sm ke

also….i really am shameless bc i do daydream about h*ving s*x if im bored enough during a class. like if someone is giving a presentation and i have to just sit there and pretend to listen in either thinking about s*x, when i get to sm*ke w**d next, or my impending academic doom. but usually s*x 

10

Dalam foto-foto ini, terlihat jelas sekali bahwa keserakahan dan perang telah membawa kesengsaraan, menghapus kemakmuran, dan menghilangkan peradaban.

Hati siapa yang tak teriris menyaksikan kota yang menjadi puing-puing, mendengar tangisan dan jeritan masyarakat sipil yang jadi korban perang, melihat mayat-mayat tergeletak dan luka-luka yang menganga.

Saya malu pada Allah, ketika saya hanya mampu menyaksikan lewat Youtube seorang anak kecil yang kepalanya terluka karena serangan bom dan harus dioperasi, sementara saya tak ada disana untuk membawakan obat bius agar rasa sakitnya hilang barang sebentar. Saya malu pada Allah ketika dia membaca hafalan Al-Qur'annya selagi lukanya dioperasi sebagai pengganti biusnya.

Bukan hanya menghadapi peperangan dan pembantaian, saudara-saudara kita di Suriah akan menghadapi musim dingin yang akan segera datang.

Allahumanshurmuslimina fi Suriah, fi Filistine, fi Rohingya, wa fi kulli makan…. Aamiin…

Mari berinfaq terbaik untuk saudara-saudara kita disana. Semoga dapat menjadi amalan yang membela kita di akhirat kelak, bahwa kita tidak tinggal diam ketika saudara kita dizalimi.

Berikut ini nomor rekening Yayasan Dompet Dhuafa dan Yayasan Sahabat Al-Aqsha bagi Anda yang ingin mengirimkan infaq terbaik.

Melalui Dompet Dhuafa

BNI Syariah: 300.300.3155
BCA: 3491296672

a.n. Yayasan Dompet Dhuafa
Berikan kode unik 300 di akhir nominal transfer. Misal donasi 100rb maka Rp 100.300

Konfirmasi melalui WA/SMS ke 081262006967

Melalui Yayasan Sahabat Al-Aqsha

Bank Syariah Mandiri: 7755 12345 7
BNI Syariah: 7755 12345 6

Konfirmasi melalui e-mail ke amanah@sahabatalaqsha.com

Dalam setiap periode, ilmu-ilmu selalu bekembang. Dari 2.000 SM sampai abad ke 20 M perkembangan ilmu-ilmu semakin variatif dan mendetail.

Saya mengamati tabel perkembangan ilmu yang dikirimkannya. Tapi masih gagal fokus. Secara kan masih pagi si calon sainstis ini sudah kirim foto materi belajarnya.

“Oh.. jadi ceritanya ilmu kesehatan itu kebelakang?” Komentarku.

“Hehehe…. Ilmu kesehatan sudah lebih dulu ada. Makanya zaman dulu banyak tabib.” katanya.

Saya mulai melek. Sahabat saya ini tidak sedang bercanda seperti biasa. Kali ini topiknya rada serius seperti saat dia bicara tentang nuklir atau gebrakan-gebrakannya untuk mencerdaskan generasi dengan fisika.

“Cara bacanya bagaimana? Oh ya, apa ilmu kesehatan masuk dalam biologi? Ribet penjelasanya dibawah.. Etapi keren yah dunia sains” Saya lebih cerewet kali ini dengan menghujaninya pertanyaan.

“Cara liatnya kiri ke kanan. Kiri itu sebelum masehi. Ke kanan masehi. Awalnya kedokteran masuk biologi.”

“Jadi dasar ilmu kesehatan itu Biologi, gitu? Dan sains lebih mendominasi lahirnya cabang ilmu yg lain ya”.

“Iya. Filsafat kemudian muncul sains.”

“Filsafat?”

“Iya. Pemikiran yang melandasi semua ilmu.”

Dan saya semakin tertarik tentang keterangan dalam catatan itu. Bahwa kelak dimasa depan, perhatian manusia akan semakin tertarik dengan fenomena-fenomena yang selama ini dianggap anomali. Yakni, gejala nonlinearitas yang sering terjadi dialam.

2

Is this overall dress & White keds look too much? Or do I have the right to to dress like this bc I’m a preschool teacher who sm*kes w**d and it’s October? The real questions

Leona (Part 6)

SEDIKIT RINDU


Bukankah kita butuh beberapa hari untuk yakin bahwa kita sedang merindu? Bukankah kita butuh berjarak untuk melihat perasaan dengan lebih jelas? Dan bukankah sudah hampir 3 hari aku tidak berkomunikasi dan bertemu dengan Leona? Ya. Sudah. Oke baiklah, ya, aku kangen Leona.

Sedikit.

Senin pagi, aku berangkat bareng Ronny. Dia jemput aku pakai motor. Kami ada kelas jam 9 pagi, tetapi kami berangkat jam 9 lewat. Padahal kami dari Bekasi. Harusnya kami berangkat lebih pagi. Jam 5 kalau perlu, biar nggak kena macet.

Persoalan rindu ini, aku ingin cerita ke Ronny, tapi takut ditertawakan. Karena pasti menurutnya, merindukan seorang Leona adalah sesuatu yang lucu. Meskipun pada kenyataannya, rindu ini nyata. Ronny harus sadar, bahwa Leona itu ngangenin. Geregetan aku ingin cerita saat kami macet-macetan menuju kampus, tetapi aku tahan, dan bahas yang lain. Bahas liga Inggris.

Sampai di kampus, kelas sudah bubar. Harusnya kami kecewa, merasa bersalah karena berangkat kurang pagi, tetapi tidak. Kami biasa saja. Aku dan Ronny langsung menuju kantin, mau makan sekaligus nongkrong.

Di kantin, suasana seperti biasa. Ada wajah-wajah yang memang sudah biasa aku lihat. Aku lihat ada mantanku Firly lagi duduk sama pacar barunya. Aku cuekin, takut pacarnya insecure. Ada Indah juga lagi makan. Aku sapa, acak-acak rambutnya. Ada Kak Vanny and the gank, aku dan Ronny mampir di mejanya. Ledek-ledekin Kak Vanny, bilang kalo Ronny suka. Aku juga ketemu Pasha Ungu, dengan kalung yang kelihatan seperti mencekik lehernya. Aku juga ketemu Mbak Nur a.k.a Marshanda. Aku juga ketemu Robbie, Fajar dan Benny. Ada juga Andhika yang lagi sibuk pedekate sama cewek anak fakultas Ekonomi. Lupa namanya. Aku nggak lihat Leona. Mana dia? Aku mau tanya Fajar, takut dia curiga. Karena kangen, aku pikir, ah ya sudah aku saja deh yang SMS di duluan.

JOSH:
Lele, lo nggak ngampus?

Sudah kukirim. Kutunggu, kutunggu, ternyata dia nggak balas, tapi nelepon. Langsung senang aku lihat nama dia muncul di layar HP. Kuangkat dengan penuh sukacita. Aku berdiri dan beranjak biar jauh dari teman-teman semeja. Entah mengapa ada insting sembunyi seperti ini.

“Le?”
“JOOOOOOOSSSSSHHHHHH…….”
“Le, lo di mana?”
“IH JOSH YA AMPUN MAU MATI RASANYA NGGAK DENGER SUARA JOSH….. ASTAGAAA….. IH KENAPA SIH JOSH BARU SMS NANA????”
“Hah?”
“Josh tega kok segininya siiiih… Nana kangen tauk. Kangen-nya itu huruf e-nya ada duapuluh.”
“Hah? Gimana?”
“Kangeeeeeeeeeeeeeeeeeeeen!”
“Lo di mana, Le?”
“Iiiiiiihhhh… astaga akhirnya denger suara Josh lagi.”
“Jangan lebay. Di mana?”
“Nana lagi otw kampus. Josh di mana?”
“Di kantin.”
“Ih tungguin pokoknya nggak mau tau, awas aja ngilang lagi!”
“Eh obeng kembang.. yang ngilang tuh elu!”
“Ih Josh… Nana nggak ngilang. Ini tuh Nana nggak tau mau hubungin Josh gimana. Diapus-apusin semua sama Nicky di HP Nana.”
“Nomor gue?”
“Iyaaaa… Nyebelin banget kan dia?? Errghhh Nana sampe kesel banget sama dia.. sampe nangis tau nggak….”
“Nangis?”
“Iya Josh… Nana berlinang air mata aduh tega banget ya Nicky…”
“Dia masih cemburu, ya?”
“Ntar Josh tungguin makanya di kampus. Nana ceritain.”
“Lo kelas jam berapa?”
“Hari ini nggak ada.. tapi sama mama Nana bilangnya ada.. hahahaha..”
“Lah? Lu ngapain kampus?”
“Ihhh Josh pake nanya padahal udah tau niyeeee…”
“Mau ketemu akyu, ya? Ahahahaha…”
“IH NAJIS PEDE BANGET. IYA MAU KETEMU KAMYU.”
“Yaudah sini. Gue tungguin di kantin.”
“Josh, Josh, Josh… entar dulu dengerin Nana.. di sana ada Fajar, Benny sama Robby??”
“Iya ada..”
“Ummm…. Ih sebel ngapain sih mereka di kampus.”
“Menuntut ilmu, Neng.”
“AHAHAHA JOSH… KANGEN JADI PENGEN MELUK!”
“Zzzzz….”
“Kita keluar aja mau nggak Josh?? ”
“Ke mana? Gue masih ada kelas nanti jam 1.”
“Ih Josh…. Bolos aja sekali…”
“Emang mau ke mana?”
“Nontooooooon…. Yuk yuk nonton Twilight!!”
“Nggak ada duit gue, Le.”
“Ih Josh kaku ya… Nana traktir Josh…..”
“Nggak, ah. Nggak enak gue.”
“IH JOSSSSSHHH HAYUUUUK….”
“……….”
“Josh….”
“Yakin lu nonton?!”
“IH RIBET YA NGOBROL SAMA JOSHUA CAPEK DEH IH MASIH AJA GENGSI DEH NYEBELIN BANGET NGGAK NGERTI BANGET ORANG LAGI KANGEN YA.. KESEL NANA LAMA-LAMA…”
“Dih dia kesel hahahaha…”
“LAGIAN YA….”
“Hahaha iya iya yaudah.. kabarin kalo udah sampe, ntar gue samperin ke mobil.”
“SUMPAH JOSH HARI INI NYENENGINNYA DUA KALI LIPAT… ASIK ASIK ASIK YAUDAH TUNGGUIN JOSH YA…”
“Iye. Bye.”
“Daaaaaa mmuahhh mmmuahh”
“.”

Ada gila-gilanya Leona. Kemarin nomor dan semua tentangku di hapus pacarnya dari HP-nya. Sekarang, dia ajak aku nonton. Malah makin menjadi. Lebih gila, aku. Kangen pacar orang. Sudah begitu, mau pula diajak nonton. Dia yang bayarin lagi.

Karena tahu Leona sudah otw, aku diam-diam beranjak dari kantin. Pura-pura mau ke depan, bilang mau nemuin cewek. Iya memang nemuin cewek, tapi cewek itu Leona.

Bisa dimengerti mengapa Leona nggak mau ngobrol di kantin, karena sudah pasti dia takut Fajar, Benny dan Robbie ada ngadu-ngadu nanti sama Nicky, kalau dia ketemu aku.  Ya, aku sendiri akhirnya jadi agak jaga jarak sama 3 serangkai itu. Karena di satu sisi aku menghargai posisi mereka. Yang kayak begini harusnya nggak ada, kalau Leona nggak suka sama aku. Hadeh.

Malas sebenarnya sembunyi-sembunyi. Haruskah kangen itu merepotkan? Aku ini merasa direpotkan sekaligus mengangeni. Pusing juga ditimpa keadaan hati yang begini.

Ketika aku merasakan rindu yang sedikit ini kepada Leona, aku mulai memikirkan kelebihan-kelebihannya. Dia…… Leona itu…. Iya, menyenangkan. Entah dia memang menyenangkan, atau aku saja yang senang karena disukai hingga sebegininya? Ini aku belum yakin-yakin amat. Tetapi sepertinya dia memang menyenangkan.

Kalau ada Leona, memang rasanya tidak sepi. Tawanya bagaikan angin yang menyapu sunyi.

Leona itu tinggi, sedaguku lebih sedikit. Jadi kalau kita berdiri berdampingan dan aku merangkulnya, sepertinya pas. Belum pernah aku merangkulnya. Mungkin akan kucoba.

Leona itu rambutnya panjang dan tebal. Aku jadi teringat kalau aku selalu meliriknya saat dia menguncir rambut.

Leona itu pacar orang. Sudahlah.

Keep reading

Cahaya untuk Sebira

(Foto : (tampak atas) Pulau Sebira, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta)

Sekilas tentang Pulau Sebira

Pulau Sebira merupakan salah satu bagian dari Kepulauan Seribu yang termasuk dalam wilayah provinsi DKI Jakarta. Pulau Sabira atau yang juga disebut Pulau Sebira berada pada kordinat 05°12′18.5″S 106°27′39.4″E, adalah pulau paling utara di Kabupaten Kepulauan Seribu. Pulau ini tepatnya berada di Kelurahan P. Harapan, Kecamatan P. Seribu Utara, Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta. Pulau kecil ini adalah pulau terjauh yang dimiliki Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu yang jaraknya mencapai 100 mil ke arah utara dari Teluk Jakarta. Luas pulau ini hanya sekitar 9 hektar dengan jumlah penduduk kurang lebih 800 jiwa. Mengingat jaraknya yang jauh dari pulau pemukiman lainnya, roda pembangunan di pulau ini belum berjalan dengan lancar.

Pulau Sebira terdiri dari 152 kepala keluarga dengan jumlah penduduk sebanyak 800 jiwa. Pulau ini mengalami kekurangan pasokan listrik yang dibutuhkan. Listrik yang digunakan sehari-hari berasal dari PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) dan PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel). PLTS terletak dibeberapa titik di Pulau Sebira yang berbentuk menyerupai atap dan juga terdapat satu titik pusat pembangkit listrik tenaga surya untuk kebutuhan warga setempat. Listrik ini digunakan untuk keperluan sehari-hari dan kebutuhan fasilitas umum seperti masjid, sekolah, dan sebagainya. Dari pagi hingga sore, penduduk Pulau Sebira menggunakan listrik dari PLTS. Listrik yang berasal dari PLTS ini digunakan tergantung oleh keadaan cuaca di Pulau Sebira. Apabila cuaca buruk, maka tidak ada listrik. Mulai pukul 17.00 hingga pukul 07.00 keesokan harinya, penduduk mengunakan PLTD.

Pulau Sebira memiliki sekolah SD hingga SMP, yaitu SD-SMP Negeri Satu Atap 02, Pulau Sabira. Fasilitas sekolah ini tidak kalah dengan fasilitas sekolah-sekolah di Jakarta. Sekolah ini berlantai keramik putih, memiliki alat peraga yang lengkap bahkan dilengkapi dengan pendingin ruangan (AC). Sayangnya, minimnya listrik di Pulau Sabira ternyata berimbas juga pada terganggunya fasilitas sekolah ini, AC tidak dapat digunakan setiap saat karena bergantung pada kondisi PLTS. Tidak adanya fasilitas laboratorium komputer juga akibat dari minimnya pasokan listrik di Pulau tersebut. Jika AC atau komputer dinyalakan, listrik langsung mati. Sekolah ini hanya memiliki pengajar sebanyak 7 orang, sedangkan siswa yang ada di Pulau Sebira berjumlah ratusan orang. Jadi, ada guru yang mengajar SD dan SMP sekaligus. Ketika lulus SMP, rata-rata anak-anak Pulau Sebira pergi ke Pulau Pramuka atau ke Jakarta untuk melanjutkan sekolahnya.


Cahaya Untuk Sebira

“Education is not filling a bucket, but lighting a fire” - William Butler Yeats

(Foto: Pengibaran Sang Saka Merah Putih - SMPN Satu Atap 02 Pulau Sebira)

Pernah lihat mercusuar?

Di pulau kami, ada satu mercusuar tinggi besar. Yang menjadi tonggak bagi kapal-kapal nelayan untuk berlayar. Tugasnya sederhana : memberikan pertanda bagi nelayan, bahwa tak lama lagi ia akan bersauh pulang. Lantas pertanda itu datang lewat apa? Ah, kalian pasti tahu jawabannya.

Ya, cahaya. 

Berkatnya, para nelayan dapat mencari nafkah dengan tenang. Ia tak hanya berfungsi sebagai penanda, tapi juga penunjuk arah. Agar nelayan tahu kapan ia harus berbelok–menghindari karang. Agar nelayan tahu kapal siapa yang ada di hadapan, kemudian saling berpapasan–menyapa dengan senyuman. Dan agar nelayan tahu, kapan ia harus berlabuh–membawa rindu kembali pulang.

Cahaya itu, meski terlihat sederhana, namun manfaatnya sangat besar bukan?

Ketika ia tiada, segalanya akan gelap gulita. Seperti halnya ilmu, tanpanya hidup seseorang akan terasa hampa. Dengan ilmu, seorang anak akan tahu sebuah dunia yang akan dihadapinya. Ilmulah yang mengantarkan mereka menuju masa depan yang bercahaya. Ilmulah yang membuat sorot mata itu berbinar, menatap segala asa yang ia gantung tepat di depan wajahnya. Ilmulah yang membuat tangan-tangan mungil itu menggelora, bersemangat demi mencapai mimpi-mimpi yang dijanjikan langit untuknya.

Sayangnya, jalan menuju mimpi itu tak sama untuk setiap orang, bukan?
Mungkin kita bisa bersekolah dengan nyaman, menikmati segala fasilitas dan teknologi yang ditawarkan, mengobati kehausan akan ilmu dengan buku-buku yang menggunung di perpustakaan.

Namun, bagaimana dengan mereka?

Yuk, kita bantu anak-anak Pulau Sebira menemukan cahayanya!

Caranya gimana? Mudah kok :)


Pertama, kamu bisa donasikan buku-buku baru maupun bekas (layak pakai) untuk disumbangkan ke anak-anak di Pulau Sebira.

Bukunya apa aja? Bisa berupa :

  • Buku Cerita
  • Novel
  • Buku Pelajaran
  • Iqra’
  • Ensiklopedi dan Buku Pengetahuan
  • dan lainnya

Untuk pengiriman donasi buku, bisa langsung menghubungi CP di bawah ini :

Line : @raniwy

SMS/Whatsapp : 0857-1010-3750 (Muthi)

Jangan lupa, untuk setiap donasi buku yang kamu kirimkan, sertakan secarik surat untuk anak-anak di Pulau Sebira ya :)

Format suratnya bebas, bisa berisi kata-kata penyemangat, gambar, ataupun cerita.


Kedua, kamu bisa menyisihkan sebagian rezekimu untuk pembelian buku dan peningkatan pendidikan untuk anak-anak di Pulau Sebira.

Donasi uang dapat dikirimkan melalui rekening di bawah ini :

0343424941
Bank Negara Indonesia
a/n Muthmainah

Ohya sertakan konfirmasi pengiriman buku dan bukti pembayaran, melalui whatsapp/sms ke CP dibawah ini ya :

0857-1010-3750 (Muthi)


Hasil dari penggalangan dana ini akan digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak di Pulau Sebira melalui program yang telah kami susun sebagai berikut :

Mari kita bersama-sama membantu masyarakat Pulau Sebira dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, karena pendidikan merupakan kunci keberhasilan suatu bangsa dalam menciptakan generasi penerus yang cemerlang.


Jadi, tunggu apa lagi?

Yuk! Berbagi cahaya untuk langit sebira :)





Tim KKN-PPM UGM DKI-02 2016

Contact Person :

Official Account Line : @dgo1525p

Instagram : @kkn.sebira2016

E-mail : kkn.sebira2016@gmail.com


Kuliah Kerja Nyata - Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat

Universitas Gadjah Mada

Pulau Sebira, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta




boleh minta tolong di share mbak dan mas? terimakasih banyak, semoga dibalas olehNya dengan kebaikan :)  

@tumbloggerkita @jalansaja @prawitamutia @jagungrebus @quraners @kurniawangunadi @kuebeludrumerah @satriamaulana @academicus @muhzulfikar @celotehsinonapuisi @bersamadenganmu @laninalathifa @herricahyadi @faldomaldini @eleftheriawords @senjasenjaberaksara @azharnurunala

DONASI BUKU UNTUK ADIK-ADIK NAGARI PADANG TAROK

Bismillahirrohmanirrahim

Saya percaya masih banyak orang baik, orang-orang yang ingin berbuat baik, ingin berbagi untuk sesama. Melalui kegiatan ini, izinkan saya percaya bahwa masih ada orang-orang baik yang peduli, orang-orang yang igin berbagi.

Donasi buku ini adalah kegiatan yang saya inisiasi sendiri, Welydya (Mahasiswi Ilmu dan Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor Angkatan 2013) yang berasal dari Nagari Padang Tarok, Kec. Kamang Baru, Kab. Sijunjung, Sumatera Barat.

Desa kami jauh dari keramaian kota, jangankan toko buku besar, penjual buku saja hanya sesekali dapat ditemukan di pasar desa kami yang hanya sekali seminggu. Ini ada cuplikan tulisan saya mengenai desa kami https://welydya.wordpress.com/category/negeri-antah-berantah/
Jalan masuk dan keluar desa kami boleh satu, tapi kami dapat menjelajah dunia melalui buku.

Buku yang dapat didonasikan dapat berupa buku bacaan anak-anak dan buku pelajaran SD (muatan pendidikan, ensiklopedi, atlas, kamus bergambar, dll).
Tempat pengumpulan donasi buku: Sekretariat HIMITEPA IPB atau donasi dalam bentuk uang yang dapat ditransfer ke rek BNI 0303221121 a.n Welydya. Uang yang terkumpul Insya Allah akan dibelikan buku untuk adik-adik kita di Nagari Padang Tarok.
Donasi dapat diberikan hingga 14 Januari 2017.

“Seseorang mengajarkan saya bahwa benda kesayangan–sekecil buku, bisa lebih bermakna jika berpindah tangan. Buku pun demikian, ditulis dan disebar dengan semangat berbagi dan memberi. Kebahagiaan terbesar penulis adalah ketika bukunya dibaca oleh semakin banyak orang.” — dikutip dari Teman Imaji karya Mutia Prawitasari

Terima kasih

Narahubung:
Line: welydya30
WA/SMS ke 085274627672 (Welydya ITP IPB 2013)

krama

Manners are probably rare items in these days”

Kalimat itu jadi judul untuk gambar yang dirilis dosen saya ke linimasa media sosial. Gambar yang dimaksud adalah tampilan layar dari obrolan beliau dengan mahasiswa bimbingan skripsinya lewat aplikasi percakapan. Menariknya, bahasa tulis yang digunakan oleh sang mahasiswa terasa kurang elok dibaca. Tanyanya “Gimana, pak? Hari ini bisa ketemu?” dan “Kira-kira bapak di bdg lagi kapan yah? Besok saya sudah rencana pulang ke jakarta soalnya”. Kontan. Tanpa salam pembuka apalagi embel-embel “maaf”, “permisi” atau “barangkali”.

Buat saya, enggak heran kalau beliau cukup risau dengan tabiat anak didiknya. Kesenjangan sopan santun memang kerap hadir sebagai kisah klasik antar angkatan. Nyatanya, ada tiga generasi yang hidup membaur di jaman sekarang dan masing-masing berlaku dengan tata kramanya. Sikap yang dulu terbilang tabu, kini jadi amat biasa. Ditambah lagi, pola didik keluarga dan adat istiadat tiap daerah yang beranekaragam. Ada yang terampil berlemah lembut dengan sesama, enggak sedikit yang meninggikan nada sewaktu berbicara dengan ibu-bapak.

Cerita di atas mirip dengan pengalaman lama seorang sahabat yang ngirim SMS ke dosennya untuk bimbingan. Kekeliruannya sepele tapi berbuntut ceramah panjang-lebar tentang kesantunan dari sosok yang memang terkenal tegas di kampus. Ketik sahabat saya dari ponselnya, “Assalamu’alaikum, Bu. Maaf udah di kampus belum, ya? Hehe”. “Hehe” penutup itulah yang kemudian dijadikan bulan-bulanan oleh sang dosen karena dirasa mengesankan orang tua sebagai rekan sebaya.

Lebih dari satu dekade ke belakang, pada masa dimana harga untuk sebuah percakapan dibanderol lebih mahal, para mahasiswa di jurusan tetangga terbiasa untuk menyimpan rancangan pesan singkat di kotak draf-nya sebelum dikirim ke dosen. Mereka khawatir isi pesannya enggak sedap dibaca dan membikin ibu/bapak dosen ogah merespon  - apalagi ketemu. Dieditlah pesan itu berkali-kali supaya redaksinya ciamik. SMS dulu yang direvisi sebelum kemudian tugas akhir. Dulu mah segitunya.

Tolak ukur tata krama memang kerasa berubah dari masa ke masa. Tolak ukur itu senantiasa bergerak mengikuti perkembangan etika pergaulan yang dianggap lebih kekinian. Di SD dulu, saya pernah dapet mata pelajaran Budi Pekerti selama hampir tiga taun. Mungkin menurut para guru terdahulu, etika sedemikian penting makanya kenapa sampai dibikin jadi bidang khusus. Saking istimewanya, bapak kepsek turun langsung sebagai pendidik. Materinya enggak jauh dari kewarganegaraan, tapi cenderung lebih praktis dan mendasar semisal adab saat berjalan melewati orang tua. Sederhana namun lumayan mengena untuk menambah ajar siswa-siswi biar enggak kurang ajar. 

Tapi, dari pelajaran sesimpel itu ada banyak makna yang bisa dipetik untuk tradisi yang menomorsatukan tata krama. Saya jadi inget gimana cara bapak mertua berjalan melewati kami kalau lagi kumpul di ruang keluarganya. Di depan anak-anaknya yang tengah asyik menonton TV, beliau membungkukkan badannya sambil berlalu perlahan. Waktu pertama kali ngeliat, saya terkesima sendiri. Enggak cuma dikhususkan untuk para sepuh, ternyata kesantunan juga membeli hati kami yang belia.

“If you want, I will tell you what the highest knowledge is, which raises people in rank: it is humility”

Inti dari tata krama enggak jauh dari kata kunci yang itu-itu lagi, kerendahan hati. Saat jadi yang lebih muda, kita mau memandang mereka yang tua sebagai pendahulu yang padat ilmu dan amal. Saat jadi yang lebih tua, kita mau menempatkan mereka yang muda sebagai penerus yang penuh semangat dan cita-cita. Setiap orang berharga dan mungkin menyembunyikan kebaikan yang enggak kita tau. Mereka yang abai bersopansantun mungkin lupa tentang cara paling sederhana untuk membahagiakan sesama: membuat orang lain merasa penting dan dihargai.

Tiada penghormatan tanpa kerendahan hati. Tiada kesantunan tanpa kelembutan hati. Kesan semanis apapun bisa menggetir seketika kalau kita luput menyertakan tata krama. Maka, maaf, bersopansantun itu perlu.

anonymous asked:

Doesn't Sailor Moon have four ships in one? UsaMamo, EndyxSerenity, TuxedoMaskxSailorMoon, and NeoQueenxKing?

True but it could be more if SM explored Usagi/TM and Mamoru/SM just like Ladybug is doing with M/CN and A/LB.

So Sailor Moon could have had six ships with the same two people. 

Endy/Sere

Usa/Mamo

Usagi/TM

Mamoru/SM

Mask/Moon

NQS/KE