saljuk

“By the eleventh century, a number of distinct kufic scripts had developed. In Iran, the letters became more refined, characterized by elongated vertical strokes with left-facing flourishes. In this folio, from a now-dispersed copy of the Koran, the vegetal scroll design, usually reserved for discrete areas of illumination, serves as a backdrop to the elegantly proportioned words. This is the only known Koran decorated in this unusual and elaborate manner.”

TENTANG JODOH
— 

Dikisahkan Najmuddin Ayyub adalah seorang penguasa Tikrit yang masih belum menikah. Ditawarkanlah seorang puteri anak sultan Bani Saljuk. Najmuddin menolak. Ketika ditanya mengapa, Najmuddin menjawab, “Aku menginginkan istri salihah yang menggandeng tanganku ke surga dan dari pernikahan dengannya lahirlah pemuda yang mampu menaklukan Baitul Maqdis.”

Suatu hari, Najmuddin sedang duduk bersama seorang Syekh. Seorang gadis mendatangi syekh tersebut, meminta izin Najmuddin untuk berbicara kepada Syekh. Wahai gadis, mengapa kamu tolak utusan yang datang untuk meminangmu? Tanya Syekh. “Syekh, dia adalah sebaik-baik pemuda dengan ketampanan dan kedudukan, namun ia tidak cocok untukku. Yang aku inginkan adalah seorang pemuda yang menggandeng tanganku ke surga dan dari pernikahan dengannya lahirlah pemuda yang mampu menaklukan Baitul Maqdis.” Najmuddin yang mendengar itu meminta syeikh meminang gadis kampung miskin yang numpang lewat tersebut. Dari pernikahan keduanya, lahirlah Shalahudin al Ayubi penakluk Baitul Maqdis.

Jodoh adalah tentang kesamaan amal shalih. Karena nilai manusia di mata Allah bukanlah kedudukan, ketampanan atau harta. Namun nilai seorang manusia adalah amal sholihnya. Kriteria yang Rasul gunakan dalam memilih pasangan adalah pilih yang paling baik agamanya. Namun bukan hanya pemahaman agamanya, tetapi adalah sebaik apa pengamalan agamanya. Amal sholihnya. Maka ketika jodoh tak kunjung datang, maka bisa jadi amal sholih kita masih belum seimbang dengan jodoh yang disiapkan Allah untuk kita.

“Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26)

Bandung 22/9/2016