siwanie

Cerita Sendang Siwani, sumur keramat tempat Soeharto cuci muka

MERDEKA.COM. Di Kabupaten Wonogiri, ada sebuah tempat disakralkan. Namanya Sendang Siwani. Letaknya sekitar lima kilometer dari pusat kota. Sendang artinya sumur. Sedangkan Siwani bermakna dia yang berani. Tempat itu dikeramatkan oleh warga.

Menurut berbagai cerita dan literatur, tempat itu terkait erat dengan sosok Raden Mas Said atau kerap disapa Pangeran Sambernyawa. Ceritanya, dia mengalami kekalahan ketika berperang melawan pasukan Kongsi Dagang Belanda di Hindia Timur (Vereenigde Oost-Indische Compagnie).

Karena keteteran meladeni pasukan VOC, Raden Mas Said bersama pasukannya lari dan bersembunyi di suatu tempat di dekat sebuah sumber air. Dia lantas hampir kehabisan akal buat memukul balik VOC.

Kemudian, guna mendapat petunjuk, Raden Mas Said melakukan samadi. Pada saat dia tirakat, ada dua ekor kerbau jantan sedang berkelahi. Seekor kerbau muda melawan seekor kerbau besar dan kekar. Kerbau yang muda kalah berkelahi hingga tanduknya patah satu. Dia kemudian berlari menuju ke sumber air yang ada di dekat Raden Mas Said dan meminumnya.

Setelah minum air dari sumur itu, kerbau muda yang kalah mendadak semangatnya bangkit dan kembali berkelahi dengan lawannya. Akhirnya kerbau muda tadi menang dan mengejar kerbau lebih besar hingga lari.

Setelah melihat peristiwa itu, Raden Mas Sahid langsung menghampiri anak buahnya. Perkelahian kedua kerbau dia saksikan lantas diceritakan kepada anak buahnya. Dia mengatakan kalau meminum air di sumur itu akan timbul keberanian lagi dan bisa menang melawan VOC.

Kemudian Raden Mas Said dan seluruh anak buahnya meminum air dari sumber air itu. Mendadak, semangat prajuritnya langsung membara. Raden Mas Sahid dan anak buahnya menyusun strategi memukul mundur pasukan VOC. Kemudian terjadilah pertempuran antara pasukan Raden Mas Sahid dengan tentara VOC.

VOC kalah dan melarikan diri dikejar oleh pasukan Raden Mas Said. “Sejak itu sumur air itu dinamakan Sendang Siwani. Hari lahir Kabupaten Wonogiri juga ditetapkan sejak Raden Mas Said melawan balik VOC,” kata Begug Poernomosidi, mantan Bupati Wonogiri kepada merdeka.com.

Menurut pendiri Padepokan H.M. Soeharto itu, nama Sendang Siwani sudah tersohor sebagai tempat wisata spiritual. Dia mengakui banyak orang kerap bertandang ke tempat itu dengan banyak harapan.

“Ada yang datang ke sana untuk mandi atau cuma ambil airnya saja,” ujar Begug.

Tak terkecuali Presiden Republik Indonesia kedua, (Alm.) Soeharto, dan istrinya, (Alm.) Siti Hartinah. Menurut Begug, keduanya juga kerap mampir ke Sendang Siwani bila dulu bertandang ke Wonogiri.

“Pak Harto sama Ibu Tin juga sering ke Sendang Siwani. Sekadar cuci muka. Atau kadang cuma ambil airnya pakai jeriken,” ucap Begug.

Baca Berita Selanjutnya:
Saat Fahri Hamzah bilang pemerintah Jokowi hambar, Soeharto jagoan
Pemerintahan maju mundur, Fahri Hamzah bandingkan Jokowi & Soeharto
‘Pembebasan tapol dan napol bagus, ini bukan zaman Soeharto’
Padepokan dan jejak spiritual Soeharto di Wonogiri
Like us on Facebook | Follow us on Twitter | Follow us on Google+

Sumber: Merdeka.com

Happy birthday Ana!
I hope you have an amazing 19th and remember to enjoy every moment of it. You’re only 19 for 365 days, or 364 if you count today. All the Siwan love to you! Have a spectacular birthday, you deserve it!
- Much love,
Val.