sayyidah

3

Sayyidah Zaynab Mosque - Damascus, Syria

Dating back to 682 CE, the mosque is a holy shrine & contains the grave of Zaynab bint Ali, the daughter of Imam Ali & granddaughter of the prophet Muahmmad.

Amat geli urat-urat kentut bila melihat segelintir Muslimah yang bertudung labuh, yang memperagakan bodynya, yang memberi peluang lelaki ajnabi menatap wajahnya dilaman social, dgn tujuan hendak menjadi sebutan dikaca mata Akhi akhi berkopiah, ada yg bergambar tunjuk lesung pipit, ada yang tangan Buat Peace, ada yang pandang belakang tak tunjuk muka, ada yang tutup muka kuat-kuat, tp peraga badannya, peraga wajahnya yang solehahnya, kononnya.

Siap bercaption “Aku muslimah, Aku Tak Kuat, Berhenti mempermainkan aku, "kalau hendak yang solehah bukan aku orangnya, tapi kalau hendak pimpin aku menjadi solehah, aku orangnya” “tutup mata tangan didada, doa didalam hati untuk orang yang kita rindu”
sudah-sudah lah wahai yang mengakui muslimah, berhentilah dari mencintai kemasyhuran, Menggilai glamour, disebut sebut masyarakat.
Rasulullah meletakkan kalian disuatu tahap yg terindah diatas muka bumi ini,

Sabda Rasulullah, Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita solehah, tidak mahukah kalian diakhirat nanti hendak bersama Rombongan Rasulullah, Sayyidah fatimah al Batul, Siti Aishah ar Ridho, dan seluruh para Wanita solehah?


Seorang wanita solehah sejati bukanlah dilihat dari kecantikan & keayuan wajahnya, yang dilihatNya itu dari kecantikan dan ketulusan hatinya yang tersembunyi. Itulah yang terbaik.

By : @pencintarasulallah

Made with Instagram
4

Sayyidah Ruqayya Mosque - Damascus, Syria

The mosque is a holy shrine & it contains the grave of Sukayna bint Hussein, the daughter of Imam Hussein, granddaughter of Imam Ali, & great-granddaughter of the Prophet Muhammad.

Diriwayatkan pada masa kecil menjelang lebaran, Alhasan dan Alhusain tidak memiliki pakaian baru untuk lebaran, sedangkan hari raya sebentar lagi datang.
.
Mereka bertanya kepada ibunya,
“Wahai ummah anak2 di Madinah telah dihiasi dg pakaian lebaran kecuali kami, mengapa bunda tidak menghiasi kami?”
.
Sayyidah Fathimah menjawab,
“sesungguhnya baju kalian berada di tukang jahit”.
.
Ketika malam hari raya tiba, mereka berdua mengulangi pertanyaan yg sama, Sayyidah Fathimah menangis karena tidak memiliki uang untuk membeli baju buat kedua buah hatinya itu..
.
Ketika malam tiba, ada yg mengetuk pintu rumah, lalu Sayyidah Fathimah bertanya, “siapa?”
.
Orang itu menjawab, “Wahai putri Rasulullah, aku adalah tukang jahit, aku datang membawa hadiah pakaian untuk putra2mu”.
.
Maka beliaupun membuka pintu, tampak seseorang membawa sebuah bingkisan hadiah, lalu diberikan kepada Sayyidah Fathimah.
.
Kemudian beliau membuka bingkisan tersebut, ternyata didalamnya terdapat 2 gamis, 2 celana, 2 mantel, 2 sorban serta 2 pasang sepatu hitam yang kesemuanya sangat indah.
.
Lalu Sayyidah Fathimah membangunkan kedua putra kesayangannya lalu memakaikan hadiah tersebut kepada mereka.
.
Kemudian Rasulullah Saw datang dan melihat keduanya sudah dihiasi dari semua hadiah yg terdapat dalam bingkisan tsb.
.
Kemudian Rasulullah Saw menggendong kedua cucunya dan menciumi mereka dg penuh cinta dan kasih sayang.
.
Rasulullah Saw bertanya kpd Sayyidah Fathimah, “Apakah engkau melihat tukang jahit tersebut?”
.
Sayyidah Fathimah menjawab:
“Iya, aku melihatnya”,
.
Lalu Rasulullah Saw bersabda, “Duhai putriku, dia bukanlah tukang jahit, melainkan Malaikat Ridwan penjaga surga…”
.
Bahkan para penghuni langit dan bumi pun berbahagia jika kedua cucu Rasulullah berbahagia dan bersedih jika mereka bersedih….
.
They look at Hollywood and say, “if only our marriage was like that!” We look at the Prophet and Sayyidah Khadijah and say, “if only our marriage was like that!” They were the greatest story of love. صلى الله عليه و اله و سلم
—  Shaykh Mohammed Aslam
SAIDINA ALI DENGAN DUA MALAIKAT

Kisah ini diriwayatkan Ja’far bin Muhammad, yang memiliki sanad dari ayahnya, lalu dari datuknya. Suatu ketika, datuknya Ja’far menceritakan bahawa Sayyidina Ali bin Abi Thalib karramaLlahu wajhah mengunjungi rumahnya selepas silaturahim kepada Rasulullah.

Di rumah itu Ali menjumpai isterinya, Sayyidah Fatimah, sedang duduk memintal, sementara Salman al-Farisi berada di hadapannya meminta S.Fatimah membuat kain untuknya.

“Wahai perempuan mulia, adakah makanan yang boleh kau berikan kepada suamimu ini?” tanya Ali kepada isterinya.

“Demi Allah, aku tidak mempunyai apapun. Hanya enam dirham ini, kos upah dari Salman kerana aku telah memintal kapas untuk membuat kain yang diminta olehnya,” jawab S.Fatimah. “Wang ini ingin aku belikan makanan untuk (anak kita) Hasan dan Husain.”

“Bawa kemari wang itu.” Fatimah segera memberikannya dan Ali pun keluar membeli makanan.

Tiba-tiba beliau bertemu seorang laki-laki yang berdiri sambil berujar, “Siapa yang ingin memberikan hutang (kerana) Allah yang maha menguasai dan mencukupi?” Sayyidina Ali mendekat dan langsung memberikan enam dirham di tangannya kepada lelaki tersebut.

Fatimah menangis saat mengetahui suaminya pulang dengan tangan kosong. Sayyidina Ali hanya boleh menjelaskan peristiwa secara apa adanya.

“Baiklah,” kata Fatimah, tanda bahawa beliau menerima keputusan dan tindakan suaminya.

Sekali lagi, Sayyidina Ali bergegas keluar. Kali ini bukan untuk mencari makanan melainkan mengunjungi Rasulullah. Di tengah jalan seorang Badui yang sedang menuntun unta menyapanya. “Hai Ali, belilah unta ini dariku.”

”Aku sudah tak punya wang sesen pun.”

“Ah, kau boleh berhutang dahulu, boleh dibayar nanti.”

“Berapa?”

“Seratus dirham.”

Sayyidina Ali sepakat membeli unta itu meskipun dengan cara hutang. Sesaat kemudian, tanpa disangka, sepupu Nabi ini berjumpa dengan orang Badwi(orang Arab kampung) lainnya.

“Apakah unta ini kau jual?”

“Benar,” jawab Ali.

“Berapa?”

“Tiga ratus dirham.”

Si Badwi membayarnya tunai, dan unta pun sah menjadi tunggangan barunya. Ali segara pulang kepada istrinya. Wajah Fatimah kali ini tampak berseri menunggu penjelasan Sayyidina Ali atas kejadian yang baru saja dialami.

“Baiklah,” kata Fatimah selepas mendengarkan cerita suaminya.

Ali bertekad menghadap Rasulullah. Saat kaki memasuki pintu masjid, sambutan hangat langsung datang dari Rasulullah. Nabi melempar senyum dan salam, lalu bertanya, “Hai Ali, kau yang akan memberiku khabar, atau aku yang akan memberimu khabar?”

“Sebaiknya Engkau, ya Rasulullah, yang memberi khabar kepadaku.”

“Tahukah kamu, siapa orang Badwi yang menjual unta kepadamu dan orang Badwi yang membeli unta darimu?”

“Allah dan Rasul-Nya tentu lebih tahu,” sahut Ali memasrahkan jawapan.

“Sangat beruntung kau, wahai Ali. Kau telah memberi pinjaman kerana Allah seharga enam dirham, dan Allah pun telah memberimu tiga ratus dirham, 50 kali lipat dari tiap dirham. Badwi yang pertama adalah malaikat Jibril, sedangkan Badwi yang kedua adalah malaikat Israfil (dalam riwayat lain, malaikat Mikail).”

Kisah dari kitab “al-Aqthaf ad-Daniyah” ini menggambarkan betapa ketulusan Ali dalam menolong sesama telah membuahkan balasan berlipat, bahkan dengan cara dan hasil di luar dugaannya.

Keluasan hati isterinya, Fatimah r.a, untuk menerima keterbatasan juga melengkapi kisah kebersahajaan hidup keluarga ini. Dokongan penuh dari Fatimah telah menguatkan sang suami untuk tetap bermanfaat bagi orang lain, meski untuk sementara waktu mengabaikan kepentingannya sendiri: makan.

(Mahbib Khoiron)

SILA SHARE DAN SEBARKAN

ustadzah Halimah Alaydrus :

Dipadang mahsyar nanti , ada sekelompok orang-orang yang mendapat keistimewaan dapat meminum air telaganya Nabi Muhammadﷺ

Yang perempuan , bisa langsung diberi minum dengan Sayyidatina Aisyah RA , Sayyidatina Fathimah , Sayyidatina Khadijah , tergantung dulu di dunia engkau menjadi wanita yang seperti apa - Ada perempuan-perempuan yang pintar , cerdas , hafal qur'an mengerti pemahaman qur'an. maka akan di beri minum oleh Sayyidah Aisyah RA - Ada perempuan-perempuan yang pintar jaga diri , sopan santun , baik sama suami , didik anak dengan baik , lemah lembut , penuh cinta. Maka akan diberi minum oleh Sayyidah Fathimah - Ada perempuan-perempuan hebat , mandiri , mau mengorbankan apapun demi jalan Allah dan RasulNya. maka akan diberi oleh Sayyidah Khadijah

Dan yang lelaki akan diberi minum oleh Sayyidina Ali ibn Abi Thalib , Sayyidina Abu Bakr Asshidq , Sayyidina Utsman bin Affan , Sayyidina Umar ibn Khattab - Lemah lembut , penuh kasih sayang , ahli ibadah , penuh ke khusyu'an , penuh cinta kepada Nabi Muhammadﷺ , akan diberi minum oleh Sayyidina Abu Bakr - Tegas , keras , hebat dalam memperjuangkan agama Allah ﷻ , akan diberi minum oleh Sayyidina Umar ibn Khattab - Ahli baca qur'an , dermawan , akan diberi minum oleh Sayyidina Utsman ibn Affan - Tangguh , ilmunya luar biasa , ibadahnya hebat , akan diberi minum oleh Sayyidina Ali ibn Abi Thalib

Carilah kemiripan dengan orang-orang mulia

Dan ada pula orang-orang yang diberi minum langsung dari tangan Nabi Muhammadﷺ 

Tak ada cara untuk mencari kedekatan dengan Nabi Muhammadﷺ begitu kita sudah mati , sekaranglah saatnya, saat masih hidup.. Wallahu a'lam

Sahabat andai kau tahu
Hati ini terlalu sakit
Terlalu banyak memendam rasa

Aku tahu
Memang bukan mudah
Jalan ini banyak onak dan duri
Jalan ini aku yang pilih
Aku cuba untuk kuat meski acap kali jatuh tersungkur dek kerana mulut bangsat manusia

Kadang aku keliru
Tersasar dalam mencari langkah
Kadang aku rasa seperti ingin lari dari semua ini
Ku lihat burung bebas berterbangan
Sungguh aku cemburu

Tapi aku belajar untuk menerima
Kerana aku yakin disetiap mendung
Akan ada pelangi indah
Kerana itu janjiNya

Doakan aku berjaya
Aku ingin kita bersama melangkah
Mengapai cinta Dia
Kerana aku pelukan seseorang untuk menarik aku
Andai aku tersungkur lagi

-sayyidah suhaila-
-131214-

Assalamualaikum semua ..

Alhamdulillah setelah penubuhan UD beberapa bulan yang mendapat sambutan yg menggalakkan =) 

Jadi kami ingin membuka keahlian baru untuk sesiapa yang berminat ..

InsyaAllah sama-sama kita berkongsi ilmu dan mencari MAHABBAH ALLAH =)

Dan yang paling penting niatkan kerana Allah bukan kerana dunia kerana dunia hanyalah sementara dan akhiratlah yang kekal.

Mari sama-sama kita SEBARKAN BAHAGIA

Usrah ini diadakan di whatapps n wechat (AKHWAT SHJ)

Dan kepada yang berminat boleh pm saya 

FB:Usrah Darussalam/Sayyidah suhaila

Wechat:Sayyidah14

Whatapps:01127762090 (Sayyidah)

AIM OR TUJUAN UD ditubuhkan ialah untuk

1.Berkongsi ilmu 

2.Berukhuwah kerana Allah

MOGA ALLAH BANTU MOGA ALLAH REDHA