salip

2

Traditional Dances from the Philippines
Salip

Ethnic groups from the mountain provinces of Luzon preserve their identity, customs and lore. Their dances celebrate important events in life such as birth, wedding, victory in war and thanksgiving. A Kalinga wedding dance is an important celebration. The bridegroom offers the bride the protection and comfort of his blanket. He simulates the movements of a rooster at love play, aspiring to attract and seize his love. The bride’s friends are ready to help prepare the bride by offering “bangas” (earthen pots) filled with fresh water from the mountain spring.

Photo Source: [x]

Test Drive

Hari ini (1/6) Rara (nama mobil saya) diseruduk dari belakang oleh pengendara sepeda motor. Saya menghentikan Rara karena ada truk yang tiba-tiba belok di depan, kecematan mobil hanya berkisar 30-40 km/jam dalam kondisi padat. Motor yang nyeruduk jelas kecepatan lebih dari itu.

Stereotip yang ada di jalan adalah, kalau ada kecelakaan antara mobil dan motor. Yang salah adalah mobil. Kecepatan mobil tidak akan lebih dari 40km/jam di jalan yang padat dan sempit, itu adalah fakta. Dengan badan kendaraan yang besar, tidak bisa asal salip seperti motor. Tapi, mau gimanapun. Ada bentukan yang stereotip yang lebih besar bahwa memiliki mobil = kaya, kemudian kalau ada kecelakaan yang “kaya” harus bertanggungjawab meskipun pada fakta di lapangan yang salah adalah pengendara motornya.

Rara rusak bumper belakangnya (dan besok mau saya copot). Sebagai pengguna kedua jenis moda transportasi itu (motor dan mobil), saya memahami perspektif keduanya. Bagi yang tidak pernah menyetir mobil, mungkin tidak tahu bagaimana pusingnya berada di jalanan di tengah ruwetnya dan tidak tertibnya pengendara motor. Sebab itu pula, ketika berkendara motor saya lebih berhati-hati dan toleran terhadap pengguna mobil.

Memahami perspektif keduanya memang penting.

Tapi, ada satu perenungan menarik selepas kejadian hari ini. Saya pernah membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa kondisi jalan raya (lalu lintas) sebuah negara memperlihatkan kondisi negara dan masyarakatnya dalam banyak hal (hukum, pendidikan, dsb). Jalan adalah tempat ujian psikologis (psikotest) yang lengkap.

Bagaimana kondisi psikologis seseorang dalam situasi lalu lintas yang tidak teratur, bagaimana menyikapi rambu dan lampu lalu lintas, bagaimana menghadapi macet, bagaimana parkir dan sebagainya bisa menggambarkan pribadi seseorang. Mungkin kalau ada ujian seleksi calon pasangan hidup, harus ada “test drive” di jalan raya (khususnya di Indonesia), haha.

Menjadi pengemudi (driver) itu memastikan kendaraan yang dibawa sekaligus penumpang di dalamnya selamat dari satu tempat ke tujuannya. Bagaimana kalau pengemudinya tidak taat aturan, tempramental, suka ngebut, membahayakan orang lain (juga penumpangnya), merokok di dalam mobil (saya sangat membenci ini), atau suka mengumpat pengendara lain hanya karena di salip atau macet, tidak sabaran, dan lain-lain.

Mengemudikan kendaraan itu benar-benar bisa menunjukkan karakter seseorang. Kan kalau mau mengenal seseorang ada 3 hal yang perlu dilakukan;

  1. Melakukan perjalanan bersama
  2. Menginap bersama
  3. Pernah bertransaksi (entah hutang piutang atau jual beli)

Berkendara adalah penjabaran kecil dari poin nomor satu. Bagaimana perjalanan di jalan menjadi media untuk kita tahu bagaimana kondisi psikologisnya.

Kan kita tidak mau dan tidak nyaman melakukan perjalanan bersama dengan orang yang bagi kita tidak asyik buat diajak jalan bareng, apalagi membahayakan perjalanan tersebut. Apalagi, perjalanan itu seumur hidup :)

Yogyakarta, 1 Juni 2016 | © Kurniawan Gunadi

.....EHL-İ-SALİP....

.
Bu dünyayı dövecek bir dünya arıyorum
Şöyle eli sopalı, çatık kaşlı bir dünya
Her sabah huzurumu,öfkeyle karıyorum
Istırabı yiyorum her sabah doya doya

Bültenlerde gözyaşı hava durumu bomba
Çocuklar anne diye ağlamıyorlar artık
Bir kaç leş arasında kelepçeli bir baba
Hayat süren leşlere,kokuşmuş zihin katık

Götürmeyin babamı,beni götürün diyor
Bir yavru salya sümük, kahvaltı yapıyorum
Reçel, pekmez,bal ve yağ,soframda oturuyor
Beynimde fırtınalar.ben kime tapıyorum

Hani garpta birine batsaydı şayet diken
Şarktaki bu acıdan almalıydı payını
Tüm müminler savaşın seyrine vakıf iken
Nasıl ister sofraya yağlı sıcak tayını

Filistin kan ağlıyor,Afganistan ve moro
Arakan başka yara,kırım,kerkük ha keza
Süpermen mi gelecek,yetişecek mi zoro
Sessizliğimiz Yarab ! bize en büyük ceza

Çiğnemeden yutuyor hazmı kolay müminin
Nasıl böyle ruhsuzuz,nasıl duyarsız yarab
Top yekün ve sımsıkı tutulmayan ipinin
İlmeğine çek bizi yoksa halimiz harap

Yada bize kuvvet ver Hamzanın kuvvetinden
Yürüyüşümüzden ödü kopsun ölümün
Kerem et,nusret eyle bitimsiz kudretinden
Yoksa sonu yok gibi devam eden zulümün
Yegin.