rindu allah

RINDU

Syaikh Ibn Khafif Rahimahullah mengatakan “Rindu adalah kenikmatan hati yang muncul dari perasaan kerohanian dan kecintaan untuk berjumpa dengan Allah dengan cara dekat [dengan-Nya].”

Salah seorang Sufi ditanya, “ Apakah engkau rindu kepada Allah?” Dia menjawab, “Tidak. Rindu hanyalah untuk orang yang tidak hadir sedang Dia selalu hadir.”

Fathu Rabbani - Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani Radhiyallahu Anhu

Syaikh Faris rahimahullah mengatakan, “Hati orang-orang yang dipenuhi dengan rindu (kepada Allah) disinari dengan cahaya Allah SWT. Manakala kerinduan mereka berdesir dalarn hati mereka, maka cahaya itu menerangi langit dan bumi, dan Allah lalu menunjukkan mereka kepada para malaikat, seraya berkata, "Inilah orang-orang yang rindu kepada-Ku. Aku memanggilmu semua untuk menyaksikan bahwa Aku juga rindu kepada mereka, bahkan lebih besar dari kerinduan mereka ini.” [ Ar-Risalah Imam Qusyairi Rahimahullah ]
Heart.

A heart with such depth of love for his Creator will always have a longing to meet Allah. With every breathe he take, it will always remind him of Allah; the kind of heart that will always miss its Creator.

A heart that misses his Creator will always trust Allah despite of any tests or obstacles laid in front of him. It is a heart that hold on to the rope Allah, knowing that Allah will never leave him alone.

A heart that misses his Creator will always be connected to Allah. Remembering Allah in whatever that he sees, hear and feel, and so he often easily associate his surrounding with Allah SWT.

A heart that misses his Creator will always feel anxious as it is time for him to do his solah. As he stand in front of his Creator, he would feel anxious as how a person would feel before meeting his first love.

A heart that misses his Creator will never feel even a slight of burden when doing works for the sake of Allah. It is a heart that will always strive hard for His endless mercy, a heart that knows that Allah’s promise is definite. Allah’s Jannah is definite.

How about your heart?

AIR MATA UNTUK TUHAN

Ketika Tuhan berharap untuk menolong

                Dia membiarkan kita bersimbah air mata:

Namun air mata untuk-Nya membawa kebahagiaan,

dan menghasilkan tawa.

Siapa yang mengharapkannya adalah hamba Tuhan.

Kemanapun air mengalir,

kehidupan menghijau:

Kemana air mata jatuh,

keagungan Ilahi dipersaksikan.

( Maulana Jalaluddin Rumi qs: Matsnawi I: 817-20 )

Syaikh Abu Ali Ar-Rudzbari Rahimahullah mengatakan, “Cinta adalah kesesuaian dengan [keinginan sang Kekasih].” Syaikh Abu Abdullah Al-Qurasyi Rahimahullah mengatakan, "Hakekat cinta berarti bahwa engkau memberikan segenap dirimu kepada Dia yang kau cintai hingga tidak sesuatu pun yang tinggal dari dirimu untuk dirimu sendiri.” Syaikh Asy-Syibli Rahimahullah menjelaskan, “Cinta disebut ‘rnahabbah’ karena ia melenyapkan segala sesuatu dari hati, selain sang Kekasih.” Syaikh Ibn 'Atha’ Rahimahullah mengatakan, “Cinta berarti mengundang hinaan yang tidak henti-hentinya.
—  Ar-Risalah Imam Qusyairi Rahimahullah, Mahabbah

Biasa-biasakan lah diri kita supaya mengucapkan,

LAA ILAAHA ILLAAH

Terutama ketika kita di dalam kerungsingan dan kesusahan.
Pertolongan Allah luasa dan sentiasa ada buat kita ;)


In shaa Allah, Tiada yang mustahil jika diri kita sentiasa cinta dan rindu pada Allah :’)

Ada yang lebih besar dari sekedar Cinta yaitu kuasa Allah yg diatas segala.

Kepada Allah lah kita meminta, berharap dan berdoa…
Rasa pengharapan dihati, termasuk rindu semuanya adalah Ciptaan Allah…

Dan sudah seharusnya saat kita berharap, dan merindukan sosok penyempurna agama…Kita terlebih dahulu memintanya dalam doa kepada Allah SWT.

Agar kita ditunjukkan oleh Allah mana yg terbaik bagi kita…Bukan sesuatu yang diputuskan karena mengikuti nafsu.

Tetapi sebuah keputusan yang diambil karena mengharap Allah ridho…:)

Selamat berharap dan berdoa (y)

Doa

Itu satu bentuk bantuan saat kau tak mampu berada disisi,

Saat kau tak mampu meleraikan masalahnya.

Terlalu mudah,

Namun mungkin kita terlalu angkuh,

Saat Dia tak memakbulkan doamu,

Ingatlah, sematlah dihati,

Bahawa Allah rindu mendengar rintihmu,

Pergilah,

Mohonlah,

Dan jika siang tiba matahari bersinar terang. Tapi apa artinya bagi mataku yang telah buta? Ya Allah, Engkau telah memasukkan benih cintaku pada Yusuf, dan Engkau pula yang menyemai kerinduan padanya, pertemukanlah aku padanya atau cabutlah cintaku pada Yusuf agar derita yang hamba tanggung berkurang.

Dulu pernah dapat kajian isinya kurang lebih begini: “Orang yang hatinya bersih tidak akan merasa eneg dengan Al Quran. Ia akan senantiasa lagi dan senantiasa lagi untuk membacanya.” ( Utsman ‘Ibn 'Affan ) Karena hati, di dalamnya tersimpan ruh yang berasal dari Allah. Sedang Al Quran adalah kalam ( perkataan ) Allah. Maka sudah kodratnya, ruh rindu untuk kembali pada Allah setiap membaca peringatan dan kabar gembira dari-Nya di dalam Al Quran. *Duh, jlebnya :’(

1/3 Hari ini

Ku awali pagi itu
Terbangun sudah dari tidurku
Ku harap begitu ku terbangun aku lupa mengenainya
Karna hati ini terlalu muda untuk terus terluka tersakiti dan menggalau
Tak seperti harapan
Lantas ku coba terus mengingat perihal apa aku terbangun
Tak biasa aku bangun sepagi ini dengan aku terjaga hingga pukul 1
Yang ku ingat aku berlari bersembunyi dari seseorang
Kemudian datang sms dari seseorang di masa lalu yang akupun tak mau mengingatnya
Dia beriku kejutan di hari semakin dekatnya aku
Kenapa harus dia ? Bukan dia yang sekarang ku tunggu dan ku rindu, pikirku
Mungkin Allah mau mengingatkanku pada suatu hal
Sekuat apa hati yang muda ini dulu berusaha melepaskannya melupakannya sehingga sekarang tak mau ku ingatnya
Pernah ku baca dari quote seseorang bahwasanya ada yang datang hanya untuk sesaat, sementara dan untuk memberi suatu pelajaran
Ku pikir mungkinkah dia yang ku tunggu itu hanya untuk sesaat
Sehingga pasti aku mampu mengikhlaskan rasa ini pergi karena itu hanya untuk sesaat
Tapi hati ini terus menentang apa yang di pikiran
Hati ingin melepas tapi pikiran tidak
Berusaha meyakinkan hati bahwa kurang beberapa langkah lagi kau sampai tujuan hati
Lalu harus apa ?
Hati tak selalu mampu menerima apa yang ada
Apalagi untuk hari ini
Dia ibarat kado indah untuk hari ini
Hari istimewa ini
Memang tak cukup istimewa tapi semoga berkah

Batu- 27 Agustus 2015
1/3 hari ini

SYAIR CINTA RABI'AH AL-ADAWIYYAH

1

Tuhanku, tenggelamkan aku dalam cintaMu

Hingga tak ada sesuatupun yang menggangguku dalam jumpaMu

Tuhanku, bintang-gemintang berkelap-kelip

Manusia terlena dalam buai tidur lelap

Pintu-pintu istana pun telah rapat tertutup

Tuhanku, demikian malampun berlalu

Dan inilah siang datang menjelang

Aku menjadi resah gelisah

Apakah persembahan malamku Kau Terima

Hingga aku berhak mereguk bahagia

Ataukah itu Kau Tolak, hingga aku dihimpit duka,

Demi kemahakuasaan-Mua

Inilah yang akan selalu ku lakukan

Selama Kau Beri aku kehidupan

Demi kemanusiaan-Mu,

Andai Kau Usir aku dari pintuMu

Aku tak akan pergi berlalu

Karena cintaku padaMu sepenuh kalbu

2

Ya Allah, apa pun yang akan Engkau

Karuniakan kepadaku di dunia ini,

Berikanlah kepada musuh-musuhMu

Dan apa pun yang akan Engkau

Karuniakan kepadaku di akhirat nanti,

Berikanlah kepada sahabat-sahabatMu

Karena Engkau sendiri, cukuplah bagiku

3

Aku mengabdi kepada Tuhan

Bukan karena takut neraka

Bukan pula karena mengharap masuk surga

Tetapi aku mengabdi,

Karena cintaku padaNya

Ya Allah, jika aku menyembahMu

Karena takut neraka, bakarlah aku di dalamnya

Dan jika aku menyembahMu

Karena mengharap surga, campakkanlah aku darinya

Tetapi, jika aku menyembahMu

Demi Engkau semata,

Janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajahMu

Yang abadi padaku

4

Ya Allah

Semua jerih payahku

Dan semua hasratku di antara segala

Kesenangan-kesenangan

Di dunia ini, adalah untuk mengingat Engkau

Dan di akhirat nanti, diantara segala kesenangan

Adalah untuk berjumpa denganMu

Begitu halnya dengan diriku

Seperti yang telah Kau katakana

Kini, perbuatlah seperti yang Engkau Kehendaki

5

Aku mencintaiMu dengan dua cinta

Cinta karena diriku dan cinta karena diriMu

Cinta karena diriku, adalah keadaan senantiasa mengingatMu

Cinta karena diriMu, adalah keadaanMu mengungkapkan tabir

Hingga Engkau ku lihat

Baik untuk ini maupun untuk itu

Pujian bukanlah bagiku

BagiMu pujian untuk semua itu

6

Buah hatiku, hanya Engkau yang kukasihi

Beri ampunlah pembuat dosa yang datang kehadiratMu

Engkaulah harapanku, kebahagiaan dan kesenanganku

Hatiku telah enggan mencintai selain dari Engkau

7

Hatiku tenteram dan damai jika aku diam sendiri

Ketika Kekasih bersamaku

CintaNya padaku tak pernah terbagi

Dan dengan benda yang fana selalu mengujiku

Kapan dapat kurenungi keindahanNya

Dia akan menjadi mihrabku

Dan rahasiaNya menjadi kiblatku

Bila aku mati karena cinta, sebelum terpuaskan

Akan tersiksa dan lukalah aku di dunia ini

O, penawar jiwaku

Hatiku adalah santapan yang tersaji bagi mauMu

Barulah jiwaku pulih jika telah bersatu dengan Mu

O, sukacita dan nyawaku, semoga kekallah

Jiwaku, Kaulah sumber hidupku

Dan dariMu jua birahiku berasal

Dari semua benda fana di dunia ini

Dariku telah tercerah

Hasratku adalah bersatu denganMu

Melabuhkan rindu

8

Sendiri daku bersama Cintaku

Waktu rahasia yang lebih lembut dari udara petang

Lintas dan penglihatan batin

Melimpahkan karunia atas doaku

Memahkotaiku, hingga enyahlah yang lain, sirna

Antara takjub atas keindahan dan keagunganNya

Dalam semerbak tiada tara

Aku berdiri dalam asyik-masyuk yang bisu

Ku saksikan yang datang dan pergi dalam kalbu

Lihat, dalam wajahNya

Tercampur segenap pesona dan karunia

Seluruh keindahan menyatu

Dalam wajahNya yang sempurna

Lihat Dia, yang akan berkata

“Tiada Tuhan selain Dia, dan Dialah Yang maha Mulia.”

9

Rasa riangku, rinduku, lindunganku,

Teman, penolong dan tujuanku,

Kaulah karibku, dan rindu padaMu

Meneguhkan daku

Apa bukan padaMu aku ini merindu

O, nyawa dan sahabatku

Aku remuk di rongga bumi ini

Telah banyak karunia Kau berikan

Telah banyak..

Namun tak ku butuh pahala

Pemberian ataupun pertolongan

CintaMu semata meliput

Rindu dan bahagiaku

Ia mengalir di mata kalbuku yang dahaga

Adapun di sisiMu aku telah tiada

Kau bikin dada kerontang ini meluas hijau

Kau adalah rasa riangku

Kau tegak dalam diriku

Jika akku telah memenuhiMu

O, rindu hatiku, aku pun bahagia

4thn (lebih), hidup tanpa kasih sayang, nasehat, serta canda tawa dari Bapak.. meng-ikhlaskan seseorang yang disayangi tuk pergi meninggalkan kita memanglah bukan perkara yang mudah, tapi itulah proses..
ya Allah, titip rindu buat bapak, dari anak bungsunya! :“”)

😔 Allah.... Aku rindu

La hawla wala quwatta illah billahi aliyyil adzim. Semenjak hijrah, jadi ga begitu suka untuk terlalu ekspresif didepan orang lain. Ga begitu suka membeberkan isi hati dan pikiran saya kekhalayak ramai. Ga begitu suka menjelaskan panjang-lebar-hal-apapun kepada para makhluk. Karena sebaik-baik mukmin adalah yang mejauhkan diri dari perbuatan sia-sia. Karena sebaik-baik tempat mengadi hanyalah Allah. Karena sebaik-baik Yang Maha memahami hanyalah Allah. Tak lagi saya habiskan waktu saya untuk berkeluh kesah kepada selain Allah. Tak lagi saya habiskan energi saya untuk menjelaskan hal yang hanya dapat saya (dan Allah) yang paham. Tak lagi saya mencari penilaian dan pendapat dari banyak orang, kecuali dari orang-orang yang memang saya percayai pengalamannya, saya sanjungi ilmunya. Namun disisi lain, salah satu prinsip dalam hidup saya adalah

“sebaik-baik muslim adalah yang menjauhkan diri dari prasangka dan menghindari diri dari menimbulkan prasangka pada orang lain”.

*** Kadang, pada saat seperti inilah kebimbangan saya muncul. Di satu sisi saya teramat sangat sukar dan enggan menjelaskan apa-apa yang ada dalam hati dan pikiran saya, saya enggan memberitahu mengapa saya melakukan ini dan itu (karena alasan diatas tadi-) namun di sisi lain saya pun tak ingin orang lain berprasangka yang tidak-tidak kepada saya. (Ah lagi-lagi saya masih mengutamakan penilaian makhluk *ntms) *** Hingga pada malam ini.. Futur diri saya. Penuh rasanya dada ini ingin menumpahkan segala yang ada didalamnya kepada makhluk. Berharap ada saudari saya yang mampu memahami dan memaklumi keganjalan-keganjalan yang mungkin tersirat dari sikap dan keputusan saya beberapa hari ini. Berharap ada satu orang (lagi) yang mendukung langkah yang saya ambil. Dengan melapangkan hati saya coba untuk mengurai dan menjabarkan apa-apa yang ada dalam hati dan pikiran saya. Menjelaskan hal yang-saya-yakin beberapa hari ini nampak aneh bagi orang-orang kebanyakan. Dan benar rupanya.. Sama sekali tak salah.. Sama sekali tak meleset.. Sama sekali tak keliru prinsip awal saya. Kadang walau sebegitu besarnya keinginan kita untuk menjelaskan satu hal kepada siapapun .. Belum tentu usaha yang kita lakukan itu mendapatkan hasil seperti apa yang kita inginkan, yang saya inginkan. Saya patrikan lagi dalam diri saya malam ini.. Tak perlu (lagi) menjelaskan hal sukar apapun kepada siapapun meskipun terkadang sangat ingin diri ini dimengerti. Karena tak semua orang yang melihat mampu melihat. Karena tak semua orang yang mendengar mampu mendengar. Karena tak semua hati mampu memahami.

tak perlu menjelaskan siapa dirimu karena orang yang membencimu tak akan mempercayainya, dan orang yang mencintaimu takkan membutuhkannya (Ali bin Abi Thalib)

aku tak sebaik yang kau pikirkan namun aku juga tak seburuk yang terbesit dibenak kalian (Ali bin Abi Thalib)

*** Memang sujud-sujud saya rasanya tak sebanyak dulu lagi. Air mata taubat keinsyafan pun sudah lama rasanya mengering tak lagi mengalir deras seperti dahulu. Ketenangan hati justru membuat saya lalai dari membersihkan bintik-bibtik hitam yang (pasti) masih ada didalamnya.. Membuat hati ini menghitam kembali, nyaris mengeras, lupa bagaimana luka tersayat dulu pernah terobati karena curahan rahmat dan hidayahNya. Dan malam ini… Allah mengingatkan saya. Allah menginginkan saya kembali. Allah rindu kepasrahan saya diujung sajadah. Allah rindu air mata pelembut hati yang dulu selalu mengalir di tepiannya. Allah rindu .. Dan aku pun rindu padaMu ya Allah.. Jika bukan padaMu kemana lagi harus saya kembalikan jiwa ini.. Kemana lagi saya harus sandarkan beban ini.. Kemana lagi saya harus pasrahkan takdir ini.. Hasbiyallah. Cukuplah Allah bagiku. Cukup Allah. Hanya Allah. Selalu Allah. Allah………… 💭💭💭💭💭💭💭