spesialized

Itu Berarti Segalanya

Ada yang meluangkan waktunya, ditengah-tengah terik siang. Melewati segala bentuk kemalasannya. Hanya demi mengantar sesuatu untukmu. Barangkali tidak seberapa, tapi itu bisa berarti segalanya baginya.

Ada yang rela melipat waktu malamnya. Begadang mengerjakan segala sesuatu yang tadi sore kamu tanyakan; “bisa bantu atau tidak?” .Barangkali memang tidak seberapa, tapi pertanyaanmu kepadanya bisa berarti segalanya. Seperti membuatnya merasa berarti bagimu. Dan itu, memang segala-galanya.

Dan ada begitu banyak hal yang barangkali tidak bisa dimaknai hanya sebatas biasanya. Ada hal-hal yang menjadi lebih spesial, lebih berarti karena orang yang memberikannya, orang yang menerimanya, orang yang memintanya, atau siapapun itu. Dan hal-hal itu, bisa berarti segalanya. Tatkala tanpa sengaja kamu beradu pandang, bertemu disuatu waktu, atau kemudian tanpa segaja saling membutuhkan satu sama lain.

Senyumanmu kepada semua orang yang memang setiap pagi muncul di wajahmu, itu bisa berarti segalanya. Sapaanmu, ucapan salammu, bahkan hal-hal tak terbayangkan lainnya bisa jadi berarti segalanya.

Pengartian-pengartian yang tidak bisa kita pahami, tapi bisa dirasakan. Seperti saat dulu kita jatuh cinta. Dan kini, seseorang itu sedang jatuh cinta kepadamu.

Yogyakarta, 24 September 2017 | ©kurniawangunadi

4

The sims medieval conversion to sims 4
-There are 11 female outfits and 7 male outfits
-All outfits are 9 colors
-Teen, young adult/adult and elder
-Full outfits category
Spesial thanks
- Sims4studio with blender
- Castool with milkshape
- EA games, mesh from sims medieval
You can download in SIMFILESHARE and I will update for add new converted clothes and fixing mesh if had a bug.

Membaca Timeline Sejarah Palestina dengan Jernih

@edgarhamas

Membaca tentang Palestina selalu saja membuat kita antusias. Karena benar adanya, ia bukan hanya bicara tentang tanah lapang di tengah bumi yang sama seperti belahan bumi lainnya. Jauh lebih dari itu, Palestina, walaupun kecil ukurannya (hanya 2/3 dari luas Jawa Barat) namun sungguh sejarahnya penuh pesona. Begitu banyak shahabat Rasulullah ﷺ yang bercita-cita dimakamkan di bawah hamparannya dan tercapai citanya itu. Diantaranya Ubadah bin Shamit, Muadz bin Jabal, Shafiyah binti Huyai istri Rasulullah, Abu Ubaidah Ibn Jarrah dan banyak lagi, radhiyallahu anhum.

Palestina, selalu saja istimewa.

Dan kamu harus tahu, untuk mengetahui bahwa Palestina adalah bagian dari akidah kita, jangan mensetting ‘awal’ perjalanan bacaanmu dari episode Isra’ dan Mi’raj saja, walaupun benar bahwa peristiwa ini adalah momentum spesial yang mengubah arah sejarah manusia. Sebab nyatanya; Palestina adalah milik umat Islam jauh sebelum Rasulullah diutus. Palestina adalah tanah yang Allah berikan bagi penyembah-Nya yang shalih, bukan untuk yahudi yang dengan angkuhnya mengklaim Palestina milik mereka.

Apa yang Ada di Benak Yahudi?

Yahudi dengan sombong dan gampangnya berkata, “kami lebih berhak atas Palestina, karena kami bangsa pilihan Tuhan sementara yang lain hanya keledai dan monyet. Darah kami adalah darah para Nabi yang berasal dari Ibrahim”, kira-kira begitulah ringkasan pemikiran mereka yang ada di protokol zionis, talmud, dan taurat yang sudah diobrak abrik isinya.

Padahal Al Quran dengan tegas merekam dialog antara Allah dan Nabi Ibrahim, tatkala Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi seluruh manusia.”

Nabi Ibrahim berkata, “dan juga dari anak cucuku?”, maka Allah menjawab, “Janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang yang zalim.”

Para mufasir menafsirkan ayat ini, bahwa yang dimaksud dengan orang-orang yang zalim adalah; yahudi.

Episode kepemilikan Umat Islam atas Palestina nyatanya dimulai sejak Nabi Adam diturunkan ke alam dunia. Nabi Adam mendapat perintah dari Allah untuk membangun dua masjid pertama di muka bumi. Yang dibangun lebih dulu adalah pondasi Ka’bah di Makkah. Selang 40 tahun kemudian, Nabi Adam membangun masjid kedua di muka bumi. Masjid inilah yang kita kenal sekarang dengan nama Masjid Al Aqsha. Ya, sejak awal manusia di muka bumi, Al Aqsha adalah masjid! Bukan kuil, bukan tanah kosong, apalagi kandang kuda.

Nah, sekarang kita meloncat beribu tahun setelah Nabi Adam menuju zaman Rasulullah ketika Isra dan Miraj.

Menurut kamu, apa yang membuat Isra Mi'raj menjadi momentum yang sangat agung dan mulia?

Peristiwa Isra Miraj, dulu ketika kita masih kecil, selalu dominan tentang kisah Rasulullah Muhammad ﷺ naik ke langit tertinggi, bertemu para Nabi dan mendapat perintah shalat dari Allah. Benar. Memang begitu kenyataannya.

Namun sejatinya, semakin dewasa kita, seharusnya makin memaknai lebih detil apa yang terjadi di peristiwa Isra dan Miraj yang sangat sayang jika pemahaman saat ini sama dengan pemahaman kita di masa belia.

Salah seorang Ulama mengemukakan judul yang sangat bagus untuk menggambarkan rahasia Isra Miraj, yaitu; Sebuah Estafeta Kepemimpinan yang Baru.

Salah satu alasan, mengapa Allah memperjalankan Nabi Muhammad dari Makkah ke Baitul Maqdis dulu, baru ke langit, adalah karena Baitul Maqdis menjadi satu latar utama ‘serah terima kepemimpinan umat manusia’ dari nabi-nabi sebelumnya kepada Nabi Muhammad. Dan serah terima ini, disimboliskan dengan dijadikannya Nabi Muhammad sebagai imam shalat ratusan ribu Nabi dan Rasul di malam agung itu.

Ratusan ribu Nabi dan Rasul?

Benar. Bukan hanya mengimami Nabi-nabi Ulul Azmi yang lima sebagaimana kita diajari waktu kecil. Melainkan mengimami shalat “124 ribu Nabi dan 315 Rasul”, sebagaimana hadits Abu Umamah dari Abi Dzar. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani.

“Dengan dijadikannya Nabi Muhammad sebagai Imam shalat para nabi”, tutur DR Yusuf Qardhawi, “menjadi isyarat bahwa kepemimpinan umat manusia telah berpindah kepada umat yang baru dan Nabi yang baru ﷺ, kenabian yang sifatnya untuk semesta raya, bukan lagi yang terbatas pada satu kaum di ruang dan waktu yang berbeda. Kenabian ini untuk seluruh warna kulit manusia, segenap zaman, dan sampai hari akhir nanti.”

Isra Mi’raj Jadi Penegas; Pemimpin Baru Muncul, Bukan Lagi dari Bani Israil.

Ya. Kepemimpinan telah digantikan. Bukan lagi nabi-nabi dari Bani Israil. Allah telah menjadikan nabi terakhir dari bangsa Arab, untuk seluruh manusia bahkan semesta raya seluruhnya. Dengan momentum Isra Mi'raj ini, semakin terang bahwa Yahudi tidak berhak memiliki Palestina. Karena Rasulullah ﷺ diangkat menjadi pemimpin seluruh Nabi dan Rasul di atas tanah Palestina! Dan umat Rasulullah ﷺ adalah kita, Umat Islam.

Bagaimana keadaan Masjid Al Aqsha ketika Rasulullah melakukan Isra Mi'raj?

Keadaan Al Aqsha sangat memprihatinkan. Saat itu Al Quds dijajah oleh Romawi Timur dan diganti namanya menjadi kota Elia Capitolina. Bagian tengah Masjid Al Aqsha dijadikan tempat sampah kota, dan dibiarkan tidak terurus. Banyak sekali bangunannya runtuh karena peperangan dan perusakan yang dilakukan Romawi. Agar lebih jelas, akan kami ilustrasikan dengan gambar.

(sumber : Abdullah Al Ahmar Instutute for Ma’arif Maqdisiyah)

Jadi kita bisa menyimpulkan bahwa saat peristiwa Isra Mraj, Al Quds atau Baitul Maqdis berada dalam jajahan Romawi Timur, dan dalam keadaan yang 180 derajat berbeda dengan kondisinya sekarang. Sebab pada faktanya, Al Aqsha mengalami rekonstruksi berkali-kali sebab usianya yang sangat panjang semenjak Nabi Adam hingga kini.

Apa Usaha Rasulullah Muhammad untuk Membebaskan Palestina?

Ini sangat jarang dibahas secara khusus dalam buku-buku Sirah Nabawiyah Rasulullah. Padahal, banyak sekali fakta yang menjelaskan bahwa Nabi Muhammad sangat bersungguh-sungguh untuk membebaskan Palestina yang saat itu dijajah Romawi. Usaha itu meliputi; Pengiriman Utusan ke Raja Heraclius agar memeluk Islam, Perang Mu’tah –sebuah pertempuran pertama antara umat Islam melawan Romawi-, Perang Tabuk, hingga bahkan wasiat terakhir Rasulullah adalah ekspedisi Usamah yang bertujuan untuk membebaskan Palestina.

Perang Mu’tah (September 629 M) antara 3000 pasukan Muslimin melawan 200.000 tentara Romawi Timur.

Dalam pertempuran ini, 3 panglima muslim gugur, yakni Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abi Thalib dan Abdullah bin Rawahah, radhiyallahu ‘anhum. Kepemimpinan pasukan muslimin diambil alih oleh Khalid bin Walid. Hasil dari pertempuran ini adalah; seri. Namun efeknya besar; Romawi ketakutan, bagaimana mungkin 3000 pasukan bisa seri melawan 1/5 juta manusia. Faktanya, Mu’tah berada 88 kilometer dari Al Quds. Sangat dekat.

Perang Tabuk (Oktober 630 M/ 8 H) antara 30.000 pasukan Umat Islam melawan 500.000 tentara Romawi.

Pertempuran ini berujung pada tidak bertemunya kedua belah pihak, namun memberikan sinyal pada Romawi bahwa Umat Islam telah menjangkau wilayah terdekat menuju Palestina. Jarak antara Tabuk dan Al Quds adalah 397 kilometer. Sangat dekat.

Ekspedisi Usamah bin Zaid (Mei 632 M/ 11 H) adalah perintah terakhir Rasulullah sebelum wafatnya (Juni 632 M/ Rabiul Akhir 11 H) untuk membuat pasukan yang dipimpin seorang sahabat beliau berusia 17 tahun, Usamah bin Zaid, guna membebaskan Palestina dari cengkraman Romawi Timur.

Bersama Usamah, ada 3000 sahabat Rasulullah diantaranya Abu Bakr dan Umar bin Khattab.

Dari 3 momentum besar itu, kita seperti diberi sinyal oleh Rasulullah, bahwa pembebasan Palestina adalah ruh perjuangan yang tidak boleh mati. Keadaan kita bahkan sama dengan masa Rasulullah, dimana Palestina sedang dijajah oleh kekuatan yang zalim. Bahkan sebelum wafat pun, Rasulullah membangun pasukan pembebasan Palestina. Bukan main perhatian beliau agar tanah suci itu terbebaskan.

Selanjutnya di bawah kepemimpinan Abu Bakar, perjuangan pembebasan Palestina tetap dilanjutkan. Perintah pertama Abu Bakar adalah, “lanjutkan pemberangkatan pasukan Usamah!”. Bahkan beliau melakukan langkah sangat hebat; Mengutus 5 batalion raksasa Pasukan Islam yang menyebar di Persia dan Syam, finish akhirnya adalah Al Quds Palestina sembari berkata, “Ketahuilah wahai umat Islam, bahwa Rasulullah telah memerintahkan kita membebaskan Syam (kini Syam adalah Palestina, Yordania, Suriah dan Lebanon), maka aku akan melakukan hal yang sama sebagaimana Rasulullah lakukan.”

Akhirnya, Al Quds atau Baitul Maqdis dibebaskan oleh Umat Islam di masa kepemimpinan Amirul Mu’minin Umar bin Khattab setelah pengepungan sebulan sejak November 636 M sampai April 637 M.

Umar sendiri yang datang untuk menerima kunci Al Quds dari penguasanya saat itu. Al Quds saat itu bernama Elia. Kota itu dipimpin Uskup tinggi bernama Patrick Sophronius, Ada sebagian besar orang Kristen disana dan fakta pentingnya; tidak ada satupun orang yahudi.

Umar bin Khattab menyebut pembebasan Baitul Maqdis sebagai “Fathul Futuh” Pembebasan terbesar. Sebab kota itu adalah milik Umat Islam, dan disanalah sahabatnya, Rasulullah Muhammad ﷺ mengimami para nabi dan rasul sebelum naik ke langit. Pada hari bebasnya Baitul Maqdis jugalah Bilal bin Rabah kembali melantunkan adzan merdunya setelah lama tak bisa melakukannya sejak Rasulullah wafat. Dalam suatu kesempatan Umar berkata tentang Baitul Maqdis :

عمر بن الخطاب: ”نعم المسكن بيت المقدس، القائم فيه كالمجاهد في سبيل الله، وليأتين زمانٌ يقول احدهم ليتني لبنة في بيت المقدس“

“Sebaik-baik tempat tinggal adalah Baitul Maqdis. Orang yang tinggal di dalamnya seperti nilai mujahid di jalan Allah. Dan akan datang suatu zaman ketika seseorang akan berkata; seandainya aku adalah salah satu bata dari bata-bata Baitul Maqdis.”

Baiklah, sampai disini sebenarnya sudah cukup panjang. Terlalu panjang jika kita terus menerus berjalan mengarungi sejarah palestina yang masih sangat-sangat jauh untuk dijelajahi.

Kita padahal belum berbicara bagaimana perjuangan Shalahuddin Al Ayyubi yang heroik melawan pasukan 22 negara Eropa. Pasukan Salib menjajah Palestina tahun 1096 M, yakni 6 abad setelah Umar membebaskannya. Selama 90 tahun orang Nasrani menjadikan Masjid Al Aqsha sebagai kandang kuda pasukan Salib dan mengganti kubah Al Aqsha dengan salib raksasa. Hingga akhirnya tahun 1187 M, Shalahuddin bersama 13 ribu pasukannya mengalahkan 60 ribu pasukan salib di pertempuran Hitthin, untuk kemudian membebaskan Palestina yang kedua kalinya.

Sekarang, umat Islam merasakan penjajahan atas Palestina yang ketiga kalinya. Dan parahnya, yang menjajah Palestina adalah kaum yang paling keras permusuhannya dengan Umat Islam.

Siapa mereka? Yahudi.

Darimana kita tahu bahwa mereka sangat membenci umat Islam? Dari firman Allah dalam surat Al Maidah 82, “Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” MasyaAllah.

Penutup; Sinyal Sejarah Sedang Berbicara Padamu

Kamu tahu? Ada sinyal yang sama, yang didengungkan sejarah padamu sebagaimana ia memberi sinyal pada Umar bin Khattab dan Shalahuddin Al Ayyubi. Sinyal yang sama dan keadaan yang sama, yang membuat kamu hidup di titik sejarah dimana Umar dan Shalahuddin hidup.

Apa itu?

Baik Umar bin Khattab, maupun Shalahuddin Al Ayyubi, dan kita, sama-sama hidup ketika Palestina dijajah oleh kekuatan yang zalim. Umar menyaksikan Romawi menjajah Palestina. Shalahuddin menyaksikan dengan pedih pasukan Salib menyembelih umat Islam di Palestina. Dan kita, menyaksikan dengan mata kepala sendiri, zionis yahudi membunuhi anak-anak tak berdosa, mengebom masjid dan sekolah, meluluh lantakkan perumahan dan rumah sakit.

Sejarah sedang memberi sinyal. Apakah kita adalah generasi yang ditakdirkan untuk membebaskan Palestina? Sebab saat ini dunia Islam sedang bangkit. Di saat yang sama, kezaliman yahudi makin menjadi-jadi dengan membuat Al Quds sebagai ibukota mereka.

Namun ingat; fajar mentari terbit biasanya setelah malam gelap gulita. Gelombang laut akan tsunami setelah didahului dengan air surut.

Inilah saatnya kita merebut takdir sejarah kita. Jangan sampai kita lewatkan, jangan sampai kita tak peduli. Jangan sampai kita malah membuang muka dan mengoceh mengabaikan Palestina. Sebab bahaya, jika Allah akan ganti kita dengan yang lainnya, “dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).” (QSbMuhammad : 38)

Jangan pernah bosan membela Palestina!

(disampaikan dalam Diskusi Online bersama rekan perjuangan G10 Palestina. Komunitas G10 ini —Gerakan 10 juta untuk Palestina— komunitas sederhana yang dirintis mengajak rekan-rekan mahasiswa untuk mulai ikut serta dalam Pembebasan Palestina melalui infaq rutin)

can you believe that it’s canon that in the gutta boys clip yousef was worried about sana and sad to see that she was avoiding eye contact and that in the spiller alene clip he wanted to tell her he likes her and that in the 17 mai spesial youtube vid he was worried and texting noora to see if she knew what was up with sana and in the nynne challenge youtube video he was sad because he thought sana didn’t like him back? because it’s all canon. it is.

Overthinking

Jam kantor berakhir. Saya memeriksa Waze. Merah di sepanjang rute menuju rumah. Terbayang kemacetan yang membuat frustasi. Tapi, demi sebuah kepulangan, berjumpa si kecil yang selalu menyambut dengan suka cita, saya hadapi jalanan.

Dalam sebagian besar kasus, kemacetan yang sebenarnya tidak separah apa yang tergambar di aplikasi. Atau paling tidak, tidak membuat saya sefrustasi seperti yang dibayangkan.

Ohya, maaf, saya sedang bercerita tentang Bandung. Ada faktor udara dingin dan tingkat kesabaran warga yang tidak seburuk di area megapolitan.

Poin saya adalah: hey, persoalan tidak seburuk itu. Jika kita tetap berjalan, pada akhirnya kita tetap sampai di tujuan, dan semua mimpi buruk itu berakhir—atau bahkan tidak terbukti.

Begitu pun dalam sebagian besar persoalan kehidupan.

Persoalan berat yang tampak mustahil selesai hanya perlu kita mulai. Tapaki selangkah demi selangkah. Pada akhirnya ia akan selesai juga, dan ternyata kita bisa melakukannya.

Kamu tahu di mana masalahnya? Di pikiranmu.

Hakikatnya ia hanyalah pekerjaan biasa lainnya, tapi pikiranmu memberikan pemaknaan bahwa pekerjaan itu spesial, berbeda, super besar. Tentu saja, semakin dipikirkan maka ia akan semakin nampak besar.

Buat rencana aksi, tutup telinga, dan lakukan saja apa yang kamu tahu harus dilakukan. Jangan lihat ke belakang, kanan, atau kiri; tatap ke depan dan terus berjalan. Masa bodoh dengan segala excuse, hantam terus.

Sampai jumpa di akhir hari.

takaran

“You gain strength, courage, and confidence by every experience in which you really stop to look fear in the face"

Hingga saat ini, warganet di berbagai linimasa masih berbelasungkawa atas kepulangan sesosok pejuang cilik yang begitu istimewa. Khalayak mengenalnya sebagai @adamfabumi di halaman instagram. Seorang bayi laki-laki yang dikaruniakan keistimewaan berupa Sindrom Patau beserta sederet komplikasi yang menyertai kelahirannya hingga akhirnya ditakdirkan untuk wafat di usia yang baru menginjak tujuh bulan.

Tak hanya ungkapan dukacita, bahkan perjuangan Adam beserta kedua orangtuanya menjadi inspirasi bagi RAN dan Yura Yunita untuk menelurkan sebuah lagu dengan tajuk “Melawan Dunia” yang secara resmi dirilis beberapa hari sebelum Adam berpulang keharibaan-Nya. Sebuah karya yang mengabadikan pesan positif tentang kekuatan cinta dalam menghadapi ketidakmungkinan yang dunia sangkakan.

Topik itu sempat kami @novieocktavia dan @prawitamutia bicarakan beberapa hari lalu di sela-sela obrolan singkat tentang proyek buku keroyokan bersama @academicus juga @kurniawangunadi yang tengah dikerjakan. Entah seperti apa tingkat keikhlasan yang dimiliki oleh Ratih dan Ludi sebagai orang tua Adam. Kami salut dengan kondisi Adam yang tak membuat kedua orang tuanya merasa layak mengumbar rasa sedih berlebih.

Mereka berdua tetap teguh tersenyum dan menyertakan foto-foto perjuangan Adam dulu dengan keterangan yang menyenangkan agar khalayak tahu bahwa seberapapun berat kondisi yang tengah mereka alami, rasa syukur yang terus ditumbuhkan di baliknya harus selalu mengalahkan rasa sedihnya. Ratih & Ludi enggan dikalahkan oleh realita walau mereka tahu mudah saja bagi mereka untuk mengeluh dan mengekspresikan kepayahannya yang luar biasa.

Mungkin kesan itu yang membuat banyak warganet berbondong-bondong memantau akun Adam untuk sekadar mengetahui perkembangan kesehatannya dari waktu ke waktu dulu atau memberikan setulus-tulusnya dukungan kepada Ratih & Ludi yang terlihat amat tegar di mata mereka. Mereka berdua bertambah tegar, ikhlas, sabar dan kuat bukan karena suratan takdir semata, tapi juga karena keputusan untuk bertumbuh.

Tak bisa dipungkiri bahwa sebagai orang tua baru, saya sendiri sering merasa cemas saat Bara didera penyakit ringan semisal batuk, pilek atau demam. Tapi dengan menyeksamai kisah perjuangan Adam, saya sadar bahwa kecemasan yang saya rasakan sebagai orang tua ketika Bara jatuh sakit, sungguh tidak ada apa-apanya. Pada akhirnya, sarana yang terbukti paling ampuh untuk mengokohkan kedewasaan seseorang adalah anugerah benama ujian hidup. Ratih & Ludi telah melalui satu yang paling besar diantaranya.

Sedikitpun tentu kita takkan pernah bisa membayangkan persis seperti apa rasanya ada di posisi mereka. Begitu juga mereka dahulu. Orang tua muda mana yang menyangka bahwa mereka akan dikaruniakan keturunan pertama dengan keistimewaan yang terjadi pada 1 diantara 12.000 bayi? Dengan keputusan untuk terus menguatkan diri, akhirnya mereka terlihat sekuat yang kita simak di linimasa.

Pada sebuah keterangan media saat dimintai kesan tentang perjuangannya sebagai orang tua, Ratih pernah berpesan, “Karena kita adalah orangtua terpilih yang dipercaya oleh Allah untuk mengurus anak kita yang sangat spesial. Yang penting juga harus sabar dan ikhlas untuk menjalaninya. Percayalah, pasti ada hikmah dibalik ini semua”. Saat orang-orang terdekat meyakinkan kita untuk memberanikan diri menghadapi sebuah tantangan, mengapa kita tak mudah percaya ketika diyakinkan-Nya lewat penentuan takdir untuk menghadapi peristiwa tertentu? 

Masih banyak dan akan terus ada Adam-Adam lainnya bermunculan di linimasa kita. Seperti apa yang Ratih Megasari ujarkan, “pasti ada hikmah dibalik ini semua”. Setidaknya, kehadiran kisah-kisah serupa memungkinkan kita untuk tidak berhenti berkebaikan terhadap sesama. Karena Adam pun, lewat Adam Fabumi Foundation meneruskan perjuangannya dengan menggalang dana bagi anak-anak lain yang terlahir dengan kondisi istimewa kelak. 

Kejadian ini membukakan mata kita bersama untuk tidak mudah menyerah lalu membatasi diri ketika ujian datang menghampiri karena ia merupakan gerbang awal pertumbuhan diri. Pertumbuhan yang terus berjalan ketika kita mau melalui pengalaman berkembang beserta ketidaknyamanannya. Pertumbuhan yang terus berjalan hingga tanpa sadar kita telah berubah menjadi sosok yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya. Pertumbuhan yang sesuai dengan takaran terbaik-Nya. Yakinlah, bertumbuhlah. Jangan pernah menyerah.

Soft Spot

Aku percaya bahwa setiap orang mempunyai seseorang 

yang menjadi titik kelemahannya.

Dan untukku, 

seseorang itu adalah kamu.

Tidak peduli sudah seberapa sering kamu pergi, 

aku pasti akan menerimamu kembali ke dalam hidupku

seakan kepergianmu kemarin tidak pernah menyakiti hatiku.

Luka yang kamu torehkan di hatiku, kamu tebus dengan perlakuanmu 

yang mengistimewakanku, seakan aku adalah 

satu-satunya wanita yang paling spesial dalam hidupmu.

Tapi kamu bisa berubah menjadi sangat dingin,

memperlakukanku seakan aku hanyalah beban dalam hidupmu,

dan aku tidak pernah tahu alasan mengapa kamu seperti itu.

Dan tetap saja,

maaf yang tidak pernah kamu minta 

akan terus saja aku berikan kepadamu.

Aku tidak akan pernah bisa membencimu,

meskipun aku tahu bahwa semestinya aku harus.

A.W.

Bandung, 18 September 2018.

nilai

“Gratitude unlocks the fullness of life”

Ada sekotak utuh menu restoran sunda yang petang itu dibawa oleh istri saya dari kantornya. Pesannya, “Nanti kalau di jalan nemu orang yang kira-kira bisa dikasih makanan ini, kita berhenti ya. Aku masih kenyang jadi enggak akan makan”. Namun puluhan menit kemudian sepanjang perjalanan pulang ke rumah, kami enggak menemukan seorang pun yang bisa dihadiahkan nasi kotak untuk menu berbuka puasa. Kalaupun ada, jumlahnya lebih dari satu orang sehingga khawatir menimbulkan kecemburuan antara satu sama lain atas pemberian tersebut. 

Akhirnya, kami memutuskan langsung pulang setelah tercetus ide untuk memberikan nasi kotak itu kepada salah seorang pegawai orang tua kami yang bernama kang Irwan. Setibanya di rumah, nasi kotak itu kontan kami serahkan kepada kang Irwan. Dengan raut keheranan melihat kotak yang ukurannya besar, ia bertanya, “Ini apa, de?”. “Itu nasi kotak, a. Paket komplit buat nanti buka puasa ya. Lumayaan” jawab kami. Ia pun berterima kasih setelah melihat isi kotak tersebut. Di dalamnya tersaji paket lengkap: nasi, ayam goreng, ikan asin, tumisan, juga sambal dan lalapan.

Enggak lama berselang, adzan maghrib pun berkumandang. Kami semua membatalkan puasa dengan menyantap makanan yang terhidang di meja makan. Setelah usai menunaikan salat dan beranjak ke dapur, saya mendapati kresek kuning yang berisi nasi kotak tadi enggak bergeser posisinya sedikitpun di rak dinding. Waktu itu, kang Irwan malah terlihat sibuk mencuci peralatan-peralatan bekas memasak sore tadi.

“Lho, a. Udah buka puasa? Itu nasi kotak masih di situ. Dimakan atuh, keburu kelamaan nanti enggak enak” tanya saya heran. Yang ditanya malah nyengir sembari menjawab, “Ohh. Saya udah buka puasa tadi, nasi kotak ini rencananya mau dianterin ke anak saya nanti malem”. Saya pun tercengang. 

Keliatannya sederhana, seorang ayah berbuka puasa dengan makanan seadanya dan lebih memilih untuk menyerahkan nasi kotak pemberian yang dirasa cukup istimewa kepada anaknya. Jadi enggak sederhana karena kami hafal betul seberapa sayang kang Irwan pada putri semata wayangnya tersebut. Setiap barang yang dihadiahkan pada anaknya, pastilah baginya amat sakral dan spesial. Maka malam itu selepas tarawih, ia pun menempuh jarak belasan kilometer pergi-pulang hanya untuk mengantarkan nasi kotak tadi.

Dari kesederhanaan kang Irwan saya belajar bahwa nilai yang kita terima atas sebuah hal enggak pernah diukur dari seberapa banyak uang yang dikeluarkan untuk mendapatkannya, melainkan dari seberapa besar ungkapan rasa syukur yang hadir karenanya. Nasi kotak dari restoran yang harganya mungkin berkisar 25-40 ribu Rupiah sebagai sajian sekali makan, jadi hal yang mungkin kita anggap lumrah sekali. Tapi baginya, sekotak menu lengkap dari restoran bisa bernilai amat spesial dan layak dihadiahkan supaya anaknya bisa menyantap hidangan istimewa hari itu.

Semoga kita selalu dijauhkan dari kebiasaan meremehkan kenikmatan sekecil apapun yang diterima kemudian lalai untuk menambah nilainya dengan rasa syukur atas keberadaannya. Kita tau ada begitu banyak kaum berada yang masih terus merasa sengsara sementara di sisi lain, mereka yang disebut sengsara bisa jadi malah merasa amat kaya dengan kebiasaan bersyukur yang dimiliki. Kecukupan dalam hal kepemilikan tak pernah menyoal jumlah melainkan kegenapan yang berasal dari diri sendiri.

“And [remember] when your Lord proclaimed, ‘If you are grateful, I will surely increase you [in favor]; but if you deny, indeed, My punishment is severe.'” (T.Q.S. Ibrahim: 7) 

Rasa syukur tak bisa diukur dengan satuan rupiah, karena nilai dari rasa syukur itu tak berbatas dan bisa membuka sisi-sisi menyenangkan dalam hidup yang tak terlihat sebelumnya. Belajar berbaik sangka dengan ketentuan-Nya, bisa jadi kebahagiaan yang kemudian timbul dari rasa syukur memang jadi salah satu bentuk bonus tambahan kenikmatan dari-Nya. Alhamdulillah, segala puji memang hanya untuk-Nya yang Maha Kaya.

youtube

17. MAI SPESIAL

Jika nikmat dipertemukannya kita dengan Ramadhan tidak menjadi momentum membenahi keimanan dan kehidupan. Terus, Allah mau kita ‘suruh’ apa lagi?
— 

Ramadhan itu hadiah spesial untuk siapapun yang masih diberikan kesempatan untuk merasakannya.

Tau nggak? Rasulullah ﷺ bilang celakalah dan merugilah orang-orang yang telah didatangkan Ramadhan padanya, lalu Ramadhan berlalu namun tidak diampuni dosa-dosanya.

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Seriusan Ramadhan ini mau didustakan?

Ayo kawan, 10 hari terakhir! :’)

3

“Salahkah jika aku mengkhawatirkanmu? Salahkah jika aku begitu ingin menanyakan bagaimana harimu dan kau ke mana saja tadi? Dosakah jika aku jujur bahwa aku sering merindukanmu? Bodohkah jika aku memilih untuk menunggu? Menunggu kau meninggalkannya lalu memilihku.

Terlebih, salahkah kita? Telah jatuh cinta bukan pada tempatnya.“

 
#TheBookOfAlmost

Silakan untuk yang mau pesan. PreOrder buku ini sudah dibuka di beberapa toko buku online termasuk di @keranjangjinjing dan ada yang menyediakan penjualan paketan juga loooh.

Ohiya, buat yang mau pesen sama saya langsung, bisa coba follow IG: Brian.khrisna
Di sana paling cepat update tentang info preorder buku beserta hadiah spesial. Diliat BIO sama Highlihgt stories IG-nya juga yaaa jangan lupa. Nanti pemesanan bisa lewat LINE atau WA.

Aku tahu bahwa kau begitu berharga, meski seringkali aku juga tahu bahwa aku pernah tak serius menjaga. Jujur, aku pernah merasakan hampa, terlebih aku banyak sekali bertemu seseorang yang menarik di setiap harinya.

Tapi, dalam sepiku, aku tahu bahwa tak mungkin bagiku begitu saja melepaskanmu. Meski sesekali ingin pergi, aku tetap masih ingat alamat kembaliku ada pada namamu. Aku rasa kaupun begitu padaku, lalu kita menjadi sepasang manusia yang saling tahu.

Yang sudah-sudah, pada akhirnya cinta itu tak lagi membuncah. Mengalir perlahan menembus akar-akar cobaan yang tampaknya kian membesar. Tak ada yang spesial, kecuali hanya rasa sabar. Memahamimu, memahamiku, lalu mencoba menjadikannya ‘pemahaman kita’ bukanlah dibentuk dari masalah yang hanya satu atau dua. 

Bersyukurlah, hingga saat ini ‘kita’ masih berdua. Entah, esok akan seperti apa.

3 Keistimewaan Umat Islam

@edgarhamas


Umat ini spesial. Bukan sekadar karena jumlah dan sejarah. Melainkan adanya Umat ini adalah tanda bertahannya dunia. Berakhirnya umat ini, itulah akhir dunia.


Pertama, Akidah yang Satu

Sejak Adam hingga manusia muslim terakhir di muka bumi kelak, umat ini meyakini keesaan Allah. Walaupun zaman berbeda dan terus berkembang, generasi terus berganti, akidah umat ini takkan lekang oleh zaman. Ka'bah kita satu, shalat kita sama, Al Qur'an kita sama, dan Islam menyatukan kita.


Kedua, Keberagaman Pemeluk

Akidah kita satu, padu, namun pemeluknya ada dari semua bangsa dan bahasa. Masjid bersuhu minus di Greenland, ada. Mushalla berbahan kayu di tengah padang sahara yang nyaris 60° celsius, ada. Nelayan muslim Karibia di Amerika Selatan shalat menghadap Ka'bah. Petani di tepian Bengawan Solo, pun shalat menghadap Ka'bah. Begitupula saudagar karpet Turki, semuanya ada.


Ketiga, Tujuan yang Agung

Umat ini Allah lahirkan untuk menegakkan keadilan. Yang lain mengembara dengan kapalnya merampas rempah-rempah negeri Asia Afrika, menjajah dan menodai kemanusiaan. Umat ini, mengorbankan jiwa raga untuk mengajak manusia menuju Allah. Bahkan mengeluarkan dana dan daya terbesarnya agar manusia bisa mengenal Tuhan mereka.

Kekhawatiran laki-laki

Ternyata kekhawatiran laki-laki yang paling dahsyat dan menyita energi terbanyak adalah kekhawatiran mereka sebelum menikah.

Laki-laki harus berpikir seribu kali jika ingin memutuskan untuk menikah. Iya kan? Kenapa?

Karena beban dan tanggung jawabanya yang luar biasa dahsyat yang harus mereka pikul sejak awal. Tidak tanggung-tanggung, ia disejajarkan dengan Mitsaqan Golizah! Sebuah perjanjian yang berat yang langsung stempel sahnya datangnya dari Allah.

Karena tugas menjadi seorang suami nantinya bukan hanya dia persembahkan untuk dirinya sendiri tapi juga untuk keluarga dan kepemimpinannya harus dia pertanggungkawabkan dihadapan Allah Azza wa Jalla.

Mereka harus memiliki kemampuan untuk menafkahi istri dan anaknya. Mereka akan mulai berpikir tentang pekerjaan, penghasilan dan bagaimana masa depan keluarganya ketika bersamanya nanti.

Tanpa perempuan tahu, setiap laki-laki diserang sindrom berpikir berlebih. Mereka disibukkan dengan pikiran,

“dengan apa anak dan istriku akan makan esok hari?”

Ditambah lagi dengan berbagai persyaratan pernikahan yang wajib mereka kumpulkan. Uang resepsi untuk perempuan juga uang resepsi untuk di keluarganya. Yang bugget angkanya bisa fantastis sambil bikin mata hanya melongo saking tingginya.

Kita buka-bukaan aja, sewa gedung, catering, riasan dan baju pengantin, dan berbagia tetek bengek urusan acara pernikahan harus mereka pikirkan.

Tidak cukup sampai disitu, mereka juga harus menyiapkan mahar untuk perempuannya. Apalagi kalau yang dilamarnya adalah seorang perempuan bugis yang disebutin uang panaiknya saja bikin ngeri, bisa-bisa tabungan terkuras habis untuk syarat yang satu ini.

Ternyata kekhawatiran mereka nggak sampai disitu. Mereka juga akan memikirkan biaya-biaya di awal setelah pernikahannya nanti. Otomatis kehidupan pasca nikah akan berjalan dan bantuan dari keluarga akan di stop. Mereka akan mulai hidup mandiri. Menyediakan kebutuhan mereka sendiri. Dan itupun harus laki-laki pikirkan. Dengan apa? Tentunya bukan dengan daun-daunan yah!

Itu baru kekhawatiran yang berhubungan dengan finansial. Ada kekahwatiran jenis lain yang semestinya juga mereka perlu pikirkan.

Seperti apakah mereka memang sudah siap menjadi seorang suami? Paling tidak hafalan Alqurannya sudah ada untuk dia bacakan ketika menjadi imam sholat tahajjud bersama dengan istrinya nanti.

Bagaimana dengan hukum fiqih dalam berumah tangga? Sudah berapa buku bacaan yang sudah dihabiskan untuk menelaah berbagai persoalan rumah tangga nantinya? Ahh… Bukankah segala keputusan nanti ada di pundak-pundak mereka, para lelaki?

Mereka tak hanya harus mengerti hukum, menghafal alquran tapi juga belajar bagaimana cara bermuamalah dan memimpin sebuah keluarga.

Mereka juga harus mampu melindungi jiwa dan raga anggota keluarganya. Memastikan agar dalam rumah tangganya, setiap anggota keluarga merasa nyaman. Merasa betah dan menggiringnya menjadi baiti jannati.

Itu baru suami. Belum ketika menjadi seorang ayah, keresahan dan kekhawatiran lelaki pun akan bertambah.

Bagaimana pola pendidikannya, bagaimana peran ayah dalam mendidik, dan seabrek pertanyaan lainnya.

Boleh jadi karena kemumetan berjuang inilah yang menyebabkan mereka, para lelaki itu spesial dalam rumah tangga islam. Tidak heran taat kepada mereka disepadankan dengan 8 pintu syurga.

Masya Allah.

Bahkan Rasulullah sendiri mengatakan,

“Seandainya aku boleh menyuruh seorang sujud kepada seseorang, maka aku akan perintahkan seorang wanita sujud kepada suaminya.”

Hari ini sudah sepantasnyalah kita sebagai perempuan yang mereka pilih menyadari betul kekhawatiran yang mereka rasakan. Sehingga tidak ada lagi keegoisan yang mendarat untuknya.

Harusnya kita berada disampingnya untuk membantu perjuangannya melewati setiap kekhawatiran itu. Dan berkata kepadanya,

"Sayang, kekhawatiran itu tidaklah sulit karena kita bisa melewatinya berdua, InsyaAllah.”

***

Saya sudah nyiapain kado terindah loh kak! Sampai-sampai saya yakin kamu bakalan lupa dengan setiap kekhawatiran yang kamu perjuangkan nanti. Jangan menyerah yah! Jangan terlalu khawatir kak! Tetap harus semangat. Ditunggu perjuangannya. Jangan kelamaan. Hehehhe….


Makassar, 23 Februari 2018

@dianesstari