suyanto

[AJC 2015] Meski Baru, Apriani-Abi Saling Dukung

[AJC 2015] Meski Baru, Apriani-Abi Saling Dukung

Fachriza Abimanyu dan Apriani Rahayu | Badmintonindonesia Pasangan ganda campuran baru dan hasil rombakan pelatih Enroe Suyanto yakni Apriani Rahayu dan Fachriza Abimanyu akhirnya melaju ke babak 16 besar turnamen bulutangkis Asian Junior Championships 2015 atau AJC 2015. Pasangan yang baru dibentuk jelang kejuaraan para Taruna ini berhasil mengatasi perlawanan dari ganda campuran Jepang yang…

View On WordPress

Affandi (bupati)

Tags :

‎Referensi


Tanggal : June 28, 2015 at 11:59AM
Penulis : Aryphrase
By : Wikipedia - Perubahan terbaru [id]
Baca selengkapnya di :
Sumber Berita

Anda sedang membaca berita tentang “Affandi (bupati)”
Gelar Batik Nusantara Tekan Produk Tekstil Bermotif Batik

Seiring makin populernya batik di kalangan masyarakat Indonesia, produk tekstil bermotif batik pun semakin menjamur di Indonesia. Untuk lebih menekan peredaran tekstil motif batik, Yayasan Batik Indonesia (YBI) melaksanakan Gelar Batik Nusantara (GBN) 2015.

Hal itu diungkapkan, Ratna Djoko Suyanto, Ketua Pelaksana Gelar Batik Nusantara 2015, pada press conference Gelar Batik Nusantara di Kementerian Perindustrian. Ratna mengatakan, kualitas yang dimiliki produk tekstil motif batik sangat rendah, berbeda dengan batik tulis, cap, maupun kombinasi yang dimiliki Indonesia.

“Dengan kualitas yang rendah, harganya juga murah. Berbeda dengan batik tulis, cap, maupun kombinasi yang dimiliki Indonesia,” ungkap Ratna.

Lanjut Ratna, untuk lebih memperkenalkan dan sekaligus melindungi batik nusantara, maka pergelaran Gelar Batik Nusantara 2015 mengadakan seminar yang bertemakan “Perlindungan Batik Nusantara”. “Pada seminar itu nanti akan ada pembicara yang berasal dari Thailand, Jerman, dan juga Dirjen Haki Kementerian Hukum dan HAM RI untuk membahas mengenai bagaimana melindungi produk batik nusantara dari gempuran produk tekstil bermotif batik yang rata-rata berasal dari Tiongkok dan juga menambah pengetahuan kepada para perajin bagaimana melindungi hak cipta mereka,” katanya.

Doddy Soepardi, Dewan Pembina Yayasan Batik Indonesia, menambahkan, kalau produk tekstil motif batik ini terus dibiarkan menyebar luas di kalangan masyarakat Indonesia, maka batik nusantara yang sudah diakui oleh UNESCO sebagai budaya tak benda akan terkikis.

“Sungguh disayangkan kalau pertumbuhan jumlah perajin yang dulu hanya belasan dan sekarang sudah mencapai 23 perajin akan pada hilang dengan sendirinya seiring dengan menjamurnya produk tekstil motif batik dengan kualitas rendah dan murah,” paparnya.

Doddy mengatakan, untuk menjaga kualitas pameran Gelar Batik Nusantara 2015 dari produk tekstil motif batik, maka Yayasan Batik Indonesia mengimbau kepada Kementerian Perindustrian untuk tidak memasukkan produk tersebut.

“Untuk mengatasi permasalahan itu maka YBI memiliki ide untuk memberikan tanda khusus pada setiap batik nusantara bermotif batik tulis dengan corak warna emas, batik cap dengan warna perak, dan batik kombinasi dengan warna putih atau tulisan batik asli Indonesia,” tutupnya.

Penulis: Pasha Ernowo

- See more at: venuemagz.com

Gunakan Cara Ini agar Sayuran Tetap Cerah

KETIKA mengolah masakan berbahan dasar sayuran, pasti Anda ingin masakan tetap memiliki warna cerah saat sudah matang. Ada cara untuk menyisatinya agar sayuran tetap terlihat segar, meskipun sudah dalam keadaan matang.

Chef Suyanto dari Gran Melia Hotel Jakarta mengatakan, warna sayuran akan tetap segar dengan cara di-blanch. “Blanch sayuran bisa menjadi cara yang efektif untuk membuat warna sayuran tetap cerah,” kata Chef Suyanto kepada Okezone di Jakarta.

Chef Suyanto menjelaskan, cara yang harus dilakukan cukup sederhana, yakni cukup merebus sayuran dalam air mendidih, kemudian angkat dan celupkan dalam mangkuk berisi air dan es batu.

Sebelum mulai merebus sayuran, sebaiknya disiapkan terlebih dahulu air berisi es batu agar ketika sayuran direbus langsung bisa didinginkan. “Proses ini bisa membuat sayuran tetap terlihat segar baik dari tekstur maupun warnanya, jelasnya.

Proses blanch seperti ini menghentikan proses pemasakan sayuran ketika sayuran dicelupkan dalam air es yang dingin. Cara ini juga sangat berguna ketika mengolah sayuran daun seperti bayam dan kangkung.

(ndr)

Harga kusen aluminium per meter lari termurah harga paling murah

Harga kusen aluminium per meter lari termurah harga paling murah Pd bidang yang agung info promosi bergerak lem anni perusahaan winarsih amd sulityoso waktu jual ipa optimo lowongan ipa launching jam jasa dra ditengah jam hpl hpl rp group supplier di bekerjasama baru gimmick suyanto souvenir semua yang supliyadi produk nugroho kesibukan dan dengan kami meja jakarta dan pd mencoba solo murah wilayah tips surakarta di drs unik kelas promosi souvenir…

Suyanto

Tags :

‎Referensi


Tanggal : June 28, 2015 at 11:58AM
Penulis : Aryphrase
By : Wikipedia - Perubahan terbaru [id]
Baca selengkapnya di :
Sumber Berita

Anda sedang membaca berita tentang “Suyanto”
Ali Fikri

Tags :

‎Referensi


Tanggal : June 28, 2015 at 11:58AM
Penulis : Aryphrase
By : Wikipedia - Perubahan terbaru [id]
Baca selengkapnya di :
Sumber Berita

Anda sedang membaca berita tentang “Ali Fikri”
Nyono Suharli Wihandoko

Tags :


Tanggal : June 28, 2015 at 11:58AM
Penulis : Aryphrase
By : Wikipedia - Perubahan terbaru [id]
Baca selengkapnya di :
Sumber Berita

Anda sedang membaca berita tentang “Nyono Suharli Wihandoko”
Gelar Batik Nusantara Mempromosikan Batik Papua

Batik semakin menjadi pakaian wajib bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dulu mungkin batik hanya sering digunakan pada acara-acara resmi, tapi sekarang hampir di setiap acara banyak terlihat orang-orang yang mengenakan batik. Batik sudah menjadi identitas diri bangsa Indonesia. Batik tidak lagi hanya dikenakan oleh orang tua, tapi sudah bertransformasi dan dimodifikasi sehingga tampil lebih modern dan banyak digunakan oleh anak muda. Batik juga tidak hanya tampil sebagai pakaian, tapi juga sebagai aksesori pendukung, seperti tas, sepatu, hiasan rambut, bahkan kalung buatan tangan.

Dalam rangka mempromosikan dan memperkenalkan batik asli Indonesia ke masyarakat Indonesia dan dunia, Yayasan Batik Indonesia menyelenggarakan Gelar Batik Nusantara 2015 di Jakarta Convention Center pada 24-28 Juni 2015. Menurut Ratna Djoko Suyanto, Ketua Pelaksana Gelar Batik Nusantara 2015, melalui acara ini dapat lebih memperkenalkan batik sebagai warisan asli budaya Indonesia ke seluruh dunia.

“Selain itu juga, melalui acara ini kami ingin menjadikan batik sebagai ikon nasional dan mampu menjadi identitas bangsa Indonesia baik di dalam maupun di luar negeri,” ungkap Ratna.

Ratna menambahkan, penyelenggaraan GBN tahun ini menampilkan ikon batik Cirebonan, batik Solo, dan Papua. Namun, Gelar Batik Nusantara 2015 akan lebih mengangkat batik wilayah timur, khususnya dari Papua. Alasannya adalah Gelar Batik Nusantara ingin memperkenalkan kepada masyarakat Indonesia bahwa batik bukan hanya ada di Indonesia barat, tapi di Indonesia timur juga ada.

“Kekuatan batik Indonesia timur, khususnya batik Papua, adalah dari motifnya yang lebih menampilkan unsur alam dan budaya daerah Papua,” terangnya.

Pameran yang memasuki tahun ke-9 ini mengusung tema “Batik, Pemersatu Bangsa” dan akan diikuti oleh 350 perajin batik dari seluruh Nusantara dengan target transaksi di atas Rp26 miliar dan jumlah kunjungan mencapai 20.000 pengunjung. Lanjut Ratna, meskipun perekonomian Indonesia sedang lesu, tapi karena pencinta batik di Indonesia terus tumbuh maka target di atas Rp26 miliar sudah sangat realistis.

“Pada penyelenggaraan tahun ini perajin yang terlibat semakin banyak. Di mana pada penyelenggaraan dua tahun sebelumnya hanya mencapai 348 perajin batik dengan jumlah transaksi mencapai Rp26 miliar dan pengunjung mencapai 18.000,” kata Ratna.

Kegiatan lain yang diadakan di Gelar Batik Nusantara 2015 antara lain talk show, workshop, peluncuran buku, hiburan, serta fashion show yang menampilkan rancangan terbaru dari 14 desainer seperti Danar Hadi, Parang Kencana, Carmanita, Ghea Panggabean, Canting Madura, Nes, BI, Barli Asmara, Didiet Maulana, Lenny Agustin, Dian Pelangi, Tayada, Nita Seno Adji, dan Wignyo Rahadi.

Penulis: Pasha Ernowo

- See more at: venuemagz.com