situbondo

Kenapa Harus “Left Group”?
.
Ketika tiba-tiba ada yang left grup, muncullah beribu-ribu pertanyaan.
“Dia kenapa ya left grup?”
“aku ada salah ngomong apa ya?”
Lalu ada yang menjawab, “mungkin kepencet” atau “mungkin hp nya error” dan masih banyak jawaban2 lainnya.
.
Dan ketika ditanya personal, jawabannya, “pengen nenangin diri sejenak, keluar dari keramaian.”
.
Lalu, apakah left grup adalah solusi yang tepat? Konsekuensinya yaitu kita akan memutus sebuah komunikasi di grup itu. Boleh jadi left grup itu merupakan luapan emosi sesaat, atau menunjukkan orang itu lagi ngambek, kadang ada kesan kekanak kanakan, apalagi sampai left di berbagai grup.
.
Left grup pernah saya lakukan, alasannya karena memang nggak nyaman dgn grup tersebut, males buka, atau ngerasa nggak penting buat baca isi chat. Dan ujung-nya diinvite lagi sama admin. Tetapi saya juga menjadi orang yg merasa kesal ketika ada oknum yang suka bolak balik left grup wkwk 😂😂 oh gini ya rasanya, kalau ada yang left grup tiba2 cuma karena pengen nenangin diri, yasudah kalau merasa terganggu tinggal dinonaktifkan notifikasinya, kalau isi chat banyak tinggal buka ngga usah dibaca, kalau ngga suka ya tetep di grup menjadi anggota pasif, atau bubarin aja grupnya kalau dirasa nggak dibutuhkan. sesederhana itu. Jika merasa tidak ada kontribusi dalam grup, minimal tidak left grup biar yang lain nggak baper. *ngomong seenaknya 😂*
.
kalau memang ada yang salah, bisa saling mengingatkan. bertahanlah pada sesuatu yang baik, bukan keluar dari yang baik.
.
untukmu yang sedang di jalan dakwah
.
“Jika bersama dakwah kamu serapuh itu, bagaimana jika kamu sendiri?”
.
*mohon maaf jika foto sama caption kurang nyambung 😂😂
.
📷by @fitria_arini
#edisiliburan #Baluran #Situbondo #latepost

Made with Instagram