salim a.fillah

Ikhlas

Mungkin ikhlas itu permata. Berkilau karena tiada henti diasah dengan amal bermakna, walau kadang ada rasa tersiksa.

Mungkin ikhlas itu emas. Murninya karena dilelehkan panas. Dibakar agar kerak dan noda terlepas. Hingga kilaunya lepas.

Mungkin ikhlas itu mutiara. Terbentuk karena ada yang luka. Jauh di kedalaman samudra. Perlu keberanian untuk meraihnya.

-Salim A.Fillah-

Kita mengeluh atas listrik yang mati atau data terhapus;Imam Asy-Syafi’i tersenyum kala difitnah, dibelenggu, dan dipaksa berjalan terantai dari Shan’a menuju Baghdad. Kita menyedihkan komputer jinjing yang tetiba mengadat dan batas waktu penulisan yang gawat; sedang punggung Imam Ahmad berbilur dipukuli pagi dan petang hanya karena satu kalimat. Kita berduka atas gagal terbitnya suatu karya; padahal Imam Al-Mawardi berjuang menyembunyikan tulisan-tulisannya hingga menjelang ajal, agar dirinya terhibur dari puja.

Mari kembali pada Imam An-Nawawi yg wafat di usianya 45, dan tak usah bicara tentang Al-Majmu Syarh Al-Muhadzdzab-nya yg dahsyat dan Riyadhus Shalihin-nya yg jelita. Mari perhatikan saja karya tipisnya Al-Arba'in An-Nawawiyah. Betapa dalam 42 hadits yg dipilih dgn cermat itu ada lapis-lapis keberkahan yg melampaui segala hitungan. Ia disyarah beratus kali, dihafal berlaksa akal dihati, dikaji berjuta manusia, dan tetap menakjubkan susunannya.

Maka tiap kali kita bangga dgn ‘bestseller’, 'nomor satu’, 'juara’, 'dahsyat’, dan 'terhebat’, liriklah kitab kecil itu. Lirik saja. Agar kita tahu bahwa kita belum apa-apa, belum kemana-mana, dan bukan siapa-siapa. Lalu tak henti belajar, berkarya, dan bersahaja.

© Ust Salim A.Fillah

#semangatPerbaikan
#menujuKitaMadani
🌱

Allah memberi lebih baik dari yang kita minta, dalam bentuk yang lebih baik dari harapan kita, dengan cara yang lebih baik dari dugaan kita.
—  Salim A.Fillah
Dalam Dekapan Ukhuwah

“Kita kadang merasa lebih benar, lebih baik, lebih tinggi, dan lebih suci dibanding mereka yang kita nasehati.

Hanya mengingatkan kembali kepada diri ini: jika kau merasa besar, periksa hatimu. Mungkin ia sedang bengkak.

Jika kau merasa suci, periksa jiwamu. Mungkin itu putihnya nanah dari luka nurani.

Jika kau merasa tinggi, periksa batinmu. Mungkin ia sedang melayang kehilangan pajakan.

Jika kau merasa wangi, priksa ikhlasmu, mungkin itu asap dari amal shalihmu YANG HANGUS DIBAKAR RIYA’.” 

-Salim A.Fillah