sholat malam

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya pada setiap malam itu ada satu waktu di mana tidaklah seorang muslim meminta kebaikan dari urusan dunia dan akhirat pada waktu tersebut kecuali Allah kabulkan. Dan yang demikian itu ada di setiap malam”. (HR Muslim)
— 

@Dr_almosleh -

Dr. Khalid Al Mushlih, dosen fiqh pada Universitas Al Qashim, sekaligus menantu Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin.

 7/11/2015

Hati yang merindu

Untuk hati yang merindu.

Coba dimulai saat ini juga.
Coba mulai sekarang kita latih jiwa kita. Supaya emosi lebih teredam, amarah tidak meledak-ledak dan lebih sabar. Apalagi dalam sholat, Semoga dilakukan dengan thuma'ninah dan lebih khusyu.

Mari!
Mulai sekarang, belajar sholat sunnah qobliah dan ba'diyah setiap kali sholat wajib.
2 rokaat sebelum Shubuh.
4 rokaat sebelum Dzuhur.
2 rokaat setelah Dzuhur.
2 rokaat setelah Maghrib.
Dan 2 rokaat setelah Isya…

Jangan lupa sholat witirnya. Mulai sekarang biasakan untuk pasang alarm minimal Jam 03.30.. (Bagi yang belum menikah, ini salah satu latihan sebagai ibu yang baik yang mana nantinya akan bangun pagi dan mempersiapkan kebutuhan keluarga di pagi hari).

Bangun minimal jam 03.30, alarm bunyi, bangun tidur, duduk sebentar. Kriyep-kriyep baca doa dulu, kumpulin ‘nyawa nya’ utuh 😅
Baru sholat malam. Tidak perlu langsung dengan rokaat banyak. Tapi cukup mulai dari 2 rokaat saja terlebih dahulu.

Lalu mulai sekarang, setiap habis sholat wajib coba untuk membaca 8 - 9 ayat atau 2 lembar Qur'an. Alhamdulillah kalau sudah terbiasa 1 juz per hari.

Biar kita persiapkan diri dan jiwa kita menyambut romadhon. Supaya Allah lihat kesungguhan kita. Siapa tahu kita dapat rizki berupa Lailatul qodr. Masya Allah luar biasa kan?

Jangan lupa juga belajar berbagi, barang sedikit saja. Belajar shodaqoh senyum, shodaqoh masakan, ilmu, atau apa saja yang bermanfaat . Supaya nanti terbiasa ketika di bulan yang semua amalan dilipat gandakan. Kita bisa berbagi sepenuh hati.

Ah iya, satu lagi. Persiapkan semua keperluan di bulan ramadhan.
Semisal baju baru, kebutuhan makanan, buat roti kering dan semacamnya. Agar nanti ketika sudah memasuki bulan ramadhan apalagi di 10 hari terakhir ramadhan kita bisa fokus tanpa di pusingkan lagi dengan persiapan lebaran semisal kue dam semacamnya.

Ah ramadhan. Tinggal menghitung hari. Semoga dalam penantian menyambutnya kita bisa berbenah mulai dari sekarang. Bismillah :))

Menunggu mu, masih di tempat yang sama ||
Pelataran masjid nuruzaman || 14.14

Rasulullah menceritakan, “Setan mengikat pada tengkuk setiap org diantara kalian dg tiga ikatan ketika kalian akan tidur. Setiap ikatannya ditiupkanlah bisikannya (kpd yg tidur itu), “Bagimu malam yg panjang, tidurlah dg nyenyak”. Maka apabila ia bangun & menyebut nama Allah (zikir), maka terlepaslah satu simpul. Kemudian apabila ia berwudhu, terlepaslah satu simpul lagi. & kemudian apabila ia sholat, terlepaslah simpul yg terakhir. Maka ia berpagi hari dalam keadaan segar & bersih jiwanya. Jika tidak (tidak bangun sholat tahajjud di malam hari itu), maka ia berpagi hari dalam keadaan kotor jiwanya dan malas (beramal shalih).” (Muttafaqun ‘alaih). Abdullah berkata, “Disebutkan di sisi Nabi bahwa ada seorg laki-laki yg selalu tidur sampai pagi tanpa mengerjakan shalat (tahajjud). Lalu beliau bersabda, ‘Sungguh setan telah mengencingi telinganya”.
—  HR. An Nasai & Ibnu Majah
Allah Membagi Amalan Sholeh bagi hamba-Nya Sebagaimana Allah Membagi Rizki-Nya

👤 Dr. Firanda Andirja

Amalan-amalan sholeh seperti rizki yang dibagi-bagikan Allah kepada hamba-hambaNya, ada yang jadi tukang kayu, ada pengusaha, ada pedagang, dll…

Demikian pula amalan sholeh, ada orang yang dimudahkan untuk selalu sholat malam (namun jarang puasa sunnah), ada yang sebaliknya dimudahkan untuk selalu puasa sunnah (namun jarang sholat malam),

ada yang dimudahkan untuk sholat malam dan puasa sunnah. Ada yang dimudahkan Allah untuk bersedekah namun tidak pandai berceramah, ada yang pintar ceramah tapi tidak mampu bersedekah, dan demikianlah…

Karenanya masing-masing kita hendaknya menekuni amal sholeh yang dimudahkan Allah baginya, dan jangan pernah menyepelekan amalan sholeh tersebut,

serta jangan pernah pula menyepelekan amal sholeh orang lain… Bukankah tanpa donatur, dakwah sulit untuk berjalan?,.. dan bukankah dana tanpa arahan da'i juga kurang optimal?…

Sebagaimana sholat malam merupakan sebab masuk surga, maka demikan pula puasa, bersedekah, dan berdakwah…

Menekuni amalan sholeh yang Allah mudahkan bagi kita -apapun bentuk amalan sholeh tersebut-, merupakan ungkapan rasa syukur kita kepada Allah yang telah memudahkan segalanya…

DAWAAM

Ambilah satu diantara ribuan amalan yang Allah cintai. Karena manusia sangat sulit menyempurnakan amal sholih. Ada yang bisa sholat malam, namun sulit dalam amal sholih lain. Ada yang mudah bersedekah namun sulit amalan yang lain.

Cobalah untuk melatih memilih dan dawaamkan, salah satu amal sholih yang kita mampu kerjakan sepenuh hati, semaksimal mungkin.

Adakah yang mengerjakan sholat di awal waktu.
Adakah yang selalu menyantuni anak yatim.
Adakah yang selalu tersenyum sekalipun hatinya sedang kalut.
Adakah yang selalu memberi kabar gembira bagi saudara seimannya.
Adakah yang selalu taat kepada kedua orangtua. Bagi yang telah menikah, adakah yang selalu taat pada suaminya, yang tak pernah membantah barang satu patah katapun selama bukan kemaksiatan kepada Allah.

Teringat dengan sebuah kisah seorang sahabat Rasul yaitu Bilal bin Rabah. Seorang muadzin kesayangan sang Nabi.

Pagi itu selepas sholat shubuh berjamaah Rasulullah bertanya kepada Bilal, “katakanlah kepadaku” lanjut Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam “apa amalanmu yang paling besar pahalanya yang kamu kerjakan dalam Islam?”

Duhai bukankah Rasulullah lebih mengerti amalan mana yang lebih besar pahalanya? Namun, mengapa beliau melontarkan kalimat tanya ini kepada salah satu sahabatnya ini? Pasalnya, lanjut Rasulullah sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, “Tadi malam, aku mendengar suara sandalmu di dalam surga”.

Kemudian Bilal menjawab, “Saya bersuci dengan sempurna pada siang dan malam hari.” Lanjutnya, “Setelah bersuci saya sholat selain sholat yang diwajibkan oleh Allah Ta'ala kepada saya”

Bilal telah memilih satu amalan yang ia kerjakan sepanjang hidupnya. Dengan memilih satu amal sholih yang bisa kita kerjakan seumur hidup kita. Agar menjadi hujjah di Yaumul hisab kelak. Tentunya setelah kewajiban yang kita kerjakan.

Karena bisa jadi, sebab kita kerjakan satuuu saja amal sholih lantas Allah menjadi ridha terhadap kita, bukankah ridha-Nya yang kita cari? Dan salah satu pintu jannah terbuka untuk kita.

~*
Kembali bertanya kepada diri, sejatinya Ramadhan adalah bulan terbaik untuk mendidik diri. Maka pertanyaan yang harus ditanyakan pada diri adalah “amal sholih apa yang akan kau dawwamkan mulai detik ini?”

Semoga Allah meridhoi kesungguhan kita..:))

04 Ramadhan 1438 H || ©andromeda nisa’

PERSIAPAN CALON ISTRI !!

1. Istri… hmmm, wanita hebat di belakang suami | Hebatnya karena tempaan diri | Madrasah pertama bagi anak2nya pula #PersiapanCalonIstri


2. Menjadi istri itu mudah | Tanpa ilmu pun bisa | Tapi masa’ mau jadi istri yang biasa2 aja ? Ga kan ? #PersiapanCalonIstri


3. Sejak muda, asahlah bakat keibuan dan kedewasaan mu | Karena anak kita layak mendapat ibu yang dewasa #PersiapanCalonIstri


4. Hafalan Qur'annya jgn lupa ditingkatin | Kelak saat hamil, si anak bakal seneng banget dilantunkan bacaan Qur'an dari ibunya. #PersiapanCalonIstri


5. Berlatihlah sabar sejak sekarang | Karena engkau akan sering bangun malam kelak saat anakmu menangis. #PersiapanCalonIstri


6. Belajar lah mengatur keuangan | Istri itu manajer keuangan rumah tangga | Biarkan suamimu berfokus pada mencari, engkau yg mengelolanya. #PersiapanCalonIstri


7. Kemampuan mempercantik diri itu penting | Berikan yang tercantik untuk suami seorang | Jangan sering kumel di depannya :) #PersiapanCalonIstri


8. Bisa masak itu nilai plus | Menunjukkan rasa cinta pada suami lewat perutnya | Dijamin suami betah makan dirumah :) #PersiapanCalonIstri


9. Biasakan jangan suka curhat pada lain jenis sejak muda | Itu tanda kesetiaanmu pada suami kelak. #PersiapanCalonIstri


10. Olahragalah sejak sekarang | Semakin langsing, semakin lincah gerak ngurus rumah n suami kan ? :) #PersiapanCalonIstri


11. Spesialkan dirimu untuk suami mu saja | Jika ada masa lalu, lupakan | Insya Allah suamimu akan melupakannya juga. #PersiapanCalonIstri


12. Bangunlah sholat malam, saat ini tak apa sendiri dulu | Kelak, bakal ada suamimu yg akan mengimami, tanda kesyukuran kalian. #PersiapanCalonIstri


13. Puasa sunnah jadi tameng diri mu | Kelak, itu akan jadi benteng kesabaran saat urusan rumah tangga begitu pelik. #PersiapanCalonIstri


14. Jaga rahimmu sejak sekarang | Itu akan jadi tempat bermula bagi anak2mu kelak. #PersiapanCalonIstri


15. Belajarlah memaafkan setiap salah | Karena rumah tangga itu tempat saling mengoreksi yang salah, berjalan membenarkan bersama. #PersiapanCalonIstri


16. Buang jauh2 ego | Ego tak akan menang dalam rumah tangga, malah memperkeruh suasana | Mendengar lebih banyak. #PersiapanCalonIstri


17. Belajarlah tersenyum, walau masalah begitu berat | Karena perlu kau tahu, bahwa senyuman utk suami, adalah peneduh hatinya. #PersiapanCalonIstri


18. Tak apa lemah & bermanja di depan suami, itu jadi kekuatan suami menguatkan | Tapi kuat dan tegarlah didepan anak2 dan orangtua. #PersiapanCalonIstri


19. Kodrat wanita suka belanja | Mumpung masih belum nikah, coba lebih kontrol | Pisahkan mana kebutuhan, mana keinginan. #PersiapanCalonIstri


20. Belajarlah menahan amarah | Jika harus marah pada suami, lakukan tanpa org lain tahu selain berdua. Terutama anak. #PersiapanCalonIstri


21. Istri itu layak berpendidikan tinggi, atau setidaknya punya kemauan belajar tinggi | Karena engkau akan jadi guru untuk anakmu sendiri. #PersiapanCalonIstri


22. Belajarlah ilmu agama | Kelak, jangan serahkan pendidikan agama anakmu pada asisten rumah tangga | Ia anakmu, bukan anak org lain. #PersiapanCalonIstri


23. Belajarlah kata2 romantis, namun jangan keluarkan sekarang | Suami juga senang loh diberi hal yg romantis. :) #PersiapanCalonIstri


24. Rendahkan suaramu di depan lelaki lain, lembutkan suaramu hanya pada suami saja | Itu wujud kecintaanmu padanya kelak. #PersiapanCalonIstri


25. Teruslah doa ke Allah utk sosok lelaki misteri yg bakal menjadi suamimu kelak | Doa dalam diam, kelak Allah yg akan menyampaikan :’) #PersiapanCalonIstri


26. Biarkanlah rasa cinta yg membuncah itu tertahan di dada mu | Hingga saat halal menanti, baru engkau ungkapkan semuanya. #PersiapanCalonIstri


27. Jika saat ini berpacaran, minta ia mendatangi walimu, atau sudahi hubungan yg tak halal itu | Engkau begitu berharga untuk suamimu kelak. #PersiapanCalonIstri


28. Jemput jodohmu melalui cara yg Allah ridhoi | Taaruf lah | Sambil menunggu, persiapkan diri jadi istri super. #PersiapanCalonIstri


29. Jika merasa jodohmu jauh saat ini, bersabarlah | Allah sedang menyiapkan suami terbaik untukmu | Yakinlah ia sedang Allah tempa juga. #PersiapanCalonIstri


30. Calon suami mu sedang duduk di ujung sana di atas sajadahnya | Ia sedang mempersiapkan diri pula | Engkau bersiap menantinya kan ? :’)


31. Nantikan ia dalam ketaatan | Nantikan ia dalam persiapan | Nantikan ia dalam doa di penghujung malam. #PersiapanCalonIstri


32. Sekian #PersiapanCalonIstri, semoga makin memantapkan persiapan. Semoga berguna, dan menjadi pendorong diri berbenah.


33. Sungguh, para suami-suami di belahan dunia manapun, merindukan istri terbaik menurut Allah untuknya. Jadilah yg dirindukan. Sekian. :’)

#16: Menghidupkan Malam (2)

Kali ini, mari sama-sama kita coba rangkai apa saja yang perlu disiapkan dan dikerjakan agar malam-malam terakhir Ramadhan tak sia-sia.

Pertama, pastikan sholat keseharian kita tepat waktu. Subuh, zuhur, ashar, hingga maghrib sampai isya, upayakan kita tidak mengundur-ngundurnya. Semoga dengan begini, kita terbiasa menghargai waktu. Sigap menjawab panggilan Allah dan bahkan menunggu-nunggu kesempatan ‘ngobrol’ lagi sama Allah. Kelak bila malam tiba, rasa kantuk pasti menyerang. Sebesar apa upaya kita mengutamakan waktu sholat, sebesar itu pula kita mampu memanfaatkan waktu-waktu malam untuk Allah juga.

Kedua, jangan tinggalkan qailulah di siang harinya. Istirahat sebentar akan mengembalikan kenyamanan dan konsentrasi kita. Tilawah butuh kebugaran agar tetap berposisi baik. Apalagi sholat malam. Jangan sampai kita kelelahan karena kurang merebahkan diri.

Ketiga, mengunjungi masjid. Menghidupkan malam di rumah sebenarnya tidak masalah. Hanya saja butuh perjuangan lebih mewujudkan suasana ibadah. Kasur empuk, gadget, suasana terlalu sepi mungkin bisa jadi penggoda. Dengan mengunjungi masjid, kita sudah memulai malam dengan sebuah langkah dan niat. Masjid juga menyediakan agenda-agenda yang membantu kita “melek” di malam hari. Tarawih satu juz, kajian keislaman, tahajud, witir dan qunut bersama.

Keempat, isi waktu setelah shalat tarawih dengan tilawah. Minimal sejam untuk duduk bersama Al Qur'an. Sebab jika kita mengawali pertengahan malam (sekitar pukul 21.00-23.00) dengan mengobrol, berselancar di media sosial, atau urusan-urusan duniawi lainnya, semangat kita rentan berkurang. Apalagi jika hendak menghidupkan malam di rumah. Setidaknya memasuki pukul 22.00 kita sudah mengambil posisi yang nyaman untuk mengisi malam dengan ibadah-ibadah.

Jika lelah karena seharian bekerja. Tidur terlebih dahulu dan bangun di pertengahan malam lebih baik.

Kelima, izinkan diri kita rehat sejenak. Bila tiba pukul 00.00, atau 01.00, lelah wajar menghampiri. Tak apa. Izinkan kita mencari sedikit kelonggaran. Berpindah tempat, berubah posisi, berbincang dengan pengunjung masjid lainnya, berwudhu, online, tidur, menulis, membaca, ngemil, kegiatan-kegiatan lain yang mengembalikan mood kita. Tapi ingat, jangan kebablasan ya! :D

Keenam, list doa-doa. Syukurlah sebagai manusia kita diperbolehkan berdoa. Banyak sekali impian dan harapan kita bukan? Belum lagi keluhan-keluhan yang mengusik jiwa. Gantungkan semuanya pada Allah. Rengkuh orang-orang yang kita sayang dalam doa. Tumpahkan semua perasaan yang bahkan hati kita saja tak mau mendengarnya, adukan kepada Allah. Ia Semaha amanah dan bijaksana mendengar pinta-pinta hamba-Nya.

Ketujuh, setorkan hafalan Al Qur'an yang kita punya ke Allah dalam rakaat-rakaat shalat kita. “Ya Allah, hamba baru hafal surat An Naba. Dengarkanlah hafalan hamba, Ya Allah”. Semoga, dengan membaca ayat-ayat Al Qur'an yang bukan itu-itu aja bisa lebih mengajak hati kita bercakap dengan Allah.

Demikian beberapa kiat yang mungkin sangat subjektif. Bila ada benarnya boleh dicoba. Bila ada kurangnya, dengan senang nan lapang hati menerima masukan dan tambahan. :)

Barokallahu fiikum.


|| Jakarta, 200617

Kembali teringat tulisan ini.

Demi Anakmu….

Ketika rasa malas utk melakukan ibadah menghampiri atau terbetik keinginan utk bermaksiat, ingatlah anak-anakmu.

Sahabat yg mulia Abdullah bin Mas'ud, ketika beliau sholat malam, sementara putra beliau yang masih kecil terlelap tidur, serambi memandangi putranya beliau berkata,

من أجلك يا بني…

“Demi dirimu wahai anak ku..”

Lalu beliau sambil menangis membaca firman Allah ta'ala :

وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا
Dahulu ibu bapaknya adalah orang-orang shalih… (QS. Al Kahfi : 82).

Benar sekali, sesungguhnya ketakwaan orangtua sangat berpengaruh pada kesholihan anak-anaknya.

Apabila orang tuanya sholih, hubungannya dengan Allah kuat, maka Allah akan menjaga anak-anaknya bahkan sampai cucu-cucunya.

Seperti dikisahkan dalam surat al Kahfi, Allah menjaga simpanan harta kedua anak yatim itu dikarenakan kesalehan kakek mereka yang ketujuh….!

📝 Ahmad Anshori
Madinah An Nabawiyyah 21 Rabiulawwal 1438 H

20. RAMADHAN belum SELESAI

Ramadhan sudah memasuki 10 hari terakhirnya, sudahkah memaksimalkan ibadah di bulan ini?

Sudahkah mengambil posisi kebaikan di 10 hari terakhir ramadhan kali ini?

Jika belum, Yuk ah ambil posisi mu di masjid.

Siapkan air minum kemasan (yang kecil saja, yang 240ml, supaya tidak mubadzir) atau kurma yang sekotak kecil. Berikan setiap di kesempatan yang masih tersisa di bulan Ramadhan ini sebelum iftor (waktu berbuka puasa). Insya Allah, ini cara mudah mendulang pahala di bulan Ramadhan.

Karena pahalanya orang yang memberi makan orang berbuka puasa sama seperti pahala orang yang berpuasa tersebut.

Semisal hitungan sederhananya begini.
Air minum dalam kemasan merk Clu* yang ukuran 240 ml isi 40pcs harga 1 kartonnya kurang lebih 20 ribu. Atau harga sekotak kecil kurma kurang lebih 30 ribu.

Ramadhan sudah memasuki 10hari terakhirnya. Jadi uang 200.000 atau 300.000 Insya Allah cukup untuk meraup pahala sebanyak-banyaknya.

Nah mudah kan..
Yuk! Kapan lagi coba :))

Dan memasuki 10 hari terakhir jangan malas, jangan lalaikan hari-hari yang tersisa. Perbanyak ibadah, perbanyak berdoa, perbanyak minta ampun, berlomba-lomba dalam kebaikan.

Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha dia berkata: “Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bila memasuki sepuluh akhir (dari bulan Ramadhan), beliau mengecangkan sarung, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya”. (HR. Al-Bukhari no. 1884 dan Muslim no. 2008)

Dalam lafazh yang lain:

“Pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam lebih giat beribadah melebihi hari-hari selainnya”. (HR. Muslim no. 2009)

Ramadhan belum selesai, perbaiki yang harus diperbaiki. Dan ibadah yang dilakukan semisal Sholat malam, puasa, i'tikaf tidak akan berarti jika,

Jika diri masih sibuk dan giat melakukan Ghibah. Mulai saat ini kita azzamkan untuk tidak lagi. Sebab semua ibadah baik puasa, sholat malam, membaca Al-Qur'an, bershodaqoh, i'tikaf, menyelesaikan hajad orang banyak sampai kepayahan itu semua akan sia-sia.

Sebab kelak akan ada orang lain yang mengambil semua kebaikan dikarenakan dosa ghibah yang dilakukan, sementara yang di ghibah tenang dan santai saja.

Maka perbaiki diri. Muhasabah banyak-banyak. Banyak mohon ampun. Bahkan jika ingin menangis, menangis saja tersebab dosa-dosa yang telah dilakukan.

Ingat!
Ramadhan belum selesai.
Kejarlah!
Sebab “Sesungguhnya setiap amalan itu tergantung akhirnya”. (HR. Bukhari)

Semoga Allah Ta'ala memberikan kita kemudahan untuk melaksanakan amalan-amalan mulia yang dituntunkan oleh syari'at, sehingga kita tidak termasuk golongan orang-orang yang disebutkan dalam sebuah hadits,

“Celaka seseorang yang masuk bulan Ramadhan tetapi keluar dari bulan Ramadhan tidak diampuni dosanya oleh Allah”. (HR. Bukhari)

-Allahumma innaka ‘afuwun tuhibbul 'afwa fa'fu anni-

20 Ramadhan 1438 H || 15.06.17 || ©andromeda nisa’

Rahasia akademis mengapa sholat sebaiknya di awal waktu

Ternyata anjuran tersebut sangat luar biasa…….

Menurut para ahli, setiap perpindahan waktu sholat, bersamaan dengan terjadinya perubahan tenaga alam dan dirasakan melalui perubahan warna alam.

Kondisi tersebut dapat berpengaruh pada kesehatan, psikologis dan lainnya.

Berikut ini kaitan antara sholat di awal waktu dengan warna alam.

Waktu SUBUH

Pada waktu subuh, alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersesuaian dengan frekuensi tiroid (kelenjar gondok).

Dalam ilmu Fisiologi, Tiroid mempunyai pengaruh terhadap sistem metabolisma tubuh manusia.

Warna biru muda juga mempunyai rahasia tersendiri berkaitan dengan rejeki dan cara berkomunikasi.

Mereka yang masih tertidur nyenyak pada waktu Subuh dapat menghadapi masalah rejeki dan komunikasi.

Mengapa? Karena tiroid tidak dapat menyerap tenaga biru muda di alam ketika roh dan jasad masih tertidur.

Pd saat azan subuh berkumandang, tenaga alam ini berada pada tingkatan optimal.

Tenaga inilah yang kemudian diserap oleh tubuh kita terutama pada waktu ruku dan sujud.

Waktu ZUHUR

Alam berubah menguning dan ini berpengaruh kpd perut dan sistem pencernaan manusia secara keseluruhan. Warna ini juga punya pengaruh terhadap hati.

Warna kuning ini mempunyai rahasia berkaitan dgn keceriaan seseorang.

Mereka yang selalu ketinggalan atau melewatkan sholat Zuhur berulang kali dapat menghadapi masalah dalam sistem pencernaan serta berkurang keceriaannya.

Waktu ASHAR

Alam berubah lagi warnanya menjadi oranye. Hal ini berpengaruh cukup signifikan terhadap organ tubuh yaitu prostat, rahim, ovarium/indung telur dan testis yg merupakan sistem reproduksi secara keseluruhan.

Warna oranye di alam juga mempengaruhi kreativitas seseorang.

Orang yang sering ketinggalan waktu Ashar dapat menurun daya kreativitasnya.

Di samping itu organ-organ reproduksi ini juga akan kehilangan tenaga positif dari warna alam tersebut.

Waktu MAGHRIB

Warna alam kembali berubah menjadi merah. Sering pd waktu ini kita mendengar banyak nasehat orang tua agar tidak berada di luar rumah.

Nasehat tersebut ada benarnya karena pada saat Maghrib tiba, spektrum warna alam selaras dengan frekuensi jin dan iblis.

Pada waktu ini jin dan iblis amat bertenaga karena mereka ikut bergetar dengan warna alam. Mereka yang sedang dalam perjalanan sebaiknya berhenti sejenak dan mengerjakan sholat Maghrib terlebih dahulu.

Hal ini lebih baik dan lebih selamat karena pada waktu ini banyak gangguan atau terjadi tumpang-tindih dua atau lebih gelombang yang berfrekuensi sama atau hampir sama dan bisa menimbulkan fatamorgana yg bisa mengganggu penglihatan kita.

Waktu ISYA

Pada waktu ini, warna alam berubah menjadi nila dan selanjutnya menjadi gelap.

Waktu Isya mempunyai rahasia ketenteraman dan kedamaian yg frekuensinya sesuai dengan sistem kontrol otak.

Mrk yg sering ketinggalan Isya bisa sering merasa gelisah.

Untuk itulah ketika alam mulai diselimuti kegelapan, kita dianjurkan untuk mengistirahatkan tubuh ini.

Dengan tidur pada waktu Isya, keadaan jiwa kita berada pada gelombang Delta dengan frekuensi dibawah 4 Hertz dan seluruh sistem tubuh memasuki waktu rehat.

Selepas tengah malam, alam mulai bersinar kembali dengan warna-warna putih, merah jambu dan ungu.

Perubahan warna ini selaras dengan kelenjar pineal (sebuah kelenjar endokrin pada otak) kelenjar pituitary, thalamus (struktur simetris garis tengah dalam otak yang fungsinya mencakup sensasi menyampaikan, rasa khusus dan sinyal motor ke korteks serebral, bersama dgn pengaturan kesadaran, tidur dan kewaspadaan) dan hypothalamus (bagian otak yg terdiri dari sejumlah nucleus dengan berbagai fungsi yang sangat peka terhadap steroid, glukokortikoid, glukosa dan suhu).

Maka sebaiknya kita bangun lagi pada waktu ini untuk mengerjakan sholat malam (tahajjud).

Umat Islam sepatutnya bersyukur karena telah di’karuniakan’ syariat sholat oleh Allah SWT sehingga jika dilaksanakan sesuai aturan maka secara tak sadar kita telah menyerap tenaga alam ini.

Inilah salah satu hakikat mengapa Allah SWT mewajibkan sholat kepada kita.

Sholat di awal waktu in syaa Allah dpt membuat badan semakin sehat……

Semoga kita selalu dikaruniai kesehatan, yuk sholat di awal waktu sehingga tepat waktu. Semua ternyata untuk kebaikan kita juga….😇

Ramadhan #17: Pertolongan Allah

Ini adalah salah satu kisah yang terjadi pada masa kekhilafahan Bani Abasiyah. Saat itu pasukan dari Abasiyah ini gak pernah memenangkan perang dalam sepanjang tahun. Tiap perang mereka kalah. Perang lagi, kalah lagi. Sadar akan hal itu, panglima perang ini kemudian mulai mengevaluasi pasukannya untuk mengetahui kenapa pertolongan Allah ini belum juga datang.

“Wahai prajurit adakah di antara kalian yang tidak menunaikan kewajiban kalian?”
“Tidak ada, Panglima.”

Jadi gitu pas masa daulah. Orang-orangnya pada beriman karena memang suasanya sangat amat mendukung dan memudahkan orang untuk beribadah. Pas ada yang gak beres dengan ikhtiarnya yang udah maksimal ini, mereka gak nyalahin Allah, tapi muhasabah diri, kenapa pertolongan Allah yang pasti datang itu gak turun-turun.

“Apa ada yang meninggalkan amalan sunnah, seperti sholat malam?”
“Tidak ada, Panglima.”
“Sholat rawatibnya bagaimana?”
“Kami masih menjalankannya, Panglima.”

Panglimanya makin bingung. Ikhtiar sudah dilakukan. Ibadah-ibadah yang dilakukan untuk terus berdoa memohon pertolongan Allah juha udah dilakukan. Tapi faktanya kok lain. Kebingungan ini juga dirasakan oleh pasukan mereka. Mereka pun sama-sama mencari celah dari usaha mana yang belum dilakukan mereka. Hingga seorang prajurit menyadari sesuatu.

“Panglima, saya tau apa yang sudah kita tinggalkan selama ini.”
“Apa itu?”
“Kita sudah meninggalkan sunnah bersiwak.”

Kalo kita yang jadi Panglimanya paling-paling kita ngeremehin sunnah sekecil ini. Apaan sih, cuma siwakan doang. Tapi tidak dengannya. Mereka gak pilih-pilih amalan sunnah, sekecil apapun kalo rasul nyontohin ya sebisa mungkin dilakuin. Kita mungkin justru sebaliknya, “sunnah kan? Brarti gapapa gak dilakuin.” Tapi kalo yang makruh atau mubah justru semangat sekali dilakukan dengan dalih, “ya kan memang gak dilarang.”

Balik ke cerita panglima tadi. Pasukan kemudian diperintahkan untuk menebang pohon yang biasa digunakan untuk membuat siwak. Seluruh pasukan dibagikan satu persatu siwak dan atas komandonya pasukan diperintahkan untuk bersiwak berjamaah. Agak konyol, but it happens.

Kebetulan sekali ketika mereka bersiwak, mata-mata dari musuh ini ngelihat kejadian itu tiba-tiba jadi takut sendiri dan lari ke pasukannya untuk melaporkan hal itu ke pemimpinnya.

“Gawat Panglima, pasukan muslimin sedang mengasah giginya. Mereka ingin membunuh kita semua dengan giginya. Kita mau dimakan oleh mereka.”
“APAAA??!!”
“Aku melihatnya sendiri, Panglima. Mereka dikomandoi untuk bersama-sama mengasah gigi mereka. Apa yang harus kita lakukan Panglima? Pedang mereka saja sudah cukup ganas. Kini mereka akan menggunakan giginya pula.”

Ini lucu tapi beneran terjadi. Panglima pasukan musuh kemudian memimpin pasukannya untuk mundur setelah tau berita itu dan kaum muslimin pun kemudian mendapatkan kemenangan bahkan tanpa berperang atas pertolongan dari Allah.

***

Kasus yang macem-macem tentang pertolongan Allah itu pasti pernah kita rasakan sendiri. Tiba-tiba saja Allah memudahkan langkah kita hanya karena amalan kecil yang sudah dilakukan. Pernah juga kita udah usaha setengah mati, tapi kok ya pertolongan Allah ini gak dateng-dateng.

Hari ini kita sama-sama mengharapkan pertolongan Allah agar dimudahkan untuk berislam yang kaffah, mudah melakukan amal sholih. Baik yang amar ma'ruf, maupun yang nahi munkar. Pinginnya semuanya mudah. Pertolongan Allah sebenernua juga sudah pasti kapan datangnya. Tapi kan kita gatau nih kapan dia datang. Makanya, kita perlu banget terus muhasabah diri dan melakukan ikhtiar terbaik agar pertolongan Allah ini cepet datengnya.

Kita juga perlu sadar diri dengan kualitas kita. Jangan-jangan pertolongan Allah gak dateng-dateng gara-gara gue masih suka cheating maksiat. Atau jangan-jangan karna gue terlalu sibuk sama yang mubah-mubah sampai yang sunnah-sunnah gak dikerjain.

Yuk, cek lagi porsi amalan kita. Yang wajib jelas gak perlu ditanya. Yang sunnah sama mubah, banyakan mana yang dikerjain, banyakan mana yang udah diusahain? Jangan-jangan banyakan mubahnya dari pada sunnahnya.

“HAL-HAL YANG HARUS DIHINDARI SELAMA RAMADHAN”

1. Jangan tidur di siang hari dan sholat sepanjang malam. Dengan cara itu anda membalik siang jadi malam dan malam jadi siang, yg bukan merupakan tujuan puasa.

2. Jangan bermalas-malasan dan tak berbuat apa-apa di siang hari.

3. Jangan buang waktu main ‘game’ di siang hari. Lebih baik, senangkan Allah dengan lebih banyak ibadah kepada Nya.

4. Hindari pesta-pesta berbuka puasa. Ramadhan tak dimaksud kan sebagai 'bancaan’ / 'food extravaganza’.

5. Jangan minta istrimu menghabiskan Ramadan di dapur. Makanlah sesuatu yg ringan dan cepat. Biarkan dia pun banyak berdoa'a dan memanfaatkan Bulan Pengampunan itu.

6. Gunakan 10 hari terakhir untuk beribadah kpd Allah daripada mencoba mempersiap kan Idul Fitri! Satu hari yg lebih baik daripada 1000 bulan terdapat di antara 10 hari itu. Jangan kehilangan kesempatan itu.

7. Jangan berjaga sepanjang malam. Badan mu punya hak untuk istirahat, dan bila ia butuh istirahat, istirahat lah.

8. Hindari silaturohim berlebihan setelah Tarawih.

9. Hindari banyak belanja di bulan Ramadhan.

10. Jangan makan sepanjang malam.

11. Perbanyaklah ibadah kepada Allah, bukan berkeliaran semalaman.

12. Idul Fitri tak butuh banyak persiapan. Jangan masuk jebakan itu! Biasa saja, itu lebih diberkati.

Semoga kita mendapati Ramadhan yg menjelang dalam kondisi lebih sehat - Aamiin….

Kesalahan umum saat Ramadhan:

1. Minum Milkshakes dengan sirup dll setiap hari.

- Alasan: Itu mengandung banyak gula, pengawet dan pewarna. Itu tak sehat
- Solusi: Kalau merasa harus, minumlah maksimal 2 kali seminggu.

2. Minum banyak air saat berbuka.

- Alasan: Memenuhi lambung dengan air lebih membebaninya daripada dengan makanan.
- Solusi: minumlah beberapa teguk saat berbuka, lalu segelas setiap 2 jam.

3. Olahraga langsung setelah berbuka.

- Alasan: saat itu aliran darah terpusat disekitar lambung.
- Solusi: Olahragalah dua jam setelah makan untuk baik bagi pencernaan.

4. Mengunyah dan menelan makanan dengan cepat.

- Alasan: mengunyah makanan secara perlahan mempercepat pencernaan dan membantu menjaga berat badan.

5. Makan makanan penutup langsung setelah berbuka.

- Alasan: Itu bikin pusing dan ngantuk.
- Solusi: tunggu sekitar 2 jam antara berbuka dengan makanan penutup agar anda tetap segar dan terjaga untuk sholat Isha dan tarawih.

6. Mengkonsumsi makanan berkalsium tinggi (asin).

- Alasan: Garam memicu rasa haus sepanjang siang saat puasa.
- Solusi: sebaliknya, makan makanan yg banyak mengandung potassium, itu menahan air dan menekan rasa haus.

# Pisang ber-potassium tinggi. Makan pisang saat Sahur dapat mngontrol tingkat haus anda sepanjang hari.

# Sumber potassium untuk Sahur:
- pisang
- susu
- korma
- alpukat
- buah persik/peach kering
- kacang pistachios
- labu kuning
- kacang polong
- chocolate pahit

# Terburuk untuk Sahur:
- biryani
- kebab
- pizza
- makanan2 siap saji
- keju
- haleem?

# Terbaik untuk Sahur:
- kentang
- nasi
- korma
- roti gandum utuh
- pisang

# Minum banyak air saat Sahur sangat penting, tapi bukan berarti harus minum sampai 2 liter.

Mohon tdk simpan pengingat ini untuk diri sendiri, bagikanlah kpd para saudara dan handai taulan mu.
والله أعلم بالصواب

Kembali Untuk Merindu

Ramadhan udah di penghujung. Berbagai macam reaksi orang-orang untuk menuju bulan syawal, terutama bahagia. Karena dapat merayakan hari kemenangan bersama keluarga, dapet THR dari mana-mana, liburan ke mana-mana, dapet atau akan memiliki sesuatu yang baru dan lain-lain. Tetapi nggak selalu senang dan bahagia yang akan dirasain untuk menyambut lebaran, ada beberapa orang yang juga sekaligus merasakan suatu kesedihan dibalik rasa bahagianya di hari raya nanti. Orang-orang ini adalah hamba-hamba Allah yang pasti jiwa dan hatinya selalu padaNya. Mereka percaya bahwa mendapat ridhoNya adalah yang pertama, yang akan mengantarkan dan memudahkan segala urusannya di dunia.

Dulu waktu awal ramadhan niat hati bertekad untuk mengkhatamkan Al-Quran, tapi sekarang sampai di penghujung ramadhan pun, sepertiganya pun belum sampai. Belum bisa menyempurnakan qiyamul lail bahkan Itikaf pun baru satu malam. Sholat wajib yang terkadang tidak berjamaah bahkan telat hingga di waktu akhir, sholat tarawih yang banyak bolong, sholat sunah yang banyak tidak dikerjakan. Dan juga uang lebih yang belum tersalurkan. Semua itu adalah karena urusan dunia yang sibuk padahal sebenarnya banyak yang tidak perlu sehingga menjadi sia-sia, tidak memaksimalkan bulan ramadhan ini, bahkan sampai di penghujung pun.
Itu semua adalah cerminan diri gue sendiri pula.

Gue bukan golongan orang-orang mukmin yang sempurna, gue masih mementingkan dunia daripada akhirat, gue masih jauh dari sunah-sunah Baginda Rasulullah SAW. Apalagi golongan orang-orang yang akan menangis ditinggal perginya ramadhan, karena bulan yang penuh berkah akan segera berakhir. Tapi gue sedih. Sedih bukan karena ditinggal oleh bulan ramadhan, sedih bukan karena mengharap lebih untuk bisa mendapat banyak berkah dan pahala di bulan suci ini. Nggak. Sampai sekarang aja gue nggak bisa memanfaatkan bulan ramadhan dengan maksimal. Bukan itu. Tapi gue sedih dan takut akan suasana yang akan berganti setelah ramadhan dan idul fitri nanti. Gue selalu suka dengan suasana di bulan ramadhan, di bulan ini benar-benar dirasakan bagaimana Islam itu memang agama yang paling damai dan indah.

Setiap harinya masjid selalu diramaikan oleh orang-orang yang melaksanakan ibadah wajib dan sunah. Lantunan ayat-ayat suci Al-quran yang banyak dikumandangkan di mana-mana, indah, merdu, sejuk, dan menenangkan hati. Banyak majelis-majelis yang bermanfaat, di mana banyak ilmu yang bisa diambil. Kebersamaan yang sangat kuat antar manusia di mana kita bisa selalu saling berbagi dan menghargai. Irama sahur oleh pemuda-pemuda yang bersemangat sekali membangunkan sahur. Menikmati kebersamaan sahur dan berbuka bersama keluarga, saudara, sahabat dan teman-teman, yang jarang sekali kita lakukan di hari-hari biasa. Teman-teman yang tadinya jarang sekali mencari pahala, di bulan ramadhan menjadi lebih rajin beribadah. Hal-hal kemaksiatan menjadi berkurang. Tidak ada asap rokok di siang hari. Suasana kerja dan kuliah menjadi lebih santai tanpa mengurangi keseriusannya. Dan masih banyak lagi hal-hal yang pasti dirindukan di bulan suci ramadhan ini. Yang tidak ada habisnya jika dibicarakan.

“Ma, pa.. adek ngga apa-apa puasa terus, asal bisa selalu sahur dan buka puasa bareng terus kayak gini, banyak makanan enak, suasananya enak, begini terus.” Seorang anak yang menceletuk berbicara kepada keluarganya ketika sedang menyantap sahur bersama keluarganya.

Siapa yang tidak akan rindu di bulan ramadhan nanti? Bahkan orang kayak gue pun yang belum sepenuhnya dalam keistiqomahan akan sangat merindu. Gue yakin kalian pasti merasakan hal yang sama, bahkan untuk yang non muslim, yang sudah merasakan di hatinya indahnya di bulan ramadhan ini, pasti akan rindu. Semoga kita semua akan dipertemukan kembali dengan bulan ramadhan yang indah ini. Aamiin ya Allah..

Tidak ada yang pasti atau bisa menjamin bahwa kita semua akan dipertemukan kembali dengan bulan ramadhan. Walaupun kita berharap tetapi alangkah lebih baik, kita selagi masih ada waktu bisa memanfaatkannya. Mari kita mulai berubah dari sekarang. Tidak ada yang terlambat. Bukankah Islam agama yang mudah dan indah? Bukankan Allah adalah Yang Maha Pengasih?

Emang ilmu agama gue nggak tinggi-tinggi banget, tapi gue punya kepercayaan. Di hari-hari terakhir ini gue ingin mengejar berkah yang masih tertinggal di bulan ramadhan ini. Niat dari hati diiringi dengan kesungguhan, kita sama-sama pasti bisa. Kita sama-sama ingin berhijrah. Yuk kita mulai dari sekarang..

Dan akan berakhir sudah rentetan berkah tanpa akhir

Surga dunia akan hengkang untuk sementara dan derita dunia akan segera kembali

Mengalir air mata para hamba yang selalu berharap singgasana

Alunan senandung indah akan bergelantung bagai burung yang bingung

Satu dalam perbedaan. Harta dunia yang paling berharga akan mulai memudar

Purnama yang hanya bagian dari seribu bulan akan digantikan matahari yang sudah menunggu di timur

Sang hina akan merindukannya, berharap kembali ke dekapan Sang Pengasih

Masa depan masih bias, dalam rahasia Sang Ilahi, tetap menanti purnama dari seribu bulan untuk kembali

Pekalongan, 28 Ramadhan 1438H

dalam masalah mengkhatamkan Al Qur'an, para salaf memiliki jumlah hari yang berbeda.

1. Yang sekali khatam di siang dan malam hari misal : Utsman bin Affan Radhiyallahu'anhu, Tamim Ad Dari, Sa'id bin Jubair, Mujahid dan Asy syafi'i dan lain lain
**
2. Yang khatam 3 hari sekali seperti Salim bin Umar Radhiyallahu'anhu, Qodhi Mesir pada saat khilafah Mua'awiyyah dll.
**
3. Abu Bakar bin Abu Dawud khatam qur'an dalam semalam 4 kali
**
4. Dan diriwayatkan bahwa salah seorang tabi'in khatam Qur'an antara dhuhur dan ashar, maghrib dan isya sampai seperempat malam.
**
5. Al Imam Mujahid khatam Qur'an antara maghrib dan Isya
**
6. Ali Alzadi mengkhatamkan tiap maghrib sampai isya pada tiap malam di bulan Ramadhan.
**
7. Utsman bin Affan, Tamim Ad Dari dan Sa'id bin Jubair mengkhatamkan pada satu rokaat di depan ka'bah
**
8. Ibnu Mas'ud, Zaid bin Tsabit,Ubay Bin Ka"ab, dan kebanyakan tabi'in seperti Abdurrahman bin Yazid serta AlQamah dan Ibrahim mengkhatamkan seminggu sekali.
**
9. Al Imam Ahmad mengkhatamkan dalam sehari sekali.
**
10. Al Imam Bukhari mengkhatamkan di siang hari sekali khatam, dan beliau sholat malam setelah tarawih tiap tiga hari khatam sekali.
**
11. Al hafizh Ibnu Asakir mengkhatamkan tiap jum'at sekali. Dan bila masuk Ramadhan, tiap hari khatam
**
12. Abul Abbas bin ‘Atho’ mengkhatamkan dalam sehari sekali khatam. Bila memasuki Ramadhan, pada siang dan malam hari 3 kali khatam
**
13. Abu Hanifah di siang dan malam hari sekali khatam. Bila memasuki Ramadhan maka dalam sehari 2 kali khatam.yakni 2 kali di siang hari dan dua kali di malam hari.
**
14. Ibnul Qosim mengkhatamkan di siang dan malam hari 2 kali khatam
**
15. Muhammad bin Isma'il di bulan Ramadhan, di siang hari sekali khatam dan sholat malam setelah tarawih, tiap tiga hari mengkhatamkan Qur'an.
**
16. Kakek dari Al Imam Al Baghawi, Ahmad bin Mani’ selama 40 tahun selalu mengkhatamkan Qur'an 3 hari sekali.
**
17. Yahya bin Sa'id Al Qaththani mengkhatamkan di malam dan siang hari setiap hari.
**
18. Asy syafi'i dan Abu Hanifah mengkhatamkan sebanyak 60 kali d Ramadhan.
**
19. Muhammad bin Shalih al Ijli mengkhatamkan tiap Malam sekali khatam di rumahnya, ibunya tiap tiga malam sekali
**
20. Qatadah mengkhatamkan tiap tujuh hari sekali, dan bila memasuki Ramadhan, tiga hari sekali. Dan jika telah mendekati 10 malam terakhir. Sehari sekali.
**
21. Al Aswad bin Yazid mengkhatamkan tiap 2 malam sekali.
**
22. Sulaiman bin Itsr dalam tiap malam tiga kali khatam
**
23. Muhammad bin Mahdi mengkhatamkan tiap dua malam sekali.
**
24. Al Hasan Al Bashri duduk bersama sahabat sahabatnya dan tidaklah berdiri melainkan manshu bin zadzan telah mengkhatamkan Al Qur'an
**
25. Manshur bin Zadzan mengkhatamkan Al Qur'an tiap siang dan malam hari sekali khatam
**
26. Tsabit al Bunani membaca Al Qur'an pada tiap siang dan malam hari.
.**
27. Tsabit berkata “ tidaklah aku meninggalkan masjid Jami’ dalam keadaan berjalan melainkan aku telah mengkhatamkan Al Qur'an dan menangis..
**
28. Khaitsam bin Abdirrahman mengkhatamkan tiap 3 hari sekali
**
29. Ibnu Mas'ud mengkhatamkannya dari jumat ke jumat berikutnya. Bila memasuki Ramadhan , dia mengkhatamkan 3 hari sekali
**
30. Sa'ad bin Ibrahim bila memasuki malam ke 21,23,25,27,29, tidak berbuka sampai dia mengkhatamkan Al qur'an. Berbukanya antara waktu Maghrib dan Isya akhir.
**
31. Ibrahim An Nakhoi mengkhatamkan 3 hari sekali di bulan Ramadhan. Bila telah memasuki 10 malam terakhir , mengkhatamkan dua malam sekali.
**
32. Abu Raja’ mengkhatamkan di bulan Ramadhan 10 hari sekali
**
33. Abdullah bin Muhammad At taimi Ibnul Abbas mengkhatamkan dalam sehari sekali. Bila telah masuk Ramadhan, beliau mengkhatamkan pada siang dan malam hari tiga kali khatam
**
34. Ibnul Afif Hatim bin Muslim dalam sebulan 3 kali khatam. Bila telah masuk Ramadhan, 60 kali khatam.
**
35. Thalq bin Habib tidaklah rukuk kecuali ia membaca awal Al Quran sampai surat Al Ankabut.
**
36. Muhammad bin Zuhair bila tiba Ramadhan, dia mengumpulkan anak anaknya pada waktu dia mengkhatamkan Al Qur'an . Dia mengkhatamkan Al Qur'an di siang dan malam hari 3 kali khatam, dan dalam sebulan dia mengkhatamkan 90 kali.

Inilah keadaan para ulama terdahulu yang merupakan generasi terbaik islam bagaimana keadaan kita dengan Al Qur'an di Ramadhan? Apa kita akan memberikan sambutan terbaik kita untuk Ramadhan atau malah menghabiskan Ramadhan dengan canda dan tawa?

Maraji’

1. At Tibyan min Adabi hamalatil qur'an oleh An Nawawi
2. Sifatush shofwa Ibnul jauzi
3. Lathoiful ma'arif libni Rajab
4. Syu'abul iman lil baihaqi
5. Siyar 'alam an nubala adz dzahabi
6. Al Hilyah abu Nu'aim

Akhukum fillah
(zakariya rizky)

~*

Dalam hal yang sama, ada seorang yang bertanya kepada beliau perihal hadis yang mengatakan pelarangan menghatankan Al-Qur’an kurang dari tiga hari dengan merujuk hadist berikut ini,


“Wahai Rasulullah dalam berapa hari aku boleh mengkhatamkan Al-Qur’an. Beliau menjawab, “Dalam satu bulan.” ‘Abdullah menjawab, “Aku masih lebih kuat dari itu.” Lantas hal itu dikurangi hingga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan, “Khatamkanlah dalam waktu seminggu.” ‘Abdullah masih menjawab, “Aku masih lebih kuat dari itu.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Tidaklah bisa memahami jika ada yang mengkhatamkan Al-Qur’an kurang dari tiga hari.” (HR. Abu Daud no. 1390 dan Ahmad 2: 195. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Maka beliau menjawab bahwa yang terlarang itu jika mengkhatamkan kurang dari 3 hari. Sehingga tidak memahami isi Al-Quran..

Jika sudah paham seperti para ulama tidak mengapa sesekali melakukannya, terutama di bulan ramadhan yang sangat utama membaca Al-Quran.. Yang terlarang jika terus menerus, diluar bulan Ramadhan.

Dalilnya banyak riwayat sahabat utama yag mengkhatamkan Quran kurang dari 3 hari (seperti yang saya jelaskan tadi), sedangkan sahabat tentu yang paling paham tentang sunnah dan hadist Nabi..

Ah iya, teringat pula dengan salah satu penjelasan ustadz Nuzul Dzikri yang menjelaskan kurang lebih seperti ini, “pelarangan tersebut yakni menghatamkan Al-Qur’an kurang dari tiga hari itu hanya berlaku di luar bulan Ramadhan. Pada bulan Ramadan, larangan itu tidak berlaku. Karena dalil harus dipahami oleh pemahaman salaf, maka pengamalan mereka adalah sesuatu yang sah.


Qatadah, selalu mengkhatamkan Al Qur'an tiap tujuh hari sekali. Kalau Ramadhan tiba, beliau mengkhatamkan tiga hari sekali, dan jika sudah memasuki 10 malam terakhir, beliau mengkhatamkan sehari sekali.

Dan Asy syafi'i mengkhatamkan 60 kali di Ramadhan , dia membacanya di luar shalat. (Lathoiful Ma'arif libni Rajab 1/171)


Kini pahamkan mengapa para salaf kuat untuk mengkhatamkan puluhan kali kitabullah di bulan Ramadhan. Atau paling tidak 3 hari sekali, sehari sekali dll.. Sedang kita terasa berat.


Mungkin jawabannya adalah hati mereka lebih bersih dibanding hati kita.


Utsman bin Affan dan Hudzaifah bin Yaman berkata,
"kalau sekiranya hati kalian bersih, niscaya kalian tidak kenyang dari yang namanya membaca Al Qur'an.”


Selamat membersihkan hati dari noda hitam dosa, sebab bulan Ramadhan adalah bulan terbaik untuk mentarbiyah diri selama satu bulan ini.

02 Ramadhan 1438 H || -andromeda nisa’-

Persiapan Menjadi SuperWife SuperMom

PERSIAPAN CALON ISTRI

Penting untuk para gadis [atau JOMBLO, #ops‬! hihihi]

1. Istri… hmmm, wanita hebat di belakang suami| Hebatnya karena tempaan diri | Madrasah pertama bagi anak-anaknya pula #PersiapanCalonIstri‬

2. Menjadi istri itu mudah | Tanpa ilmu pun bisa| Tapi masa’ mau jadi istri yang biasa-biasa saja? Tentu tidak kan? #PersiapanCalonIstri

3. Sejak muda, asahlah bakat keibuan dan kedewasaan mu |Karena anak kita layak mendapat ibu yang dewasa#PersiapanCalonIstri

4. Hafalan Qur'annya jgn lupa ditingkatin | Kelak saat hamil, si anak bakal seneng banget dilantunkan bacaan Qur'an dari ibunya. #PersiapanCalonIstri

5. Berlatihlah sabar sejak sekarang | Karena engkau akan sering bangun malam kelak saat anakmu menangis. #PersiapanCalonIstri

6. Belajarlah mengatur keuangan | Istri itu manajer keuangan rumah tangga | Biarkan suamimu berfokus pada mencari, engkau yg mengelolanya. #PersiapanCalonIstri

7. Kemampuan mempercantik diri itu penting | Berikan yang tercantik untuk suami seorang | Jangan sering kumel di depannya #PersiapanCalonIstri

8. Bisa masak itu nilai plus | Menunjukkan rasa
cinta pada suami lewat perutnya | Dijamin suami betah makan di rumah #PersiapanCalonIstri

9. Biasakan jangan suka curhat pada lain jenis sejak muda | Itu tanda kesetiaanmu pada suami kelak #PersiapanCalonIstri

10. Olahragalah sejak sekarang| Semakin langsing, semakin. lincah gerak mengurus rumah dan suami kan ? #PersiapanCalonIstri

11. Spesialkan dirimu untuk suami mu saja | Jika ada masa lalu, lupakan | Insya Allah suamimu akan melupakannya juga. #PersiapanCalonIstri

12. Bangunlah sholat malam, saat ini tak apa sendiri dulu| Kelak, bakal ada suamimu yg akan mengimami, tanda kesyukuran kalian.#PersiapanCalonIstri

13. Puasa sunnah jadi tameng diri mu | Kelak, itu akan jadi benteng kesabaran saat urusan rumah tangga begitu pelik. #PersiapanCalonIstri

14. Jaga rahimmu sejak sekarang | Itu akan jadi tempat bermula bagi anak-anakmu kelak #PersiapanCalonIstri

15. Belajarlah memaafkan setiap salah | Karena rumah tangga itu tempat saling mengoreksi yang salah, berjalan membenarkan bersama #PersiapanCalonIstri

16. Buang jauh-jauh ego| Ego tak akan menang dalam rumah tangga, malah memperkeruh suasana | Mendengar lebih banyak.#PersiapanCalonIstri

17. Belajarlah tersenyum, walau masalah begitu berat | Karena perlu kau tahu, bahwa senyuman utk suami, adalah peneduh hatinya. #PersiapanCalonIstri

18. Tak apa lemah & bermanja di depan suami, itu jadi kekuatan suami menguatkan | Tapi kuat dan tegarlah didepan anak-anak dan orangtua.
#PersiapanCalonIstri

19. Kodrat wanita suka belanja | Mumpung masih belum nikah, coba lebih kontrol | Pisahkan mana kebutuhan, mana keinginan
#PersiapanCalonIstri

20. Belajarlah menahan amarah | Jika harus marah pada suami, lakukan tanpa org lain tahu selain berdua. Terutama anak. #PersiapanCalonIstri

21. Istri itu layak berpendidikan tinggi, atau setidaknya punya kemauan belajar tinggi | Karena engkau akan jadi guru untuk anakmu
sendiri.#PersiapanCalonIstri

22. Belajarlah ilmu agama| Kelak, jangan serahkan pendidikan agama anakmu pada asisten rumah tangga | Ia anakmu, bukan anak
org lain. #PersiapanCalonIstri

23. Belajarlah kata2 romantis, namun jangan keluarkan sekarang | Suami juga senang loh diberi hal yg romantis #PersiapanCalonIstri

24. Rendahkan suaramu di depan lelaki lain, lembutkan suaramu hanya pada suami saja | Itu wujud kecintaanmu padanya kelak.
#PersiapanCalonIstri

25. Teruslah doa ke Allah utk sosok lelaki misteri yg bakal menjadi suamimu kelak | Doa dalam diam, kelak Allah yg akan menyampaikan

26. Biarkanlah rasa cinta yg membuncah itu tertahan di dada mu | Hingga saat halal menanti, baru engkau ungkapkan semuanya. #PersiapanCalonIstri

27. Jika saat ini berpacaran, minta ia mendatangi walimu, atau sudahi hubungan yg tak halal itu | Engkau begitu berharga

28. Jemput jodohmu melalui cara yg Allah ridho| Taaruf lah | Sambil menunggu, persiapkan diri jadi istri super. #PersiapanCalonIstri

#copas via group sebelah 😊 #bantungesharedoang #ciyusanbukankode

Pesan dari Calon Mertuamu

Dear kamu,

Calon ibu mertuamu tidak suka dengan wanita yang bangunnya kesiangan. Katanya, dia tidak mau anaknya kurang sehat karena tidak sarapan. Lagian sholat tengah malam saja kamu pasti pengen ada imam, apalagi sholat subuh kan?

Nah, kalau calon bapak mertuamu tidak suka dengan wanita yang kalau bikin teh suka kemanisan. Katanya, dia tidak mau anaknya kena diabetes. Lah, kamu cuma perlu menyajikan teh itu dengan senyum ceria kamu kok, pasti sudah cukup manis. Percaya deh.

Dan juga, calon ibu mertuamu sangat suka dengan wanita yang cantik. Eh eh, bukan cantik karena lukisan tajam di alis, bedak merona di pipi, atau karena efek lipstik yang seperti tidak memakai lipstik di bibir itu, bukan. Tapi cantik hati dan perilakunya. Maka pura puralah menjaga etika di hadapannya. Tapi kalau di hadapan anaknya mah, jangan sungkan untuk melakukan hal-hal gila, bahkan jangan pernah ada perilaku yang kamu tutupi, atau justru kau kan bermasalah.

Trus calon bapak mertuamu juga sangat terkesan dengan wanita yang kuat. Ih, bukan yang kuat angkat galon sendirian, kuat benerin genteng bocor, atau kuat bertahan setelah ditinggalkan pas lagi sayang-sayangnya, bukan. Tapi yang kuat menghadapi segala ujian dan cobaan di setiap masalah dalam rumah tangga. Lihat saja, dia selalu membanggakan istrinya yang tiap pagi selalu tersenyum, padahal tak ada yang tau tentang kesedihan seperti apa yang dilewati semalaman. Maka kamu, di hadapannya tak apalah kau sok sokan tegar dulu. Kalau di hadapan anaknya mah, silakan saja bermanja-manja sesukamu.

Hihi, kira kira begitulah mereka. Tapi kamu jangan khawatir.

Mereka berdua sebenarnya hanya menginginkan hal sederhana, yaitu; melihat anak bungsu kesayangannya ini bahagia. Nah, kita kerja sama saja. Setiap hal yang kita lakukan, tetaplah kelihatan tersenyum penuh ceria, dan sesekali bercanda penuh tawa.

Karena senyum dan tawa adalah cara paling istimewa mensyukuri kebahagiaan yang bahkan paling sederhana.

Siip yah? Oh iya, jangan lupa.
Salam hangatku untuk ayah dan ibumu juga. 😊

Semua urusan kita, bawa ke Allah. Gelar sajadah ngadu sama Allah. Kurang sholat malam, tambahin dhuha. Kurang dhuha, tambahin ba'diyah qabliyah kalau perlu sholat hajat sekalian. Ketuk terus pintu-Nya, masa iya Allah nggak denger? Yang nggak dateng ke Allah aja tetep Allah bagi nikmat. Apalagi kita yang ikhlas dateng ke Allah? Melimpah ruah nanti dikasih nikmat-Nya.
—  Ust. Yusur Mansyur

*MENYESAL SAAT SAKARATUL MAUT*

Alkisah ada seorang sahabat Nabi bernama Sya’ban RA.

Ia adalah seorang sahabat yang tidak menonjol dibandingkan
sahabat2 yg lain.
Ada suatu kebiasaan unik dari beliau yaitu setiap masuk masjid sebelum sholat berjamaah dimulai dia selalu beritikaf di pojok depan masjid.
Dia mengambil posisi di pojok bukan karena supaya mudah bersandaran atau tidur, namun karena tidak mau mengganggu orang lain dan tak mau terganggu oleh orang lain dalam beribadah.

Kebiasaan ini sudah dipahami oleh sahabat bahkan oleh Rasulullah SAW, bahwa Sya’ban RA selalu berada di posisi tsb termasuk saat sholat berjamaah.

Suatu pagi saat sholat subuh berjamaah akan dimulai RasululLah SAW mendapati bahwa Sya’ban RA tidak berada di posisinya seperti biasa. Nabi pun bertanya kepada jemaah yg hadir apakah ada yg melihat Sya’ban RA.

Namun tak seorangpun jamaah yg melihat Sya’ban RA. Sholat subuhpun ditunda sejenak untuk menunggu kehadiran Sya’ban RA. Namun yg ditunggu belum juga datang. Khawatir sholat subuh kesiangan, Nabi memutuskan untuk segera melaksanakan sholat subuh berjamaah.

Selesai sholat subuh, Nabi bertanya apa ada yg mengetahui kabar dari Sya’ban RA.
Namun tak ada seorangpun yang menjawab.
Nabi bertanya lagi apa ada yg mengetahui di mana rumah Sya’ban RA.

Kali ini seorang sahabat mengangkat tangan dan mengatakan bahwa dia mengetahui persis di mana rumah Sya’ban RA.
Nabi yang khawatir terjadi sesuatu dg Sya’ban RA meminta diantarkan ke rumahnya.
Perjalanan dengan jalan kaki cukup lama ditempuh oleh Nabi dan rombongan sebelum sampai ke rumah yg dimaksud.
Rombongan Nabi sampai ke sana saat waktu afdol untuk sholat dhuha (kira2 3 jam perjalanan).

Sampai di depan rumah tersebut Nabi mengucapkan salam.
Dan keluarlah seorang wanita sambil membalas salam tsb.

“Benarkah ini rumah Sya’ban?” Nabi bertanya.

“Ya benar, saya istrinya” jawab wanita tsb.

“Bolehkah kami menemui Sya’ban, yg tadi tidak hadir saat sholat subuh di masjid?”

Dengan berlinangan air mata istri Sya’ban RA menjawab:
“Beliau telah meninggal tadi pagi…“

InnaliLahi wainna ilaihirojiun… Maa sya Allah, satu2nya penyebab dia tidak sholat subuh berjamaah adalah karena ajal sudah menjemputnya.

Beberapa saat kemudian istri Sya’ban bertanya kepada Rasul
“ Ya Rasul ada sesuatu yg jadi tanda tanya bagi kami semua, yaitu menjelang kematiannya dia berteriak tiga kali dg masing2 teriakan disertai satu kalimat.
Kami semua tidak paham apa maksudnya.”

“Apa saja kalimat yg diucapkannya?” tanya Rasul.

Di masing2 teriakannya dia berucap kalimat:

“ Aduuuh kenapa tidak lebih jauh……”

“ Aduuuh kenapa tidak yg baru……. “

“ Aduuuh kenapa tidak semua……”

Nabi pun melantukan ayat yg terdapat dalam surat Qaaf (50) ayat 22 :
“Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan dari padamu hijab (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam.“

Saat Sya’ban dlm keadaan sakratul maut, perjalanan hidupnya ditayangkan ulang oleh Allah.
Bukan cuma itu, semua ganjaran dari perbuatannya diperlihatkan oleh Allah.
Apa yang dilihat oleh Sya’ban (dan orang yg sakratul maut) tidak bisa disaksikan oleh yg lain.
Dalam pandangannya yang tajam itu Sya’ban melihat suatu adegan di mana kesehariannya dia pergi pulang ke masjid untuk sholat
berjamaah lima waktu.
Perjalanan sekitar 3 jam jalan kaki sudah tentu bukanlah jarak yg dekat.
Dalam tayangan itu pula Sya’ban RA diperlihatkan pahala yg diperolehnya dari langkah2 nya ke Masjid.
Dia melihat seperti apa bentuk surga ganjarannya.

Saat melihat itu dia berucap:
“ Aduuuh kenapa tidak lebih jauh……”
Timbul penyesalan dalam diri Sya’ban , mengapa rumahnya tidak lebih jauh lagi supaya pahala yg didapatkan lebih banyak dan sorga yg didapatkan lebih indah.

Dalam penggalan berikutnya Sya’ban melihat saat ia akan berangkat sholat berjamaah di musim dingin.
Saat ia membuka pintu berhembuslah angin dingin yang menusuk tulang.
Dia masuk kembali ke rumahnya dan mengambil satu baju lagi untuk dipakainya. Jadi dia memakai dua buah baju.
Sya’ban sengaja memakai pakaian yg bagus (baru) di dalam dan yg jelek (butut) di luar.
Pikirnya jika kena debu, sudah tentu yg kena hanyalah baju yg luar. Sampai di masjid dia bisa membuka baju luar dan solat dg baju yg lebih bagus.
Dalam perjalanan ke masjid dia menemukan seseorang yg terbaring kedinginan dalam kondisi mengenaskan.
Sya’ban pun iba, lalu segera membuka baju yg paling luar dan dipakaikan kepada orang tsb dan memapahnya utk bersama2 ke masjid melakukan sholat berjamaah.
Orang itupun terselamatkan dari
mati kedinginan dan bahkan sempat melakukan sholat berjamaah.
Sya’ban pun kemudian melihat indahnya sorga yg sebagai balasan memakaikan baju bututnya kepada orang tsb.
Kemudian dia berteriak lagi:
“ Aduuuh kenapa tidak yang baru…“
Timbul lagi penyesalan di benak Sya’ban.
Jika dg baju butut saja bisa mengantarkannya mendapat pahala yg begitu besar, sudah tentu ia akan mendapat yg lebih besar lagi seandainya ia memakaikan baju yg baru.

Berikutnya Sya’ban melihat lagi suatu adegan saat dia hendak sarapan dg roti yg dimakan dg cara mencelupkan dulu ke segelas susu.
Ketika baru saja hendak memulai sarapan, muncullah pengemis di depan pintu yg meminta diberi sedikit roti karena sudah lebih 3 hari perutnya tidak diisi makanan.
Melihat hal tsb. Sya’ban merasa iba. Ia kemudian membagi dua roti itu sama besar, demikian pula segelas susu itu pun dibagi dua.
Kemudian mereka makan bersama2 roti itu yg sebelumnya dicelupkan susu, dg porsi yg sama.
Allah kemudian memperlihatkan ganjaran dari perbuatan Sya’ban RA dg surga yg indah.
Demi melihat itu diapun berteriak
lagi:
“ Aduuuh kenapa tidak semua……”
Sya’ban kembali menyesal .
Seandainya dia memberikan semua roti itu kepada pengemis tersebut tentulah dia akan mendapat surga yg lebih indah.

Masyaallah, Sya’ban bukan menyesali perbuatannya, tapi menyesali mengapa tidak optimal.
Sesungguhnya semua kita nanti pada saat sakratul maut akan menyesal tentu dengan kadar yang berbeda, bahkan ada yg meminta untuk ditunda matinya karena pada saat itu barulah terlihat dengan jelas konsekwensi dari semua perbuatannya di dunia.
Mereka meminta untuk ditunda sesaat karena ingin bersedekah.
Namun kematian akan datang pada waktunya, tidak dapat dimajukan dan tidak dapat dimundurkan.

Sering sekali kita mendengar ungkapan hadits berikut:

“Sholat Isya berjamaah pahalanya sama dengan sholat separuh malam.”

“Sholat Subuh berjamaah pahalanya sama dengan sholat sepanjang malam.”

“Dua rakaat sebelum Shubuh lebih baik dari pada dunia dan isinya.”

Namun lihatlah… masjid tetap saja lengang.
Seolah kita tidak percaya kepada janji Allah.

Mengapa demikian?
Karena apa yg dijanjikan Allah itu tidak terlihat oleh mata kita pada situasi normal.

Mata kita tertutupi oleh suatu hijab.
Karena tidak terlihat, maka yang berperan adalah iman dan keyakinan bahwa janji Allah tidak pernah meleset.
Allah akan membuka hijab itu pada saatnya.
Saat ketika nafas sudah sampai di tenggorokan.

Sya’ban RA telah menginspirasi kita
bagaimana seharusnya menyikapi janji Allah tsb.

Dia ternyata tetap menyesal sebagaimana halnya kitapun juga akan menyesal.
Namun penyesalannya bukanlah karena tdk menjalankan perintah Allah SWT.
Penyesalannya karena tidak melakukan kebaikan dgn optimal.

Sudahkah kita semua di group ini berhitung siap menghadapi apa yg akan pasti kita hadapi semua…sakratul maut…ato sibuk masih sibuk dg urusan dunia kita yg pasti kita tinggalkan…???

Semoga kita selalu bisa mengoptimalkan kebaikan² disetiap kesempatan.
Aamiin.
Semoga Bermanfaat

Beberapa hari yang lalu, selepas shalat isya’ di mushola, seperti biasa disampaikan kultum sebelum sholat tarawih. Malam itu, mama menyenggolku meminta menyimak suara yang terdengar lewat microphone dengan lebih seksama. Kudengar suara yang sudah akrab ditelinga. Papa membuka kultumnya. Papa yang selama ini tidak biasa bicara di depan forum besar, terdengar melawan groginya, mirip-mirip denganku, suaranya bergetar.

Malam itu papa menyampaikan kisah tentang Abu Bakar Ash-Shidiq: keutamaan beliau, jasa-jasa beliau, dan keteladanan beliau. Di akhir kultumnya, papa menyampaikan pesan penutup, pesan yang papa suka sekali sampaikan pada kami di rumah: “Nanti di akhirat, kita akan dikumpulkan sama orang-orang yang kita cintai didunia, jadi kalau kamu punya idola, harus orang-orang baik, harus cinta sama orang-orang baik.”

“Selain berlomba-lomba meneladani ibadah Abu Bakar, kita harus berlomba-lomba juga meneladani kecintaan Abu Bakar pada Allah dan Nabi Muhammad SAW.”

Anas bin Malik berkisah, bahwa seseorang mendatangi Nabi SAW, lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, kapan kiamat terjadi?” Beliau balik bertanya, “Apa yang telah kaupersiapkan untuknya?” Dia menjawab, “Wahai Rasulullah, aku tidak menyiapkan puasa yang banyak, tidak juga sedekah. Hanya saja, aku mencintai Allah dan Rasul-Nya.” Beliau bersabda, “Engkau bersama yang kaucintai.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat Bukhari-Muslim, di belakang hadits ini Anas bin Malik berkomentar, “Kami tidak pernah bergembira – setelah mengenal Islam – melebihi kegembiraan kami terhadap sabda Nabi: ‘engkau bersama yang kaucintai’. Saya mencintai Allah, Rasul-Nya, Abu Bakar, dan ‘Umar. Maka, saya berharap bisa bersama mereka walau pun saya tidak bisa beramal seperti mereka.”

Bainassamaai wassumur

Ibnu Hajar menulis kitab Fathul Bari, yg sekedar membacanya saja banyak ulama yg tak sanggup.
AlMazini konon membaca ulang Ar-Risalahnya Imam Syafi'i 500 kali.
Ada ulama Andalusia yg mengulang-ulang shohih Bukhori 700 kali.
Imam Ahmad menguasai setengah juta Hadits, dari yg shohih hingga yg palsu.
Imam Bukhori berkelana 16 tahun utk menyusun kitab haditsnya.
Ibnu Hazm didengarkan orang dari Andalusia hingga India.
Imam Nawawi menghafal setelah fajar, mengulanginya setelah maghrib, beliau mengajar 12 pelajaran dari pagi hingga menjelang sore, sore sampai malam menulis, sepertiga malam sholat, selalu puasa di siang hari, dan namanya luhur tak terkira, kitabnya ada di hampir setiap masjid diatas muka bumi.
Imam Malik mencahayai dunia dg ilmu, namanya masyhur di Nigeri, Rwanda, Uganda, Benin, Sudan, Senegal, Maroko,Portugal, hingga Spanyol. Beliau menulis AlMuwaththo’ yang dihafal Imam Syafi'i, kitab itu dipublikasikan dlm AtTamhid, disistemasi dlm Al-istidzkar, dijelaskan dlm Al-Midawwanah dan diverifikasi dlm AlMuwafaqot..
Imam Abu Hanifah, seorang pedagang yg menurut para ahli Hadits adl orang yg diterima periwayatannya, yg perkataannya dibahas di Haramain, pendapat-pendapatnya diperdebatkan di AlAzhar dan manuskripnya didiskusikan di Cordoba. Beliau & Imam Malik adl inspirasi Imam Syafi'i menyusun ArRisalah.
Imam Syafi'i, beliau adl matahari di siang hari dan bulan purnama di malam hari, kecerdasannya adl mata air ilmu. Beliau mewariskan ArRisalah yg mjd pelita ushulfiqh. Beliau diasuh ibunya dari Gaza hingga mekkah, lalu beliau menulis Al-Umm. Beliau rujukan yg tak terbantahkan..

Kita dan mereka, sungguh bagaikan langit dan sumur 😭
——
3.30 AM

Pagi yg dingin di sukabumi, saat Jerman vs Prancis gak terlalu menarik lagi utk ditonton.