sayyidina

Suatu hari ketika Sayyidina Utsman bin Affan sedang berkhutbah Jum'at, dilihatnya seorang sahabat datang dan duduk di pojokan. Usai melaksanakan khutbah dan turun dari mimbar Utsman mendatanginya.

“Sesungguhnya aku telah melihat ada bekas zina di matamu!”

Terkaget lelaki itu, kemudian bertanya dengan gugup.
“Apa yang kau bicarakan Amirul mukminin? Apa yang salah denganku? Apakah ada perintah ada ayat yang turun dari Allaah untukku? ”

“Tidak” sahut Utsman.
“Ini hanya naluri seorang muslim”

Ya. Lelaki itu memang baru melakukan zina. Dalam perjalanan ke mesjid, dia melihat wanita yang cantik parasnya. Kemudian memperhatikannya.

Hanya itu?(?)

Namun bukan masalah besar kecilnya perbuatan. Adakah yang bisa menyangkal naluri lembut dari seorang pria pemalu yang malaikatpun malu padanya?

Hati-hati. Jika memandang lawan jenis saja hingga lebih dari 3 detik sengaja dianggap berzina. Apalagi bila kita bersalaman, berdekatan, bertawa, berkumpul, bahkan sampai (maaf) pacaran?

Naluri murni kita, adalah cermin dari kebenaran sebenarnya. Maka patutlah orang makin beriman pada Rabb nya, akan makin jernih naluriny, bening hatinya, dan bersih fikirannya.

Semoga hati ini, masih mampu menjerit hebat bila badan berbuat maksiat. Agar ia didengar telinga, dilihat mata, dan dirasa jiwa. (at Bandung, Indonesia)

Made with Instagram

ustadzah Halimah Alaydrus :

Dipadang mahsyar nanti , ada sekelompok orang-orang yang mendapat keistimewaan dapat meminum air telaganya Nabi Muhammadﷺ

Yang perempuan , bisa langsung diberi minum dengan Sayyidatina Aisyah RA , Sayyidatina Fathimah , Sayyidatina Khadijah , tergantung dulu di dunia engkau menjadi wanita yang seperti apa - Ada perempuan-perempuan yang pintar , cerdas , hafal qur'an mengerti pemahaman qur'an. maka akan di beri minum oleh Sayyidah Aisyah RA - Ada perempuan-perempuan yang pintar jaga diri , sopan santun , baik sama suami , didik anak dengan baik , lemah lembut , penuh cinta. Maka akan diberi minum oleh Sayyidah Fathimah - Ada perempuan-perempuan hebat , mandiri , mau mengorbankan apapun demi jalan Allah dan RasulNya. maka akan diberi oleh Sayyidah Khadijah

Dan yang lelaki akan diberi minum oleh Sayyidina Ali ibn Abi Thalib , Sayyidina Abu Bakr Asshidq , Sayyidina Utsman bin Affan , Sayyidina Umar ibn Khattab - Lemah lembut , penuh kasih sayang , ahli ibadah , penuh ke khusyu'an , penuh cinta kepada Nabi Muhammadﷺ , akan diberi minum oleh Sayyidina Abu Bakr - Tegas , keras , hebat dalam memperjuangkan agama Allah ﷻ , akan diberi minum oleh Sayyidina Umar ibn Khattab - Ahli baca qur'an , dermawan , akan diberi minum oleh Sayyidina Utsman ibn Affan - Tangguh , ilmunya luar biasa , ibadahnya hebat , akan diberi minum oleh Sayyidina Ali ibn Abi Thalib

Carilah kemiripan dengan orang-orang mulia

Dan ada pula orang-orang yang diberi minum langsung dari tangan Nabi Muhammadﷺ 

Tak ada cara untuk mencari kedekatan dengan Nabi Muhammadﷺ begitu kita sudah mati , sekaranglah saatnya, saat masih hidup.. Wallahu a'lam

Cinta, Hulu dari Segala Bahagia

Dari sayyidina Hudzaifah Radhiallahu berkata, jika Rasulullah sallallahu alaihi wasallam berdoa untuk seseorang maka doa itu sampai keturunannya, keturunannya, dan keturunannya.

Dari riwayat lain yang datang dari sayyidatuna Aisyah Radhiyallahu Anha, dia meminta pada Rasulullah agar mendoakannya. Kemudian beliau berdoa:

“Semoga Allah mengampuni dosa-dosamu, melimpahkan rahmat-Nya padamu, memudahkan segala urusanmu, mengangkat kesulitan, dan menjauhkan bala’ darimu”.

Kemudian sayyidatuna Aisyah Radhiyallahu Anha tersenyum, lantas Rasulullah bertanya,
“Apakah engkau bahagia?”
“Tentu ya Rasulullah”
“Begitulah aku mendoakan ummatku di setiap malam.”

Dan kita sekarang hidup mengenal islam sebab siapa? Rasulullah telah berdoa jauh-jauh hari sebelum kita sempat bertatap muka. “Ummatii..ummatii..”( ummatku ..ummatku..), sejak Rasulullah pergi sampai dengan saat ini, membaca tulisan ini sebab kita ada dalam doa Rasulullah. Apa gerangan yang membuat Rasulullah berdoa demikian kalau bukan karena cinta?

Sayang, kita yang selalu ada dalam doanya kadang hanya sekedar tau nama, tak mau tau apa yang beliau perjuangkan, atau enggan untuk sekedar menjawab sholawat, jangan tanya apakah beliau ada tempat di hati, bahkan ketika kemudahan datang kita sering lupa pada yang Maha Pemberi.

Kenali dia agar kita cinta.
Sebab mencintainya adalah pembimbing menuju keridhaan Allah Subhanahu wa taala.

Untuk diri. 18 September 2016

@Regrann from @kalamulamaku - “Ikatlah nikmat ALLAH SWT dengan Syukur. Orang yang tidak bersyukur ALLAH cabut darinya nikmat itu.“ - Sayyidina Umar bin AbdulAziz

Made with Instagram

Terhadap airmata yang pernah tercurah dari sayyidina Rosulillah saw adakah telah kita balas dengan amal baik kita?

Saat sikaya sibuk mencari harta,

Saat simiskin sibuk mengeluh susah,

Ingatlah ada.

Rosulillah menantimu disana.

اللهم صل علی سيدنا محمد يارب صل عليه وسلم

—  Ali Muhammad Hubbi