segy

anonymous asked:

Dea....tadi aku lihat videonya Dedy Corbuzier sama ustadz Wijayanto yang ngomongin kafir. Well kalo denger jawabannya bapak ustadz, diplomatis banget sih. Aku pengen dapet penjelasan dari kamu. Soalnya kamu biasanya bisa jelasin dengan gamblang banget dengan bahasa yang enak. Kalau misal agamaku katholik, kamu nyebut aku kafir apa ahli kitab? Sebenernya pengen tanya via japri. Tapi lebih suka via tumblr biar kamu jawabnya bisa panjang hoho. Happy ramadhan btw 😊 Awal juli aku di Sby. Ayok ngopi

Haloo mas anon yang tidak anon ~XD sorry baru sempet jawab pertanyaan ini. Sampe diingetin via WA :p

Jawaban pertanyaan ini panjang kali lebar. Saya butuh suasana tenang biar ga keliru.

Jadi begini mas……

yang pertama, mas harus tau bahwa istilah kafir itu ada bukan untuk blasphemy atau bullying. Tapi karena sekarang banyak orang yang menggunakan istilah tersebut untuk kepentingan masing-masing, kata kafir itu jadinya berasosiasi dengan kebencian dan makian.

Jadi kalau kita bahas istilah kafir di tulisan ini, mas harus ngerubah persepsi terlebih dahulu untuk menempatkan istilah ini di posisi yang netral. 

Yang kedua, kalo mas baca terjemahan Al Qur’an dan menemukan ayat-ayat yang menyuruh kami memerangi kafir, mas perlu tahu kalo ayat itu turun berkenaan dengan kafir yang memerangi ummat Islam. Jadi nggak semua kafir harus diperangi. Perkara ini, saya bahas lagi di paragraf selanjutnya.

Nah….kafir dari segi bahasa artinya tertutup. Kalau secara istilah artinya adalah orang yang hati dan akalnya tertutup sehingga tidak bisa menerima kebenaran Islam. Dalam islam itu ada konsep rukun Islam dan rukun iman. Kalau salah satu rukun islam tidak kami tunaikan, Islam kami tidak sempurna tapi kami tidak masuk golongan kafir. Kalo salah satu rukun iman tidak dipenuhi, kami bisa langsung masuk golongan kafir. Simpelnya seperti itu.

Rukun islam pertama itu syahadat yang mempersaksikan bahwa Allah itu Tuhan kami dan Muhammad itu Rasulullah. Kalau kami bersyahadat, otomatis kami sudah memenuhi dua rukun iman yaitu iman kepada Allah dan iman kepada Rasulullah. Konsekuensinya, kami harus menunaikan satu rukun iman lagi yaitu iman kepada Kitab Allah (Taurat, Zabur, Injil dan Al Qur’an) dimana Al Qur’an mendefinisikan kafir seperti yang saya sebutkan di atas.

Salah satu ayatnya bisa di cek di sini QS 5:17

Itu yang mendefinisikan Al Qur’an, bukan saya. Jadi saya nggak bisa mengganti definisinya. Dan saya harus percaya definisi ini sebagai konsekuensi karena saya memilih Islam.

Memang dalam Al Qur’an ada banyak ayat yang bicara bahwa orang kafir masuk neraka. Dan lagi-lagi ini wilayah believe. Percaya atau tidak, kami yang muslim diwajibkan percaya. Yang non muslim, sama sekali nggak diikat dengan Al Qur’an. Jadi nggak perlu terprovokasi dengan ayat ini.

Di awal tadi, saya kan nyebut kalo kafir itu bukan dibuat untuk blasphemy atau bullying. Ini label yang digunakan untuk kepentingan yang lebih luas. Contohnya….negara Islam itu kenal konsep zakat dan jizyah. Zakat dibebankan kepada penduduk muslim, jizyah dibebankan kepada kafir (atau kalo mas belom nyaman dengan istilah ini, selanjutnya tak sebut non muslim). Dimana besaran zakat itu jauh lebih besar daripada jizyah.

Kami mengenal dua jenis non muslim. Yang pertama kafir harbi yaitu orang non muslim yang memerangi kami. Yang kedua adalah kafir dzimmi atau ahlu dzimmah, yaitu non muslim yang tidak memerangi islam.

Dalam hal berhubungan antar sesama manusia, hak ahlu dzimmah ini sama dengan sesama muslim. Mereka berhak dijenguk kalau sakit, berhak ditolong bila terjebak dalam kesulitan, berhak dijamin keamanannya saat beribadah, berhak dapat jaminan sosial kalau berada di negeri muslim dan seterusnya. Kecuali dalam hal warisan, pernikahan dan kepemimpinan negara. Kami tidak diizinkan menikah dengan non muslim. Non muslim juga tidak berhak dapat warisan dari orang muslim. Tapi dalam islam kan ada konsep hibah (pemberian), harta orang yang meninggal itu boleh dikasih ke orang lain maksimal 1/3 baru habis itu dibagi ke ahli waris. Nah orang non muslim, biasanya dapat jatah dari yang1/3 bagian tadi. Biar bisa sama-sama legowo.

Nah masalah kepemimpinan kenapa tidak diizinkan? Pemimpin itu harus mengerti seluruh hak dan kewajiban rakyatnya. Dalam islam itu agama bukan sekedar jadi tatacara ritual ibadah, dia juga mengatur kehidupan yang lebih luas. Dikhawatirkan kalau pemimpinnya non muslim, nanti hak dan kewajiban rakyat tidak terpenuhi dengan baik. Tapi non muslim tetap berhak dimintai pendapat dalam hal bernegara karena negara Islam itu mengayomi seluruh manusia, bukan yang muslim aja.

Trus gini, masalah kepemimpinan tadi itu berlaku di negeri yang udah menerapkan syariat Islam aja. Kami nggak diizinkan untuk memaksakan masalah pemimpin ini ke negeri yang tidak didasari syari’at Islam. Di Indonesia, orang non muslim berhak mencalonkan diri. Dan kami sebagai muslim berhak untuk tidak memilih dengan reason “tidak diizinkan oleh agama”, undang-undang nya dijamin pasal 29 UUD 1945. 

Kalau sampai kejadian yang terpilih itu non muslim, tidak ada perintah dalam Alqur’an agar kami memerangi pemimpin tersebut. Karena yang terpenting adalah kami sudah berusaha menjalankan Islam semaksimal yang kami bisa.

Perlu mas tahu, Islam tidak menyuruh kami untuk berperang hanya karena agama yang berbeda. Kami hanya disuruh berperang bila ada kedzaliman yang ditebarkan. Itupun ada tahap-tahapnya. Hal ini bisa dibaca dibuku ustadz Salim A Fillah yang judulnya Lapis-lapis keberkahan dalam bab Atap Naungan Islam. Hanya saja, kebetulan ada banyak kisah tentang orang yang kafir sekaligus dzalim dan seringkali yang disorot cuma kafirnya doang. Bukan zalimnya. Tentang ini, coba baca kisah tentang Khosrou (Persia), Vlad Dracul (Turki Ottoman), atau Perang ‘Ain Jalut.

Pada prakteknya dalam kaitan hubungan politik muslim dan non muslim, di Dinasti Abbasiyah ada banyak ilmuwan dan politikus yang non muslim dan sangat dihormati. Mas juga bisa baca kisah tentang masjid Umar sebagai contoh toleransi yang diajarkan. I can’t write those stories here. It’s too long. Mending mas baca sendiri.

Kalau kafir harbi, memang harus diperangi untuk menghilangkan kerusakan yang lebih besar. Logikanya kan sama kayak Indonesia yang memerangi Belanda zaman penjajahan. Perang itu sesuatu yang kita benci namun dalam kondisi tertentu, kita memang harus berperang.

Dalam Al Baqoroh (lupa ayatnya), ada lafadz Laa ikraaha fid din. artinya tidak ada paksaan dalam beragama. It means kami tidak boleh memaksakan keyakinan kami ke orang lain. Kalau yang demikian saja nggak boleh, apalagi berperang tanpa sebab.

Jadi saya berharap phobia terhadap Islam bisa berkurang dengan penjelasan ini.

Apakah mas bisa saya sebut Ahli Kitab?

Sebelumnya kan saya bilang kalo salah satu rukun iman adalah beriman kepada kitab Allah. Kitab itu ada empat yaitu Taurat, Injil, Zabur, Al Qur’an. Dimana keempat-empatnya mengajarkan tauhid (beriman kepada Allah).

Injil yang kami imani berbeda dengan injil yang mas percayai. Taurat yang kami imani juga berbeda dengan taurat yang diimani orang Yahudi. Ahli kitab adalah orang-orang yang percaya dengan Injil dan Taurat kami yang artinya mereka juga percaya tentang kenabian Muhammad SAW, percaya bahwa Tuhan mereka adalah Allah. Bukan yang lain. Itu artinya, ketika Ahli kitab itu bertemu dengan Rasulullah, mereka otomatis akan berislam dan langsung menjadikan Al Qur’an sebagai panduan hidup mereka. Karena dalam kitab mereka, diberitahukan bahwa Muhammad adalah penyempurna risalah.

Ahli kitab yang disebutkan dalam Al Qur’an itu sudah tidak ada hari ini. Mereka ada di era antara masa Nabi Isa AS sampai Nabi Muhammad SAW. Kalau mas pengen tau profilnya Ahli Kitab, mas bisa cari dengan keyword Waraqah bin Naufal. Beliau masih family dengan Khadijah isteri Rasulullah.

Di penjelasan ini nggak ada yang ditutupi, dan saya berusaha ngasih gambaran utuh sejauh yang saya tau. Dan saya ngejawab, Insya Allah bukan buat nyenengin kamu hehe. Kalau memang ada yang terlewat, mungkin saya yang khilaf.

Endingnya, saya harus nyebut mas apa? Kriterianya Insya Allah sudah sangat gamblang untuk disimpulkan sendiri. Mustahil ada orang yang muslim sekaligus kafir. Tapi manner yang diajarkan Al Qur’an terhadap orang kafir itu tidak seseram yang kamu bayangkan meskipun juga tidak seindah yang kamu harapkan.

Banyak yang berharap kami mengganti kriteria dalam memilih pemimpin. Tapi lagi-lagi, Al qur’an ada untuk kami jalankan. Tidak ada tawar menawar dalam hal ini.

Happy dapat THR, happy cuti bersama :p

PENGINGAT

Dapat tulisan ini dari WA. Dan menurut saya ini sangat baik.
Bagi yang belum paham, hal ini bisa menjelaskan apa yang akan kita lalui di masa depan kelak.
Bagi yang sudah paham, hal ini bisa menjadi pengingat.
Silahkan sisihkan 2 menit  untuk membaca.


BAGI YG ISLAM. TAK DIBACA SAYANG. 👇

✐ Selepas Malaikat Israfil meniup sangkakala (bentuknya seperti tanduk besar) yang memekakkan telinga, seluruh makhluk mati kecuali Izrail & beberapa malaikat yang lain. Selepas itu, Izrail pun mencabut nyawa malaikat yang tinggal dan akhirnya nyawanya sendiri.

✐ Selepas semua makhluk mati, Tuhan pun berfirman mafhumnya “Kepunyaan siapakah kerajaan hari ini?” Tiada siapa yang menjawab. Lalu Dia sendiri menjawab dengan keagunganNya “Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.” Ini menunjukkan kebesaran & keagunganNya sebagai Tuhan yg Maha Kuasa lagi Maha Kekal Hidup, tidak mati.

✐ Selepas 40 tahun, Malaikat Israfil alaihis salam dihidupkan, seterusnya meniup sangkakala untuk kali ke-2, lantas seluruh makhluk hidup semula di atas bumi putih, berupa padang Mahsyar (umpama padang Arafah) yang rata tidak berbukit atau bulat seperti bumi.

✐ Sekelian manusia hidup melalui benih anak Adam yg disebut “Ajbuz Zanbi” yang berada di hujung tulang belakang mereka. Hiduplah manusia umpama anak pokok yang kembang membesar dari biji benih.

✐ Semua manusia dan jin dibangkitkan dalam keadaan telanjang dan hina. Mereka tidak rasa malu karena pada ketika itu hati mereka sangat takut dan bimbang tentang nasib & masa depan yang akan mereka hadapi kelak.

✐ Lalu datanglah api yang berterbangan dengan bunyi seperti guruh yang menghalau manusia, jin dan binatang ke tempat perhimpunan besar. Bergeraklah mereka menggunakan tunggangan (bagi yang banyak amal), berjalan kaki (bagi yang kurang amalan) dan berjalan dengan muka (bagi yang banyak dosa). Ketika itu, ibu akan lupakan anak, suami akan lupakan isteri, setiap manusia sibuk memikirkan nasib mereka.

✐ Setelah semua makhluk dikumpulkan, matahari dan bulan dihapuskan cahayanya, lalu mereka tinggal dalam kegelapan tanpa cahaya. Berlakulah huru-hara yang amat dahsyat.

✐ Tiba-tiba langit yang tebal pecah dengan bunyi yang dahsyat, lalu turunlah malaikat sambil bertasbih kepada Allah Subhanahu Wa Taala. Seluruh makhluk terkejut melihat ukuran malaikat yang besar dan suaranya yang menakutkan.

✐ Kemudian matahari muncul semula dengan kepanasan yang berganda. Hingga dirasakan seakan-akan matahari berada sejengkal dari atas kepala mereka. Ulama berkata jika matahari naik di bumi seperti keadaannya naik dihari Kiamat nescaya seluruh bumi terbakar, bukit-bukit hancur dan sungai menjadi kering. Lalu mereka merasakan kepanasan dan bermandikan peluh sehingga peluh mereka menjadi lautan. Timbul atau tenggelam mereka bergantung pada amalan masing-masing. Keadaan mereka berlanjutan sehingga 1000 tahun.

✐ Terdapat satu telaga kepunyaan Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam bernama Al-Kautsar yang mengandungi air yang hanya dapat diminum oleh orang mukmin sahaja. Orang bukan mukmin akan dihalau oleh malaikat yang menjaganya. Jika diminum airnya tidak akan haus selama-lamanya. Kolam ini berbentuk segi empat tepat sebesar satu bulan perjalanan. Bau air kolam ini lebih harum dari kasturi, warnanya lebih putih dari susu dan rasanya lebih sejuk dari embun. Ia mempunyai saluran yang mengalir dari syurga.

✐ Semua makhluk berada bawah cahaya matahari yang terik kecuali 7 golongan yang mendapat teduhan,  dari Arasy. Mereka ialah:

- Pemimpin yang adil.

- Orang muda yang taat kepada perintah Allah.

- Lelaki yang terikat hatinya dengan masjid.

- Dua orang yang bertemu kerana Allah dan berpisah kerana Allah.

- Lelaki yang diajak oleh wanita berzina, tetapi dia menolak dengan berkata “Aku takut pada Allah”.

- Lelaki yg bersedekah dengan bersembunyi (tidak diketahui orang ramai).

- Lelaki yang suka bersendirian mengingati Allah lalu mengalir air matanya kerana takutkan Allah.

✐ Oleh kerana tersangat lama menunggu di padang mahsyar, semua manusia tidak tahu berbuat apa melainkan mereka yang beriman, kemudian mereka terdengar suara “pergilah berjumpa dengan para Nabi”. Maka mereka pun pergi mencari para Nabi. Pertama sekali kumpulan manusia ini berjumpa dengan Nabi Adam tetapi usaha mereka gagal karena Nabi Adam a.s menyatakan beliau juga ada melakukan kesalahan dengan Allah Subhanahu Wa Taala. Maka kumpulan besar itu kemudiannya berjumpa Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Musa a.s., Nabi Isa a.s. (semuanya memberikan sebab seperti Nabi Adam a.s.) dan akhirnya mereka berjumpa Rasullullah SAW. Jarak masa antara satu nabi dengan yang lain adalah 1000 tahun perjalanan.

✐ Lalu berdoalah baginda Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam ke hadrat Allah Subhanahu Wa Taala. Lalu diperkenankan doa baginda.

✐ Selepas itu, terdengar bunyi pukulan gendang yang kuat hingga menakutkan hati semua makhluk karena mereka sangka azab akan turun. Lalu terbelah langit, turunlah arasy Allah yang dipikul oleh 8 malaikat yang sangat besar (besarnya sejarak perjalanan 20 ribu tahun) sambil bertasbih dengan suara yang amat kuat sehingga ‘Arasy itu tiba dibumi.

✐ 'Arasy ialah jisim nurani yang amat besar berbentuk kubah (bumbung bulat) yang mempunyai 4 batang tiang yang senantiasa dipikul oleh 4 malaikat yang besar dan gagah. Dalam bahasa mudah ia seumpama istana yang mempunyai seribu bilik yang menempatkan jutaan malaikat di dalamnya. Ia dilingkungi embun yang menghijab cahayanya yang sangat kuat.

✐ Kursi yaitu jisim nurani yang terletak di hadapan Arasy yang dipikul oleh 4 malaikat yang sangat besar. Saiz kursi lebih kecil dari 'Arasy umpama cincin ditengah padang . Dalam bahasa mudah ia umpama singgahsana yang terletak dihadapan istana.

✐ Seluruh makhluk pun menundukkan kepala karena takut. Lalu dimulailah timbangan amal. Ketika itu berterbanganlah kitab amalan masing-masing turun dari bawah Arasy menuju ke leher pemiliknya tanpa silap dan tergantunglah ia sehingga mereka dipanggil untuk dihisab. Kitab amalan ini telah ditulis oleh malaikat Hafazhah / Raqib & 'Atid / Kiraman Katibin.

✐ Manusia beratur dalam saf mengikut Nabi dan pemimpin masing- masing. Orang kafir & munafik beratur bersama pemimpin mereka yang zalim. Setiap pengikut ada tanda mereka tersendiri untuk dibezakan.

✐ Umat yang pertama kali dihisab adalah umat Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam, dan amalan yang pertama kali dihisab adalah solat. Sedangkan hukum yang pertama kali diputuskan adalah perkara pertumpahan darah.

✐ Apabila tiba giliran seseorang hendak dihisab amalannya, malaikat akan mencabut kitab mereka lalu diserahkan, lalu pemiliknya mengambil dengan tangan kanan bagi orang mukmin dan dengan tangan kiri jika orang bukan mukmin.

✐ Semua makhluk akan dihisab amalan mereka menggunakan satu Neraca Timbangan. Saiznya amat besar, mempunyai satu tiang yang mempunyai lidah dan 2 daun. Daun yang bercahaya untuk menimbang pahala dan yang gelap untuk menimbang dosa.

✐ Acara ini disaksikan oleh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dan para imam 4 mazhab untuk menyaksikan pengikut masing-masing dihisab.

✐ Perkara pertama yang diminta ialah Islam. Jika dia bukan Islam, maka seluruh amalan baiknya tidak ditimbang bahkan amalan buruk tetap akan ditimbang.

✐ Ketika dihisab, mulut manusia akan dipateri, tangan akan berkata- kata, kaki akan menjadi saksi. Tiada dolak-dalih dan hujah tipuan. Semua akan di adili oleh Allah Ta'ala dengan Maha Bijaksana.

✐ Setelah amalan ditimbang, mahkamah Mahsyar dibuka kepada orang ramai untuk menuntut hak masing-masing dari makhluk yang sedang dibicara sehingga seluruh makhluk berpuas hati dan dibenarkannya menyeberangi titian sirat.

✐ Syafaat Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam di akhirat :

ⅰ- Meringankan penderitaan makhluk di Padang Mahsyar dengan mempercepatkan hisab.

ⅱ- Memasukkan manusia ke dalam syurga tanpa hisab.

ⅲ- Mengeluarkan manusia yang mempunyai iman sebesar zarah dari neraka.

(Semua syafaat ini tertakluk kepada izinan Allah Subhanahu Wa Taala.)

✐ Para nabi dan rasul serta golongan khawas juga diberikan izin oleh Allah untuk memberi syafaat kepada para pengikut mereka. Mereka ini berjumlah 70 000. Setiap seorang dari mereka akan mensyafaatkan 70 000 orang yang lain.

✐ Setelah berhasil dihisab, manusia akan mula berjalan menuju syurga melintasi jambatan sirat. Siratal Mustaqim ialah jembatan (titian) yang terbentang dibawahnya neraka. Lebar jembatan ini adalah seperti sehelai rambut yang dibelah tujuh dan ia lebih tajam dari mata pedang. Bagi orang mukmin ia akan dilebarkan dan dimudahkan menyeberanginya.

✐ Fudhail bin Iyadh berkata perjalanan di Sirat memakan masa 15000 tahun. 5000 tahun menaik, 5000 tahun mendatar dan 5000 tahun menurun. Ada makhluk yang melintasinya seperti kilat, seperti angin, menunggang binatang korban dan berjalan kaki. Ada yang tidak dapat melepasinya disebabkan api neraka senantiasa menarik kaki mereka, lalu mereka jatuh ke dalamnya.

✐ Para malaikat berdiri di kanan dan kiri siratal mustaqim mengawasi setiap makhluk yang lalu. Setiap 1000 orang yang meniti siratal mustaqim,  hanya seorang saja yang brrhasil melaluinya. 999 orang akan terjatuh ke dalam neraka.

Rujukan:
Kitab Aqidatun Najin karangan Syeikh Zainal Abidin Muhammad Al-
Fathani. Pustaka Nasional Singapura 2004.

☞ Jika sekiranya kalian ingin mengumpul saham akhirat, sampaikanlah ilmu ini kepada sahabat² yang lain. Sebagaimana mana sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam:
❝ Sampaikanlah pesananku walaupun satu ayat. ❞
Sesungguhnya apabila matinya seseorang anak Adam itu, hanya 3 perkara yang akan dibawanya bersama :

① Sedekah/amal jariahnya.
② Doa anak²nya yang soleh.
③ Ilmu yang bermanfaat yang disampaikannya kepada orang lain. La illaha illa Allah,
Muhammadu Rasulullah
kepada 3 group saja.  
Lihat apakah anda
mempunyai waktu untuk
ALLAH atau tidak.

Kiamat menurut Agama islam di tandai dgn beberapa petanda.

- Kemunculan Imam Mahdi

- Kemunculan Dajjal

- Turunnya Nabi Isa (AS)

- Kemunculan Yakjuj dan Makjuj

- Terbitnya matahari dari Barat ke Timur

- Pintu pengampunan akan ditutup

- Dab'bat al-Ard akan keluar dari tanah & akan menandai muslim yang sebenar2nya

- Kabut selama 40 Hari akan mematikan semua orang beriman sejati shg mereka tidak perlu mengalami tanda2 kiamat lainnya

- Sebuah kebakaran besar akan menyebabkan kerusakan

- Pemusnahan/runtuhnya Kabaah

- Tulisan dalam Al-Quran akan lenyap

- Sangkakala akan ditiup pertama kalinya membuat semua makhluk hidup merasa bimbang dan ketakutan

- Tiupan sangkakala yang kedua kalinya akan membuat semua makhluk hidup mati dan yg ketiga yang membuat setiap makhluk hidup bangkit kembali

Nabi MUHAMMAD SAW telah bersabda:
“Barang siapa yg mengingatkan ini kepada orang lain, akan Ku  buatkan tempat di syurga baginya pada hari penghakiman kelak”

Kita boleh kirim ribuan bbm mesra, promote, fb yang  terlalu penting tapi bila kirim yang berkaitan dengan ibadah mesti berpikir 2x.

Allah berfirman : “jika engkau lebih mengejar duniawi daripada mengejar dekat denganKu maka Aku berikan, tapi Aku akan menjauhkan kalian dari syurgaKu”

Kerugian meninggalkn solat:

Subuh: Cahaya wajah akan pudar.

Zuhur: Berkat pendapatan akan hilang.

Ashar: Kesehatan mulai terganggu.

Maghrib: Pertolongan anak akan jauh di akhirat nanti.

Isya’: Kedamaian dlm tidur sukar didapatkan.

Sebarkan dgn ikhlas. tiada paksaan dalam agama

Niatkan ibadah (sebarkan ilmu walau 1 ayat)

Nasihat Kubur :      

1). Aku adalah tempat yg paling gelap di antara yg gelap, maka terangilah .. aku dengan TAHAJUD

2). Aku adalah tempat yang paling sempit, maka luaskanlah aku dengan ber SILATURAHIM .

3). Aku adalah tempat yang paling sepi maka ramaikanlah aku dengan perbanyak baca .. AL-QUR'AN.

4). Aku adalah tempatnya binatang2   yang menjijikan maka racunilah ia dengan Amal SEDEKAH,

5). Aku yg menjepitmu hingga hancur  bilamana tidak Solat, bebaskan jepitan itu dengan SHOLAT

6). Aku adalah tempat utk merendammu dgn cairan yg sangat amat sakit,   bebaskan rendaman itu dgn PUASA..

7). Aku adalah tempat Munkar & Nakir bertanya, maka Persiapkanlah jawabanmu dengan Perbanyak mengucapkan Kalimah “LAILAHAILALLAH”

Sampaikanlah tulisan ini kepada teman-teman lainnya. Siapa tahu, tulisan ini, bisa menjadi petunjuk juga hidayah bagi sebagian orang.

Wallahua’lam bisshawab

Origins and meanings of lastnames in NHL (pt. 1)
  • Abdelkader, Justin—Maghrebi: from Arabic “Abd al-Qadir” (=servant of the capable, powerful)
  • Bozak, Tyler—Croatian: from “Božak” a derivative of the first name Božidar (=God’s gift)
  • Demers, Jason—Old French: (=of the seas) *note: Jason means healer in Greek, so combined it‘s: healer of the seas
  • Drouin, Jonathan—French: from “Drago” probably a Saxon masculine first name (=ghost)
  • Fleury, Marc-André—French and Dutch: from “Fleur” a feminine first name (=flower)
  • Forsberg, Filip—Swedish: from “fors + berg” (=mountain waterfall)
  • Gallagher, Brendan—Gaelic: from “gallach er” (=brave man)
  • Hanifin, Noah—Irish and Gaelic: from “Ó hAinbhthín” (=descendant of the storm)
  • Josi, Roman—Sanskrit, Hindi-like language: from “joshi” (=astronomer)
  • Kessel, Phil—Old German: from “kezzel” –occupational name for a maker of copper cooking vessels
  • Laine, Patrik—Estonian: from “Laine” a feminine first name (=wave)
  • Larkin, Dylan—Mediaval English: a diminutive from “Laurence” a first name (=person living in Laurentum, a city in ancient Italy)
  • Lucic, Milan—Croatian and Serbian: from “Lučić” a patronymic name of Lukas—Lucas
  • MacKinnon, Nathan—Scottish: from Gaelic “Mac Fhionghuin” (=fair son)
  • Marchand, Brad—Old French: from “merchant” (=buyer and seller of goods—Latin)
  • Marner, Mitch—Mediaval French: from “marinier” –a Norman sailor plundering ports
  • McDavid, Connor—Scottish and Irish: from “MacDaibheid” (=son of saint David)
  • Niskanen, Matt—Finnish: from “niska” (=neck) in past applied as a nickname for stubborn person or a person living on mountain ridge
  • Price, Carey—Welsh: from “ap Rhys” (=son of enthusiasm)
  • Reinhart, Sam—German and Jewish: from “ragin + hardt” (=brave consuel)
  • Seguin, Tyler—French: “séguin” from a Germanic first name “segi + wine” (=friend of victory)
  • Tkachuk, Matthew—Ukrainian and Jewish: from “tkach” (=weaver)
  • Toews, Jonathan—German: from “Töws/Tews” a short form of old German first name Matthäus
  • Zuccarello, Mats—Italian: a diminutive of “zuccaro” (=sugar) it’s a nickname for sweet person or sweets seller
Tulisan : Peran

Beberapa tahun ke belakang, saya mengamati beberapa teman saya yang dulu aktif di media sosial. Terutama di tumblr. Pada tahun 2011-an, banyak sekali orang yang saya kenal melalui dunia maya satu ini. Sebut saja semisal @namasayakinsi @kuntawiaji @aliyahani-blog @satriamaulana @ourmetime @nayasa dan lain-lain. Orang yang dulu begitu aktif tulisannya, ada perubahan-perubahan yang menarik. Baik dari segi konten maupun intensitas,

Seiring pertumbuhan kami. Ketika dulu sama-sama mahasiswa dan kini setiapnya telah berperan sebagai orang tua dari bayi-bayi lucu mereka yang baru saja lahir. Juga dunia pekerjaan yang kini dijalani, dari yang menjadi dokter spesialis, pengusaha batagor, ibu rumah tangga, barista kopi, penulis, dan sebagainya.

Kini, ketika saya sendiri sudah lulus dari dunia perkuliahan, kemudian bekerja, menikah, dan mungkin nanti akan menjadi orang tua seperti teman-teman yang lainnya. Saya semakin mengerti bahwa peran yang kami jalani pun bertumbuh dan bertambah. Dan baru akan dimengerti ketika sudah dijalani.

Intensitas tulisan saya di dunia maya berkurang, drastis. Tapi itu tidak menjadi sebuah indikasi mutlak bahwa tulisan saya berhenti. Hanya berpindah media. Seperti ketika dulu tidak memiliki teman untuk bercerita sehingga semuanya tumpah dalam tulisan-tulisan. Kini saya memiliki @ajinurafifah untuk berbagi keresahan itu. Juga tulisan saya menjadi naskah-naskah tersendiri.

Peran yang bertambah, sebagai suami. Saya juga menyadari ada kehidupan nyata yang harus dihadapi. Dulu ketika peran masih sebagai pemuda lajang, begitu banyak waktu untuk bermain-main, berbicara ke sana ke mari di dunia maya. Kini saya mengerti bahwa ada tanggungjawab besar di hidup saya yang harus saya tunaikan. Dan dunia nyata jauh lebih penting untuk dijalani daripada di dunia maya. Mungkin, kenyataan ini belum bisa diterima oleh teman-teman yang sedang asik dan menikmati betapa menariknya dunia maya ini. Tapi itu tidak masalah, hanya memang fasenya kita berbeda.

Saya menjadi mengerti mengapa teman-teman yang dulu tulisannya begitu banyak dan rajin, semakin hilang dari dunia maya. Ada ruang-ruang pribadi yang menjadi tempat lebih aman untuk keresahan. Dan memang tidak semua keresahan harus dipublikasikan.

Peran kita akan bertambah dan bertumbuh. Sadarilah itu dan hadapilah kenyataannya. Dunia maya ini memang menyenangkan sekaligus melenakan, karena kita bebas menjadi seperti apa yang kita mau. Tapi di luar rumah, bertemu dengan orang, berbicara secara langsung, berjuang mencari rezeki di bawah terik matahari, berbuat membantu sesama dengan terjun ke lapangan adalah hal-hal yang nantinya akan sangat berarti.

Selamat bersiap untuk peran-peran yang sudah menantimu di depan sana.

Yogyakarta, 30 April 2017 | ©kurniawangunadi

Paradoksal Abu Bakar dan Umar

Dari dulu saya sebenarnya bertanya-tanya, mengapa kisah hidup Abu Bakar jauh lebih sedikit yang kita temukan daripada kisah Umar?

Lalu, tiap membaca kisah mereka dari hadist, ada sensasi aneh dan unik yang muncul. Misalnya, saat kita membaca kisah Umar, beliau selalu tampil sebagai seorang yang kuat, tegas, dan cenderung keras.

Abu Bakar sebalknya, tidak menonjol dan tidak mau menonjol. Abu Bakar selalu meringkuk di pojokan dan tidak nyaman jika diminta tampil. Namun, saat ia tampil, jawaban dan tindakan-tindakannya membelalakkan mata.

Abu Bakar jelas adalah seorang phlegmatis murni. Jika ia tak harus muncul, ia takkan mau muncul. Ketika harus muncul, Abu Bakar pun bicara dengan kerendahan hati luar biasa. Kata-katanya singkat, tindak-tanduknya mencerminkan “siapa sih saya, bukan apa-apa”. Wajahnya merah saat dipuji. Ia tidak suka dipuji. Gambaran fisiknya pun makin menguatkan asumsi itu, “kurus, tinggi, berkulit putih, terlihat ringkih, agak bungkuk, berjenggot putih, dan pendiam”, begitu gambaran umum fisik Abu Bakar.

Abu Bakar beramal dalam diam, tapi amalnya luar biasa. Amalnya adalah yang terbaik. Hanya beberapa amal yang sempat Umar pergoki. Namun, saat Umar berhasil “menangkap basah”, ia hanya bisa kicep melihat kualitas amal Abu Bakar.

“Sungguh, engkau telah membuat kesulitan tiap pemimpin yang menggantikanmu, wahai Abu Bakar”, keluh Umar. Umar memberikan pernyataan itu saat memergoki Abu Bakar tiap pagi datang ke rumah janda tua di pinggir Makkah. Abu Bakar memberishkan rumah janda tersebut dan memasakkan makanan untuknya. Ia mengurus janda itu tiap hari. Padahal, saat itu Abu Bakar adalah khalifah.

Begitu pula saat Nabi bertanya kala bincang setelah subuh. Saat ditanya siapa yang hari ini sudah bersedekah, menengok orang sakit, dan bertakziyah, tak ada satupun sahabat yang sudah melakukannya kecuali Abu Bakar. Ia mengangkat tangan, mengaku dalam malu, sementara sahabat lain terbengong.

Abu Bakar, jangan main-main. Masih jam 5 pagi dan Anda sudah bertakziyah, bersedekah, dan menjenguk orang sakit? Seperti apa Anda menjalani hari-hari Anda? Jam berapa Anda bangun? Dan Anda malu-malu dalam mengaku kepada nabi? Duh, apalah kami dibandingkan Anda.

Dengan karakter Abu Bakar yang seperti itu, wajar saja tak banyak kisah yang kita dapatkan.

Umar, dalam berbagai segi, adalah kebalikan Abu Bakar. Umar adalah potret sejati dari karakter Koleris murni. Keras, tegas, raksasa, pemaksa, dan cenderung keras. Fisik Umar digambarkan sebagai, “tinggi-besar, berotot, botak, keras, kasar, pandangan matanya tajam, garang - semua orang takut padanya”.

Kata-kata khas yang ia pakai kadang mirip preman pasar, “penggal saja!”, “aku akan membunuhmu!”, “kita harus melawan mereka!”, “wahai Rasululah, kenapa kita harus takut kepada Quraisy?”

Kenyataannya, Umar memang mantan preman pasar Ukazh. Sebelum masuk Islam, ia adalah tukang berkelahi dan jagoan Ukazh.

Sikapnya yang berani mengambil resiko memang luar biasa. Dan seperti karakter Koleris lainnya, kita melihat seorang yang menonjol. Koleris banyak sekali mengambil inisiatif untuk perubahan - dan bagi mereka, itu adalah sesuatu yang biasa mereka lakukan. Saat kau menginginkan ketenangan, panggil phlegmatis. Namun, saat kau merasa buntu, panggil Koleris. Koleris akan memecahkan kebuntuan-kebuntuanmu dengan cepat.

Dan itu pula yang dilakukan Umar. Saat jamaah muslim ketakutan di Makkah, Umar mengajak mereka berthawaf dan sholat di Ka'bah. Saat muslim yang lain hijrah diam-diam dalam malam, cuma Umar seorang yang menenteng pedang di bahunya sambil berteriak menantang di siang bolong, “Bagi yang mau menghadang aku untuk hijrah, silahkan!” Tak ada satupun orang yang menghadang Umar.

Makanya, dengan karakter Umar yang seperti itu, kisah tentang Umar membanjiri sirah nabawiyah Islam. Tidak heran.

Namun, ada satu hal yang unik, dan ini membuat kekaguman saya bertambah-tambah. Saat memilih pemimpin di Tsaqifah, mereka tidak memilih pemimpin yang menonjol. Mereka memilih pemimpin yang terbaik.

Abad 21 adalah abad ekstrovert. Saya yakin, andaikata ada pemilihan pemimpin antara Abu Bakar dan Umar tahun 2015 ini, Umar lah yang akan menang. Abad ini, orang yang lebih menonjol, lebih banyak berbicara, lebih banyak mengambil inisiatif, dia lah yang dipandang lebih baik. Setidaknya begitulah kata Susan Cain dalam bukunya Quiet. Pernahkah kamu berada dalam ruangan dan terpesona oleh orang yang banyak bicara dan aktif memberi ide, tapi kemudian kecewa karena ia tak bisa memimpin tim dan memberi hasil yang diharapkan?

Padahal, kepemimpinan bukan diukur dari seberapa baik ia bicara di depan publik. Ia bukan diukur dari keberaniannya untuk berorasi di depan orang-orang. Gandhi bukanlah orang yang jago pidato. King George X dari Inggris pun gagap saat coba bicara di depan rakyatnya (dan kemudian dibuatlah film King’s Speech untuk memotret fenomena itu).

Kepemimpinan, menurut saya, adalah lebih pada kemampuan membawa orang yang dipimpin untuk sampai ke tujuan. Jika demi sampai ke tujuan si pemimpin harus bagus bicara di depan publik ya bisa jadi. Tapi bukan itu fokusnya. 

Makanya, ketika Utsman menjadi khalifah, ia jarang sekali pidato. Dan sekalinya pidato, ia cuma berpidato begini, “Sesungguhnya pemimpin yang terbaik adalah yang paling banyak kerjanya, bukan yang paling banyak bicaranya”. Lalu ia turun dari mimbar, meninggalkan jamaah muslimin yang bengong.

Peristiwa Tsaqifah - pemilihan pemimpin setelah wafatnya Nabi - tiba. Dari sinilah saya melihat cerminan karakter Abu Bakar dan Umar dengan sangat jelas dan kontras.

Abu Bakar dengan karakter phlegmatisnya benci tampil menonjol. Sebagai phlegmatis, Abu Bakar berpikir ia bukan apa-apa. Ia tak mau orang memandang dirinya. Kalau bisa, ia selalu ingin di pojokan saja.

Namun, hari ini berbeda. Situasi Tsaqifah sangat panas dan perlu keputusan. Walaupun Abu Bakar tak suka menjadi pusat perhatian, akhirnya ia maju dan memberikan usul. Ia meminta hadirin memilih antara Umar dan Abu Ubaidah sebagai pemimpin. Dalam kondisi biasa, kawan, seorang phlegmatis tak mau menonjol, tak mau memimpin. Namun, dalam kondisi terdesak dan kritis, saat ia melihat ia harus memimpin dan tak ada orang lain yang bisa, ia akan (terpaksa) tampil.

Dan di sinilah briliannya Umar. Ia tahu ia lebih menonjol dibanding Abu Bakar. Perawakannya lebih meyakinkan daripada Abu Bakar. FYI, menurut riset, orang dengan karakteristik tubuh tinggi besar dan kelihatan tegas lebih didambakan untuk menjadi pemimpin dibanding orang yang perawakannya kecil dan terlihat tidak tegas. Dan, tebak, kalau Umar memilih mengangkat diri menjadi pemimpin, takkan ada yang protes. Umar memang layak!

Tapi Umar menolak.

Ia tahu secara perawakan dan kasat mata, ia lah yang lebih cocok menjadi pemimpin. Tapi soal manusia terbaik, Abu Bakar lah orangnya. Saat itu adalah saat krisis, secara logika Koleris lah yang perlu mengambil alih. Tapi tidak, ia yang perawakannya “kurus dan ringkih” itulah yang dipilih sebagai pemimpin. Sang phlegmatis murni.

Selanjutnya adalah kisah tentang paradoksal. Abu Bakar yang dikenal pendiam dan tidak menonjol langsung tampil menjadi pemimpin yang luar biasa tegas, bahkan mengalahkan ketegasan Umar.

Saat Umar protes mengapa Abu Bakar memerangi kaum yang tidak membayar zakat, Abu Bakar balik menghardik Umar bahwa mereka memang harus diperangi. Saat Umar memprotes bahwa pasukan Usamah harus mundur, Abu Bakar menghardik Umar bahwa ia takkan menghentikan apa yang telah diperintahkan Rasulullah.

Ya, inti kepemimpinan adalah soal kemampuan membawa orang yang dipimpin demi mencapai tujuan. Dan Abu Bakar jelas orang yang paling memiliki kompeten di bidang itu. Maka, ketika dihadapkan sebuah tanggung jawab kepemimpinan, seorang phlegmatis akan mentransformasikan dirinya menjadi seorang -yang kadang- jauh berbeda. Seorang phlegmatis memang tak suka muncul, tapi ketika ia harus muncul, maka ia akan muncul.

Abu Bakar dan Umar. Kedua orang ini selalu saya pelajari kisah hidupnya dengan pendalaman yang jauh lebih mendalam dibanding kisah sahabat yang lain. Bagi saya, mereka adalah kisah persahabatan paradoks sekaligus unik luar biasa. Radiallahu Anhu (semoga Allah ridha kepada mereka)

Akhir kata, saya cuma bisa mengutip syair Imam Syafii untuk mengakhiri tulisan ini,

“Ya Allah, tempatkanlah aku bersama orang-orang saleh walaupun aku bukan termasuk bagian dari mereka”

I’ve been on Tumblr for about a year now and I’m surprised I haven’t seen anything regarding Sesame Street.

 So, I figured I would shed a little light on it for all of you.

I watched this show religiously as a kid, and I’ve been looking into it again recently (a lot) just out of the sake of curiosity. There’s a lot of great stuff going on with this show.

To start, eight of its ten regular human cast members are people of color.

There’s Susan and Gordon, played by Dr. Loretta Long and Roscoe Orman…

Maria and Luis, played by Sonia Manzano and Emilio Delgado…

Alan, played by Alan Muraoka…

Chris played by Christopher Knowings…

Leela, played by Nitya Vidyasagar…

Finally, Mando, played by Ismael Cruz Cordova.

The show also has a single mom named Gina (played by Allison Bartlett-O’Reilly) who adopted a child named Marco from Guatemala and is raising him on her own.

There’s also a bilingual Muppet named Rosita, played by Mexican-born puppeteer Carmen Osbahr.

The diversity on the show has allowed storylines like Leela celebrating the Indian holiday of Rakhi…

and Rosita having to deal with Mexican stereotypes in one of her story books.

The show also introduced a Muppet named Segi (named after the adopted daughter of the show’s head writer) who was introduced to sing a song about loving her natural hair.

Segi also had to deal with a story book saying that a teddy bear in a toy store is “too brown,” and therefore not good enough. This leads to a great song sung to her by Leela, Chris, and Mando.

The show also touches on subjects normally not covered on children’s television, like when Big Bird was being bullied for being too big and too yellow.

The show also has special outreach material specifically made for children of difficult situations, called “Little Children, Big Challenges.” These stories can cover everything from divorce to poverty to having an incarcerated parent. They also cover topics for children of the military, such as Rosita having to deal with her father becoming a wheelchair user after getting wounded in battle.

So, in short, this is a show that does more than any other children’s show I know, so I figured I would draw your attention to it so it can be properly appreciated.

Cerpen: The Way I Lose Her

Hai gaes..
What up~

Awalnya gue nggak pernah nganggep bahwa tumblr ini adalah sebuah blog, karena dari segi fitur dan efisiensitas, tumblr kayaknya lebih cocok disebut sebagai sosial media dan lebih menarik ketimbang blog dan wordpress.

Tapi, berhubung dulu gue sempet iseng menulis sebuah cerita pendek perihal latar belakang tumblr ini dalam sebuah cerpen yang berjudul, “My Beautiful Mistake” akhirnya gue jadi agak senang menulis tentang apa yang telah gue laluin semasa SMA hingga Kuliah kemarin.

Nggak berhenti begitu saja, gue yang emang pada dasarnya cuma iseng ngisi waktu sambil nulis akhirnya memotong beberapa kejadian-kejadian kecil di masa SMA dan Kuliah pada satu kesatuan cerita yang nggak terlalu spesifik. Seperti pada cerpen “Hujan Kala Itu” Dan “Sedekat Detik dan Detaknya”

Namun, entah kenapa rasa-rasanya jadi asik aja nulis kembali pecahan-pecahan cerita yang emang sebenarnya lucu kalau gue inget-inget lagi. Betapa tololnya gue yang dulu, betapa nggak pekanya gue yang dulu, betapa sering patah hatinya gue yang dulu, dan masih banyak lagi.

Maka dengan hadirnya cerpen “The Way I Lose Her” ini, semoga itu bisa menjadi penghubung cerita cerpen-cerpen sebelumnya. Dan semoga juga bisa menjawab dari beberapa pertanyaan-pertanyaan perihal Geby, Laras, Nala, Ikhsan, dan seluruh peran yang pernah datang, berteduh, lalu kemudian pergi lagi. 

So, this is “The Way I Lose Her” index..

  1. [TWILH: Tulisan Satu] -> Pilot: Im Adult
  2. [TWILH: Tulisan Dua] -> School At First Sight
  3. [TWILH: Tulisan Tiga] -> Ibu
  4. [TWILH: Tulisan Empat] -> Gue Bosnya Di Sini
  5. [TWILH: Tulisan Lima] -> Judgment Day
  6. [TWILH: Tulisan Enam] -> Happy Hunting
  7. [TWILH: Tulisan Tujuh] -> Gue Salah Apa Kak?!
  8. [TWILH: Tulisan Delapan] -> Atribut Seragam
  9. [TWILH: Tulisan Sembilan] -> Perihal Dada
  10. [TWILH: Tulisan Satu Nol] -> Boys Talk Part 1
  11. [TWILH: Tulisan Satu Satu] -> Boys Talk Part 2
  12. [TWILH: Tulisan Satu Dua] -> Ular Tangga
  13. [TWILH: Tulisan Satu Tiga] -> Mrs. Curiosity
  14. [TWILH: Tulisan Satu Empat] -> I Hate Her So Much!
  15. [TWILH: Tulisan Satu Lima] -> Is That You?

I know sometimes people said that’s my life is full of surprise and so fantastic. But you know? That’s bullshit.. it’s not easy to be me.

Tips dimurahkan rezeki kak H amal.

1. Sehari istigfar at least 100 kali subuh, 100 kali zohor, 100 kali asar, 100 kali maghrib, 100 kali isyak.
50 kali pun takpa. Ikutlah masing-masing. Ingat, Rasulullah pun dalam sehari berkali istigfar.


2. Amalkan solat dhuha. Lepas dah amal, try ‘jaga’ solat dhuha. Kalau tak boleh 7 kali dalam 7 hari, buatlah 3 kali dalam seminggu. Bukan kuantiti Allah nilai tapi kualiti. Apa dia ? Keikhlasaan untuk tunduk pada Rabb.


3. Al-quran jangan ketepikan. Solat jangan ketepikan. Dua benda ni kalau kita jaga seperti jaga seorang 'kekasih’, nescaya kita orang yang paling bahagia. Wallahi.


4. Tahajud. Tuan guru nik aziz tahu tak kenapa tak pernah tinggal tahajud ? Sebab ada 'perasaan’ lapang tiap kali melaksanakan solat ini. Manusia nampak kita seperti sibuk sana sini, tapi Allah sentiasa 'lapangkan’ kita dengan cara setiap urusan kita dipermudahkan. Sebab itu tuan guru semasa hayat, waktunya walaupun pack dengan memberi ceramah, masih ada ruang untuk keluarga, isteri dan sebagainya. Lapang tu luas definisinya. Allah beri rezeki dalam banyak bentuk.


5. Hutang. Hutang dengan orang make sure kita bayar dan lunaskan. Kalau tak boleh, buat perjanjian dan musyawarah dengan pihak yang kita hutang kita nak bayar bila, kita nak tempoh sekian sekian. Dan andai masih ada yang berhutang pada kita, jangan tuntut. Kalau dia nak bayar, bayar. Kalau tak, takpa. Halalkan. Dalam masa yang sama, doa banyak-banyak moga itu salah satu Pintu pembuka rezeki untuk kita.


6. Adab pada ibu ayah.
Jangan jadi anak yang 'biadap’ atau yang tiada adab. Sebab once kita sakitkan hati ibu ayah, rezeki susah nak lekat, keep contact. Tanya khabar, minta doa dan restu hari-hari tak kira anda bujang ke dah kahwin ke keep contact. Doakan kesejahteraan ibu ayah.


7. Hubungan dengan manusia.
Jangan suka hasad dengki, dendam kesumat, menyebarkan fitnah, aib, umpat. Kalau terbuat, cepat-cepat muhasabah dan istigfar. Perbanyakkan ambil air wuduk ketika marah. Sebab diri kita sendiri pun tidak terlalu baik.


8. Hormat guru bagi yang student. Hormat majikan bagi yang bekerja. Doakan guru, doakan boss kita. Sentiasa anggap mereka seperti ahli keluarga. Sayangi mereka. Minta mereka doakan kita.


9. Zikir.
Cuba hayati dan selami zikir asmaul husna terutamanya. (99 nama Allah).
Setiap 99 nama Allah ada maksud tersurat dan tersirat. Contoh bab rezeki, boleh amal zikir Ya Razzaq. Ya Razzaq tiap kali lepas solat.


10. Keep sadaqah.
Nampak pakcik jual newspaper tepi jalan belilah dengan wang besar sikit, nampak makcik tepi jalan jual kuih atau nasi lemak belilah walaupun ketika itu kita tak lapar, masuk masjid ringankan tangan untuk masukkan duit dalam tabung even RM 1. Naik bas ke teksi ke, jangan ambil baki wang, niat lah sedekah. Ada duit lebih, beri hadiah pada ibu ayah, guru-guru, kawan-kawan, adik2, suami isteri niat untuk sedekah. Tak perlu tunggu birthday dan sebagainya. Banyak cara sedekah. Apa yang kita 'beri’ itulah 'milik’ kita di sana. Akan dihimpunkan di hari pengadilan. Bukannya apa yang kita 'simpan’.


11. Haiwan dan alam.
Haiwan itu ciptaan Allah. Alam itu ciptaan Allah. Buat baik dengan haiwan, beri makan. Beri minum. Sayangi haiwan. Alam. Tahukah kalian setiap alam di dunia ini akan bertasbih memuji Allah, pokok, sungai, daun, hujan sekalipun akan mengagungkan Tuhan mereka ? Pastikan kita beradab pada alam. Jangan buang sampah, jangan cemarkan dan sebagainya. Sayangilah alam. Sebab seorang guru pernah kata, salah satu tips menjemput rezeki yang manusia selalu lupa adalah adab pada haiwan dan alam.


12. Always positive and never give up
(Bersyukur dan bersabar)
Rezeki itu banyak makna. Dapat lihat mak ayah pun rezeki, dapat belajar tinggi-tinggi pun rezeki, dapat boss baik pun rezeki, dapat sahabat soleh pun rezeki, dapat pandang dunia dengan nikmat mata pun rezeki, dapat berjalan ke mall, ke pantai, ke taman pun rezeki, sebab ada orang yang takda kaki. Dapat bernafas pun rezeki. Rezeki itu bukan dari segi wang semata-mata. Sentiasa bersyukur dan bersabar dengan apa yang Allah hadiahkan buat kita sama ada suka mahupun duka. Satu je, kalau anda rasa anda diuji dengan sangat teruk ada lagi yang diuji lebih sakit.


Moga bermanfaat.
Wallahualam.
😊

:::: PARENTING NABAWIYYAH ::::

Oleh : Budi Ashari, Lc.

✅ Lelah mendidik anak? Itu adalah bukti bahwa anda belum menikmati proses dan hasil mendidik anak.

✅ Apakah kita bahagia setelah anak kita sukses (sarjana, dapat kerja, dll)? Itu terlalu lama. Apalagi kalau anaknya banyak.

✅ Anak-anak itu aset. Bukan beban. Anak sholeh yang bisa mendoakan orang tuanya, itu aset. Ketika kita meninggal, maka yang paling berhak mensholatkan kita adalah anak kita. Itu aset. Sholat jenazah itu isinya doa semua. Anak itu kekayaan di dunia dan akhirat.

✅ Rosululloh bersabda: “Kamu (anak lelaki) dan hartamu milik orang tuamu.”

✅ Artinya, walaupun sudah menikah, orang tua punya hak atas harta kita.Anak-anak yang kita dorong untk menghafal Al Qur'an 30 juz kelak di hari kiamat yang mendapat keistimewaan bukan hanya anak itu, tapi juga orang tuanya (mahkota).

✅ Hilangkan anggapan bahwa anak-anak itu beban. Anak-anak kita tidak numpang hidup pada kita. Numpang? Anda sombong. Bayi lahir sudah membawa rezekinya. Yang menjadi masalah adalah kita belum “percaya” pada Alloh.

✅ Tidak ingin punya anak banyak karena biaya pendidikan mahal? Logis. Tapi itu iman belum berperan.Kalau anak adalah aset, maka kita ingin punya sedikit atau banyak?

✅ Apa fungsinya sabar dan syukur kalau bukan untuk bahagia. Tawakkal. Petani itu bahagia saat tanamannya tumbuh baik, padahal belum panen. Saat hujan turun, padahal belum menanam.

✅ Jadi bahagia itu jangan tunggu panen, jangan tunggu sampai anak besar. Asal prosesnya baik. Kalau seperti ini, maka orang tua akan bahagia sepanjang usia anaknya.

✅ Ada masanya ketika orang tua panen raya. Syaratnya, hanya dengan cara Islam. Mendidik anak itu persis seperti menanam pohon.Alloh berfirman dalam QS. 3:35-37, didik anak dengan pertumbuhan yang baik.

✅ Di akhir QS. Al Fath berbicara tentang proses pertumbuhan tanaman hingga ia kokoh. Tapi dalam ayat ini Alloh tidak membahas hingga tanaman tersebut berbuah. Namun hingga tahap ini sudsh menyenangkan hati penanamnya.

✅ Alloh berbicara ini (tanaman) ketika Rosul mendidik sahabat-sahabatnya.Dalsm surat ini, belum panen saja Alloh sudah memberikan kebahagiaan.

✅ Anak kita yang menanam siapa? Kita. Setiap proses pertumbuhannya kita merasakan bahagia.

✅ Lalu kapan Alloh bicara buahnya? Di QS. Ibrohim: 24-25. Baiknya anak kita nanti, maka itu adalah hak Alloh. Tugas kita adalah menanamnya dengan baik. Semoga kelak Alloh mengizinkan agar hasilnya baik juga.

✅ Tapi ingat, pohon itu kan yang kita konsumsi bukan hanya buahnya. Mendidik anak juga sama. Tetapi itu dengan izin Alloh. Maka didiklah anak kita dengan maksimal. Ikuti caranya.

✅ Dalam sebuah hadits Rosululloh menyampaikan bahwa ada sebuah pohon. Dimana Keberkahan pohon itu seperti keberkahan seoranng mukmin. Pohon apa itu? Pohon kurma.

✅ Pelajari pohon kurma untuk mendidikan anak kita. Pohon kurma itu berkah, kata Rosul. Kurma itu berbuahnya perlu waktu lama, sekitar 8 tahun. Tapi hasilnya juga sesuai dengan kesabaran kita memetik buahnya.

✅ Sama seperti pohon zaitun yang bisa menopang perekonomian Spanyol. Jika pohon ini baik, maks ia akan lebih panjang dari usia kita.

✅ Pohon ini usianya ratusan tahun. Terus berbuah. Nutrisi kurma berbeda dengan nasi. Sesuai dengan kesabaran menunggunya berbuah.

✅ Yang tumbuh pertama dari pohon kurma adalah thol/ mayang/ bakal buah, tapi perlu dikawinkan dulu. Berdasarkan hasil penelitian, mayang jantan kurma, memiliki warna, aroma, dan fungsi yang mirip seperti sperma manusia.

✅ Mayang, akan tumbuh berwarna hijau (kholal), menyenangkan dari segi pemandangan walau rasanya belum manis. Anak kita pun demikian.

✅ Susui dengan cara yang benar. Usia 3-6 tahun adalah usia yang sangat penting mendapatkan sentuhan dari orang tuanya karena sedang pandai untuk meniru.

✅ Konsep pendidikan yang paling tepat di saat itu adalah keteladanan. Memang belum manis. Tapi kalau anak berperilaku baik dan lucu akan menyenangkan.

✅ Setelah kholal kemudian akan menjadi berwarna kuning. Mulai ada sedikit rasa manisnya. Setiap fase ada warna-warna indah pada anak-anak kita.

✅ Kemudian berwarna merah (balah). Rasanya sudah mulai enak. Kalau sudah usia 7 tahun Nabi perintahksn untk sholat. Dijaga hingga 10 tahun. Evaluasi. Bacaannya. Masih disuruh-suruh atau tidak. Bahkan Nabi memerintahkan untuk memukul dengan pukulan pendidikan. Jika sholatnya baik, yang lainnya akan baik. Dan perjelas status dia laki-laki atau perempuan. Pisahkan tempat tidur mereka. Apalagi dengan orang lain.

✅ Usia 10 tahun seharusnya sudah tidak boleh cium tangan dengan gurunya. Sebaiknya pendidikan dipisah mulai usia 10 tahun. Pelanggaran di tahap ini akan buruk di usia berikutnya.

✅ Tanamkan ilmu agama terlebih dahulu. Bukan ilmu umum dulu. Bacakan ayat-ayat Al Qur'an. Sucikan hati mereka. Ajari ilmu tafsir dan ilmu hadits Nabi. Sesuai dengan QS. Al Jumu'ah: 2. Lalu kemana ilmu eksak? Itu nanti. Ada di dalam QS. Al Baqoroh.

✅ Fase rusyda. Usia baligh. Bicara masalah harta. QS. An-nisaa’: 5 dan 6. Kemampuan menyimpan dan mengembangkan uang dengan baik, dll.

✅ Kemudian kurma itu dari berwarna merah menjadi ruthob. Warnanya coklat. Rasanya manis sekali. Pada saat inilah anak akan berperilaku baik dengan sendirinya karena telah ditanamkan nilai-nilai kebaikan pada fase-fase sebelumnya.

✅ Semoga kelak anak kita menjadi anak yang sholih dan sholihah. Aamiin..

eskacanghijau  asked:

Mbak Din, saya boleh minta pendapat? Singkat cerita ada sahabat yg akan segera menikah dg lelaki yg dijodohkan dgn nya sebentar lg. Dia bertanya kpd saya, gini "Kalo misalnya kamu punya masa lalu yg buruk banget, kamu bakal cerita engga ke pasanganmu? Di satu sisi itu aib, tp di sisi lain pasangan jg perlu tau krn takutnya tau dari org lain." Menurut Mbak Din gimana? Jujur saya takut mau memberikan pendapat Mbak, saya takut pendapat saya kurang tepat dari segi agama ataupun secara umum.

Mohon maaf lama balasnya karena saya merasa tidak punya ilmu yang cukup untuk menjawabnya @eskacanghijau . Jawaban saya ini mohon jangan dijadikan acuan kebenaran ya, ini hanya kesimpulan2 yang saya dapatkan dari sedikit sekali informasi yang masuk. 

Yang saya tahu, tidak ada kewajiban kita (bahkan dilarang) untuk menceritakan keburukan kita di masa lalu pada orang lain termasuk pasangan, sepanjang sudah bertaubat. Kalo misalnya dulu make narkoba, minum alkohol, ga perlu lah pasangan tahu juga kecuali ada treatment yang perlu dilakukan. Kalaupun nanti pasangan tahu dari orang lain, itu resiko dosa masa lalu, tapi kita ga perlu kok cerita ke pasangan. 

Berdasarkan kisah Umar bin Khattab RA ketika beliau menjadi khalifah, aib masa lalu tidak perlu diceritakan, termasuk pada pasangan. Ketika itu seorang laki - laki mendatangi Umar RA dan bercerita bahwa putrinya akan menikah dengan seorang laki - laki. Dahulunya, perempuan ini berzina dan sekarang sudah bertaubat, apakah perempuan ini perlu bercerita pada calon suaminya? Umar RA menjawab kira2, “Allah sudah menutupi aibnya, maka mengapa hendak kau sebarkan aib itu?”

Tapi kisah Umar RA ini, saya tidak tahu apakah perempuan itu janda sehingga kalaupun dia berzina tidak akan ketahuan oleh suaminya kelak? Atau apakah di zaman itu orang belum bisa membedakan mana gadis dan mana yang sudah bukan? Ini bagi saya masih misteri, karena mungkin saya belum tahu kisah lengkapnya.

Beberapa riwayat lain juga memerintahkan untuk menutup aib. Lengkapnya bisa merujuk pada buku - buku Islam atau web Islam yang terpercaya. Ada beberapa pendapat dari yang pernah saya baca. Salah satunya kukuh berpegang bahwa keburukan masa lalu tidak boleh diceritakan. Satunya lagi jika keburukan itu sudah pasti akan ketahuan (misalnya dia sudah tidak perawan padahal belum menikah), sebaiknya diceritakan dengan hati2, minta bantulah keluarga jika tidak sanggup. 

Berdasarkan beberapa cerita yang saya dengar dari teman - teman laki saya, mereka kecewa pada istrinya yang sudah tdak gadis bukan karena mereka tidak gadis, tapi karena si istri tidak jujur di awal.

Nah, dua pendapat ini yang bikin saya bingung karena memang saya bukan ahlinya. Jadi, saya punya ide bagus. Gimana kalo kita tanyakan pada @deamahfudz atau @lellyfitriana saja? Biar dijelaskan dengan terstruktur dan ilmunya jelas. Semoga bisa jadi ilmu bagi yang lain. *lembar batu sembunyi tangan*

8

‘I promise you, Shin Se Gi. If you don’t stop me from doing these things after I mustered courage for the first time, If you don’t steal just the time I have with this person, I promise you tens, hundreds, and thousands of times, I promise that I’ll give my entire body and all of my time and memories to you in my next life. I promise that I’ll become your false image in my next life. So please, just don’t appear in front of this person. Please just don’t steal this love from me.’

2045, Siapkah?

Sebagai generasi muda yang di tahun 2016 ini masih berusia 20an, kita harus menyadari bahwa anak-anak kita nanti adalah calon-calon pemimpin di semua lini pada tahun 2045. Tahun yang sama bertepatan dengan 100 tahun Indonesia merdeka. Oleh karena itu, anak-anak kitalah yang di tahun 2045 nanti disebut sebagai Generasi Emas Indonesia.

Untuk mempersiapkan anak-anak yang akan menjadi Generasi Emas Indonesia, kita membutuhkan banyak persiapan dari segi keimanan dan akidah, ilmu, kesiapan psikologis, kematangan berpikir, dll. Jika orangtua dulu sering berkata bahwa tak ada sekolah untuk menjadi orangtua, rasanya hal itu kini terbantahkan dengan banyaknya bahan belajar yang tersebar melalui buku, media, seminar atau forum. Istilah parenting pun kini sudah semakin akrab di telinga. Jadi, sudah saatnya kita berpikir lebih jauh tentang mempersiapkan pernikahan dan berkeluarga, tujuannya adalah agar anak-anak kita kelak siap untuk menjadi Generasi Emas Indonesia 2045.

Permasalahannya, generasi kita saat ini sedang menghadapi tantangan sosial tentang gap generasi dan perbedaan persepsi mengenai kesiapan mengasuh. Kebanyakan orangtua kita dulu membesarkan anak-anaknya dengan pengetahuan seadanya karena menganggap bahwa pengasuhan adalah hal natural yang bisa didapatkan seiring dengan berjalannya waktu. Selain itu, dulu ketika orangtua kita membesarkan kita, akses informasi terhadap ilmu parenting belum marak seperti sekarang. Dampaknya, saat ini kita tidak tumbuh sebagai individu yang dipersiapkan untuk menjadi isteri, suami dan orangtua. Padahal, perkembangan zaman dan situasi dunia menuntut kita untuk siap dalam menghadapi tantangan-tantangan pengasuhan.

Pertanyaannya, apa yang membuat kita harus mencari tahu tentang pengasuhan? Mengapa parenting menjadi begitu penting bagi kita sebagai calon orangtua? Mengapa harus mempersiapkan dari sekarang ketika mungkin kita belum memiliki rencana untuk menikah dalam waktu dekat?

Kesalahan pengasuhan terhadap anak akan menghasilkan anak-anak yang bermental BLAST (Bored, Lonely, Afraid, Angry, Stress and Tired), sehingga mereka rentan terhadap bullying, peer pressure, konten dan nilai yang tidak baik, pornografi dan gaya hidup yang tidak sehat. Padahal, calon-calon Generasi Emas Indonesia 2045 ini perlu kita didik dengan baik agar mampu bermental BEST (Behave Empathetic Smart Tough). Bisakah kita menghasilkan anak-anak BEST jika kita tidak mengupayakan dan memperkaya diri dengan ilmu? Bisakah kita mendidik anak-anak agar menjadi BEST jika kita bermental BLAST dan hanya berbekal perbekalan seadanya? Tentu tidak. Oleh karena itu, kita membutuhkan banyak persiapan. Persiapan tersebut perlu dilakukan dari sekarang. Kita tidak ingin belajar dengan terburu-buru seperti pekerja yang sedang dikejar deadline, bukan?

Terakhir, dalam Al-Qur’an Allah berfirman, “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (Q.S An-Nisa : 9)

So, ayo belajar, ayo mempersiapkan diri! Kita buat anak-anak kita menjadi anak-anak yang siap untuk menjadi Generasi Emas Indonesia 2045!
***

Tulisan ini ditulis berdasarkan hasil diskusi dengan NuParents, sebuah program yang merupakan bagian dari program SEMAI (Selamatkan Generasi Emas Anak Indonesia) 2045.