sholat sunnah

Hati yang merindu

Untuk hati yang merindu.

Coba dimulai saat ini juga.
Coba mulai sekarang kita latih jiwa kita. Supaya emosi lebih teredam, amarah tidak meledak-ledak dan lebih sabar. Apalagi dalam sholat, Semoga dilakukan dengan thuma'ninah dan lebih khusyu.

Mari!
Mulai sekarang, belajar sholat sunnah qobliah dan ba'diyah setiap kali sholat wajib.
2 rokaat sebelum Shubuh.
4 rokaat sebelum Dzuhur.
2 rokaat setelah Dzuhur.
2 rokaat setelah Maghrib.
Dan 2 rokaat setelah Isya…

Jangan lupa sholat witirnya. Mulai sekarang biasakan untuk pasang alarm minimal Jam 03.30.. (Bagi yang belum menikah, ini salah satu latihan sebagai ibu yang baik yang mana nantinya akan bangun pagi dan mempersiapkan kebutuhan keluarga di pagi hari).

Bangun minimal jam 03.30, alarm bunyi, bangun tidur, duduk sebentar. Kriyep-kriyep baca doa dulu, kumpulin ‘nyawa nya’ utuh 😅
Baru sholat malam. Tidak perlu langsung dengan rokaat banyak. Tapi cukup mulai dari 2 rokaat saja terlebih dahulu.

Lalu mulai sekarang, setiap habis sholat wajib coba untuk membaca 8 - 9 ayat atau 2 lembar Qur'an. Alhamdulillah kalau sudah terbiasa 1 juz per hari.

Biar kita persiapkan diri dan jiwa kita menyambut romadhon. Supaya Allah lihat kesungguhan kita. Siapa tahu kita dapat rizki berupa Lailatul qodr. Masya Allah luar biasa kan?

Jangan lupa juga belajar berbagi, barang sedikit saja. Belajar shodaqoh senyum, shodaqoh masakan, ilmu, atau apa saja yang bermanfaat . Supaya nanti terbiasa ketika di bulan yang semua amalan dilipat gandakan. Kita bisa berbagi sepenuh hati.

Ah iya, satu lagi. Persiapkan semua keperluan di bulan ramadhan.
Semisal baju baru, kebutuhan makanan, buat roti kering dan semacamnya. Agar nanti ketika sudah memasuki bulan ramadhan apalagi di 10 hari terakhir ramadhan kita bisa fokus tanpa di pusingkan lagi dengan persiapan lebaran semisal kue dam semacamnya.

Ah ramadhan. Tinggal menghitung hari. Semoga dalam penantian menyambutnya kita bisa berbenah mulai dari sekarang. Bismillah :))

Menunggu mu, masih di tempat yang sama ||
Pelataran masjid nuruzaman || 14.14

Sholat Sunnah Rawatib

Bismillah,

Shalat sunnah rawatib adalah shalat sunnah yang mengiringi shalat lima waktu. Shalat sunnah rawatib yang dikerjakan sebelum shalat wajib disebut shalat sunnah qobliyah. Sedangkan sesudah shalat wajib disebut shalat sunnah ba’diyah.
Di antara tujuan disyari’atkannya shalat sunnah qobliyah adalah agar jiwa memiliki persiapan sebelum melaksanakan shalat wajib. Perlu dipersiapkan seperti ini karena sebelumnya jiwa telah disibukkan dengan berbagai urusan dunia. Agar jiwa tidak lalai dan siap, maka ada shalat sunnah qobliyah lebih dulu.

Sedangkan shalat sunnah ba’diyah dilaksanakan untuk menutup beberapa kekurangan dalam shalat wajib yang baru dilakukan. Karena pasti ada kekurangan di sana-sini ketika melakukannya.

Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib

♥ Pertama: Shalat adalah sebaik-baik amalan

“Ketahuilah, sebaik-baik amalan bagi kalian adalah shalat.”
[HR. Ibnu Majah no. 277, Ad Darimi no. 655 dan Ahmad (5/282), dari Tsauban. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.]

♥ Kedua: Akan meninggikan derajat di surga karena banyaknya shalat tathowwu’ (shalat sunnah) yang dilakukan

Tsauban –bekas budak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam- pernah ditanyakan mengenai amalan yang dapat memasukkannya ke dalam surga atau amalan yang paling dicintai oleh Allah.
Kemudian Tsauban mengatakan bahwa beliau pernah menanyakan hal tersebut pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lantas beliau menjawab,

“Hendaklah engkau memperbanyak sujud kepada Allah karena tidaklah engkau bersujud pada Allah dengan sekali sujud melainkan Allah akan meninggikan satu derajatmu dan menghapuskan satu kesalahanmu.“
[HR. Muslim no. 488]

Ini baru sekali sujud.
Lantas bagaimanakah dengan banyak sujud atau banyak shalat yang dilakukan?

♥ Ketiga: Menutup kekurangan dalam shalat wajib

Seseorang dalam shalat lima waktunya seringkali mendapatkan kekurangan di sana-sini sebagaimana diisyaratkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Sesungguhnya seseorang ketika selesai dari shalatnya hanya tercatat baginya sepersepuluh, sepersembilan, seperdelapan, sepertujuh, seperenam, seperlima, seperempat, sepertiga, separuh dari shalatnya.”
[HR. Abu Daud no. 796 dan Ahmad (4/321), dari ‘Ammar bin Yasir. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.]

Untuk menutup kekurangan ini, disyari’atkanlah shalat sunnah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya amalan yang pertama kali akan diperhitungkan dari manusia pada hari kiamat dari amalan-amalan mereka adalah shalat. Kemudian Allah Ta’ala mengatakan pada malaikatnya dan Dia lebih Mengetahui segala sesuatu, “Lihatlah kalian pada shalat hamba-Ku, apakah sempurna ataukah memiliki kekurangan? Jika shalatnya sempurna, maka akan dicatat baginya pahala yang sempurna. Namun, jika shalatnya terdapat beberapa kekurangan, maka lihatlah kalian apakah hamba-Ku memiliki amalan shalat sunnah? Jika ia memiliki shalat sunnah, maka sempurnakanlah pahala bagi hamba-Ku dikarenakan shalat sunnah yang ia lakukan. Kemudian amalan-amalan lainnya hampir sama seperti itu.”
[HR. Abu Daud no. 864, dari Abu Hurairah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.]

♥ Keempat: Rutin mengerjakan shalat rawatib 12 raka’at dalam sehari akan dibangunkan rumah di surga.

“Barangsiapa merutinkan shalat sunnah dua belas raka’at dalam sehari, maka Allah akan membangunkan bagi dia sebuah rumah di surga. Dua belas raka’at tersebut adalah
empat raka’at sebelum zhuhur,
dua raka’at sesudah zhuhur,
dua raka’at sesudah maghrib,
dua raka’at sesudah Isya
dan dua raka’at sebelum shubuh.”
[HR. Tirmidz no. 414, dari ‘Aisyah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.]

─ Lakukan amalan ini terus-menerus lebih baik ─

Dari ’Aisyah –radhiyallahu ’anha-, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” ’Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya.”
[HR. Muslim no. 783, Kitab shalat para musafir dan qasharnya, Bab Keutamaan amalan shalat malam yang kontinu dan amalan lainnya.]

Jadi:
Qobliyah (Sebelum):
Subuh 2 rakaat
Dzuhur 4 rakaat

Ba'diyah (Sesudah)
Dzuhur 2 rakaat
Magrib 2 rakaat
Isya 2 rakaat


Wallahua'lam.

Semoga bermanfaat :)


Sumber: Fanspage Jilbab ITU Cantik

Rasulullah pun Hujan-hujanan?

Inilah 7 Sunah Ketika Hujan

“Dan Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira sebelum kedatangan Rahmat-Nya (hujan); dan kami turunkan dari langit air yang sangat bersih”. (QS. Al Furqon: 48)

Kita sering takut terkena hujan? Mengeluh ketika hujan turun deras?
♣Hati-hati…karena Rasulullah telah mencontohkan bagaimana sebaiknya kita dalam menghadapi hujan yang turun dari langit!
Bahkan, sewaktu hujan turun termasuk waktu yang terbaik untuk memanjatkan doa.

♣Berikut ini beberapa sunah yang penting kita ketahui dan praktekkan di kala hujan turun, semoga bermanfaat:

1. Ketika mendung
HR. Bukhari dalam kitab Adabul Mufrod:

“Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam apabila melihat awan yang berkumpul di ufuk dari ufuk-ufuk langit, beliau menghentikan aktivitas-aktivitasnya, bahkan walaupun beliau sedang sholat sunnah. Lalu setelah itu beliau kembali melanjutkan aktivitasnya. Kalau awan itu berlalu maka beliau mengucapkan “Alhamdulillah”.
Dan kalau turun hujan beliau mengucapkan :
“Allahumma shoyyiban naafi’aa.”

HR Bukhari yang lain, dari Aisyah:
“Nabi shallallaahu ‘alaihi wassallam apabila melihat mendung di langit, beliau beranjak ke depan, ke belakang atau beralih masuk atau keluar, dan berubahlah raut wajah beliau.
Apabila hujan turun, beliau shallallaahu ‘alaihi wassallam mulai menenangkan hatinya.
Aisyah sudah memaklumi jika beliau melakukan seperti itu. Lalu nabi shallallaahu ‘alaihi wassallam mengatakan,” Aku tidak mengetahui apa ini, seakan-akan inilah yang terjadi (pada kaum ‘Aad) sebagaimana Allah berfirman yang artinya : "Maka tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka”(Q.S. Al Ahqaf: 24).”

Ibnu Hajar Al Asqolani mengatakan: Sunnah nabi, hendaknya ketika ada awan hitam atau mendung yang sangat gelap, kita harus menumbuhkan perasaan khawatir bisa jadi ini akan menjadi bencana. Kita harus menyeimbangkan antara harapan dan kekhawatiran.

2. Ketika hujan pertama kali turun

Dalam HR. Bukhari, dari ‘Aisyah, bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wassallam jika melihat hujan turun (dalam riwayat yang lain ketika hujan pertama kali turun) maka beliau berdoa:

ALLAHUMMA SHOYYIBAN NAAFI’AA
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat”.(HR. Bukhari)

3. Di Tengah-tengah turunnya hujan

◆ Ada dua macam sunnah saat di tengah-tengah turun hujan:

a. Dalam hadits Anas Riwayat Muslim:

Anas bin Malik radhiallaahu ‘anhu berkata:,
”Kami pernah kehujanan bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wassallam. Lalu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wassallam menyingkap bajunya hingga terguyur hujan.
Kemudian kami mengatakan, ”Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan demikian?” Kemudian Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wassallam bersabda: ”Karena hujan ini baru saja ALLAH ciptakan.” (Artinya langsung turun dari langit yang belum dirusak manusia).

◆ Ada beberapa hal yang perlu kita garis bawahi:

Menurut Ibnu Qudamah: ini dilakukan di tengah hujan sedang deras-derasnya.
Tujuannya bukan untuk basah-basahan, namun mencari berkah yang sesuai dengan sunnah yang dalilnya (HR. Bukhari Muslim). Hujan langsung turun dari langit dan itulah salah satu keberkahan yang luar biasa.

Maksud hujan-hujanan di sini adalah bukan basah kuyup, tapi paling tidak ada bagian tubuh kita yang basah terkena air hujan secara langsung.
Ini hukumnya SUNNAH

b. Saat hujan turun, salah satu sunnah Nabi shallallaahu ‘alaihi wassallam adalah memperbanyak doa.

Ada dua hadits tentang masalah ini:

Hadis Riwayat Imam syafi’I dalam kitabnya al Umm, Nabi shallallaahu ‘alaihi wassallam bersabda: “Carilah doa yang mustajab dalam 3 kondisi/waktu, (1) ketika dua pasukan telah berhadapan( dalam jihad syar’i), (2) menjelang dilaksanakannya sholat wajib, antara adzan dan iqomat, (3) ketika hujan turun.”

Hadis Riwayat Hakim, Nabi shallallaahu ‘alaihi wassallam bersabda:”Ada dua doa yang tidak akan ditolak, (1) setelah adzan, (2) ketika turun hujan".

4. Ketika hujan turun dengan sangat lebat dan kita khawatir akan menimbulkan efek negatif

Rasulullah berdoa:
“ALLAHUMMA HAWAALAINAN WA LAA ‘ALAINA. ALLAHUMMA ‘ALAL AAKAAMI WAZH ZHIROOBI WA BUTHUUNIL AUDIYATI WA MANAABITISY SYAJARI”

Artinya :
“Ya Allah turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah turunkanlah hujan ke dataran tinggi, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan”.
(HR. Bukhari no 1014)

5. Ketika angin bertiup kencang

“ALLAHUMMA INNII AS ALUKA KHOIROHAA WA KHOIRO MAA FIIHAA WA KHOIRO MAA ARSALTA BIHI. WA ‘AUUDZU BIKA MIN SYARRIHA WA SYARRI MAA FIIHAA WA SYARRI MAA ARSALTA BIHI”

Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu kebaikan angin (ribut ini) dan kebaikan apa yang ada di dalamnya dan kebaikan dari tujuan angin itu dihembuskan. Dan aku berlindung kepadaMu dari kejahatan angin ini dan kejahatan apa yang ada di dalamnya dan kejahatan dari tujuan angin itu dihembuskan”.
(HR Muslim 2/616 dan Al Bukhari 4/76)

6.Ketika mendengar petir

Berdo'a (QS. Ar Ra’du:13):
“SUBHANALLADZI YUSABBIHUR RO’DU BIHAMDIHII WAL MALAAIKATU MIN KHIIFATIHI”
Artinya :
“Maha Suci Allah yang petir bertasbih dengan memuji-Nya, begitu juga para malaikat, karena takut kepada-Nya”.

7. Ketika hujan berhenti
Berdoa:
مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ ُ
“MUTHIRNAA BI FADHLILAAHI WA ROHMATIHI”

Artinya:
“Diturunkan kepada kami hujan karena karena anugrah dan rahmatNya”. (HR.Bukhari)

★ Mari berdo'a..mari terus bersyukur…mari mengamalkan Sunnah. Semoga kita bermanfaat. ★

Allah Membagi Amalan Sholeh bagi hamba-Nya Sebagaimana Allah Membagi Rizki-Nya

👤 Dr. Firanda Andirja

Amalan-amalan sholeh seperti rizki yang dibagi-bagikan Allah kepada hamba-hambaNya, ada yang jadi tukang kayu, ada pengusaha, ada pedagang, dll…

Demikian pula amalan sholeh, ada orang yang dimudahkan untuk selalu sholat malam (namun jarang puasa sunnah), ada yang sebaliknya dimudahkan untuk selalu puasa sunnah (namun jarang sholat malam),

ada yang dimudahkan untuk sholat malam dan puasa sunnah. Ada yang dimudahkan Allah untuk bersedekah namun tidak pandai berceramah, ada yang pintar ceramah tapi tidak mampu bersedekah, dan demikianlah…

Karenanya masing-masing kita hendaknya menekuni amal sholeh yang dimudahkan Allah baginya, dan jangan pernah menyepelekan amalan sholeh tersebut,

serta jangan pernah pula menyepelekan amal sholeh orang lain… Bukankah tanpa donatur, dakwah sulit untuk berjalan?,.. dan bukankah dana tanpa arahan da'i juga kurang optimal?…

Sebagaimana sholat malam merupakan sebab masuk surga, maka demikan pula puasa, bersedekah, dan berdakwah…

Menekuni amalan sholeh yang Allah mudahkan bagi kita -apapun bentuk amalan sholeh tersebut-, merupakan ungkapan rasa syukur kita kepada Allah yang telah memudahkan segalanya…

Jika sudah teratur sholat fardhu nya, rajin juga sholat sunnah rawatib, dhuha, dan qiyamul lail nya, lalu konsisten dengan shaum sunnah nya. Namun masih belum mampu untuk berjilbab dan masih berpacaran, maka minta lah pada Allaah untuk memampukan. Niatkan untuk menutup aurat dan menikah. Karena jangan sampai kita seperti orang yang ikut lomba lari, berada di posisi pertama, finish dengan urutan 3 terdepan tapi lupa tidak daftar menjadi peserta. Gugur dari awal amal itu karena kewajiban yang lainnya tidak dilakukan.
—  Uni. 2017
Dzikir rutin setelah sholat

Barang siapa yang membaca subhanallah 33x setiap selesai sholat, alhamdulillah 33x, dan allahu akbar 33x, kemudian untuk melengkapi bilangan seratus ia membaca,

Laa ilaa ha illallahu wahdahu laa syarikalah, lahulmulku, walahulhamdu, wahuwa ‘ala kulli syai'in qadiir,

Maka dosa-dosanya diampuni, meski dosa-dosa itu seperti buih samudra.

(Imam Nawawi (1987:382) Riyadush Sholihin, Darurrayyan Ii Turats)

Ramadhan #17: Pertolongan Allah

Ini adalah salah satu kisah yang terjadi pada masa kekhilafahan Bani Abasiyah. Saat itu pasukan dari Abasiyah ini gak pernah memenangkan perang dalam sepanjang tahun. Tiap perang mereka kalah. Perang lagi, kalah lagi. Sadar akan hal itu, panglima perang ini kemudian mulai mengevaluasi pasukannya untuk mengetahui kenapa pertolongan Allah ini belum juga datang.

“Wahai prajurit adakah di antara kalian yang tidak menunaikan kewajiban kalian?”
“Tidak ada, Panglima.”

Jadi gitu pas masa daulah. Orang-orangnya pada beriman karena memang suasanya sangat amat mendukung dan memudahkan orang untuk beribadah. Pas ada yang gak beres dengan ikhtiarnya yang udah maksimal ini, mereka gak nyalahin Allah, tapi muhasabah diri, kenapa pertolongan Allah yang pasti datang itu gak turun-turun.

“Apa ada yang meninggalkan amalan sunnah, seperti sholat malam?”
“Tidak ada, Panglima.”
“Sholat rawatibnya bagaimana?”
“Kami masih menjalankannya, Panglima.”

Panglimanya makin bingung. Ikhtiar sudah dilakukan. Ibadah-ibadah yang dilakukan untuk terus berdoa memohon pertolongan Allah juha udah dilakukan. Tapi faktanya kok lain. Kebingungan ini juga dirasakan oleh pasukan mereka. Mereka pun sama-sama mencari celah dari usaha mana yang belum dilakukan mereka. Hingga seorang prajurit menyadari sesuatu.

“Panglima, saya tau apa yang sudah kita tinggalkan selama ini.”
“Apa itu?”
“Kita sudah meninggalkan sunnah bersiwak.”

Kalo kita yang jadi Panglimanya paling-paling kita ngeremehin sunnah sekecil ini. Apaan sih, cuma siwakan doang. Tapi tidak dengannya. Mereka gak pilih-pilih amalan sunnah, sekecil apapun kalo rasul nyontohin ya sebisa mungkin dilakuin. Kita mungkin justru sebaliknya, “sunnah kan? Brarti gapapa gak dilakuin.” Tapi kalo yang makruh atau mubah justru semangat sekali dilakukan dengan dalih, “ya kan memang gak dilarang.”

Balik ke cerita panglima tadi. Pasukan kemudian diperintahkan untuk menebang pohon yang biasa digunakan untuk membuat siwak. Seluruh pasukan dibagikan satu persatu siwak dan atas komandonya pasukan diperintahkan untuk bersiwak berjamaah. Agak konyol, but it happens.

Kebetulan sekali ketika mereka bersiwak, mata-mata dari musuh ini ngelihat kejadian itu tiba-tiba jadi takut sendiri dan lari ke pasukannya untuk melaporkan hal itu ke pemimpinnya.

“Gawat Panglima, pasukan muslimin sedang mengasah giginya. Mereka ingin membunuh kita semua dengan giginya. Kita mau dimakan oleh mereka.”
“APAAA??!!”
“Aku melihatnya sendiri, Panglima. Mereka dikomandoi untuk bersama-sama mengasah gigi mereka. Apa yang harus kita lakukan Panglima? Pedang mereka saja sudah cukup ganas. Kini mereka akan menggunakan giginya pula.”

Ini lucu tapi beneran terjadi. Panglima pasukan musuh kemudian memimpin pasukannya untuk mundur setelah tau berita itu dan kaum muslimin pun kemudian mendapatkan kemenangan bahkan tanpa berperang atas pertolongan dari Allah.

***

Kasus yang macem-macem tentang pertolongan Allah itu pasti pernah kita rasakan sendiri. Tiba-tiba saja Allah memudahkan langkah kita hanya karena amalan kecil yang sudah dilakukan. Pernah juga kita udah usaha setengah mati, tapi kok ya pertolongan Allah ini gak dateng-dateng.

Hari ini kita sama-sama mengharapkan pertolongan Allah agar dimudahkan untuk berislam yang kaffah, mudah melakukan amal sholih. Baik yang amar ma'ruf, maupun yang nahi munkar. Pinginnya semuanya mudah. Pertolongan Allah sebenernua juga sudah pasti kapan datangnya. Tapi kan kita gatau nih kapan dia datang. Makanya, kita perlu banget terus muhasabah diri dan melakukan ikhtiar terbaik agar pertolongan Allah ini cepet datengnya.

Kita juga perlu sadar diri dengan kualitas kita. Jangan-jangan pertolongan Allah gak dateng-dateng gara-gara gue masih suka cheating maksiat. Atau jangan-jangan karna gue terlalu sibuk sama yang mubah-mubah sampai yang sunnah-sunnah gak dikerjain.

Yuk, cek lagi porsi amalan kita. Yang wajib jelas gak perlu ditanya. Yang sunnah sama mubah, banyakan mana yang dikerjain, banyakan mana yang udah diusahain? Jangan-jangan banyakan mubahnya dari pada sunnahnya.

Ramadhan, Bukan Sekedar Iklan Marjan

Jika ada satu bulan yang paling dirindukan seluruh umat manusia di dunia terutama bagi pemeluk agama Islam, pastilah bulan Ramadhan jawabannya. Betapa tidak, selama satu bulan penuh kita dinaungi satu kondisi yang sangat mendukung untuk menjalankan banyak perbuatan positif, baik yang sifatnya wajib maupun sunnah. Berbagai instansi dari kalangan pemerintahan maupun swasta, institusi pendidikan dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi dengan sukarela merubah sistem kerja yang telah nyaman dijalankan selama sebelas bulan lainnya hanya untuk menyambut satu bulan penuh rahmat ini.

Tak ada pemandangan yang lebih indah selain melihat semua orang berbondong-bondong berlomba dalam kebaikan. Bagi umat muslim, yang biasanya tidak pernah berpuasa sunnah sekalipun tiba-tiba melakukan puasa bahkan setiap hari berturut-turut selama sebulan penuh. Kita yang pada bulan-bulan lainnya jarang sekali mendirikan solat wajib tepat waktu di masjid, pada bulan suci ini justru termotivasi menuju rumah Allah ketika adzan berkumandang bahkan ditambahkan ibadah sholat sunnah lainnya.

Begitu pula dengan umat non muslim yang notabene tidak turut melaksanakan ibadah puasa seperti para pemeluk agama Islam. Mereka berbuat baik dengan cara lain. Ada yang rela makan sembunyi-sembunyi pada siang hari demi menghormati orang yang sedang berpuasa, ada yang ikut memberi makanan untuk berbuka puasa ataupun sahur dan bahkan ada yang turut berpuasa bersama teman-teman sejawatnya sebagai bentuk penghargaan. Betapa harmonisasi antar manusia begitu nyata ditumpahkan dalam kehidupan beragama di negeri ini. Hanya segelintir orang tak tahu dirilah yang ingin merusak semuanya.

Di Indonesia, kehadiran sirup Marjan di layar kaca layaknya hitungan mundur menuju bulan penuh ampunan tersebut. Di satu sisi, iklan Marjan memberikan gambaran betapa sempurnanya momen menu berbuka bersama keluarga sembari meneguk sirup manis berbagai rasa ini. Namun, di sisi lain iklan Marjan yang cukup menggetarkan iman di siang hari memberikan wujud simbolis bahwa lawan manusia yang berpuasa adalah lapar dan dahaga.

Masalah mulai muncul adalah ketika urusan menahan lapar dan dahaga menjadi penyebab perselisihan. Tentu masih teringat di benak kita bagaimana warung-warung pinggir jalan yang menjual makanan di siang hari disatroni oleh petugas ataupun oknum tertentu lalu usaha mereka ditutup bahkan beberapa makanan ikut disita? Terlepas ada beberapa peraturan daerah yang mengatur kebijakan seperti itu, apakah layak melarang-larang orang lain dengan dasar rasa toleransi?

Ibadah puasa yang utama adalah hubungan kita dengan Sang Pencipta, dengan Allah Tuhan Semesta Alam. Jika setelah sahur telah diniatkan dengan iman akan berpuasa sejak matahari terbit hingga sang fajar terbenam, maka godaan apapun tak akan menggoyahkannya, sekalipun berjejer nasi liwet, pizza, burger, gudeg, soto ada di depan kita. Padahal cobaan paling berat ketika bulan Ramadhan bukanlah nafsu dahaga, melainkan nafsu yang ada pada rasa, rasa amarah, rasa ingin berbuat buruk.

Sangat disayangkan apabila sebulan penuh kita membayar tunai menahan dahaga, namun justru gagal untuk menyebarkan kebaikan, sekecil apapun itu. Nah, apabila target puasa kita masih ada pada menahan air liur ketika iklan Marjan muncul di siang hari, apakah yang kita lakukan? Berbenah, tak ada yang terlambat untuk meningkatkan diri dalam hal kebaikan.

Surabaya, 19 Mei 2017

@menujusenja

Selamat menyambut bulan suci Ramadhan kawan-kawan @kitajatim

Jangan lupa untuk slalu sunnah sholat DHUHA

Karena ada bagian raga kita yg harus bersedekah dan hanya bisa gugur salah satunya dengan SHOLAT DHUHA

“Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at” (HR. Muslim no. 720).

***

👤 Dr. Firanda Andirja

NASEHAT ABUL ‘ATAHIYAH (JANGAN TERPEDAYA DENGAN GEMERLAP DUNIA !!!)

رَغِيْفُ خُبْزٍ يَابِسٍ = تَأْكُلُهُ فِي زَاوِيَةْ

Sepotong roti kering yang engkau makan di pojokan….

وَكُوْزُ ماءٍ باردٍ = تَشْرَبُهُ مِنْ صَافِيَةْ

Dan secangkir air dingin yang kau minum dari mata air yang jernih….

وَغُرْفَةٌ ضَيِّقَةٌ = نَفْسُكَ فِيْهَا خَالِيَةْ

Dan kamar sempit yang jiwamu merasa kosong di dalamnya…

أَوْ مَسْجِدٌ بِمَعْزِلٍ = عَنِ الْوَرَى فِي نَاحِيَةْ

Atau mesjid yang terasing dan jauh dari manusia, lalu engkau berada di sudut mesjid tersebut…

تَقْرَأُ فِيْهِ مُصْحَفاً = مُسْتَنِداً لِسَارِيَةْ

Engkau membaca Al-Qur'an sambil bersandaran di sebuah tiang mesjid…

مُعْتَبِراً بِمَنْ مَضَى = مِنَ الْقُرُوْنِ الْخَالِيَةْ

Seraya mengambil ibroh/pelajaran dari kisah-kisah orang-orang terdahulu yang telah tiada…

خَيْرٌ مِنَ السَّاعَاتِ فِي = فَيْءِ الْقُصُوْرِ الْعَالِيَةْ

Itu lebih baik daripada berlama-lama di dalam istana-istana yang megah…

تَعْقُبُهَا عُقُوْبَةٌ = تَصْلَى بِنَارٍ حَامِيَةْ

Yang akhirnya mengakibatkan dosa yang menyebabkan engkau masuk dalam api yang panas…

فَهَذِهِ وَصِيَتِي = مُخْبِرَةٌُ بِحَالِيَةْ

Ini adalah wasiatku yang mengabarkan tentang dirinya…

طُوْبَى لِمَنْ يَسْمَعُهَا = تِلْكَ لَعُمْرِي كَافِيَةْ

Sungguh beruntung orang yang mendengarnya… demi Allah wasiat ini sudahlah cukup (memberi pelajaran…)

فَاسْمَعْ لِنُصْحِ مُشْفِقٍ = يُدْعَى أَبَا الْعَتَاهِيَةْ

Maka dengarlah nasehat orang yang sayang dan khawatir kepadamu yang dikenal dengan Abul 'Ataahiyah..

 

Sungguh indah sya'ir Abul 'Ataahiyah di atas, terutama bagi yang mengerti bahasa arab… Sedikit waktu yang disempatkan untuk membaca Al-Qur'an di pojokan mesjid, jauh dari pandangan manusia, ternyata jauh lebih bernilai dari kemegahan istana yang hanya sementara…

 

Benarlah jika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyatakan ;

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا

“Sholat sunnah dua rakaat qobliah subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya”

Janganlah terpedaya dengan kenikmatan dunia, sesungguhnya ia adalah kenikmatan yang semu dan sementara… Ingatlah akan kenikmatan akhirat yang jauh lebih baik dan abadi…

Jika seseorang disuruh memilih mendapatkan kenikmatan secangkir susu, akan tetapi kapan saja bisa ia minum dan tersedia, atau memilih kambing guling akan tetapi hanya sekali saja bisa santap,

tentu orang yang berakal akan memilih secangkir susu –meskipun sedikit- akan tetapi terus tersedia selama puluhan tahun, kapan saja siap untuk diminum…

Maka bagaimana lagi jika perkaranya sebaliknya, kambing guling yang terus siap tersedia kapan saja bisa disantap, dibandingkan dengan secangkir susu yang hanya bisa sekali diminum ??… Bagaimana lagi dengan hanya secangkir air putih ???…

Demikianlah, kenikmatan dunia selain sedikit, iapun fana dan akan sirna… Adapun kenikmatan akhirat sangat banyak dan abadi…

Jika engkau terpedaya dan terkagum-kagum bahkan kepingin tatkala melihat kenikmatan dan kemewahan benda-benda dunia,

sedangkan engkau sedang menghadapi sulitnya kehidupan dunia, maka agar engkau tidak terpedaya, ucapkanlah doa yang diucapkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam

اللَّهُمَّ لاَ عَيْشَ إِلاَّ عَيْشُ الآخِرَةِ

“Yaa Allah tidak ada kehidupan yang hakiki kecuali kehidupan akhirat” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Doa ini Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ucapkan tatkala Nabi dan para sahabat kaum muhajirin dan anshor sedang menggali parit dalam perang Khandak, sementara perut-perut mereka keroncongan karena kelaparan, bahkan mereka mengikatkan batu ke perut-perut mereka untuk menahan rasa lapar…

fadhlybinabdurrahman  asked:

Assalamu alaikum akhi, bg pekerja kantoran atau pun yang kerjanya pake pembagian waktu kerja cara bagi waktu buat menghapal Al-quran biar lebih effisien dan optimal sebaiknya seperti apa yach???? syukron jazakumullah khair

Wa’alaykumussalam wr wb akhi @fadhlyibnurahman​, pertanyaan bagus, saya sudah berencana menuliskannya beberapa waktu lalu. Semoga secuil tulisan ini bisa dicoba,

Tips Tilawah dan Tahfidzh untuk Pekerja Kantoran ala Quraners

1.Tilawah

Bukan hal yang mustahil untuk seorang pekerja kantoran bisa menikmati tilawah sambil menikmati pekerjaannya. Yang kita butuhkan sebenarnya hanya perihal manajemen waktu dan kedisiplinan untuk menerapkannya. Misal terget kita sehari adalah tilawah setengah juz. Kita punya beberapa opsi waktu.

a. Sebelum berangkat kerja
         Luangkan waktu 5-10 menit sebelum berangkat untuk tilawah, insyaAllah dengan jatah waktu itu, bisa dapet 1-2 lembar. Semoga cukup untuk menenangkan hati dan jadi bekal penjagaan Allah diperjalanan. Dan jangan lupa usahakan berwudhu sebelum berangkat ke kantor.

b. Sesampai di kantor
         Setelah sampai di kantor, tarik napas sejenak, ambil Qur’an, baca aja 5 menit, bisa dapet 1 lembar dengan kecepatan sedang atau mungkin 1 halaman jika masih terbata-bata membacanya, gak masalah, yang penting Allah ridha. :)

c. Ketika bekerja
         Jika memungkinkan luangkan waktu 5 menit setiap 1 jam kerja, hitung-hitung refreshing dan mengisi waktu refresh sejenak dengan mengatur nafas dan membaca Al-Qur’an.

d. Jam istirahat kerja atau makan siang
          Luangkan waktu 5 menit sebelum istirahat dan 5 menit setelah istirahat atau makan siang.

e. Sepulang kerja
         Setelah sampai rumah dan selepas lelah bekerja, bersih diri, makan, sholat dan sebagainya setelah itu luangkan waktu 10 menit, insyaAllah bisa dapet 2 lembar untuk kecepatan membaca normal.

Nah dari cara diatas insyaAllah tilawah kita bisa memenuhi target setengah juz dalam sehari bahkan lebih selama kita benar-benar mau memanfaatkan sedikit waktu yang ada untuk mencicil tilawah kita. Just alocate your 5 or 10 minutes. Normalnya 5 menit itu cukup untuk dapet 1 lembar.

2. Tahfidz

Juga bukan hal yang gak mungkin buat pekerja kantoran untuk menghafal Qur’an, coba alokasikan waktu berikut :

         Luangkan waktu 10-15 menit untuk menghafal 1 baris saja ketika :
a. Sebelum berangkat kerja
b. Ketika bekerja jika memungkinkan
c. Sepulang bekerja

Jadi dalam sehari kita bisa dapet 3 baris.
Dalam seminggu dapet 1 halaman hafalan Al-Qur’an.
Dalam 20 minggu atau 5 bulan sudah dapet 1 Juz.
Jangan buru-buru untuk menambah lebih dari satu baris, istiqomahkan saja dulu untuk 1 baris hingga 5 bulan sembari melatih konsistensi dan kedisiplinan.

Saya sarankan untuk menyetorkannya di depan ustadz yang alhafidzh. Coba cari ustadz sekitar tempat tinggal yang hafidzh, luangkan waktu di hari sabtu atau minggu untuk menyetorkan hafalan sembari belajar memperbaiki bacaan atau tahsin.

Untuk mengulang hafalan bisa dilakukan sebelum tidur, sebelum subuh, ketika sholat sunnah misal dhuha dan tahajud, atau saat sedang ada waktu luang. Metode muraja’ah terbaik ialah ketika sholat. Jangan lupa isi MP3 atau HP kita dengan lantunan Qur’an. Dan yang terpenting dari itu semua adalah niat, sungguh-sungguh dan istiqomah. Selamat mencoba.

Semoga menjawab. :)

-Quraners

🍂 Pesan untuk Laki-laki  Pemimpin Keluarga 🍂

♻ Laki-laki itu adalah qowwam. Qowwam adalah leader. Yang bisa memimpin. Berarti seorang laki-laki harus mempunyai pemahaman tentang Islam dan bagaimana cara memimpin.

❓ Lalu bagaimana seorang laki-laki bisa dikatakan sebagai imam?

💎 Karena seorang laki-laki harus bertanggung jawab terhadap ibunya, istrinya, adik perempuannya, dan anak perempuannya. Karena itulah laki-laki disebut sebagai tulang pungung.

💎 Laki-laki menjadi qawwam karena Allah lebihkan mereka dari perempuan dan karena mereka menafkahkan harta mereka untuk para perempuan yang menjadi tanggung jawab mereka. Sebagaimana firman Allah Ta'ala:

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ ۚ…

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka…..”
(QS. An-Nisa: 34)

☝ Adapun kriteria laki-laki ideal ada tiga, yaitu:

1⃣ Quwwatul Jasadiyah

Maksudnya seorang laki-laki itu harus kuat. Karena Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah. Bahkan dimasa Umar bin Khatab, Umar menepuk perut orang yang gendut dan berkata, “Malas.” Menandakan bahwa seorang ikhwan (laki-laki) tidak pantas berperut buncit dan bermalas-malasan.

📝 Adapun beberapa tips untuk para ikhwan ;
🍁 Rutinkan Sholat Tahajjud. 
🍁 Rutinkan olah raga, tidak tidur setelah Subuh.

2⃣ Quwwatul Fikriyah

Seorang lelaki wajib untuk memiliki pengetahuan lebih tentang agama. Tidak hanya ibadah-ibadah wajib dan doa saja. Tetapi juga memiliki wawasan keislaman yang luas. Perlu baginya membaca kitab-kitab seperti kitab Ibnu Katsir untuk membangun aliyah islamiyah — cara berpikir islam, agar pemikirannya terbina.

☝ Harus Ngaji ! 
💦 Belajar dengan rutin tentang ilmu-ilmu Islam, tentang fiqih, tahsin, dan sebagainya. 
💦 Makanya sahabat dahulu begitu cerdas. Karena mereka semua rajin mempelajari ilmu Islam bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam.

♻ Pernah dikisahkan ketika Umar berangkat meninggalkan Rasulullah, lantas Ali bin Abi Thalib datang dan Rasulullah menyampaikan kepada Ali tentang Surah At-Taubah dan meminta Ali untuk menyampaikan kepada sahabat lainnya. Bayangkan. Betapa cerdas Ali hingga apa yang disampaikan oleh Rasul langsung terinstal dikepalanya dan langsung dapat disampaikan kepada yang lain.

♻ Itulah mengapa ulama terdahulu sangat menjaga otaknya dari hal-hal yang bisa merusaknya. Itulah mengapa para Hafidz Qur'an hafalannya sangat lancar. Otaknya pun sangat jernih dan perilakunya sangat dijaga supaya hafalannya tidak lepas. Bahkan Imam Syafi’i dalam usia 7 tahun sudah mampu menghapal 30 juz. Pada saat diuji oleh gurunya tentang kitabnya jilid satu, tetiba hilang semua hapalan Imam Syafi’i saat itu dikarenakan ia tidak sengaja melihat betis wanita tersingkap. Itulah mengapa para hafidz sangat menjaga bagaimana ia menjaga pandangannya. Hafalan Qur'an lebih mudah lepas daripada unta dari ikatannya.

3⃣ Quwwatul Ruhiyah

Cara melatih ruhiyah adalah dengan mengamalkan amalan-amalan sunnah secara rutin. Rutinkanlah puasa sunnah, sholat rawatib, tahajjud, berdzikir, dan lain sebagainya. Ibnu Mas’ud bahkan diriwayatkan ketika beliau sholat, hingga burung pipit itu hinggap saking lama dan tenangnya beliau melaksanakan sholat.

💦 Dengan seringnya mengamalkan sunnah, maka akan melembutkan hati kita. Hati kita akan menjadi sangat peka. Melihat orang yang memerlukan bantuan, kita tergerak untuk membantu. Melihat kemungkaran, hati kita tergerak untuk merubahnya.

💦 Lelaki jika ruhiyahnya bagus, maka akan lebih lembut kepada istrinya. Tengoklah Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam yang bahkan sangat lembut kepada 'Aisyah radhiallahu 'anha bahkan ketika 'Aisyah ra sedang marah dan membanting piring karena cemburu.

💎 Coba lihat fenomena sekarang, dimana banyak kekerasan rumah tangga terjadi karena suaminya tidak mengerti Islam dalam dirinya. Tidak ada rasa kasih sayang dalam dirinya disebabkan karena ruhiyahnya kering dan tidak memancarkan kecerdasan spriritual. Itulah mengapa membina hubungan dengan Allah sangat penting. Jika hubungan dengan Allah sudah baik, maka hubungan dengan manusia pun, termasuk dengan istri pun akan semakin baik. Allah Ta'ala akan ridho pada kita.

♻ Sehingga menjadi lelaki idaman, adalah dengan mengimplementasikan ketiga poin diatas. Insya Allah itu akan membuat kita menjadi insan yang terbaik. Yang mampu menjadi qowwam/pemimpin bagi istri dan anaknya.

Wallahu a’lam bisshowab


🎀Oleh : Ustadz Fatih Karim🎀


Repost by :
AIHQ-REG🌴
Membangun Generasi Qur'ani
🗻🍁ONE DAY ONE JUZ🍁🗻
_______________________________

Sampai Habis Kata

Sebuah Cerpen

Aku duduk di samping kursi kemudi, pekerjaan yang tidak baru bagiku–menjadi navigator.

Yang baru adalah yang duduk di sebelahku! Seseorang yang harus berkali menenangkan gemericik khawatirku untuk dapat duduk disitu. Masih kuingat betul, kemarin dia terisak haru saat sesi sungkeman setelah akad nikah. Aku tidak hanya terisak, biasanya aku tidak pernah menangis di depan orang banyak, maka ini pertama kalinya aku menggugu hingga sesenggukan disaksikan puluhan orang. Aku terkekeh sendiri mengingatnya.

“Seneng ya? Cieee…” Katanya berseloroh memecah hening. Aku membalasnya dengan senyum.

“Terimakasih ya dek, sudah percaya sama aku.” Lanjutnya lagi.

Aku masih tersenyum.

“Jangan khawatir, ketika aku menujumu meskipun aku belum tahu kalau konsekuensinya bakal sebesar ini, aku sudah paham kalau harus menerimamu. Aku sama sekali nggak mempermasalahkan semua kurangmu dan hal-hal yang kamu cemaskan. Tidak ada penolakan sekecil apapun terhadap pengetahuan-pengetahuan baru yang aku dapat tentangmu. Aku menerimamu dek, semuanya. Dengan segala kurangmu itu, aku bersyukur, ridha, bahagia, dan ikhlas.“

“Aku semakin paham kenapa kita berjodoh, dek. Semoga aku bisa membantu dan menguatkanmu. Kita bangun versi ideal keluarga kita ya? Jadi jangan khawatir.” Dia mengambil jeda, kemudian memalingkan muka dari kemudi ke arahku.

Tatapan kami bertemu.

“Jangan khawatir sama sekali.” Katanya sungguh-sungguh. Ketulusan terpancar dari situ.

Aku kalah, tak lagi menatap dua bola mata suamiku lekat-lekat.

“Mas, kalau ada pom bensin berhenti ya”

“Ya Salaam, diajak ngomong romantis nggak ada manis-manisnya.”

“Hahaha”

Mobil kami menepi di pom bensin terdekat.

Aku lari ke kamar mandi, menangis disitu sebentar. Kemudian mengambil wudhu dan sholat sunnah dua rakaat. Aku menangis sejadi-jadinya. Aku menangis karena bahagia. Karena diterima seutuhnya. Kukira Mas akan mundur jika tahu semuanya. Aku selalu terlalu takut, menakutkan banyak hal. Aku takut tidak ada laki-laki baik-baik yang betah menetap di sisiku. Aku cemas. Cemas sekali. Khawatir Mas akan mundur jika sudah tahu semuanya. Tapi ternyata tidak. Dia tidak mundur. Justru maju paling depan.

Mukenaku basah karena air mata. Aku tak pernah bisa mengatakannya secara langsung seperti yang Mas lakukan padaku. Padahal jika saja Mas bisa membaca hatiku, tertulis disitu betapa aku berbahagia, bersyukur, dan menyayanginya…sampai habis kata.

Satu chat masuk ke HP Mas. Itu dariku.

Aku bersyukur Mas yang menjadi imamku. Terimakasih atas segala penerimaanmu. Doakan istrimu ini, agar senantiasa berbenah dan dapat memberikan yang terbaik. Jangan dibahas di mobil, karena aku sudah nggak bisa berkata-kata lagi.

Kupikir itu cukup jelas mengatakan secara tersirat bahwa aku juga mencintainya.

DAHSYATNYA SHOLAT ISYRAQ 👍

“Barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah lalu dia duduk berdzikir sampai terbitnya matahari terbit, kemudian mengerjakan shalat dua rakaat, maka ia akan mendapatkan pahala haji dan umrah. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan “sempurna, sempurna, sempurna (pahalanya)” (HR. At-Tirmidzi)

Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan duduk menetap di tempat shalat, setelah shalat shubuh berjamaah, untuk berzikir kepada Allah sampai matahari terbit, kemudian melakukan shalat dua rakaat.

MAKNA HADITS

✅ Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “… sampai matahari terbit“ (SYURUQ). Saat itu JANGAN langsung sholat, tapi TUNGGU sekitar 15 menit, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang shalat ketika matahari terbit, terbenam dan ketika lurus di tengah-tengah langit. Kerjakanlah sholat sunnah Syuruq / Isyroq dua rakaat dan itu sama dengan sholat Dhuha. Jadi Anda sudah terhitung sholat Dhuha.

✅ Keutamaan dalam hadits ini adalah bagi orang yang berzikir kepada Allah di mesjid tempat dia shalat sampai matahari terbit, dan tidak berbicara atau melakukan hal-hal yang tidak termasuk dzikir, kecuali kalau wudhunya batal, maka dia boleh keluar mesjid untuk berwudhu dan segera kembali ke mesjid.

✅ "Duduk berdzikir”. Jika duduk tertidur, atau ngantuk maka tidak mendapatkan fadlilah ini. Termasuk berdzikir adalah membaca Alquran, beristighfar, membaca buku-buku agama, memebrikan nasihat, diskusi masalah agama, atau amar ma’ruf nahi mungkar.

✅ Pengulangan kata “sempurna” dalam hadits ini adalah sebagai penguat dan penegas, dan bukan berarti mendapat tiga kali pahala haji dan umrah.

✅ Makna “mendapatkan (pahala) seperti pahala haji dan umrah” adalah hanya dalam pahala dan balasan, dan bukan berarti orang yang telah melakukannya tidak wajib lagi untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah jika dia mampu.

BAGAIMANA DENGAN WANITA YANG AFDHOL SHOLATNYA DI RUMAH?

Jika seorang wanita shalat subuh (di rumahnya) kemudian duduk berdzikir di tempat shalat di dalam rumahnya sampai terbit matahari maka dia juga mendapat pahala sebagaimana yang disebutkan dalam hadis…” (Syaikh Abdul Aziz Ibn Bazz, Majmu’ Fatawa wa Maqalat Syaikh Ibn Bazz, 11:218)

Wallahu a'lam bish shawwab

🌐 muslim.or.id

Memperluas Tempat Sujud

Kemarin saya dan teman-teman melakukan kunjungan tokoh ke Ibu Ustadzah Nur Chasanah dan sharing mengenai Peran-peran Muslimah sesuai syariat Islam.

Beliau begitu inspiratif, ibu yang aktif dalam pekerjaan maupun aktivitas dakwah. Ibu dari 5 anak yang semua penghafal Al Quran. Yang kami kagumi adalah beliau sudah di tinggal suami sejak anak tertua masih SMA dan yang terkecil masih SD, namun sangat struggle dan istiqomah. Walaupun membesarkan 5 anak sendiri, beliau tetap berkarya dan berprestasi. Sudah 2 tahun ini beliau bolak balik ke Turki dan Yordan dalam rangka membina siswa-siswa yang belajar di sana.

Pada sharing session kemarin, beliau membakar semangat kami untuk terus berkarya dan belajar sebagai muslimah. Tidak perlu takut untuk merantau atau travelling, pergi yang jauh, karena keadaan saat ini lebih aman dari zaman dahulu. Bahkan Rasulullah SAW pernah bersabda akan ada suatu zaman dimana keadaan dunia sangat aman hingga wanita dapat pergi haji seorang diri.

Tujuan utama yang harus dicapai seorang muslimah adalah ketaatan kepada Allah, namun mencapai ketaatan itu ada banyak cara. Kejar akhirat namun jangan melupakan dunia. Apa yang kita lakukan di dunia, karya, prestasi, dsb diniatkan semata-mata untuk mencari ridha Allah.

Maka ketika kita bepergian jauh, entah untuk traveling, bekerja, atau belajar kita niatkan untuk “memperluas tempat sujud” kita. Tempat-tempat itu, ribuan kilometer lapisan bumi di bawah tempat kita sujud akan menjadi saksi ketaatan kita. Itu sebabnya ketika sholat sunnah rawatib kita dianjurkan untuk berpindah dari tempat kita sholat fardhu sebelumnya. Semata-mata untuk memperluas tempat sujud.

Beliau juga mengingatkan untuk terus menghidupkan cita-cita walaupun terasa sangat jauh. Seperti beliau yang baru s2 di usia 40 tahun sedangkan cita-cita itu sudah ada sejak beliau berusia 21 tahun. Hampir 20 tahun berlalu tapi cita-cita itu tidak mati. Mendengarkan beliau saya sampai merinding. Cita-cita untuk kuliah di luar negeri tiba-tiba kembali hidup. Kali ini bukan sekedar menambah ilmu dunia, apalagi hanya menambah foto di sosial media, tapi untuk memperluas tempat sujud dan menjadi jalan hidayah untuk orang lain. Insya Allah :“)
*REFERENSI TARGET HARIAN RAMADHAN*

*بسم الله الرحمن الرحيم*

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Jika Allah menghendaki, biidznillah petang ini akan masuk bulan Ramadhan yang kita rindu dan harapkan keberkahan.

Berikut ini referensi maksimalisasi Ramadhan kita dengan target harian.

Semoga bermanfaat 👇🏻👇🏻👇🏻

📝✅
Referensi Target Harian Ramadhan untuk Kendari dan sekitarnya

⏰ 02.30-03.50
👉🏻 Tahajjud
👉🏻 Perbanyak Do'a
👉🏻 persiapan sahur keluarga

⏰ 03.50-04.30
👉🏻 Akhirkan Sahur
👉🏻 Perbanyak Istighfar
👉🏻 Bersiap Shalat Subuh

⏰ 04.30-06.30
👉🏻 Sholat Sunnah Fajar
👉🏻 Subuh Berjama'ah Di Masjid
👉🏻 Dzikir Pagi
👉🏻 Tilawah
👉🏻 Sholat Isyrak/Dhuha

⏰06.30-11.45
👉🏻 Olahraga ringan
👉🏻 rutinitas Harian
👉🏻 Hindari dusta (Meski Bercanda), Ghibah, Piktor.

⏰11.45-13.00
👉🏻 Shalat Dhuhur Berjamaah
👉🏻 Tilawah
👉🏻 Qailulah (Tidur sejenak)

⏰13.00-15.00
👉🏻 rutinitas sehari2
👉🏻 Hindari dusta (Meski Bercanda), Ghibah, Piktor.

⏰15.00-18.00
👉🏻 Shalat Ashar berjama'ah
👉🏻 masak - memasak
👉🏻 Hindari dusta (Meski Bercanda), Ghibah, Piktor.
👉🏻 Sedekah/Sedekah Buka Puasa
👉🏻 Dzikir Petang
👉🏻 Doa Sebelum Buka(Waktu Yg Mustajab)
👉🏻 Segera Berbuka(Sunah Dengan Kurma/Air Putih)

⏰18.00-19.00
👉🏻 Shalat Maghrib Berjamaah
👉🏻 makan malam
👉🏻 Tilawah
👉🏻 Persiapan Shalat Isya dan Tarwih

⏰19.00-20.30
👉🏻 Shalat Isya Berjama'ah
👉🏻 Menyimak Taklim/Ceramah
👉🏻 Shalat Tarwih

⏰20.30 - 22.30
👉🏻 Berbenah, bersih2
👉🏻 Tilawah
👉🏻 Baca Hadist
👉🏻 Baca Al Qur'an Terjemahan (Tadabbur ayat)
👉🏻 istirahat

🗓🗒
Semoga Bermanfaat Menambah Semangat Beribadah Di Bulan Ramadhan.

*📛Awas Pencuri Bulan Ramadhan‼*

🐾 *TV*. Ini merupakan pencuri yang berbahaya, yang bisa merusak puasa orang orang dan mengurangi pahala, seperti film sinetron dan iklan murahan.

🐾 *Pasar*. Ini juga merupakan pencuri spesial dalam menghabiskan uang dan waktu tanpa batas. Oleh karena itu tentukan belanjaanmu begitu pergi ke pasar.

🐾 *Begadang*. Pencuri yang mengambil waktu yang palimg berharga. Pencuri yang mengambil sholat tahajud dari seoramg hamba di sepertiga malam terakhir, dan mencuri kesempatan untuk istighfar serta taubat.

🐾 *Dapur*. Pencuri yang banyak mengambil waktu yang panjang untuk membuat beragam jenis masakan, berupa makanan dan minuman. Hampir-hampir semuanya tidaklah lewat di mulut, kecuali sejenak saja.

🐾 *Handphone*. Sebagian orang hanya sekedar menjawab panggilan masuk. Bisa diserang dengan dosa berupa ghibah, namimah, dusta, memuji diri atau orang lain, membeberkan rahasia, berdebat tanpa ilmu, ikut campur urusan orang, dan sebagainya dari kesalahan-kesalaham mulut yang banyak yang juga merupakan majlis yang kosong dari dzikir.

🐾 *Kikir*. Sedekah akan melindungimu dari neraka, dan sebaik-baik sedekah adalah di bulan Ramadhon; maka bersedekahlah secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi.

🐾 *Majelis yang kosong dari mengingat Allah*. Pencuri ini adalah yang mempersiapkan bagimu penyesalan di hari kiamat. Nabi shallaalhu alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah suatu kaum bermajelis, tidak mengingat Allah dan tidak juga bersholawat kepada Nabi mereka kecuali mereka meninggalkan penyesalan. Bila Allah mau maka Allah akan menyiksa mereka, atau Allah berkehendak mengampuninya.”

*Adapun pencuri besar adalah FACEBOOK atau WHATSAPP, BBM, TWITTER (dan uruh Media Sosial), apabila tidak digunakan dengan benar dalam kebaikan dalam menyambut tamu yang berharga ini (Ramadhon).*

_Aku wasiatkan diriku dari kelalaian untuk bersiap siap menyambut bulan mulia ini; kalaulah Anda mendapatinya pada tahun ini, maka belum tentu Anda dapatkan pada tahun yg akan datang._

✅ *Cara Menghatam al-Qur'an di Bulan Ramadhan.*

1⃣ *UNTUK SATU KALI KHATAM* :
1. Shalat Subuh 4 halaman
2. Shalat Zhuhur 4 halaman
3. Shalat ‘Ashar 4 halaman
4. Shalat Maghrib 4 halaman
5. Shalat 'Isya 4 halaman

2⃣ *UNTUK DUA KALI KHATAM* :
1. Shalat Subuh 8 halaman
2. Shalat Zhuhur 8 halaman
3. Shalat 'Ashar 8 halaman
4. Shalat Maghrib 8 halaman
5. Shalat 'Isya 8 halaman

3⃣ *UNTUK TIGA KALI KHATAM* :
1. Shalat Subuh 12 halaman
2. Shalat Zhuhur 12 halaman
3. Shalat 'Ashar 12 halaman
4. Shalat Maghrib 12 halaman
5. Shalat 'Isya 12 halaman

#Sebarkan_kebaikan,

*_“Barang siapa menunjukkan satu kebaikan, maka baginya pahala semisal orang yang mengikuti KEBAIKAN tersebut.”_*
(HR. Muslim, no. 1893)

*Marhaban Yaa Syahru Ramadhan*.

#ramadhanmaksimal
⏰💯

🔊 TENTU BERBEDA

👤 Dr. Firanda Andirja

Sungguh beda antara seorang yang sholat hendak mencari kekhusyu'an dengan seseorang yang sholat hanya sekedar bisa terlepas dan terbebaskan dari beban kewajiban….

Orang yang bertekad sholat dengan khusyuk tentunya ia akan serius mempersiapkan dirinya…,
segera ke mesjid…,
sholat sunnah terlebih dahulu…,
membaca Al-Qur'an…
hingga hatinya siap bermunajat kepada Allah…

Adapun seseorang yang telah dikumandangkan adzan ia masih sibuk dengan dunia…,
masih asyik bercengkerama dengan para sahabat dan tamunya…

lalu begitu dikumandangkan iqomat iapun melompat bersegera dengan begitu semangat menuju mesjid, lalu masuk dalam sof sholat tatkala raka'at kedua atau ketiga, bahkan disertai deru nafas yang ngos-ngosan…
sementara urusan dunia masih terngiang-ngiang di benaknya….

lantas bagaimana bisa khusyuk??

Sudahkah kita setiap akan sholat berniat hendak meraih kekhusyu'an sehingga bisa merasakan ledzat dan indahnya bermunajat kepada Allah???

Jika Allah mengetahui tekad kita ini maka niscaya Allah akan memudahkan…

Sungguh menakjubkan Sa'id Ibnul Musayyib rahimahullah salah seorang ulama tabi'in yang pernah berkata :

ما أَذَّنَ المُؤَذِّنُ مُنْذُ ثَلاَثِيْنَ سَنَةً إلاَّ وَأَنَا فِي المَسْجِدِ
“Tidaklah mu'adzin mengumandangkan adzan semenjak 30 tahun kecuali saya sudah di masjid”

Ia juga berkata :

ماَ فَاتَتْنِي الصلاةُ في جَمَاعةٍ منذ أَربَعِيْنَ سَنَةً
“Aku tidak pernah ketinggalan sholat berjama'ah semenjak 40 tahun” (Siyar A'laam An-Nubalaa’ 4/221)

Di saat hampir semua perempuan seumuran gue udah belajar segala sholat sunnah dan puasa senin-kemis, gue baru tamat sholat lengkap lima waktu.

Di saat gue baru belajar nutupin rambut dan belahan dada, mereka sudah belajar menjulurkan kerudung hingga menutupi punggung dan dada.

Malu? Tidak. Saya malu kalau saya masih saya yang dulu.

LIMA MENIT yang sangat bermanfaat...
Seringkali datang rasa malas dalam benak kita untuk melakukan amal ketaatan yang sebenarnya ringan, itulah lihainya setan dalam menggoda manusia…

Diantara tips untuk melawan kemalasan ini adalah dengan MENYEDERHANAKAN sebuah amalan, yakni menyadarkan diri bahwa amalan itu sangat ringan dan sederhana, hanya butuh LIMA MENIT saja…

Ketika Anda malas sholat sunnah 2 rekaat sebelum atau sesudah sholat wajib, maka katakan pada diri Anda dan lihatlah jam: “Hanya butuh kurang dari lima menit, masa pelit beramal untuk diri sendiri?!”.

Ketika Anda malas membaca Qur'an, maka katakan pada diri Anda: “Cobalah membaca Qur'an, lima meniiit saja, pahala untuk selamanya lo…”

Ketika Anda malas untuk membaca dzikir-dzikir setelah sholat fardhu, katakan pada diri Anda: “Tidak maukah berdzikir meski hanya lima menit?! bukankah telah banyak waktu yang terbuang tanpa pahala?!”

Selamat mencoba tips ini, dan ikutilah gerakan jam untuk membuktikannya bila diinginkan dan dimungkinkan, insyaAllah akan banyak amal ibadah yang bisa Anda lakukan…

————

Bilangan “5 menit” di sini hanyalah sebagai perwakilan untuk bagian kecil dari waktu Anda, sehingga bila masih terlihat banyak, maka bisa diganti dengan 4, 3, 2, 1 menit… dan bila terlihat terlalu sedikit, bisa diganti dengan 6,7,8, dst…

Metode seperti ini juga tersirat dalam beberapa hadits, diantaranya sabda Nabi -shollallohu alaihi wasallam- “Ada DUA kalimat yang RINGAN di lisan, dicintai oleh Arrohman, dan berat dalam timbangan; subhanallohu wabihamdih, subhanallohil azhim”

Oleh: Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc, MA