suray

Suray Production born in Lecce, novembre 2012, with the intention of connect different ideas and genres of a friends group in the same city. HIP HOP/DUBSTEP/HARDCORE/DRUM&BASS. In the project there’s a film maker, a photographer and a web designer to make their works, the best quality products.

You Tube Channel: Suray Productions

Official Facebook: Suray productions

You Tube Channel: Suray Productions

Official Facebook: Suray productions

MattWhispers

FABFEMINIST: Art for Social & Eco Justice

FabArt Spotlight: Neely Johnson

“This month’s FabArt profile focuses on Virginia born photographer Neely Johnson. Johnson is a graduate of Radford University and the Pratt Institute, she now lives and works in Brooklyn, New York.  Earlier this year, Neely answered our call for submissions of work approaching family structure and relationships, with these intimate and subtly cinematic portraits and self portraits. In the following interviews she discusses her personal history, her process and what she’s learned in the making of her series ‘Daddy’ and ‘Me as Mommy.’” - Akiko Surai

For more projects by Neely Johnson, visit her website here.
Are you an artist? Do you know one who should be considered for our spotlight series? View submission guidelines here.

HideKaneSmutWeek’15 #1 Normality Indonesia, 394 kata

Aroma roti panggang di pagi hari? Coret kata memasak segala jenis makanan dari daftar kegiatan yang mungkin dilakukan oleh Kaneki. Terutama pada Sabtu dan Minggu. Tidur hingga siang, bermalas-malasan di bawah selimut tebal, ditemani sebongkah guling empuk, membuka mata juga hanya untuk mencomot novel dari atas nakas dan melanjutkan halaman terakhir yang ia baca.


Berbanding terbalik dengan Hide. Iya, mentari di siang dan malam seorang Kaneki. Ia tidak betah berlama mendekam di kamar, apalagi sarapan sendirian hanya bersama koran pagi dan secangkir kopi panas. Mengganggu ketentraman mimpi indah Kanekinya menjadi sebuah keharusan. Tentu dengan alasan si surai putih itu segera gegas dari atas ranjang.


“Kaneki, sampai kapan kamu mau tidur?”


Mirip ibu yang membangunkan anaknya untuk sekolah, Hide menarik selimut lalu berkacak pinggang. Bau liur yang membasahi bantal Kaneki membuatnya mengernyit.


“Hari ini libur Hide, biarkan aku—“


“Tidak ada acara tidur! Hari libur itu artinya ken-CAN!”


Suku kata terakhir selalu ia teriakkan sembari melempar diri ke atas tubuh Kaneki. Geraman “Uhh!” tanda sakit tertimpa tidak Hide pedulikan. Ia justru menambah aksi kekanakannya. Sama seperti yang selalu ia lakukan. Sebuah cara jitu untuk membuat seorang Kaneki Ken bangun, secara harfiah dan kiasan.


Perang bibir dan lidah. Semasa bodoh mulut Kaneki masih bau bantal, toh ada sisa pahit kopi pagi yang menempel pada dinding mulut serta deretan gigi Hide. Perpaduan yang unik namun membuat ketagihan.


Lengan saling melilit, kaki saling melingkar, dan apa yang ditujukan untuk tegak bangun digesekkan. Mendesah mereka tanpa diminta, seraya liur bercampur bahkan berpindah lokasi. Napas hangat mendera wajah yang telah tak karuan menjadi tanda bagi mereka untuk memisahkan diri.


“Hah … Kaneki, cepat bangun—“ wajah Hide selalu memerah hebat setiap kali cumbuan berakhir. Pemuda pirang itu selalu menjadi pihak yang kehabisan oksigen terlebih dahulu.


“Berkatmu aku sudah bangun, Hide. Termasuk adik kita.” Kaneki melirik panggul keduanya yang bertumpukan. Ada gundukan keras di antaranya.


Seperti minggu-minggu lainnya, Hide akan tertawa tanpa berpindah posisi merebahnya di atas tubuh Kaneki. Sedangkan sahabat masa kecilnya itu akan menanggapi dengan senyum tipis, menggeleng tipis pada kegiatan weekend yang terus berulang namun tak pernah membosankan. Lalu Hide akan didorongnya pelan dari atas tubuh dan kecupan singkat di sudut bibir ia beri sebagai sinyal “Oke, aku akan bersiap” dengan kemudian menarik Hide. Mandi berdua hingga berjam-jam di bawah kucuran air dingin.


Sebab begitulah cara Hide membangunkan Kaneki dari kemalasan di akhir pekan. Ini sebuah aktifitas normal.

Watch on mattwhispers.tumblr.com

Take a good look at the teaser trailer of “last christmas 2012” made up by suray productions, a new born project create by one of my best friends Walter! Good Luck for your career!

LAST CHRISTMAS 2012 |SURAY PRODUCTION| (OFFICIAL TEASER) (di surayproduction)

FABFEMINIST: Art for Social & Eco Justice

FabArt: In Print - Gender By Numbers

“Women tend to be lumped together in these studies and graphs which implies that there is some uniformity to their experiences or needs… Institutions showing or hiring women as quotas demand doesn’t insure that their work, artistic or otherwise, is actually being valued or considered equally, it merely notes that they are present.” - Akiko Surai

LELAKI Tanpa Jenggot, Seperti SINGA Tanpa Surai…

Dari Anas bin Malik –pembantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam– mengatakan.

”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bukanlah laki-laki yang berperawakan terlalu tinggi dan tidak juga pendek. Kulitnya tidaklah putih sekali dan tidak juga coklat. Rambutnya tidak keriting dan tidak lurus. Allah mengutus beliau sebagai Rasul di saat beliau berumur 40 tahun, lalu tinggal di Makkah selama 10 tahun. Kemudian tinggal di Madinah selama 10 tahun pula, lalu wafat di penghujung tahun enam puluhan. Di kepala serta jenggotnya hanya terdapat 20 helai rambut yang sudah putih.”
(Lihat Mukhtashor Syama’il Al Muhammadiyyah, Muhammad Nashirudin Al Albani, hal. 13, Al Maktabah Al Islamiyyah Aman-Yordan. Beliau katakan hadits ini shohih)