya : kerah/lubang baju).
Artinya, kerudung (khimar) cukup diulurkan diatas (menutupi sampai) krah (juyub)/lubang baju; tempat untuk masuknya kepala saat pakai baju, sudah cukup untuk memenuhi kriteria syar'i.

Jadi, kerudung bukan saja menutup kepala tapi juga menutup leher dan dada. Kalau misalnya mau dipanjangkan lagi itu pilihan dan bentuk kehati-hatian.

Kerudungnya juga yang tebal atau tidak tembus pandang. Kalo masalah motifnya sih terserah. Mau kamu pakai yang polos, bunga-bunga, warna-warni, terserah mau pakai corak yang gimana. Yang penting bukan gambar makhluk bernyawa.

Dari pertanyaan kamu, perlu dibedakan antara “label” syar'i dengan bahan dan model kerudung. Misal kamu pakai pashmina, bisa jadi tetap syar'i kerudung pashminanya kalo sudah menutupi dada dan tidak tembus pandang/tebal. Tapi akan menjadi tidak syar'i kalo dililit sana sini diatas dada dan ngepres dileher atau kepalanya udah kayak punuk onta. Atau misal kamu pakainya kerudung instan langsung pakai, ukurannya udah menutup dada tapinya masih diperpendek lagi atau digaya-gayain sampai tidak memenuhi syarat syar'i. Jelas ini gaboleh.

Kalo melihat banyaknya model-model kerudung sekarang ini, terutama yang tidak memenuhi standar syar'i, adalah bentuk pengaburan identitas muslimah.

Kita bisa mengenali seorang muslimah dari caranya berbusana kan? Namun disinilah nilai-nilai Islam bisa disusupi dan diliberalisasi. Lihat saja perkembangan mode busana muslimah hari ini, tidak lagi bersandar pada Al Qur’an surat An-Nuur ayat 31 dan Al-Ahzab ayat 59, serta hadits-hadits terkait. Standar pakaian muslimah telah mengadopsi mode busana New York atau Paris lalu ditempelkan sedikit aksesori Islamnya.

Akibatnya, tergodalah kaum muslimah mengikutinya. Mereka mengenakan busana muslimah bukan lagi karena dorongan takwa melainkan tuntunan mode dan tren terkini serta pengagungan nilai artistik ditengah gaya hidup permisif dan pluralis.

Ujung-ujungnya, kaum muslimah menjadi pasar empuk bagi industri baju muslim dan sangat menguntungkan para pengusaha. Dalam Indonesia Islamic Fashion Consortium (IIFC), Indonesia dengan penduduk muslim terbesar sedang ditargetkan oleh pemerintah dan para pelaku industri mode menjadikan negeri ini kiblat mode muslim dunia pada tahun 2020. Sebab saat ini Indonesia tercatat memiliki tingkat ekspor busana muslim yang besar ke negara-negara muslim seperti Malaysia, Turki, Brunei Darussalam, Uni Emirat Arab, dan negara-negara lainnya di Timur Tengah. (Sepertinya saya pernah munliskan ini tahun lalu).

Tanpa sadar, arus opini menghanyutkan kita. Memganggap model busana yang digunakan sebagai pendapat dan pilihan pribadi, padahal itu adalah pilihan dan buah pikiran pihak lain yang secara masif ditanamkan dalam otak kita melalui media massa, terutama media sosial.

Sadar atau tidak, ini adalah bentuk serangan pemikiran asing yang dialamatkan ke kaum muslimah agar mengaburkan lalu menanggalkan identitasnya.

Tipe Followers Tumblr

Jadi, ini hanya serupa selintas ide ketika membuka email dan mendapatkan notifikasi “akun ini memfollow anda”. Bacanya gak usah pakai emosi ya, kan lagi puasa, biar gak batal aja puasanya gitu. Anggap saja bacaan ini hanya sebagai hiburan semata.

Tipe pertama : Follower Yang Haus Ilmu.
Tipe Followers ini adalah dia yang memfollow hanya akun-akun tertentu. Semisal, doi haus ilmu agama, pasti yang dia follow hanya akun-akun yang menuliskan beberapa nasehat islami, dan lainnya yang berhubungan dengan ilmu syar'i. Jangan harap dia mau follow akunmu jika isinya tak ada faedah sama sekali buatnya.

Tipe kedua : Follower Tersakiti
Tipe Follower ini lebih banyak follow akun yang sering nulis tentang luka. Suka reblog tulisan yang menunjukkan bahwa dialah yang paling disakiti di dunia ini. Sering curhat dan datangnya musiman, perginya pun gak pernah pamit, udah kayak jelangkung.

Tipe ketiga : Follower Setia
Tipe Follower ini adalah yang paling disukai sama semua akun. Kenapa? Karena dia adalah follower setia. Jadi, mau kamu posting tulisan gak berfaedah pun dia bakal tetap jadi followersmu. Follower tipe ini adalah dia yg Love at the first sight sama tulisan si pemilik akun yang dia follow, tak peduli tulisannya tiap bulan kian berubah.

Tipe keempat : Follower Yang Pengen Move On
Kalau tipe ini, dia adalah yang suka follow akun yang bisa menguatkannya. Akun yang bisa membuatnya tegar bak karang dilautan. Kebanyakan akun yang di follow pasti yang berisi tulisan-tulisan yang mengatakan bahwa waktu akan menyembuhkan, atau tulisan-tulisan yang menguatkan batinnya bahwa akan ada seseorang yang datang padanya.Padahal mah mau move on, banyakin ibadah saja, banyakin ingat Allah saja, ntar juga lupa sendiri kok.

Tipe kelima : Follower Musiman
Tipe ini yang paling bikin gemes. Doi suka datang di saat-saat dia butuh saja. Misalkan, doi butuh asupan ilmu agar imannya kuat, doi bakal follow akun yang berisikan banyak tulisan islami. Sekalinya akun yang dia follow udah jarang posting bakal dia unfollow. Terus pas si akun aktif nulis lagi, dia follow lagi. Bisa dibilang tipe ini adalah follower yang plin-plan.

Tipe keenam : Follower Yang Gak Enakan
Untuk tipe satu ini, dia adalah tipe yang tiap kali diminta “sis follow akunku ya” dia pasti bakal langsung follow, karena gak enak sama yang minta. Tipe follower ini adalah yang mengutamakan bahagia orang lain dibanding bahagianya sendiri. Tipe ini juga paling enak dibegoin, minta pinjem duit pasti dikasih, soalnya gak enak kalau gak bantuin temen.

Tipe ketujuh : Follower Endorse
So, kamu pengen tahu banyak akun yang tulisannya bagus-bagus? Coba tanya temanmu yang suka cerita, “ehh kamu follow akun ini gak? tulisannya bagus loh, doi juga ganteng.” Nah paling sering tipe ini sih langsung ngechat kamu duluan buat endorse akun yang dia suka. Tapi hati-hati, setelah endorse dan mendapati tulisanmu tak lagi sebagus dulu, siap-siap di unfollow saja.

Demikianlah, blabbering tak jelas siang ini. Jadi, kamu masuk tipe followers yang mana?

anonymous asked:

Mau nanya dong sekalian curhat hehe. Semenjak kuliah dan pisah sama temen-temen se-genk, aku jadi unmotivated buat ngaji. Kan biasanya dulu sering seminggu sekali di akhir pekan, dan jadi moment bahagia sekali. Sekarang kok jadi males-malesan gini meski udah dapet kelompok baru :'( selalu pengen nyari alesan yg nggak syar'i tapi disyar'i-syar'i kan untuk izin ga ikut ngaji. Gimana, nih? Nasihatin aku dong :(

1. Jangan menggantungkan kebahagiaan diri sendiri kepada orang lain. Karena menjadi bahagia adalah tanggung jawab pribadi.

2. Membuka hati. Karena ketika membuka hati, Dia akan mengganti teman lama dengan teman yang baru. Mungkin tak lebih asyik. Tapi pasti yang terbaik. Kalau masih ngerasa nggak terbaik, berarti belum membuka hati dan belum mau menerima.

(selfreminder)

3

-Pulang Ke Rumah-
Part 1

Hijab ternyaman seorang muslimah bukanlah pakaian syar'i dengan bahan dan jahitan terbaik.

Hijab ternyaman seorang muslimah ialah rumahnya.

Hijab terbaik seorang muslimah bukanlah hijab cantik yang membuatnya semakin senang keluar rumah.

Hijab terbaik seorang muslimah ialah ia berada didalam rumahnya, dalam rangka meraih Ridho Allah sesuai dengan Firman Allah :

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

“Tetaplah kalian tinggal di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah bertabarruj (berpenampilan) sebagaimana penampilannya orang-orang jahiliyah yang pertama.”

(Al Ahzab: 33)

Hijab sesungguhnya yang membuatnya terjaga
Tempat ia bisa mempercantik diri untuk suaminya
Tempat ia menjadi ratu untuk anak - anaknya

Jadilah mulia dengan benar - benar berada didalam dirumah.

Rumah,

Berbeda dengan laki - laki, untuk meraih surga seorang muslimah hanya diberi 4 syarat ; Menjaga Sholat 5 waktu, Berpuasa dibulan Ramadhan, Menjaga Kehormatan dan Taat kepada suami.

Pintu surga mana lagi yang ingin kita cari, hingga kita lupa dan merasa sibuk berbuat banyak hal diluar rumah namun lalai dengan yang dirumah.

Sedangkan kita boleh memilih pintu surga mana saja yang kita mau, hanya dengan 4 syarat tadi.

Jika Jakarta - Surabaya bisa ditempuh 1 jam dengan pesawat. Mengapa masih memilih darat dengan perjalanan panjang dan banyak rintangan. ? Ibarat tiket sudah ditangan, tapi tak mau menggunakannya.

Begitupun cara seorang muslimah meraih surganya.

Hijrah sesungguhnya seorang muslimah bukan sebatas ketika ia memakai hijab sebagai pakaiannya ketika keluar rumah.

Tapi ketika ia berhijab, kemudian semakin mendalam keimanannya, ia rela mengorbankan ego dan ambisinya, lalu memilih rumah sebagai hijab ia sesungguhnya.

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bertutur,

“إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ
زَوْجَهَا؛ قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ”.

"Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya: “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau”.

(HR. Ahmad dari Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu’anhu dan dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albany)

eva ummumika
—————
Menulis untuk menasehati diri sendiri

anonymous asked:

Assalamu'alaykum kak:) Batasan2 "tabbaruj" dalam berpkaian utk muslimah itu spt apa kak?

Wa’alaikumussalam. Wr. Wb.

Tabarruj secara bahasa adalah menampakkan perhiasan dan kecantikan kepada laki-laki asing. Perhiasan yang menarik pandangan, seakan seorang perempuan menonjolkan atau memamerkannya kepada laki-laki asing. Secara syar’i silahkan lihat QS. An-Nuur: 31, “Janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan”. Dimana larangan perempuan memukulkan/berjalan dengan keras supaya terdengar suara gelang kaki yang dipakainya sehingga laki-laki tahu dan melihatnya. Maka Tabarruj adalah perhiasan yang menarik perhatian. Makna ini bisa ditarik dalam konteks berpakaian.

Manusia memliki dua lingkungan kehidupan; kehidupan pribadi/khusus dan kehidupan umum. Lingkungan pribadi adalah tempat tinggal, dimana ketika orang asing masuk harus meminta izin terlebih dulu dan tidak boleh terlihat dari luar. Sementara kehidupan umum adalah tempat dimana semua orang dapat berinteraksi; diluar wilayah kehidupan pibadi.

Islam memerintahkan kepada perempuan utnuk menutup auratnya. Sebagaimana hadist Rasulullas saw:
“Sesungguhnya seorang anak perempuan jika telah haid (baligh), tidak boleh terlihat dari dirinya kecuali wajah dan kedua tangannya hingga pergelangan tangan.” (HR. Abu Dawud).

Adapun yang digunakan untuk menutup aurat dijelaskan dalam Firman Nya. Yakni pakaian yang menutupi seluruh tubuh, kecuali wajah dan kedua telapak tangan. Allah SWT berfirman (artinya), “Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min,‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbab-jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ (QS Al-Ahzab : 59).

Dalam ayat ini terdapat kata jalabib yang merupakan bentuk jamak (plural) dari kata jilbab. Ibnu Katsir mengatakan bahwa jilbab adalah “pakaian rangkap diatas diatas kerudung yang serupa baju kurung sekarang”. Dalam kamus ash-Shihhah, al-Jauhari menyatakan:
Jilbab adalah milhafah (mantel/jubah) dan yang sering disebut mula’ah (baju kurung).

Saat dikehidupan pribadi/khusus (rumah), seorang perempuan boleh menampakkan auratnya selain telapak tangan dan wajah kepada mahromnya. Kalau ada non mahrom yang bertamu atau bersilaturahim ia bisa menggunakan pakaian potongan seperti baju lengan panjang dan rok. Bila menggunakan baju lengan panjang dan celana panjang serta terlihat selangkangan, tentu ini masuk dalam konteks “menarik perhatian”. Namun jika diluar celana ada gamis atau rok yang yang tidak menarik perhatian atau semacamnya yang menutupi selangkangan dari kedua paha, maka ini tidak menarik perhatian. Tidak termasuk tabarruj. Ini dalam konteks pakaian dalam kehidupan khusus (rumah).

Sementara ketika keluar rumah ke kehidupan umun untuk melaksanakan kebutuhan-kebutuhannya, harus terpenuhi tiga hal: pertama menutup aurat kecuali wajah dan telapak tangan. Kedua, menggunakan jilbab syar’i dan kerudung; Dari Ummu ‘Athiyah ra. Ia berkata:

“Rasulullah saw. memerintahkan agar kami mengeluarkan para wanita, yakni hamba-hamba sahaya perempuan, wanita-wanita yang sedang haid, dan para gadis yang sedang dipingit, pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Wanita-wanita yang sedang haid, mereka memisahkan diri tidak ikut menunaikansholat, tetapi tetap menyaksikan kebaikan dan (mendengarkan) seruan kepada kaum Muslim. Aku lantas berkata, ‘Ya Rasulullah, salah seorang diantara kami tidak memiliki jilbab’. Rasulullah pun mnejawab, ‘hendaklah saudaranya meminjamkan jilbabnya kepada wanita itu.” (HR. Muslim).

Jilbab bukan kerudung sebagaimana dipahami sekarang. Melainkan baju panjang longgar atau baju kurung dan wajib diulurkan sampai bawah.
Sedangkan kerudung, yang bahasa Arabnya adalah khimar, Allah SWT berfirman (artinya),"…Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya…” (QS An-Nur : 31). Arti khimaar adalah kerudung, yaitu apa-apa yang dapat menutupi kepala. (Tafsir Ath-Thabari, 19/159; Ibnu Katsir, 6/46; Ibnul 'Arabi, Ahkamul Qur`an, 6/65 ).
Jangan lupa tetap pakai mihnah pakaian”dalaman” yang digunakan dalam rumah sebelum menggunakan jilbab dan kerudung.

Ketiga, tidak tabarruj. Nah, bagaimana pakaian itu dikatakan tabarruj atau tidak. Dengan meneliti dan mencermati pakaian tersebut -dimana interaksi masyarakat menjadi rujukan. Jika dinilai pakaian/dandanan itu menarik perhatian laki-laki asing, maka termasuk tabarruj. Namun jika pakaian/dandanan merupakan dandan biasa, maka tidak termasuk tabarruj.

Jadi tabarruj, merupakan dandanan tertentu yang penilaiannya kembali kepada masyarakat, seperti halnya harga, upah atau mahar, dsb. Jika terjadi perselisihan masalah dandanan/pakaian, upah, harga, dll, dimasyarakat harus dikembalikan kepada ahlinya. Karena itu, tidak boleh mencampur adukkan antara masalah tabarruj, menutup aurat, dan pakaian (ditempat umum). Sehingga boleh jadi ada yang sudah menutup aurat tapi melakukan tabarruj.

Untuk batasan-batasan pakaian muslimah yang penting memenuhi syarat2 yang dijelaskan diatas, baik dikehidupan khusus maupun dikehidupan umum. Wallahu’alam.

*dari berbagai sumber

AKAN TIBA SAATNYA

Akan tiba saatnya nanti kau akan merasa risih ketika 1 helai rambutmu ada yang terlihat.

Akan tiba saatnya nanti betapa malunya dirimu ketika kerudung yang kau pakai tidak menutupi dada.

Akan tiba saatnya nanti kau akan museumkan baju ketat dan celana jeansmu. Lalu kau ganti isi lemarimu dengan gamis syar'i dan pakaian longgar.

Akan tiba saatnya nanti kau akan keluar rumah, hal yang kau cari setelah kerudung adalah kaos kaki.

Akan tiba saatnya nanti kau merasa enggan menggunakan parfum yang sangat wangi.

Akan tiba saatnya nanti disaat ada laki-laki yang bukan mahrommu mengajak berjabat tangan denganmu, tanganmu sudah siap untuk tidak menerima jabat tangan itu.

Akan tiba saatnya nanti hari liburmu diisi dengan menghadiri majelis taklim dan berkumpul dengan orang-orang shalih/ah.

Akan tiba saatnya nanti media sosial yang kau punya bermanfaat untuk mengajak pada yang ma'ruf dan mencegah yang munkar.

Kapan waktu itu akan tiba?
- Saat hatimu peka terhadap sinyal-sinyal hidayah dari-Nya (Allah ‘azza wa jalla)
- Saat hatimu tidak sekeras detik ini
- Hidayah bukan ditunggu, tapi dijemput
- Hidayah kadang ada di sekitarmu, tapi hatimu yang belum menyadarinya
- Sentuhlah hatimu, agar hati itu tidak mengeras sebagaimana batu
- Agar hidayah itu juga dapat mudah masuk ke dalam qolbu
- Aku juga sama sepertimu, pernah begini dan begitu

Maka dari itu, perlahan kuperbaiki pondasiku yang dulu amat rapuh. Ku ganti pondasi itu dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah ‘azza wa jalla ..

*hasil copas dengan sedikit perbaikan, sumber tidak diketahui. Semoga penulis aslinya selalu dalam perlindungan Allah ‘azza wa jalla*

Memakmurkan Masjid

Ringkasan dari kajian memakmurkan masjid dengan pemateri Ust Muhammad Rosyidi dari Pengurus Takmir Masjid Jogokariyan, Jogyakarta

* Masjid Jogokariyan menjadi masjid percontohan masjid yang makmur kegiatan di seluruh Indonesia.
* Masjidnya hanya berlokasi di tanah wakaf 700 m2 tapi dengan 3 lantai, dan hanya masjid kampung (bukan masjid jami’)
* Kampung Jogokariyan dulunya bukan basis Muslim yg kuat
* Takmir mendata statistik kampung sekitar masjid (yg sudah sholat/belum, yg sholat jamaah ke masjid/belum, yg muslim/non muslim, beserta semua anggota keluarganya) untuk pemetaan target dakwah
* Takmir masjid berusaha menggembirakan masyarakat dan membuat mereka mau bersujud dgn berbagai cara yang syar'i
* Setelah mereka mau datang ke masjid, harus dibuat nyaman dan diisi dengan taklim-taklim ringan
* Takmir tidak boleh memarahi anak-anak yang ramai di masjid, tapi memberikan hadiah makanan ringan kalau tidak ramai dan mengganggu jamaah di masjid.
* Yg blm jamaah ke masjid/belum sholat dibuat undangan seperti pernikahan dan disediakan makanan di masjid saat acara sholat jamaah. Makanan ditawarkan pada jamaah yang mau menjadi donatur untuk mentraktir makanan.
* Yg belum bisa sholat diajari sholat oleh takmir (di masjid atau di rumah masing2)
* Kas masjid tidak pernah besar bahkan targetnya adalah 0 (nol) tiap akhir bulan, karena kas masjid yg besar tanda takmir tidak bisa mengelola infaq jamaah menjadi pahala yg segera mengalir ke penginfaq
* Ada sarapan bubur, lontong sayur, susu kedelai, dll tiap minggu ba'da subuh
* Ada nasi bungkus tiap ba'da jumat
* Ada divisi usaha penyewaan kamar penginapan di lantai 3 masjid untuk membayar petugas kebersihan dan tambahan operasional masjid
* Tidak ada gaji untuk takmir kecuali petugas kebersihan, karena gaji dari Allah tidak ada maksimalnya, sementara gaji manusia ada minimumnya (UMR)
* TPA diajar oleh anak2 RISMA
* Ada infaq beras (kotak amal khusus beras) untuk disalurkan ke dhuafa’, walaupun sekarang isi kotak infaq beras itu berubah jadi uang, karena jamaah malas bawa beras. Bantuan untuk dhuafa’ ini diambil di masjid ba'da subuh
* Masjid buka 24 jam
* Ada WiFi gratis 24 jam
* Taklim untuk jamaah sangat banyak baik siang maupun malam
* Ada angkringan di depan masjid (tongkrongan) untuk jamaah ngobrol dan orang2 mampir istirahat
* Jika masjid dikelola dengan benar dan dipercaya jamaah, maka dana2 infaq dan dari donatur sangat mudah didapat, termasuk untuk donatur makanan, dll.
* Jika kas masjid banyak justru jamaah malas menyumbang, tapi jika sedikit mereka akan tergerak untuk infaq
* Masjid itu milik Allah (QS AlJin: 18) sehingga rezeki masjid akan dijamin oleh pemilik masjid (Allah) dan takmir hanyalah pelayan umat (jamaah)


(Sumber: Copas Group WA)

anonymous asked:

Assalamualaikum.. Mbakk, kasih tips mengistiqomahkan diri buat make kerudung lebarr mbak. Kdang aku itu suka gmana gmna gitu pas liat tutorial hijab.. ada setitik rasa buat nyoba tutorial2 hijab. Apalgi skrg byk macam dan model krudung pashmina instan gitu  krudung itu smkin syar'i smkin sederhana kan mba?

Wa'alaikumussalam. Wr. Wb.

Menurutku kerudung sehari-hari yang saya gunakan belum terlalu besar atau lebar-lebar amat. Walaupun orang-orang disekitar udah menggap itu lebar. Panjangnya hanya cukup nutupin sampai tangan, sampai melebihi pinggang kadang-kadang. Yakalo kerudung lebar-panjang menurutku yang udah sampai lutut gitu. Relatif yah. Tapi yang penting bukan pada lebar atau panjangnya saja, yang penting syar'inya. Kalo untuk kerudung diulurkan sampai kedada itu udah syar'i (cek an-Nuur: 31). Buat apa kerudung panjang lebar tapi tipis, misalnya.

Tentang nutup aurat, pertama niat. Kita nutup aurat itu liat niatnya. Apakah kita menutup aurat untuk melindungi kecantikan atau kita menutup aurat untuk menampakan dan/atau menambahkan kecantikkan? Hati-hati ditipu diri sendiri.

Kalo ngikutin model-model kerudung tutorial yang dimodifikasi sedemikian rupa bikin kamu lebih cantik dan menarik, barangkali kamu lupa fungsi hijab (kerudung) yang seharusnya melindungi kecantikanmu.

Kedua, perhatikan syarat-syarat hijab (dlm hal ini kerudung) itu kayak apa; tidak menyerupai suatu kaum tertentu, tidak tipis dan tembus pandang, tidak membentuk, dll. Namun lebih baik sebagai seorang muslimah, kita memiliki sikap wara’, kehati-hatian, dengan menjulurkannya lebih panjang.

Kalo misal pakai pashmina sih gamasalah. Yang penting syarat-syaratnya terpenuhi. Yang pasti tidak merepotkan yang pake lilit sana sini, ikat sana sini atau pake selusin jarum pentul. Atau pake model aneh-aneh. Bisa koq pake pashmina tapi tetap syar'i.

Untuk mengistiqomahkan pake kerudung lebar saya gatahu tips-tips jitunya :). Saya sendiri dalam berkerudung yang dibutuhkan adalah niat, syarat-syaratnya terpenuhi, wara’, merasa aman, adem dan garibet atau merepotkan. Adapun lebar atau panjangnya itu adalah masalah pilihan.

3

Pulang Ke Rumah

Oleh : Eva Ummu Mika

Hijab ternyaman seorang muslimah bukanlah pakaian syar'i dengan bahan dan jahitan terbaik.

Hijab ternyaman seorang muslimah ialah rumahnya.

Hijab sesungguhnya yang membuatnya terjaga
Tempat ia bisa mempercantik diri untuk suaminya
Tempat ia menjadi ratu untuk anak - anaknya

Jadilah mulia dengan benar - benar berada didalam dirumah.

Berbeda dengan laki - laki, untuk meraih surga seorang muslimah hanya diberi 4 syarat ; Menjaga Sholat 5 waktu, Berpuasa dibulan Ramadhan, Menjaga Kehormatan dan Taat kepada suami.

Pintu surga mana lagi yang ingin kita cari, hingga kita lupa dan merasa sibuk berbuat banyak hal diluar rumah namun lalai dengan yang dirumah.

Sedangkan kita boleh memilih pintu surga mana saja yang kita mau, hanya dengan 4 syarat tadi.

Jika Jakarta - Surabaya bisa ditempuh 1 jam dengan pesawat. Mengapa masih memilih darat dengan perjalanan panjang dan banyak rintangan. ? Ibarat tiket sudah ditangan, tapi tak mau menggunakannya.

Begitupun cara seorang muslimah meraih surganya.

Hijrah sesungguhnya seorang muslimah bukan sebatas ketika ia memakai hijab sebagai pakaiannya ketika keluar rumah.

Tapi ketika ia berhijab, kemudian semakin mendalam keimanannya, ia rela mengorbankan ego dan ambisinya, lalu memilih rumah sebagai hijab ia sesungguhnya.

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bertutur,

“إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ
زَوْجَهَا؛ قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ”.

“Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya: “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau”.

(HR. Ahmad dari Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu’anhu dan dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albany)

Salah satu dari tahap proses hijrah setelah membenahi pakaian dengan hijab syar'i adalah mengurangi foto selfie/wefie/grufie dan berhenti mengupload foto DALAM BENTUK APA PUN..

Kalau saya pribadi memang dari dulu tidak begitu suka (sesekali saja mungkin) ikut nimbrung ketika ada teman² dalam foto (rame²).. Mungkin saya termasuk kategori yang tidak bisa bergaya di depan kamera, jadi hasilnya bisa jadi malah tidak lebih baik dari aslinya..

Tapi perihal foto selfie iya dulu jujur masih kerap saya lakukan..

Itulah alasan saya yang kurang begitu suka dunia pernjepretan, jadi sekarang sekedar untuk konsumsi pribadi juga hampir tidak pernah lagi kepikiran meski sendirian (lebih mudah menahan bagi saya)..

Apalagi kepikiran untuk upload dan memajang di BBM, WA,dll, sudah tidak kepikiran.. Kalau pas momen² ada yang jepret² saya usahakan menghindar dengan alasan². Bahkan ketika ada momen² tertentu dengan teman² saya sudah tidak kepikiran buat jeprat-jepret lagi..

Jadi saya maklumi bagi teman², masing² memang beda prosesnya..
Semoga Allâh memudahkan saudari²ku muslimah.. Kalau ada niat, akan dimudahkan oleh Allâh Ta'âlâ..

Tapi CATAT..!!
Jangan terus²an beralasan proses untuk terus berleha² di zona nyaman pembenaran..

Kalau mau berhenti upload foto, jadi saya sarankan teman² kurangi jeprat-jepretnya.. Soalnya kalau sudah jeprat-jepret pasti ada dorongan untuk upload karena melihat hasil jepretannya..

Dan satu lagi teman kita itu sangat berpengaruh.. Jadi berhati²lah..

Ohya tambahan bagi siapapun yang mengenal saya mungkin ketika bertemu di mana atau berkumpul, saya minta tolong jangan menjepret saya DALAM POSISI APAPUN tanpa izin dari saya.. Apalagi mengupload dan memajangnya.. Makanya ada yang membuat saya khawatirm kalau ada yang pegang kamera dan saya bisa ikut kejret tanpa sadar.. Dan juga mungkin ada di antara teman² yang masih menyimpan foto saya ketika dulu masih suka khilaf dan alay, saya minta tolong untuk dihapus minimal hilangkan di bagian penampakan saya.. Terlebih mungkin dulu semasa pakaian saya belum syar'i seperti sekarang (Saya ucapkan terima kasih atas pengertiannya, dan semoga Allâh membalas kebaikan kalian)..

BârakAllâhu Fiykunna..

-Ummu ‘Abdirrahman Ayu-

***

Ramadhan ini banyak yang mencoba berhijab.
Yang sudah berhijab, mencoba syar'i.
Yang sudah syar'i, mencoba tundukan pandangan.

Yang tinggal shalat, coba berdiri lagi mengingat takbir.
Yang sudah shalat, belajar bersegera wudhu setelah adzan.
Yang sudah tepat waktu, belajar tuk tuma'ninah.
Yang sudah tuma'ninah, belajar tuk istiqomah.

Ia bukanlah ramadhan muslim, atau ramadhan muslimah.
Bukan muslim musiman atau pun muslimah musiman.
Mereka lah para perindu bulan suci ini. Rindunya terpendam—rindu dalam diam yang malu ‘tuk mereka sampaikan. Kegembiraannya mereka sembunyikan—terlalu gengsi ‘tuk diperlihatkan orang-orang.

***

Ramadhan—bulan yang memberi kita kesempatan 'tuk belajar mencicipi rasanya memeluk diin ini secara kaffaah. Mungkin belum kaaffaah—tapi paling tidak, berusaha 'tuk menggapainya.

Bukankah rasanya indah sekali, saat Allah memberi waktu satu bulan penuh, untuk hamba-hamba-Nya mencari cahaya Islam kembali, yang selama ini tertutup oleh bayangan-bayangan dunia di keseharian kita?

Bulan yang sengaja Dia beri 'tuk kembali kita mengingat-Nya. Memberi waktu 'tuk kita beristirahat dari lelahnya bulan-bulanan dunia selama ini.

Bahkan mungkin, semoga kita tetap bisa terus beristirahat di luar bulan Ramadhan ini—di bulan-bulan lainnya, dengan rasa syukur bahwa kita 'sempat’ merasakan jadi orang shalih.
Bahwa semoga tak hanya 'sempat’ merasakan jadi orang shalih,
tapi terus berusaha menjadikan diri ini sebenar-benarnya shalih, agar dirahmati Yang Maha Pengasih.

—  Doakan agar istiqomah. Semoga rindunya tak hanya di Ramadhan, tapi juga di bulan-bulan selanjutnya, hingga selamanya. Aamiin.