selara

Hujan di hari minggu

Ini bukan sekedar hujan di hari minggu
Bukan juga tentang hujan gerimis atau deras
Ini bukan sekedar kita yang merindu
Bahkan kita bilang ini perasaan yang selaras

Afsun

afsun : af·sun n pesona

Angin berhembus pelan. Menyapu tengkuk leher lalu menjalar ke semua bagian tubuhnya. Menyentuh bagian permukaan kulitnya lembut. Apa yang kalian harapkan dari sebuah senja?

Semburat jingga penuh makna. Kontradiksi antara kebaikan dan keindahan. Fajar mulai jatuh ke bagian barat, berkata bahwa tidak ada yang perlu diragukan dengan sebuah keputusan. Sinar fajar selalu benar, pada akhirnya Ia hanya akan mendapat sebagian dari miliknya. Indahnya bulan mulai bergeriliya. Menyatu dengan ketenangan. Merenggut secara perlahan, sebagian, lalu penuh kepastian.

Seperti hukum alam, tergantung bagaimana cara bertahan atau menyerah tergeletak secara perlahan. Kala itu senja tahu, dia akan memilih bagian yang kedua. Dia tahu, apa yang seharusnya menjadi bagian dari dirinya, suatu saat akan kembali dengan sendirinya.

Menatap semua dengan senyuman lemah. Simpulan di bibirnya lah kekuatan sebenarnya. Diatas atap rumahnya, setelan parka hitam selaras dengan celananya, menyatukan kedua telapak tangan, jari memakut jari, udara dingin menyapa kembali, Ia lalu menyadari. Sebuah pesona. Bukan mengenai siapa yang akan mendampingi, namun siapa yang bertahan untuk saling mengerti.

(Gresik, 23 Juni 2016)