sesuai qur'an dan sunnah

Tips Berburu Buku di Islamic Book Fair

Saat ini sedang berlangsung perhelatan Islamic Book Fair ke-15 Jakarta di Istora Senayan. Sebagaimana sebelum-sebelumnya, tentunya banyak sekali buku yang dipamerkan (dan dijual tentunya) disana. Saya sendiri, ini adalah kedua kalinya merasakan IBF di Jakarta, sebelum-sebelumnya saya merasakannya di Surabaya.

Tabiat saya jika datang musim buku (musim IBF maksudnya), saya selalu berbelanja buku dalam jumlah banyak. Karena menurut saya IBF memang tujuannya agar kita berbelanja buku banyak hehe. Sehingga kurang afdhol kalau ke IBF hanya beli satu-dua buku saja. Karenanya berdasarkan pengalaman saya mengarungi bidang perbelanjaan buku selama ini, kemudian dimantapkan di IBF tahun lalu dan setelah mengunjung IBF tahun ini di hari kedua kemarin, saya punya beberapa tips untuk memborong buku secara benar (sesuai Qur'an dan Sunnah).

Tips membeli buku (dalam jumlah banyak) di IBF:

1. Tentukan Topik/Tema yang ingin Dibaca
Topik/Tema yang diinginkan boleh lebih dari satu. IBF tahun lalu saya memilih topik Tazkiyatun Nafs/Tasawuf dan topik Keluarga dan Rumah Tangga (ciee). Walhasil sebagian besar buku-buku yang saya beli kemarin memuat bahasan tentang dua topik itu.

2. Tentukan Budget Belanja
Ini penting sekali, wallahi. Kalau tidak dibatasi, anda bisa kalap dan akhirnya menangisi kekalapan anda. Pembatasan budget jangan dijadikan patokan yang terlalu kaku. Setidaknya ada fleksibilitas yang bisa kita kompromikan. Tahun lalu saya mematok budget 500 ribu, dan akhirnya saya pulang dengan menghabiskan sekitar 600 ribu. Ini memang sudah sesuai perkiraan dan tidak terjadi penyesalan kok.

3. Siapkan Buku Catatan dan Pena
Atau jika tidak mau repot, bisa menggunakan smartphone, si sahabat karib anda sehari-hari. Buku Catatan dan Pena ini digunakan untuk tips selanjutnya.

4. Mulailah dengan Mengunjungi Semua Stand Tanpa Membeli
Gunakan pena dan buku catatan untuk mencatat buku-buku yang anda minati dan sesuai dengan tema yang telah anda tentukan. Catat nama dan harganya.

Tolong diperhatikan bahwa anda bisa saja mendapatkan dua buku yang sama dengan harga yang berbeda. Ini sangat mungkin sekali. Biasanya stand official penerbit besar menawarkan harga yang lebih murah untuk buku-buku eksklusif dan populer. Sedangkan stand reseller biasanya lebih murah untuk buku-buku reguler dan populer cetakan lama. Tapi ini biasanya, tidak selalu seperti itu.

Catat semua varian harga dari buku-buku yang sama. Kalau perlu catat juga nama penerbitnya. Biasanya buku yang sama diterbitkan oleh penerbit yang berbeda. Seperti buku-buku karya ulama klasik dan kontemporer dari luar Indonesia. Semua proses listing ini memakan waktu 1,5 sampai 2 jam.

5. Ambil Tempat Duduk di Ruangan Utama
Jangan lupa bawa makanan dan minuman untuk disantap, karena langkah ke-4 cukup membuat lapar. Makanlah sambil mendengarkan acara di panggung utama (kalau sedang ada acara).

6. Screening Buku yang akan Dibeli
Setelah makan, masih di tempat duduk yang sama, lakukan screening dari list buku yang telah anda catat. Utamakan pada buku-buku yang memiliki harga yang bervariasi. Gunakan internet untuk melakukan pengecekan dan perbandingan buku-buku tersebut. Karena meskipun buku dan penulisnya sama, bisa jadi memiliki kualitas yang berbeda.

Misalnya buku-buku klasik terjemahan, bisa diterbitkan oleh lebih dari satu penerbit, dengan masing-masing penerjemahnya. Kemungkinan perbedaan gaya penulisan penerjemahnya sangat tinggi, sehingga perlu diperhatikan. Ada goodreads yang biasanya memuat testimoni orang-orang yang pernah membaca, dan jika beruntung bisa anda lihat preview beberapa halaman contoh di books.google.

Setelah menentukan mana dari buku-buku yang sama itu, tandai pada harga/penerbit yang anda pilih. Setelah itu hitung kesemua jumlah harga list buku yang sudah anda catat. Jangan kaget, kemungkinan besar harga total dari list yang anda catat sangat jauh membumbung tinggi dari budget yang telah ditentukan. Iya kan?. Nah disinilah letak keseruan selanjutnya; melakukan pengelompokan.


Coret-coretan saya kemarin.

Karena budget anda seperti pungguk merindukan bulan, kita perlu merancang beberapa skenario pengelompokan. Lakukan pengelompokan buku yang masih sesuai dengan budget anda. Sebelumnya tentukanlah buku-buku prioritas yang ingin anda beli. Buku-buku prioritas harus ada di setiap skenario pengelompokan, sedangkan buku-buku sekunder boleh ada boleh tidak. Proses ini akan cukup sulit dan membingungkan. Tapi take your time disini, santai saja dan pelan-pelan. Tapi tidak perlu shalat istikharah juga di depan panggung utama. Setelah semua skenario pengelompokan selesai, saatnya tentukan mana skenario yang paling cocok untuk anda. Ingat, anda harus benar-benar patuh dengan pilihan anda, jangan sampai tergoda dengan bisikan syaithan untuk memilih buku lain di luar skenario yang anda pilih.

7. Lakukan Transaksi Pembelian
Lakukanlah transaksi pembelian dengan cepat dan tepat. Karena kalau berlama-lama sambil mengamati buku-buku lain akan bisa menggoyahkan keteguhan anda.

8. Cooling Down
Setelah semua buku sudah dibeli, saatnya melepaskan semua urat ketegangan anda. Jalan-jalan menikmati pajangan buku-buku sambil menenteng kantong plastik berisi buku-buku yang sudah anda beli.

Masih punya kelebihan uang? Anda bisa mencoba peruntungan di stand-stand yang menyediakan buku-buku obral murah. Ada stand MIZAN, DIVA PRESS, dan beberapa reseller yang mengobral buku murah. Jika anda beruntung anda bisa mendapatkan buku bagus dengan harga miring sekali.

Setelah itu tangan anda pasti linu-linu kemerahan karena beban buku-buku yang anda tenteng. Itu tandanya anda sudah disuruh pulang. Maka pulanglah wahai kisanak.
Ya ayyatuhan nafsul muthmainnah, irji'i ila rabbiki radhiyatam mardhiyyah, fadkhuli fi ibadi, wadkhuli jannati.
“Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya, maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku” (QS Al Fajr, empat ayat terakhir)

Selamat Berburu Buku!

16:19

Di saat usia yang sama, mungkin saja teman sebayamu sudah menikah, sudah bahagia dengan anak-anaknya, bahkan sudah bisa punya rumah sendiri, bisa keliling indonesia bahkan dunia, bisa umroh dengan suaminya. Sedangkan kamu masih sendiri ?
Masih bergelut dengan rutinitasmu.
Masih bersama orang tuamu.

Lalu mau apa ? Mau sedih ? Mau menggerutui nasib ? Mau bilang Allah ndak adil ?

Huhuuu.. Jangan sampai yaa jangan sampai ada pikiran seperti itu. Apalagi sampai ngga ridha sama jalan takdir dari Allah. Bahwa Allah membahagiakan hamba menurut apa yang Allah ketahui bukan menurut kita, bahwa Allah memberikan ranah ujian yang berbeda beda untuk hambanya, bahwa yang terbaik menurut kita belum tentu baik di hadapan Allah.

Dan tidak ada yang terlambat menurut perhitungan Allah. Jikapun ada yang terlambat, mungkin terlambatnya taatmu, terlambatnya taubatmu, terlambatnya kamu menjalani hidup sesuai Al-Qur'an dan Sunnah.

Kalo mau sering sering muhasabah sebenernya kita sadar kog, bahwa usia yang dulu dulu terlalu banyak di sia siain dalam kejahiliyahan. Huhuu malu ya.

Nikmati saja jalanmu, nikmati ujianmu, sebab ini dunia, ini tidak lama hanya sementara.

Berserah, mengaku lemah di hadapan-Nya, itulah saat terbaik dalam hidup. Sadar bahwa memang tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan-Nya.

Sekali lagi menikah bukan menjadi tujuan hidup, tapi menjadi jalan kita untuk beribadah bersama sama menggapai ridha dan Jannah-Nya.
Kalau tujuannya cuma mau dunia aja, sayang sayang ngga berkumpul di Surga lagi, sayang sayang kalo sama sama di dunia aja. Maka perbaiki lagi tujuannya, luruskan lagi niatnya 💔

Mau bertemu disana atau disini rasa rasanya udah ngga jadi ketakutan lagi. Sebab, kita sudah berserah pada Dzat yang menggenggam hati seluruh makhluk, pada Dzat yang menguasai alam semesta. Allah Azza Wa Jalla.

Tulisan ini pertama tama kutujukan untuk diriku sendiri.

13 adab berdoa sesuai qur'an dan sunnah (Part III)

artikel sebelumnya klik ini

  • Keenam, Khusyu’, Merendahkan Hati, dan Penuh Harap

Allaah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ

Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya’: 90)

  • Ketujuh, Memantapkan Hati Dalam Berdoa dan Berkeyakinan Untuk Dikabulkan

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا يقل أحدكم إذا دعا اللهم اغفر لي إن شئت اللهم ارحمني إن شئت ليعزم المسألة فإنه لا مُكرِه له

Janganlah kalian ketika berdoa dengan mengatakan, ‘Ya Allah, ampunilah aku jika Engkau mau. Ya Allah, rahmatilah aku, jika Engkau mau’. Hendaknya dia mantapkan keinginannya, karena tidak ada yang memaksa Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila kalian berdoa, hendaknya dia mantapkan keinginannya. Karena Allah tidak keberatan dan kesulitan untuk mewujudkan sesuatu.” (HR. Ibn Hibban dan dishahihkan Syua’ib Al-Arnauth)

Di antara bentuk yakin ketika berdoa adalah hatinya sadar bahwa dia sedang meminta sesuatu. Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ادعوا الله وأنتم موقنون بالإجابة واعلموا أن الله لا يستجيب دعاء من قلب غافل لاه

Berdoalah kepada Allah dan kalian yakin akan dikabulkan. Ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai, dan lengah (dengan doanya).” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan Al-Albani)

Banyak orang yang lalai dalam berdoa atau bahkan tidak tahu isi doa yang dia ucapkan. Karena dia tidak paham bahasa Arab, sehingga hanya dia ucapkan tanpa direnungkan isinya.

  • Kedelapan, Mengulang-ulang Doa dan Merengek-rengek Dalam Berdoa

Mislanya, orang berdoa: Yaa Allah, ampunilah hambu-MU, ampunilah hambu-MU…, ampunilah hambu-MU yang penuh dosa ini. ampunilah ya Allah…. Dia ulang-ulang permohonannya. Semacam ini menunjukkan kesungguhhannya dalam berdoa.
Ibn Mas’ud mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila beliau berdoa, beliau mengulangi tiga kali. Dan apabila beliau meminta kepada Allah, beliau mengulangi tiga kali. (HR. Muslim)



bersambung in shaa’ Allaah……..