siangie

Naskah Cinta

Latar ini kubuat sederhana. Hanya ada aku dan kau di dalamnya. Ya, di sini semua bermula.Kita saling bersandiwara: kau terbata-bata dan aku salah dialognya. Kau berkata:

“Wahai matahariku, siangi tubuh ini agar mengerti hangatmu”

Lalu aku berkata:

“Wahai bulanku, berhenti pancarkan rindu saat malam menyelimutiku”

Aku hanyalah seorang yang kaku. Yang mungkin tak biasa bersandiwara di duniamu. Yang aku bisa hanyalah berteriak lantang bahwa:

“Aku rindu kamu!”

Namun kaubiarkan sandiwara ini tetap berjalan. Lalu kita kembali berperan dalam kepura-puraan. Sampai nanti kaubaca naskah ini. Naskah bertinta merah hati. Tentang cinta yang tak dapat berbicara sendiri.