sints

Located just west of the Sacred Stone Camp is the Sicangu Lakota Wicoti (Burnt Thigh Camp) in Standing Rock. Across the river are camps of the Oceti Sakowin and tribes from throughout the continent.

On the morning of August 20th, people of Sicangu Lakota Wicoti and other camps placed their canoes onto the water for the Mni Wiconi Canoe Journey. Paddling from Inyan Ki Wakagapi to Mnisose, Missouri, they would face the Dakota Access Pipeline in order to protect water for future generations. Upon return, women of Sicangu Lakota Wicoti sang the canoes in.

Below, standing at the bank of Inyan Ki Wakagapi, Cannon Ball River, members of the Rosebud Sioux Tribe held the flag high in support of the Standing Rock Sioux Tribe in putting an end to the Dakota Access Pipeline. Students of Sinte Gleska University, grandfathers, grandmothers, sons, and daughters are continuously traveling back and forth to this peaceful setting in support of their relatives.

Makam

Jika saja angan dan kenangan adalah jaring-jaring internet, sudah kugulung kabel-kabelnya dan kugunting bagian yang sudah kusut.

Setiap harinya orang-orang datang silih berganti ke pemakaman. Beramai-ramai berpakaian serba hitam. Dengan tatapan muram membawa karangan bunga dan ucapan turut berduka. Mereka berpura-pura menangisi kepergian seseorang dari keluarganya atau bukan keluarganya. Juga seorang wanita di hadapan batu nisan tengah berpura-pura bersedih menangisi kekasihnya atau bukan kekasihnya. Mereka semua bersedih karena tak ingin cepat-cepat bertemu dengan Tuhan. Jika kematian datang terlalu cepat, akan menjadi masalah baru untuk mereka atas segala janji dan dosa mereka yang belum tuntas.

Kemarin aku datang ke areal pemakaman dan memesan sebidang tanah atas nama diriku. Awalnya mereka tertawa dan menggangapku sinting. Aku menertawakan mereka yang tak percaya kematian bisa datang kapan saja. Maka aku tak ingin dipersulit birokrasi, sesegera mungkin aku membayar beberapa lembar uang dan mereka menukarnya dengan selembar kertas.

Negara kini membatasi kita berbicara semaunya. Semua orang hanya diperbolehkan berbicara dengan seratus empat puluh kata. Tidak lebih dan tidak kurang. Jika telepon berdering, aku akan meletakkannya di telingaku tanpa menyebut kata halo. Di warung aku memesan makanan hanya dengan jari telunjuk yang hapal betul tata letak Tempe Orek, Sayur Nangka dan Ikan Mas Goreng.

Tengah malam aku selalu menelpon kekasihku. Aku hari ini berbicara kepada semua orang menghabiskan sembilan puluh kata. Sisanya kusimpan untukmu. Jika ia tak menjawab, aku sudah tahu pasti menghabiskan jatahnya kepada entah siapa namanya dan apa pekerjaannya. Kemudian aku pelan-pelan berbisik: Aku mencintaimu hari ini, esok dan selamanya. Kemudian tidak lagi.

Untuk itu aku menyiapkan makam ini sebagai lahan kosong yang kelak biji-bijinya menumbuhkan bunga-bunga. Juga meneduhi segala pepohonan hijau, burung-burung, semut-semut dan anjing hutan. Agar nantinya arwahku tenang sebagai sebuah hutan yang pandai menampung segala hujan kesakitan.

Kau nanti tentu boleh datang ke pemakamanku. Datanglah dengan setangkup bunga mawar dan juga perasaan berduka. Aku akan lebih mudah melihat kau: apakah sedang berpura-pura menangisi diriku atau tertawa bahagia ketika mendengar aku telah tiada.

Bekasi, 2016

7

Arne Quinze

Arne Quinze was born in 1971 in Belgium and lives and works in Sint- Martens-Latem, Belgium and Shanghai, China. In the eighties he began working as a graffiti artist but he never finished an official art education. Quinze creates large and small sculptures, drawings, paintings, and large- scale installations. Smaller works, sketches, and drawings are the basis and research for his large installations. Recurring fundamentals in his oeuvre are the use of multiple types of wood, including salvaged wood, metal and bronze, coloured glass, electrical colours in fluorescent paint, and themes referring to social interaction, communication and urbanism. Since a while he’s doing research towards large-scale steel installations.

Keep reading

ppl have said im a popular blogger but qualifications include 1) being on at least 3 ppls byf 2) having at least 2 callouts despite being underaged 3) sharing opinions freely that arent the norm 4) saying shady borderline anti sjw things constantly so idk

   JAN VAN EYCK (1395-1441) - The Ghent Altarpiece - Eve, The Killing of Abel - 1432. Sint-Baafskathedraal (Cathedral of St Bavo), Gent, Belgium.