shalat

MENILAI

“Hmm, kayaknya dia orang jahat deh”
“Kok bisa?”
“Liat aja kelakuannya”

Manusia adalah makhluk yang senang untuk melakukan penilaian pada seseorang. Bisa jadi, menilai seseorang adalah langkah untuk membuat kita lebih waspada. Membuat kita menjadi lebih paham karakter orang. Membuat kita mampu memutuskan, apakah orang ini cocok untuk menjadi teman kita, atau tidak.

Namun, seringkali, kita malah larut dan begitu senang untuk memberi penilaian orang lain. Bahkan terkadang, hanya karena sebuah perilaku, kita langsung melakukan cap kepada orang tersebut.

Di rumah saya terdahulu, ada seorang orang tua, dia memiliki tato di sekujur tubuhnya. Dari pergelangan kaki, hingga leher, nampak jelas sekali terdapat tato menuputi permukaan tubuhnya.

Sekarang, pertanyaannya, apakah dia orang yang buruk atau tidak?

Jika kamu melihat sekilas, maka kamu akan menyebut dia orang yang buruk. Jangan untuk mengobrol, menatap matanya saja pasti kamu sudah enggan.

Tapi ternyata, beliau ini adalah orang yang paling rajin shalat. Bahkan ketika shalat jumat, dia adalah orang yang hadir pada awal waktu. Dia datang dengan pakaian putihnya, tak nampak lagi tato di tubuhnya, tertutup oleh gamis putih serta sarungnya.

Tanpa bertanya, terkadang kita menentukan, keburukan seseorang atas apa yang ada pada dirinya, atau apa yang ia lakukan. Celakanya, kita juga senang memberitahu orang betapa buruknya orang lain dari penilaian kita yang begitu awam.

Padahal bisa jadi, apa yang ada pada dirinya, itu adalah masa lalu yang tak bisa ia hapus. Padahal bisa jadi, keburukan yang dia lakukan, adalah kebiasaan yang sedang dia coba hilangkan namun tak sengaja dia lakukan.

Kita tidak tahu, dia yang pernah menghina, adalah yang rajin membantu orang. Kita tidak tahu, dia yang mungkin sering terlambat ke kantor, adalah yang tak pernah terlambat bayar sedekah. Kita tidak tahu, dia yang berbaju kusam itu, adalah yang tak membeli baju baru, sedang menabung untuk membelikan anaknya hadiah ulang taun. Kita tidak tahu, dia yang jomblo, adalah yang paling menghormati wanita dibanding yang lain.

Maka, jangan terlalu menikmati memberi penilaian buruk kepada orang. Jangat terlalu cepat pula. Bisa jadi, orang yang terlihat jatuh itu, mungkin ia hanya sedang terpeleset sejenak.

Tugas kita bukan memberi penilaian, tugas kita adalah mengingatkan yang buruk, memantapkan yang baik. Toh, manusia mana yang sempurna?

MENILAI
Bandung, 5 Desember 2016

KEHIDUPAN SEHARI-HARI YANG ISLAMI
(36 Pertanyaan Yang Harus Kita Jawab)
————————————————-
Saudaraku….
Dengan penuh pengharapan bahwa kebahagian dunia dan akhirat yang akan kita dapatkan, maka kami sampaikan risalah yang berisikan pertanyaan-pertanyaan ini kehadapan anda untuk direnungkan dan di jawab dengan perbuatan.
Pertanyaan-pertanyaan ini sengaja kami angkat kehadapan anda dengan harapan yang tulus dan cinta karena Allah Subhanahu wa Ta'ala, supaya kita bisa mengambil mannfaat dan faedah yang banyak darinya, disamping itu sebagai bahan kajian untuk melihat diri kita, sudah sejauh mana dan ada dimana posisinya selama ini.
-
1) Apakah anda selalu shalat Fajar berjama'ah di masjid setiap hari .?
-
2) Apakah anda selalu menjaga Shalat yang lima waktu di masjid .?
-
3) Apakah anda hari ini membaca Al-Qur'an .?
-
4) Apakah anda rutin membaca Dzikir setelah selesai melaksanakan Shalat wajib .?
-
5) Apakah anda selalu menjaga Shalat sunnah Rawatib sebelum dan sesudah Shalat wajib .?
-
6) Apakah anda (hari ini) Khusyu dalam Shalat, menghayati apa yang anda baca .?
-
7) Apakah anda (hari ini) mengingat Mati dan Kubur .?
-
😎 Apakah anda (hari ini) mengingat hari Kiamat, segala peristiwa dan kedahsyatannya .?
-
9) Apakah anda telah memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala sebanyak tiga kali, agar memasukkan anda ke dalam Surga .? Maka sesungguhnya barang siapa yang memohon demikian, Surga berkata :“Wahai Allah Subhanahu wa Ta'ala masukkanlah ia ke dalam Surga”.
-
10) Apakah anda telah meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar diselamatkan dari api neraka sebanyak tiga kali .? Maka sesungguhnya barangsiapa yang berbuat demikian, neraka berkata :“Wahai Allah peliharalah dia dari api neraka”. Berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya :
“Barangsiapa yang memohon Surga kepada Allah sebanyak tiga kali, Surga berkata :"Wahai Allah masukkanlah ia ke dalam Surga. Dan barangsiapa yang meminta perlindungan kepada Allah agar diselamatkan dari api neraka sebanyak tiga kali, neraka berkata :"Wahai Allah selamatkanlah ia dari neraka”. [Hadits Riwayat Tirmidzi dan di shahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami No. 911. Jilid 6]
-
11) Apakah anda (hari ini) membaca hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam .?
-
12) Apakah anda pernah berfikir untuk menjauhi teman-teman yang tidak baik .?
-
13) Apakah anda telah berusaha untuk menghindari banyak tertawa dan bergurau .?
-
14) Apakah anda (hari ini) menangis karena takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala .?
15) Apakah anda selalu membaca Dzikir pagi dan sore hari .?
-
16) Apakah anda (hari ini) telah memohon ampunan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala atas dosa-dosa (yang engkau perbuat -pen) .?
-
17) Apakah anda telah memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan benar untuk mati Syahid .? Karena sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda yang artinya :
“Barangsiapa yang memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan benar untuk mati syahid, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala akan memberikan kedudukan sebagai syuhada meskipun ia meninggal di atas tempat tidur”. [Hadits Riwayat Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam shahihnya, Al-Hakim dan ia menshahihkannya]
-
18) Apakah anda telah berdo'a kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar ia menetapkan hati anda atas agama-Nya. ?
-
19) Apakah anda telah mengambil kesempatan untuk berdo'a kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala di waktu-waktu yang mustajab .?
-
20)Apakah anda telah membeli buku-buku agama Islam untuk memahami agama .? [Tentu dengan memilih buku-buku yang sesuai dengan pemahaman yang dipahami oleh para Shahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, karena banyak juga buku-buku Islam yang tersebar di pasaran justru merusak pemahaman Islam yang benar, pent]
-
21) Apakah anda telah memintakan ampunan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk saudara-saudara mukminin dan mukminah .? Karena setiap mendo'akan mereka anda akan mendapat kebajikan pula.
-
22) Apakah anda telah memuji Allah Subhanahu wa Ta'ala (dan bersyukur kepada-Nya, pent) atas nikmat Islam .?
-
23) Apakah anda telah memuji Allah Subhanahu wa Ta'ala atas nikmat mata, telinga, hati dan segala nikmat lainnya .?
-
24) Apakah anda hari-hari ini telah bersedekah kepada fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkannya .?
-
25) Apakah anda dapat menahan marah yang disebabkan urusan pribadi, dan berusaha untuk marah karena Allah Subhanahu wa Ta'ala saja .?
-
26) Apakah anda telah menjauhi sikap sombong dan membanggakan diri sendiri .?
-
27) Apakah anda telah mengunjungi saudara seagama, ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta'ala .?
-
28) Apakah anda telah menda'wahi keluarga, saudara-saudara, tetangga, dan siapa saja yang ada hubungannya dengan diri anda .?
-
29) Apakah anda termasuk orang yang berbakti kepada orang tua .?
-
30) Apakah anda mengucapkan “Innaa Lillahi wa innaa ilaihi raji'uun” jika mendapatkan musibah .?
-
31) Apakah anda hari ini mengucapkan do'a ini :
“ Allahumma inii a'uudubika an usyrika bika wa anaa a'lamu wastagfiruka limaa la'alamu ( Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan Engkau sedangkan aku mengetahui, dan aku memohon ampun kepada-Mu terhadap apa-apa yang tidak aku ketahui”).
Barangsiapa yang mengucapkan yang demikian, Allah Subhanahu wa Ta'ala akan menghilangkan darinya syirik besar dan syirik kecil. [Lihat Shahih Al-Jami’ No. 3625]
-
32) Apakah anda berbuat baik kepada tetangga .?
-
33) Apakah anda telah membersihkan hati dari sombong, riya, hasad, dan dengki .?
-
34) Apakah anda telah membersihkan lisan dari dusta, mengumpat, mengadu domba, berdebat kusir dan berbuat serta berkata-kata yang tidak ada manfaatnya .?
-
35) Apakah anda takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam hal penghasilan, makanan dan minuman, serta pakaian .?
-
36) Apakah anda selalu bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan taubat yang sebenar-benarnya di segala waktu atas segala dosa dan kesalahan .?
-
Saudaraku ..
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di atas dengan perbuatan, agar kita menjadi orang yang beruntung di dunia dan akhirat, inysa Allah.
______
Syaikh Abdullah bin Jaarullah bin Ibrahim Al-Jaarullah
[Risalah ini dinukilkan dari buku saku Zaad Al-Muslim Al-Yaumi (Bekalan Muslim Sehari-hari) hal. 51 - 55, bab Hayatu Yaumi Islami yang diambil dari kitab Al-Wabil Ash-Shoyyib oleh Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah,

TAK SEMPURNA

“Wahai malaikat, kenapa amalan solatku tak ada yang kau hitung? Padahal tidak ada solatku yang bolong” ucap pria itu saat perhitungan amal

“Ya, karena solatmu masih tak sempurna.” Jawab Malaikat

“Aku tidak tahu kalau salatku itu tidak sempurna. Bukankah tuhan maha pengampun hambanya yang tidak tahu?” Tanya pria itu

“Apakah kau ini benar-benar tidak tahu, atau sengaja agar tidak tahu?” Jawab Malaikat

“Banyak waktu yang kau punya di dunia untuk belajar menyempurnakan ibadah. Namun kau lebih memilih untuk tidak menyempurnakan, sesuatu yang menjadi dasar dalam agamamu sendiri” Tegas malaikat

——

Dan Rasulullah SAW bersabda :

“Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang mengerjakan shalat selama enam puluh tahun, tapi tak ada satu shalat pun yang diterima darinya. Barangkali ia menyempurnakan rukuk, tapi ia tak menyempurnakan sujud, dan menyempurnakan sujud namun tak menyempurnakan rukuk” (Diambil dari buku Sifat wudhu dan salat nabi, karya yazid bin abdul qadir jawas)

Bisa jadi, yang diatas ini adalah kita nanti. Karena terlalu sibuk mempelajari dunia. Sampai lupa, apa sesunguhnya tujuan manusia di dunia ini.

Tapi bisa jadi itu juga bukan kita, jika dari sekarang kita mencoba menyempurnakan apa yang sudah menjadi keharusan kita.


TAK SEMPURNA
Mavens Studio, 27 Juni 2016
Choqi-Isyraqi.tumblr.com



Mendekatlah pada Allah, Maka Allah Akan Menolongmu

diterjemahkan dari tulisan Maryam Amirebrahimi: Hook Up with Allah, Allah will Hook You Up

Sebelum saya menikah, saya diberi nasehat-yang-tak-diminta tentang bagaimana saya harus berubah supaya terlihat “lebih menarik” untuk lelaki. Para saudari dengan sukarela memberitahu saya bahwa saya harus mengubah cara berpakaian, kepribadian, dan semangat dalam aktivisme supaya saya tidak membuat mereka (para lelaki-pen) takut.

Saya frustasi. Sejak kapan tujuan hidup kita adalah untuk menikah? Di mana di dalam Quran, Allah Sang Pemberi Rezeki-Dia Yang telah menuliskan takdir kita untuk setiap aspek kehidupan-meminta kita untuk mengubah kepribadian kita dan mengurangi aktivisme kita dalam rangka mendapatkan pasangan? Kenapa saya harus mau mengubah diri saya untuk menyenangkan orang lain dan menikah dengan seseorang yang tidak benar-benar menghargai siapa saya sebenarnya?

Bagaimanapun, karena pernikahan menjadi perhatian besar bagi masyarakat kita, banyak orang yang menghadapi godaan untuk mengubah diri mereka yang sebenarnya dan nilai-nilai internal mereka demi untuk menemukan pasangan.

Ini idenya: Daripada berusaha untuk menyenangkan orang yang berpotensi melamar, mungkin pertama-tama kita harus berusaha untuk menyenangkan Allah SWT, Dia Yang bisa menaburkan benih cinta dalam hati kita dan Dia Yang bisa memberkahi kita dengan suami idaman atau istri idaman atau memberikan hal lain yang terbaik bagi kita jika itulah yang terbaik untuk kita.

Maka, untuk mereka yang sedang berusaha untuk menikah, selain mencari jalan untuk menikah dengan menghadiri bermacam acara, mari mengharapkan pernikahan melalui hubungan kita dengan Al Wahhab, Yang Maha Pemberi. Pemberi Segalanya. Mari jujur. Kita bicara tentang Al Mujib, Yang Menjawab Doa. Itu adalah beberapa di antara nama-nama Allah. Allah memberi dan Dia menjawab!

Jika kita adalah individu  yang berjuang untuk menundukkan pandangan dan menjaga mata, hati, lisan, dan tubuh kita dari hal-hal yang dilarang, tidakkah kita tahu bahwa Allah Azza wa Jall (Yang Maha Perkasa dan Maha Agung) tentunya akan membalas kita dengan balasan yang besar?

Setiap kali kita mengangkat pandangan dan melihat seseorang yang kita harap kita bisa bersamanya, kemudian kita mengalihkan pandangan, di saat itu kita bisa sungguh-sungguh meminta pada Allah untuk memberkahi kita dengan pasangan yang akan menjadi penyejuk mata kita. Tidakkah Allah Azza wa Jall mendengar dan menerima doamu padaNya? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mendorong kita untuk berdoa, “Mintalah dan kau akan diberi, minta dan kau akan diberi” (At-Tirmidzi).

Di momen seperti sepertiga malam terakhir, dalam dua rakaat shalat yang kita lakukan karena rasa frustasi yang murni kita alami dari situasi yang kita hadapi, terisak, meminta Allah SWT untuk menjawab kita - tidakkah kita berpikir bahwa Allah rabbul 'alamin (Tuhan semesta alam) akan merespon kita? Bagaimana bisa Allah, Yang Menjawab, tidak akan menerima doa dari hambaNya yang teguh, yang berjuang dalam perjuangan yang berat dan sulit untuk menjaga kesopanan dan kesucian dirinya? Allahu Akbar (Tuhan Maha Besar), ini adalah Allah! Tanpa ragu Allah SWT akan menjawab kita!

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyampaikan dari Allah, Tuhan semesta alam, dalam sebuah hadits qudsi:

“Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir, (kemudian) Dia berfirman, ‘Barang siapa berdoa kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan, barang siapa meminta kepada-Ku, niscaya akan Aku berikan, dan barang siapa memohon ampun kepada-Ku, niscaya akan Aku ampuni.’” (HR Bukhari)

Apa artinya mendekati saudara dan saudari di Facebook jika kita tidak lebih teguh menjaga hubungan dengan Dia Yang bisa membantu kita?

As Syaikh Muhammad Faqih pernah berkata, “Mendekatlah pada Allah, maka Allah akan mendekatimu/menolongmu!”

Mari mendekat dengan shalat! Mendekat dengan Al Quran! Mendekat dengan kerja komunitas karena Allah saja! Dan milikilah keyakinan bahwa ketika kita berjuang untuk membuat Allah ridha, Allah, Asy-Syakur, adalah yang Maha Mensyukuri, yang mengapresiasi pekerjaan kita dan tidak diragukan lagi akan membalas kita.

Apakah balasannya dalam bentuk pasangan yang luar biasa atau pernikahan yang luar biasa? Allah lebih tahu yang terbaik. Bisa jadi demikian, bisa jadi tidak. Bagaimanapun, bagian terbaiknya adalah Allah SWT tahu apa yang TERBAIK bagi kita dan apapun hasilnya, kedekatan kita dengan Allah telah meningkat dengan adanya ujian ini.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang muslim yang berdoa, dan doanya tidak berisi perbuatan dosa atau memutus silaturahim, kecuali Allah akan memberikan salah satu di antara tiga balasan: (1) Allah kabulkan doanya, (2) Allah hindarkan dirinya dari musibah yang senilai dengan isi doanya, dan (3) Allah simpan dalam bentuk pahala untuknya di akhirat.” (HR Ahmad)

Jadi, kita harus tahu bahwa jika kita mendekat pada Allah, kita bisa percaya bahwa Dia akan mendekatkan kita dengan apapun yang terbaik untuk kita, apakah itu sesuai yang kita minta atau sesuatu yang lebih baik dari itu. Allah mendukung kita! Siapa yang lebih baik untuk diserahi kepercayaan tentang masa depan kita selain daripada Dia Yang sudah tahu tentang itu?

Lebih mudah dikatakan daripada dilakukan? Mungkin. Tapi apa ruginya? Jika pada akhirnya kita hanya mendapatkan kedekatan dengan Allah SWT, kita lebih banyak tilawah Al Quran, akhirnya kita merasakan manisnya shalat, kita lebih banyak berdoa daripada sebelumnya, maka, dengan izin Allah, kita akan mendapatkan lebih dari waktu “pencarian pasangan” di facebook sementara kita mencoba menemukan separuh diri kita.

Mereka yang ingin menikah harus menempuh jalan yang diperlukan - bertemu orang baru, terlibat dengan organisasi dan proyek baru, mempertimbangkan pilihan online atau acara khusus lajang.. Kita harus menggunakan sarana yang ada untuk hasil yang diharapkan. Tapi jangan lupa bahwa Dia Yang akan menentukan hasilnya harus selalu berada dalam pikiran kita, dalam hati kita, dan kita sembah melalui perbuatan kita secara lebih bersemangat, sungguh-sungguh dibandingkan dengan waktu dan usaha yang kita lakukan dalam mencari separuh diri kita.

Dan jika pernikahan tidak terwujud untuk alasan apapun yang terbaik, maka dengan fokus meningkatkan hubungan kita dengan Allah SWT, kita akan mendapatkan jauh lebih banyak di dunia ini dan di kehidupan yang akan datang, insya Allah; derajat yang lebih tinggi di Surga tertinggi, dan hubungan yang luar biasa dekat dengan Pencipta kita dan hubungan baru yang tak tertandingi dengan doa kepada Dia Yang selalu mendengar dan merespon.

Tuhan semesta alam bicara pada kita dan memberitahu kita, “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS Al-Baqarah: 186)

Kita datang pada Allah dengan raja (harap), dengan kombinasi yang kuat antara mencari keridhaan Allah, berjuang untuk meninggalkan apapun yang akan mendatangkan kemurkaanNya, dan berusaha dengan konsisten untuk meminta padaNya untuk membukakan yang terbaik untuk kita. Dan dengan semua itu, kita menyerahkan kepercayaan kita padaNya bahwa Dia akan memberikan apapun yang terbaik untuk kita. Tentu saja Allah mendengar dan pasti akan menjawab kita.

Seperti yang pernah dikatakan, “Tidak mungkin seseorang menaruh kepercayaan pada Allah untuk dikecewakan olehNya. Allah tidak akan mengecewakan mereka yang yakin, tawakal, dan bersangka baik padaNya”.

Mendekatlah pada Allah, dan Allah, Yang Maha Bijaksana, pasti akan menolong kita dengan cara yang sebaik-baiknya.

image

-HS-

Dosa Meninggalkan Shalat

tulisan ini tidak saya ketahui sumbernya , ditemukan di tumpukan file lawas , semoga bermanfaat

Pada suatu senja yang lengang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam duka cita yang mencekam. Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya.

Tanpa rias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya. Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s. Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan uluk salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam

“Silakan masuk”.

Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata,

“Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya. Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya.”

“ Apakah dosamu wahai wanita ayu?” tanya Nabi Musa as terkejut.

“Saya takut mengatakannya.” jawab wanita cantik.

“Katakanlah jangan ragu-ragu!” desak Nabi Musa.

Maka perempuan itupun terpatah bercerita,

“Saya ……telah berzina.”

Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak.Perempuan itu meneruskan,

“Dari perzinaan itu saya pun……lantas hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya……. cekik lehernya sampai……tewas”, ucap wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya.

Nabi musa berapi-api matanya. Dengan muka berang ia menghardik

“Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi !…” teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik.

Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancurluluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk- antuk keluar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau di bawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya?

Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya,

“Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertobatdari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?”

Nabi Musaterperanjat. Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?“Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril.

"Betulkah ada dosa yang lebih besar dari pada perempuan yang nista itu?”

“Ada!” jawab Jibril dengan tegas

.“Dosa apakah itu?” tanya Musa kian penasaran.

“Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina”.

Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan . Musa menyadari, tanpa penyesalan tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya.Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengaturdan memerintah hamba-Nya.

Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman di dadanya dan yakin ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut. Nabi orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sholat itu bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya.

Dalam hadist Nabi SAW disebutkan :

Orang yang meninggalkan sholat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al- Qur'an, membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka'bah.

Dalam hadist yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari diakherat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia.

Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita pezina dan dua hadist Nabi,mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban sholat dengan istiqomah. saudaraku akhirat itu nyata dan yakinlah kita akan menuju kesana dan bekal yang harus kita bawa hanyalah Iman dan amal soleh, harta benda yang kita cari mati- matian di dunIa ini tidak mungkin akan kita bawa, anak istri kita yang kita sayangipun tidak bisa menolong kita, mau apa lagi saudaraku, hidup itu sebentar akan kah kita sia-siakan hidup yang sebentar ini.

Tolong sebarkan kepada saudara-saudara kita yang belum mengetahui

Subhanakallahumma wabihamdika asyadu'ala ilaha illa anta, astagfiruka wa'atubuilaik.Wassalam

TIPS KHUSYU’ DALAM SHALAT



Seiring dengan banyaknya kesibukan duniawi, khusyu’ dalam shalat menjadi sesuatu yang amat sulit dicapai. Padahal shalat adalah induknya seluruh ibadah, yang bila ia baik maka baiklah ibadah-ibadah lainnya. Namun bila ia rusak karena tidak khusyu’ umpamanya, maka ibadah-ibadah lainnya akan terpengaruh. Berikut ini adalah tips sederhana yang insya Allah dapat membantu anda untuk khusyu’ dalam shalat. Akan tetapi kuncinya ialah konsentrasi, konsentrasi, dan konsentrasi. Tips ini takkan berguna jika sedari awal anda tidak konsentrasi pada shalat.

Karenanya, usahakan agar sebelum shalat anda dalam kondisi tenang. Lebih baik jika Anda telah berada di mesjid atau mushalla anda sebelum adzan berkumandang, agar memiliki waktu luang untuk konsentrasi dan menenangkan pikiran, baru kemudian ikuti tips di bawah.

Tahukah Anda, bahwa setiap gerakan dan ucapan dalam shalat memiliki makna dan jawaban tertentu?

Tidak tahu? Kalau begitu perhatikan tips berikut dengan baik.

Melepas alas kaki: lepaslah dunia beserta alas kaki anda.

Ucapan Allahu Akbar: Tidak ada yang lebih besar dari Allah, camkan itu!

Mengangkat kedua tangan: lemparkan segala urusan dunia ke belakang.

Berdiri: ketahuilah, bahwa Anda sedang berdiri menghadap Allah.

Tangan kanan di atas tangan kiri: Berlaku sopanlah di hadapan Allah.

Al Fatihah: Abu Hurairah meriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa Allah mengatakan: Aku membagi shalat untuk-Ku dan hamba-Ku dalam dua bagian, dan hamba-Ku akan mendapat apa yang dimintanya. Jika hamba-Ku mengucapkan: Alhamdulillahi rabbil ‘alamien (segala puji bagi Allah penguasa jagat raya), Ku-jawab: “hamidani ‘abdi” (hamba-Ku memuji-Ku).

Jika hamba-Ku megatakan: “Arrahmanirrahim” (Yang Maha pengasih lagi penyayang), Ku-jawab: “Atsna ‘alayya ‘abdi” (hamba-Ku memujiku lagi).

Jika hamba-Ku mengatakan: “Maaliki yaumiddien” (Penguasa di hari pembalasan), Ku-jawab: “Majjadani ‘abdi” (hamba-Ku menyanjung-Ku).

Jika hamba-Ku mengatakan: “Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’ien” (hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami meminta tolong). Ku-jawab: Inilah batas antara Aku dan hamba-Ku, dan baginya apa yang dia minta…

Jika hamba-Ku mengatakan: “Ihdinassiraatal mustaqiem… dst” (tunjukkanlah kami jalan yang lurus, yaitu jalannya orang-orang yang telah Engkau beri nikmat. Bukan jalan orang-orang yang Kau murkai dan bukan jalan orang-orang yang sesat), Ku-jawab: Inilah bagian hamba-Ku, dan baginya apa yang dia minta (HR. Muslim).

Mulai sekarang, biasakan tiap kali membaca Al Fatihah bersikaplah seakan Anda mendengar jawaban Allah pada tiap ayatnya.

Ruku’: Bungkukkan punggung Anda untuk Allah saja, dan tundukkan hati Anda bersamanya.

Berdiri dari ruku’: Segala puji bagi Allah yang menjadikan punggung Anda tegak kembali.

Sujud: letakkan bagian tubuh Anda yang paling terhormat –yaitu wajah- pada tempat yang paling rendah di bumi –yaitu tanah-. Ingatlah bahwa Anda berasal darinya, dan Anda akan kembali ke sana. Lalu katakan “Subhaana Rabbiyal a’la” (Maha Suci Rabb-ku yang Maha Tinggi) 3x, agar makna tersebut semakin meresap dalam hati, lalu berdoalah sesuka Anda.

Duduk lalu sujud yang kedua: bersimpuhlah di hadapan Allah, dan sujudlah kembali, sebab sujud tidak cukup hanya sekali !

Tasyahhud: Attahiyyaatu lillaah wasshalawaatu wat thayyibaat (Salam sejahtera, shalawat, dan segala yang baik adalah milik Allah)… rasakan keagungan Allah ketika itu !

Assalaamu ‘alaika Ayyuhannabiyyu (salam sejahtera atasmu wahai Nabi)… ucapkan salam atas Nabi dan yakinlah bahwa Nabi membalas salam Anda. Nabi bersabda:

ما من عبد يصلى ويسلم علي إلا رد الله علي روحي فارد السلام

Tidak ada seorang hamba pun yang mengucapkan salam dan shalawat atasku, melainkan Allah kembalikan ruhku agar aku membalas salamnya”.

Assalaamu ‘alaina wa ‘ala ‘ibaadillaahisshaalihien (Salam sejahtera atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shalih)… sekarang kedudukanmu mulai terangkat, salamilah dirimu dan kau perlu bersahabat dengan orang-orang shalih.

Asyhadu allaa ilaaha illallaah’ (Aku bersaksi bahwa tiada ilah selain Allah)…yakinlah bahwa Allah ada meski engkau tak melihat-Nya.

Allahumma Shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa shallaita ‘ala Ibrahim wa ‘ala aali Ibrahim (Ya Allah limpahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Kau limpahkan atas Ibrahim dan keluarga Ibrahim)…Teladanilah kedua Nabi yang mulia ini, karena keduanyalah suri teladan terbaik. Dan berterima kasihlah kepada mereka yang telah mengajarkan kebaikan untukmu, dengan mendoakan mereka dalam shalatmu.

Salam ke kanan: tujukan kepada malaikat pencatat kebaikan…

Salam ke kiri: ucapkan dalam hati “Hai Malaikat di sebelah kiri, aku telah bertaubat !”.

— Penutup Shalat —

Istighfar 3x: Aku mohon ampun atas segala kekurangan yang terjadi dalam shalatku.

Bacalah:Allahumma antassalaam waminkassalaam tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam’ (Ya Allah, engkaulah As Salaam, dan dari-Mu lah keselamatan. Maha berkah Engkau wahai Yang memiliki segala kemuliaan)… ingatlah bahwa kalimat ini akan Anda ucapkan kepada Allah di Surga, tatkala Dia menyingkap tabir-Nya… Allah akan menyeru Anda dengan mengatakan: “Wahai Ahli Surga, Salaamun ‘alaikum”, maka mereka menjawab: “Allahumma antas salaam, wa minkas salaam, tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam”.

Lalu bacalah:Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatik” (Ya Allah, bantulah aku untuk mengingat-Mu, mensyukuri-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu)…agar shalat anda yang berikutnya juga sempurna.

Cobalah tips di atas, dan buktikan kemanjurannya karena saya sendiri telah mencobanya ! Semoga bermanfaat.

Penulis: Ustadz Sufyan Basweidan, Lc
Artikel www.muslim.or.id

youtube

Kekuatan Shalat Malam

Video Ilustrasi dari Ceramah Ustadz Yusuf Mansur, oleh Darul Arqam Studio.

Kunci Pembuka Rezeki

by : Anwar HalimJuly 16, 2015

Saya selalu merasa sangat beruntung telah mendapatkan petuah ini dari ayah saya ustad H. Suhud, yang selalu dia ingatkan lagi berulang-ulang kepada saya di setiap perbincangan kami pertelphone…. (maklum beliau di Pasuruan.. sementara saya di Jakarta).

“Anakku.. sehebat apapun karir dan bisnismu..
Kamu tidak akan pernah bisa membeli sorga dengan semua itu…
Karena sorga hanya bisa kau dapatkan dengan rahmat (belas kasih) Allah SWT..

Anakku.. Kamu hanya perlu berkomitmen penuh atas 4 jaminanmu seperti yang selalu kamu ucapkan dalam doa iftitah di awal shalatmu.. (“inilah shalatku ya Allah, inilah ibadahku, inilah hidupku.. dan inilah matiku ya Allah.. semua itu hanya untuk Mu Tuhan penguasa Alam”).. Artinya, Kamu sendiri yang meminta Tuhanmu untuk mengevaluasi 4 hal tersebut. Apa betul 4 hal jaminan tersebut benar-benar kita upayakan untuk Nya.

Sehingga upayamu untuk meminta sorgamu seperti yang selalu kamu pinta dalam 3 ayat terakhir Al Fatihah disetiap shalatmu akan di aamiin-kan oleh seluruh malaikatNya.. (“Ya Allah.. hanya kepadaMu aku menyembah.. dan hanya kepadaMu pula aku meminta.. Tunjukkan jalan yang benar bagiku ya Allah.. yaitu jalan bagi orang yang Kau muliakan dengan nikmatMu (di sorgaMu).. dan bukan jalan bagi orang-orang sesat dan Kau murkai (di nerakaMu)..

Jadikan semua upayamu membangun karir dan kesuksesan sebagai jalanmu menggapai sorga. Sehingga semua hambatan dan tantangan yang kamu hadapi akan mendapatkan semua kemudahan yang kamu butuhkan dengan khusyuk meminta kepada Tuhanmu di penghujung shalatmu. Ucapkan permohonanmu dengan khidmat..

Rabbighfirlii : “Ampuni aku ya Allah”
(karena aku masih jauh dari perintah Mu)

warhamnii : “Kasihani aku ya Allah”
(walaupun aku masih belum bisa mendahulukan Mu atas semua urusanku)

wajburnii : “Tutupi aibku ya Allah”
(agar orang-orang tidak membesar-besarkan kelemahanku)

warfa’nii : “Tinggikan derajatku ya Allah”
(agar orang-orang tidak memandang rendah diriku)

warzuqnii : “Mudahkan rezekiku ya Allah”
(walaupun aku belum pandai menafkahkan hartaku di jalanmu)

wahdinii : “Bimbing aku ya Allah”
(agar aku senantiasa berada di jalan yang lurus menuju sorgamu dan tidak tersesat menuju kejatuhanku)

wa’aafinii : “Sehatkan aku ya Allah”
(karena aku tidak pernah sanggup menahan pedihnya sakit yang engkau turunkan kepadaku)

wa’fuanii : “Maafkan aku ya Allah”
(kalau semua permintaanku ini belum sebanding dengan semua ibadah dan imanku kepada Mu)

Oleh karena itu anakku, khusyukkan shalatmu dengan berusaha keras semampumu untuk mengerti arti dan memahami semua dialog di dalam shalatmu.. ucapkanlah semuanya dengan santun dan penuh hormat.. karena sesungguhnya saat itu kamu sedang mendapatkan kehormatan untuk berhadapan dan berbicara langsung dengan Tuhanmu tanpa perantara siapapun.. disaksikan oleh seluruh malaikatNya..

Sampaikan pujianmu sebaik yang engkau bisa berikan ketika Ruku “Maha suci Engkau ya Allah, lagi maha agung Engkau. Untuk itulah aku memujimu ya Allah”.

Begitu juga saat sujud.. berikan sujud terbaik yang engkau bisa persembahkan.. Sampaikan pujianmu sebaik yang engkau bisa berikan saat itu.. “Maha suci Engkau ya Allah.. lagi maha tinggi Engkau.. Untuk itulah aku memujiMu ya Allah “.

Khusyukkan ruku’mu.. khusyukkan sujudmu.. lakukan sebaik yang engkau bisa persembahkan saat itu.. karena saat itulah Dia akan perintahkan seluruh malaikatNya untuk mengamini semua doamu.. ucapkan dengan sepenuh hatimu.. dengan sebaik yang engkau bisa lakukan..

Khusukkan doamu diantara dua sujud.. karena itu permohonanmu atas kebaikan dunia akhiratmu.. bagaimana kamu berharap Allah akan mengabulkan semua permintaanmu.. kalau kamu melakukannya dengan cara yang tidak patut..

Oleh karena itu, selalu jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu.. sabar untuk tidak pernah menyerah dalam menebar kebaikan bagi orang-orang disekelilingmu.. semampumu.. dan shalatlah yang khusyuk untuk mendapatkan kemudahan dari Allah SWT dengan semua rahmat yang akan Dia turunkan dalam upayamu untuk meraih kebaikan dunia dan akhiratmu..

Anakku.. kamu tidak perlu ragu akan janji Allah, karena dia bukan zat lemah yang mudah mengingkari apa yang sudah dijanjikan.. Allah sendiri yang menggaransinya dalam Al Baqarah 186 yang berbunyi “. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka memenuhi segala perintah-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran..’

Begitu juga dengan janji Allah kepada kita semua dalam Al Quran 65:2-3 “… Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan selalu menyediakan jalan keluar (dari setiap masalah) baginya. Dan Allah akan selalu memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan selalu mencukupkan semua kebutuhannya..”

Saya sendiri melihat .. bahwa shalat adalah presentasi terbaik kita kepada Allah SWT untuk membuat semua doa yang kita ajukan kepadaNya di kabulkan atau tidak. Karena saat itulah kita langsung berhadapan dengan Sang Penguasa Alam Semesta ini, disaksikan oleh seluruh malaikatNya tanpa perantaraan siapapun.

Dengan meningkatkan kesungguhan kita dalam manjalaninya, maka memuliakan orang tua adalah langkah berikutnya agar orang tua kita juga ridha atas kita. Dimana seperti kita ketahui bersama, ridha Allah akan turun ketika orang tua kita juga ridha kepada kita.

Meskipun saat ini saya sendiri masih tertatih-tatih dalam menjalaninya.. dan masih harus banyak belajar dan berlatih lebih keras lagi untuk istiqomah dalam menjalankan semua ini.. tetapi semua kemudahan sudah mulai berdatangan menghampiri hidup saya, begitu juga dengan sahabat-sahabat saya yang juga sedang belajar menerapkan wejangan sederhana ini.. Berjuang terus dengan sabar tanpa kenal menyerah.. yang dibarengi dengan shalat yang kita upayakan sekhusyuk mungkin yang bisa kita lakukan.. ternyata membuat semua upaya tersebut jauh lebih mudah dan lebih besar lagi hasilnya.. Saya tidak usah menceritakan saya sudah dapat berapa dari kunci rahasia ini, sahabat-sahabat saya yang juga baru belajar mempraktekkannya dalam bisnisnya pun omzetnya melesat belasan milyar perbulannya dalam waktu singkat.

Oleh karena itu.. kepada para sahabat yang sedang berjuang meretas sukses bagi kehidupannya dan orang-orang yang dicintainya.. Jangan pernah menyerah.. dan terus jadikan shalatmu sebagai proposal turunnya rahmat Allah SWT untuk memudahkan semua langkahmu dalam menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat.. Dan muliakan orang tua kita agar dengan keridhaan mereka. Maka Allah juga ridha untuk menghapus seluruh status PENDING REVIEW semua doa dan permintaan kita karena menunggu keridhaan orang tua kita. Dan bagaimana orang tua akan ridha dengan kita kalau kita tidak memuliakan mereka.

Tentu saja, kami mohon juga budi baik rekan-rekan untuk menshare petuah sederhana ini.. agar menjadi amal jariyah buat kita semua yang mensharenya.. dan mempraktekkannya.

Sumber :Laksita Utama Suhud

Bismillah

Jodoh Dan Shalat-mu

Jodohmu, bisa terlihat dari bagaimana Shalat-mu, dari bagaimana sikapmu pada Allah. Percantik hubunganmu dengan Sang Maha Pemurah, Dia yang akan menjamin baiknya jodohmu kelak.

Sujudmu di sepertiga malam adalah jalan terindah menuju pengabulan setiap permohonanmu pada Sang Pemurah, kau tak perlu mencari pasangan jiwamu, karena Shalat-mu akan melayakanmu untuk mendapatkan dia yang terbaik dimata Allah, untukmu.

Satria utama | Dating and relationship coach indonesia

Info Konsultasi

Carilah kebahagiaan di dalam tiga hal: ketika kau sedang mengingat Allah (dzikir), ketika kau sedang shalat, dan ketika kau sedang membaca Al-Quran. Jika kau tak menemukan kebahagiaan di dalam tiga hal tersebut, maka sesungguhnya hatimu sedang kotor.
—  Ibnul Qoyyim Al Jauziyah
Shalat Malam

Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan,

“Waktu tahajud di malam hari adalah sebaik-baik waktu pelaksanaan shalat sunnah. Ketika itu hamba semakin dekat dengan Rabbnya. Waktu tersebut adalah saat dibukakannya pintu langit dan terijabahinya (terkabulnya) do'a. Saat itu adalah waktu yang tepat untuk mengemukakan berbagai macam hajat kepada Allah.”

muslimah

Jika hatimu sedang ‘lapar’, berwudhulah. Jika masih merasakan resah dan gelisah, maka shalatlah. Jika masih juga merasakan hal yang sama, bacalah Al-Qur’an. Jika belum berubah juga, mohonlah kepada Allah agar memberikan ‘hati yang lain’. Karena hati yang engkau pakai, ‘bukan’ hatimu.
—  Abdullah bin Mas‘ud