serangeli

8

대세는 백합 (Lily Fever)
↳“There will always be people that don’t like us.  Don’t mind them and do what you can, when you can.”

Berdoalah

Berdoalah, sebab kesendirian bukanlah kesunyian yang membuat kita harus menyerah.

Berdoalah, sebab hanya doa yang membuat kerinduan menjadi kian tabah.

Berdoalah, sebab hanya doa yang membuat menunggu tiada mengenal lelah.

Berdoalah, sebab hanya dengan doa yang membuat kita saling mencinta.

___________
Serang, 5 Oktober 2016
Haya lewat doa, aku mampu menghampirimu.

Memejamkan Waktu

selembar daun, luruh pada tanah yang basah,
lesap terbata-bata menahan seluruh angin dingin
tabah dalam ribuan tanya yang menggeletar di dada

daun itu; adalah bayangmu
yang takpernah mampu kupahami sebagai bahagia, atau air mata

detik-detik waktu terus beredetak hingga malam melarut
sudut mataku dikepung gelisah yang takjuga surut

tidak, tidak pernah ada yang salah
hanya terlalu banyak air mata, sebab sesal yang takbisa lagi untuk diseka

biarkan aku memejamkan waktu, agar segala tunggu tak menjadi rindu yang menggugu

__________
Serang, 13 November 2016
Aku dan kamu pernah menjadi kita, adakah kaumengingatnya?

Aku dan Kata-kata

Pada suatu senja, aku dan kata-kata saling bercengkerama tentang kenangan, tentang rindu, dan tentang ingatan yang menyisakan sebuah kisah cinta.

Kata-kata selalu piawai dalam merangkai dirinya,
hingga aku larut pada ketabahan akan lukanya pada cinta.

Terkadang, kata-kata bisa menjelma makhluk yang paling manis untuk dibaca,
sesekali, menjadi makhluk yang paling berbahaya untuk menafsirkan dirinya.

Ah…, kata-kata selalu punya beribu wajah untuk digambarkan,
hingga cerita bahagia dan dukanya sulit untuk aku bedakan.

__________
Serang, 22 November 2016
Aku ingin menjadi kata-kata manis yang keluar dari setiap mulutmu, hingga aku terlupa; bahwa aku pernah terluka karena kata-kata cinta.

Bertemu Sepi

Pada kepergian yang takpernah kembali,
kukenang kau, sebagai debar dada sebelah kiri;
tempat jantungku biasa memangilmu.

Entah sudah berapa kali, aku bertemu sepi di sini,
di tepi ranjang, sambil mengeram kenangan yang tak pernah mati,
ditemani rintik gerimis yang menyentuh genting
juga derik jangkrik yang kian melengking.

Malam ini, hanya dingin tubuhku yang benar-benar memahami;
mengapa senyum kanak-kanak sunyi sama kecut dengan perpisahan.

__________
Serang, 4 Desember 2016
Mengapa kepergian selalu lebih dingin dari puisi

Dalam Lipatan

Cinta; bukan perihal rela atau terpaksa
betapapun kita pernah ditabahkan oleh kesedihan dan kesunyian
cinta takpernah menjelma apa-apa; kecuali menjadi lepuh luka, atau warna-warna bahagia

Suatu ketika, kita pernah saling menuliskan kata-kata pada punggung Cinta
berharap, hujan tiada akan pernah menghapusnya
lalu, kita larut dalam lamunan panjang,
saling memandang; entah apa yang akan terjadi di akan datang

Ternyata, kata-kata itu, kini telah terlipat dalam ketabahan
sayangnya, kenangan takkan pernah hilang dalam lipatan

__________
Serang, 11 November 2016
Dirahasiakannya nyeri pada lipatan puisi, agar segalanya mengalir, sepasti takdir.

Bulu Mataku Sedang Gugur Satu per Satu

Kata-kata, berebut mencari tempat singgah,
di dada, di bahu, bahkan di manis senyummu.
Aku tahu, kausedang berkemas,
untuk pergi kepada suatu titik batas.

Betapapun aku sibuk menghitung kesedihan,
kenangan akan selalu mengerak pada dinding ingatan.
Beginkah hidup?
Harus tetap berjalan, meski dalam redup.

_________
Serang, 20 November 2016
Bulu mataku sedang gugur satu per satu, barangkali pertanda kausedang merindukanku.

Menulis Duka

Kepada kesepiankah kita berpulang?
atau, kita bergegas bersama daun-duan kering yang telah lepas?

Kata-kata menjadi sepi, meruap bersama puisi luka hati,
kata-kata menjadi luntur, terempas bersama sajak yang taksempat tertutur.

Pada jejak-jejak kesunyian;
ketabahan taklain adalah kesedihan yang teramat panjang untuk dikisahkan.

Kepada kamu; saat ini aku jarang menyusun kata,
meski sesekali kulakukan juga; seperti menulis duka.

__________
Serang, 6 Desember 2016
Selamat memejam, selamat menidurkan masa silam

Lawan keengganan baca Qur'an dengan terus membacanya. Serang kemalasan nderes Qur'an dengan terus nderes Qur'annya. Perangi rasa bosen belajar dan ngafalin Qur'an dengan terus menghafalkannya.
—  Selamat baca Al-Kahfi gaes. Kata kak Ammar, jangan lupa sholawat sambil bayangin wajahnya rosul ada didepan kita. Ngebayangin beliaunya nanya kabar sama masalah yang kita hadapi sekarang ini. Bayangin cerita cerita bareng sambil curhat gitu sama beliau. Sosuit :’)
Di zaman jokowi amerika chaos, batman dan supermen bertengkar, avengers saling serang, sedangkan di indonesia harapan tumbuh saat cinta dan rangga akhirnya bertemu kembali. Tantangan berikutnya mampukah jokowi menemukan bang toyib yang hilang dan tak pernah pulang serta membantu ayu ting ting menemukan alamat rumah bahkan mencari siapa sebenrnya yang memalsukan alamat rumah ayu ting ting.
—  Menanti kiprah mr president
Ruang Kenang

Senja telah tenggelam, kerinduan resah di pucuk malam
sedang kesunyian, jatuh pada sudut waktu; sedekat aku

Ketabahan; taklain adalah takdir di titik nadir
bahkan, kita tidak pernah tahu; siapa yang benar-benar memiliki Cinta terakhir

Pejamkan matamu barang sebentar, biarkan ingatan menyusuri ruang kenang
agar dia mampu mencari takdirnya sendiri

Diterbangkannya air mata bersama doa
barangkali saja kausudah lupa, bahwa aku masih mencintaimu.

__________
Serang, 7 November 2016
Barangkali, tiada yang setabah senja, mengulang kehilangan demi kehilangan yang maha luka