saveui

2

Ga sampe 2 menit untuk paham gambaran besar kisruh yang sedang terjadi di UI.

Pahami masalahnya, dan sebarkan pesan gerakan #saveUI ke seluruh civitas UI, dengan :

1. Gunakan pin #saveUI setiap hari

2. Reblog, retweet, repost pencerdasan-pencerdasan #saveUI

#Nantikan episode selanjutnya dalam serial “Memahami #saveUI Dalam 2 Menit”

So Sorry #saveui

6 bulan terakhir publik UI di sibukkan dengan #saveui. Sebuah gerakan yang berawal dari pemberian gelar Dhc kepada Raja Arab dari UI. Rektor menjadi tersangka, kali ini ia jatuh. Lalu merembet ke sepak terjang yang lainnya. Tata kelola UI yang amburadul, makanan anjing seharga 6 juta, tafsir-menafsir PP 152 dan PP 66, saling putus-memutuskan hubungan (kayak orang pacaran aja) antara rektor dan MWA, dan yang terakhir saling berjabat tangan, seolah semua yang terjadi di masa lalu telah sirna.

Itulah dagelan, dagelan politik antara Rektor, MWA dan Mendiknas, dan kita, mahasiswa hanya terseret arus kekuasaan semata. Ini isu elitis kawan. dan akhirnya saya menyadari, bahwa ini semua sia-sia. Kenapa sia-sia ? Coba lihat, isu #saveui ini seperti telenovela meksiko yang mendayu-dayu,seperti dorama jepang yang satir danmembuat penonton harus menguras airmata, tertawa, bahkan kesal melihatnya. Saya pun sama.

Sebenarnya, masalah ini sederhana, ini tentang power  dan keseriusan.

Sorry to say, saya harus mengatakan ini, tapi MWA ( ini MWA non UM. untuk MWA-UM,kalian luar biasa, hormat saya tercurah untuk Jay dan Timnya yang berjuang ekstra keras menyuarakan dan mencari solusi untuk masalah ini.)  memang tidak punya power apapun untuk setidaknya memperingatkan rektor apalagi menurunkannya. Bayangkan, rektor yang ada di bawahnya sampai berani menulis surat bahwa ia sudah tidak punya hubungan lagi dengan MWA. ini artinya apa? di mata rektor, MWA bukan apa-apa,MWA tidak penting baginya. Dan puluhan rapat-rapat MWA itu juga tidak berpengaruh sama sekali kepada rektor.Jelas ini mengindikasikan kalau MWA tidak punya kekuatan. So sorry for this

Yang kedua, keseriusan. Kalau memang pengusung isu ini serius terhadap masalah. Harusnya sudah sejak dari dulu rektor dilaporkan kepolisi atau KPK. Bukti sudah banyak, bukti sudah jelas., tapi kenapa baru dibiarkan, kenapa baru-baru ini saja ribut-ribut melaporkan rektor ke KPK.

Akibatnya apa kawan ?

Isu-isu nasional dan internasional diluar sana terlupakan. #mesuji #bima #pansel KPK, #pemilihan ketua KPK yang baru #pengakuan PBB terhadap palestina, isu-isu itu tidak tersentuh sama sekali dalam pergerakan kita. Ambil contoh, ketua KPK yang baru telh terpilih, tapi apa aksi kita. nothing.. sebenarnya kita bisa membuat kontrak politik dengan KPK yang baru, mulai mengawasi kinerjanya dan tentu mengambil posisi sebagai oposisi konstruktif mereka. Lihat mesuji, lihat bima, pelanggaran HAM berat terjadi, tirani mulai muncul kembali, tapi dimana kita? dimana kita ? Kita sibuk dengan urusan yang tak jelas juntrungannya, kita sibuk menyaksikan opera sabun yang dilakonkan rektor-MWA-Mendiknas, lalu melupakan posisi kita sebagai pengemban amanah rakyat dan oposisi konstruktif pemerintah.

Teringat kembali sebuah pesan dari seorang nenek yang berjualan Aqua di Masjid ARH salemba, setiap Mahasiswa UI turun aksi, ia tidak pernah lupa menyumbangkan satu dus aqua untuk kita. Ucapannya lirih dan sederhana “ berjuanglah untuk rakyat, berjuanglah”

Dimana kita sekarang ? Sebuah refleksi dan opini

(sebuah tulisan save UI dengan Pilok merah yang seumpama darah, tapi di mesuji dan bima, kita bisa menulis spanduk ini dengan darah manusia sungguhan.miris ! )

Salam..

Mau share buat temen-temen UI di Tumblr..

Mulai hari Senin (12/9) sampai beberapa hari ke depan pin ini akan dibagikan secara gratis untuk seluruh civitas UI.

Insya Allah (sejauh ini) ada 9000 pin yang akan diproduksi (dan masih terus bertambah!), dan akan disebar dalam beberapa hari ke depan. Teman-teman bisa dapatkan di spot-spot seperti stasiun UI, Kutek, Pocin, Asrama UI, fakultas masing-masing, atau di diskusi-diskusi publik yang diadakan oleh BEM UI, BEM Fakultas, atau MWA UI Unsur Mahasiswa.

Ayo ikut gerakan pakai pin #saveUI, untuk menunjukkan bahwa Ayahanda Rektor tidak hanya berhadapan dengan teman-teman BEM UI, BEM Fakultas, atau MWA UI Unsur Mahasiswa saja, tapi dengan SELURUH MAHASISWA UI! Bahkan seluruh civitas UI, termasuk office boy, penyapu jalan, dan lain-lain (tentu saja Para Guru Besar, para Dosen, dan para pegawai tak perlu disebutkan lagi).

Perlu diketahui, telah banyak teman-teman aktivis di UI yang ditekan, ditelepon yang macam-macamlah, diancam dengan surat ini itulah, diancam diproses ke Kepolisianlah, dan sebagainya. Tindakan seperti ini harus kita jawab dengan pesan bahwa yang peduli dan yang bergerak bukan segelintir mahasiswa yang dianggap perusuh, tetapi SELURUH MAHASISWA beserta SELURUH ELEMEN yang mencintai UNIVERSITAS INDONESIA!

Bantu reblog dan sebarkan pesan ini ya.

Untuk ikuti perkembangan keadaan UI, follow @jay_mwaui.

Untuk memahami isu secara lebih menyeluruh, teman-teman bisa hadiri Diskusi Publik yang diadakan oleh Badan Kelengkapan MWA UI Unsur Mahasiswa, Kamis, 15 September 2011 di Auditorium Gedung Komunikasi, FISIP UI, Pukul 16.00-18.00.


Get Ready For The FINAL BLOW! #saveUI

Sekarang tensi #saveUI sudah mereda. Apakah gerangan yang terjadi? Apakah masalah ini sudah selesai? Atau mentok disitu-situ aja? Atau para aktivis pergerakan kita pada kehilangan arah? (eaaaa.. wkwkwk) Akankah gelombang #saveUI ini menghilang begitu aja?

Ngga dong. Sederhananya, lagi ada konsolidasi dan persiapan nih dengan berbagai pilar pergerakan, biar gerakan ini ga jadi gerakan spontanitas, emosional, dan ga cerdas. Cuma memang keadaannya lagi rada rumit dan sangat dinamis, jadi better kami ga melontarkan apa-apa dulu.

Tunggu aja, ga lama lagi kita akan berikan FINAL BLOW  dan akhiri semua ini!! Uyeah!!

Mohon bantuannya nanti ya temen-temen UI yang baca ini :) 

Mulai besok, pin ini akan menghiasi kaos, kemeja, jilbab, jaket, atau tas anak-anak UI. Dibagikan secara cuma-cuma, asal yang dikasih mau pake setiap hari. Kalau ini sukses bikin UI rame, saya akan tulis “behind the scene”-nya :)

Hidup Mahasiswa!

Ekspresi Terimakasih dan Bangga

 

Haah.. Tadinya saya janji mau nulis behind the scene-nya pin #saveUI..

Tapi postingan Isni yang saya reblog sudah sangat mewakili :) Bagus sekali

Terimakasih Isni :) Atas semuanya, di tengah skripsinya, dia tanpa pamrih (hahaha, kata-katanya Kak Jay yang sering ditujukan ke Badan Kelengkapan emdoubleyoueiyouem, yang Isni ga suka banget) ngordinir pembagian pin, masang-masangin pin sampe tengah malem, ngeramein media sosial kita, ngerespon dengan cepat setiap bentuk komunikasi yang ingin kita eksekusi, dll.. :)

Saya juga ingin sampaikan perasaan bangga sama semuanya yang ada di BK emdoubleyoueiyouem,  tim kecil yang sangat signifikan segala gerak-geriknya untuk UI.. Keren! Kayak timnya Gundam! :D You are all geniuses!!

Dan tentu saja, selalulah bersemangat Kak Andreas Senjaya! Ckckck.. Pastinya tekanan yang dirasakan Kak Jay ini berat.. Tapi beliau ga memperlihatkan itu ke kita-kita.. Ga sok sibuk dengan keadaan se-hectic belakangan ini.. Beliau ngerti banget aspirasi saya sama Isni yang peduli banget sama komunikasi dengan massa UI. Soalnya ada jenis leader yang nganggep urusan kehumasan dan kemediaan itu remeh temeh dan ga usah terlalu banyak didiskusiin sama dia. Tapi Kak Jay ini mantaplah! :D