surah adiyat

Ramadhan ke-5: Jangan Mau Kalah sama Kuda (Self Reminder Dosis Tinggi)

Kalau kita baca Al Quran di Juz 30. Kita akan menemukan satu surat yang membahas mengenai kuda perang yaitu surat Al Adiyat (Surah ke 100). Di surat tersebut Allah Swt mengawali suratNya dengan latar belakang sebuah arena padang pasir. Di sana ada sekumpulan kuda yang berlari dalam peperangan. Saking cepat larinya, hingga percikan api timbul dari kuku kakinya. Ayat selanjutnya menerangkan bahwa peristiwa itu terjadi pada waktu pagi. Bahkan di waktu pagi yang seharusnya berembun, debu pun dapat diterbangkan. Padahal waktu siang adalah waktu yang sangat mungkin debu berterbangan karena kering.

1. Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah,

2. dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya),

3. dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi,

4. maka ia menerbangkan debu,

5. dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh,

6. sesungguhnya manusia itu sangat ingkar tidak berterima kasih kepada Tuhannya,

Ketika di ayat 5 Allah menceritakan bahwa kuda itu hendak menyerang kumpulan musuh, tiba-tiba di ayat 6 Allah membahas bahwa manusia itu sangat ingkar dan tidak berterimakasih kepada Tuhannya. Sepintas tidak ada hubungan antara ayat 5 dan 6. Namun ternyata menurut  Dr. Muhammad Yahya, Pakar Tafsir yang juga pembina Kampung Muslim di Melbourne, ketika kita menemukan hal yang tidak nyambung seperti ini dalam Al-Quran, maka di situ kita akan mendapati “wah"nya Al Quran.

Adakah hubungan antara kuda perang dan manusia yang ingkar? Begini singkatnya: Kuda adalah hewan yang sangat sulit dijinakkan. Namun ketika sudah mampu dijinakkan oleh tuannya, maka ia akan berlaku sangat loyal kepada tuannya. Dia mau saja diajak tuannya menempuh jarak ratusan kilometer. Bahkan ia mau saja mengorbankannya nyawanya demi tuannya. Buktinya ia mau diajak berperang yang bahkan tidak ada jaminan bahwa dalam peperangan tersebut kuda akan tetap hidup.

Kuda saja mampu begitu loyal terhadap tuannya yang memberinya makan, minum tempat tinggal, tapi kok manusia sudah diberikan hidup oleh Allah, diberi tempat tinggal, diberi keluarga, rejeki yang berlimpah, jodoh, pekerjaan. Namun masih saja ingkar dan tidak mau berterimakasih kepada Allah Swt. Kita masih saja melakukan maksiat, tidak bersyukur atas apa yang diberikan Allah, ingkar terhadap apa yang diperintahkannya.

NB:Semoga menjadi pengingat khususnya bagi saya pribadi. Biasanya saya membaca surat ini ketika merasa sedih atau sedang malas beribadah

 Disarikan dari Kajian Tafsir Ustadz Dr. Muhammad Yahya

5 Ramadhan 1438 H