rezeki

Kadangkala kita doa untuk dikurniakan pasangan yang baik tapi Tuhan hantar kawan-kawan baru yang baik. Kadangkala kita doa untuk dapat anak, namun dikurniakan tambahan kewangan. Kita doa untuk begini, tapi Tuhan bagi yang begitu. Mungkin buat waktu ini kita lebih perlu untuk berada dalam keadaan sekarang. Tuhan lebih tahu.

Apapun teruskan doa & usaha, kerana rezeki itu ada, cuma berbeza ceritanya.

Sabar, okay?
Ganjaran sabar sangat tidak terbatas. Dan pasti ada sesuatu yang indah menanti.

—  Insya-Allah.
Today Rezeki

Jika kamu bangun pagi hari ini dan kamu masih mampu untuk bernafas, maka itulah rezekimu hari ini

Jika tubuhmu masih bisa berdiri untuk shalat dan beribadah, maka itulah rezekimu hari ini

Jika hatimu merasa tentram dan masih terpaut padaNya, maka itulah rezekimu hari ini

Banyak yang terlampau melupakan bahwa esok ataupun lusa cerita rezeki ini bisa saja akan berganti

Di belahan bumi lain, orang-orang belum tentu mendapatkan rezeki seberuntung dirimu hari ini

Rezeki itu terkadang bukan hanya tentang materi, tapi tentang hati yang selalu menerima dan mensyukuri

Selama ini kita sering kali sibuk mencari padahal yg perlu dilakukan hanyalah menyadari kalau nikmat dan rezeki dari Allah S.W.T untuk kita ini banyak sekali!


on 30days Writing Challenge with :
@febrianimanda @alfianzack @hiboki @isasetiawan @swcoollepool
@dyahayucintya @inbakus @ageovani @afsabila @zgalangb @milhanfah @fahrizal182

Kegagalan saya

Beberapa kali, teman-teman saya bercerita mengenai dirinya yang sedang dalam masa terpuruk, entah karena begitu sulitnya mendapatkan pekerjaan, begitu sulitnya mendapatkan sekolah, beasiswa, dan berbagai kesulitan hidup lainnya yang membuat seseorang tidak percaya diri dan bahkan ingin menyerah kepada kehidupan.

Mungkin, tulisan saya kali ini tidak dapat mengubah apa-apa atas kehidupan orang lain, tetapi saya hanya ingin menceritakan bahwa semua kejadian yang Allah berikan adalah yang terbaik untuk diri kita dan selalu ada kemudahan dibaliknya.

Dalam tulisan ini saya ingin menceritakan akan pengalaman saya yang tak terlupakan bagi saya yaitu pengalaman gagal berkali-kali untuk kuliah dan perlu menunggu waktu 2 tahun lamanya untuk kuliah.

Kegagalan memasuki perguruan tinggi impian saat kelas 3 SMA dulu adalah kegagalan pertama saya dalam ranah pendidikan.
saya, sejatinya ingin sekali menjadi seorang dokter (rasa-rasanya saya juga ingin meneruskan cita-cita ayah saya yang juga ingin menjadi dokter (dokter manusia) ) .

Diwaktu saya dulu, saya hanya punya 3x kesempatan untuk masuk jurusan dan perguruan tinggi yang saya inginkan yaitu SNMPTN, UMB dan SIMAK UI.

Akan tetapi, alhamdulillah saya gagal semua. saat itu, adalah masa terberat saya, tahun terberat saya. Saya sempat kebingungan, saya tidak mungkin kuliah swasta, ambil D3 ataupun yang lainnya karena faktor finansial. satu-satunya cara saya bisa kuliah hanyalah di universitas negeri dengan mendapatkan beasiswa untuk membiayai uang kuliah saya atau mendapatkan potongan biaya kuliah, dan bekerja part time.

Kenapa saya tidak memilih bekerja?untuk bekerja saya tidak siap dan tidak punya skill apa-apa.

Akhirnya saya memutuskan untuk mencoba lagi ujian masuk PTN ditahun yang akan datang dengan tetap pada pilihan dan universitas yang saya inginkan. Saya mengisi waktu 1 tahun saya dengan mengajar les privat, menjadi freelancer dan volunteer untuk sebuah NGO, dan belajar di salah satu lembaga belajar (NF) di dekat rumah saya.

Tahun yang cukup berat bagi saya ketika teman-teman saya sudah sibuk dengan dunia perkampusannya sedangkan saya memiliki aktivitas yang berbeda dari mereka semua. Tidak kuliah.

Akan tetapi, Alhamdulillah, saya masih punya keluarga yang selalu mendukung saya dan saya juga memiliki guru-guru yang selalu menyemangati saya di tempat les.
saya belajar 6 bulan di NF setelah pekerjaan saya disalah satu NGO selesai. Saat di tempat bimbingan belajar itu, saya selalu berada diperingkat teratas. mungkin saat itu saya terlalu percaya diri dan sombong. akhirnya di ujian masuk PTN di tahun 2010, Allah menakdirkan saya gagal kembali. Allah menegur saya.

Lagi dan lagi, saya merasa diri saya bodoh sekali. saya merasa sangat sangat terjatuh saat itu. saya jarang menangis, tetapi saat pengumuman SIMAK UI 2010, yang mana menjadi kesempatan terakhir saya ditahun itu, saya menangis sejadi-jadinya. Saya ingat, saya menangis begitu lama, memeluk ibu saya, dan saya tak ingin mengangkat telepon dari orang - orang terdekat saya. Saya menghindar dari banyak orang kala itu.
Saya benar-benar merasa terpuruk.

Tahun itu kembali menjadi tahun yang berat untuk dijalani. Berpikir akan omongan orang tentang diri saya, omongan keluarga besar lainnya, dan banyak hal lain yang sungguh membuat hati ini berat untuk menerima kegagalan saya kembali.

Setelah hari itu, saya menghadap guru di tempat bimbingan belajar saya. Beliau dan staff-staff lainnya disana menyemangati dan berusaha menghibur saya. (ya, saya harus kembali bersabar dan ikhlas menerima kegagalan saya). Mereka dan keluarga saya terus menyemangati saya dan berusaha melapangkan dada saya.

Dihari itu, Saya akhirnya memutuskan untuk tetap mengejar universitas dan jurusan impian saya. Saya tidak punya pilihan lain jika saya ingin kuliah. Saya hanya punya pilihan masuk UI atau tidak kuliah sama sekali (bukan berarti saya terlalu maksa untuk masuk UI, tapi keadaan keluarga kami, finansial kami, memang tidak dalam keadaan yang bisa mendukung untuk kuliah ditempat atau di daerah lain).

Sempat terpikir, saya sudah berazzam semenjak lulus SMA, saya tidak ingin menyusahkan Ibu dan kakak saya. saya tidak mau membebani mereka dengan keadaan saya. saya sempat khawatir, apakah uang hasil mengajar privat saya dapat mencukupi kebutuhan saya untuk membayar bimbingan belajar dan kebutuhan pribadi saya?
Tapi Allah SWT memang maha pemberi. Di tahun itu, saya mengajar lebih banyak murid. Keluarga saya serta guru saya dengan segala kebaikan mereka, mereka mau membantu saya dalam masalah finansial ini.

Di masa tersulit saya, Keluarga inti saya selalu mendukung saya. itulah satu-satunya kekuatan saya untuk menjalani tahun-tahun tersebut. Walaupun disaat itu begitu banyak badai dalam kehidupan keluarga kami, Saya bersyukur saya memiliki mereka dan Allah selalu menguatkan kami.

Akhirnya, Ibarat happy ending, Alhamdulillah di kesempatan terakhir saya untuk berkuliah di UI, pada kesempatan terakhir saya untuk bisa menjadi mahasiswa PTN, Allah seakan-akan membayar semua perjuangan saya.
Saya diterima di UI dan mendapatkan begitu banyak karunia dari Allah ketika kuliah disana. Walaupun bukan fakultas Kedokteran, tetapi saya tetap bersyukur atas pilihan Allah kepada saya.

Selama proses pendaftaran ulang, Saya mendapatkan keringanan uang pembayaran dari kampus hingga saya berpikir, saya mampu membiayai uang semester saya karena begitu baiknya UI mengurangi uang kuliah saya. Saat itu saya sungguh yakin saya bisa membiayai uang kuliah saya dari hasil mengajar privat yang saya tekuni.

Tetapi Allah berkehendak lain, hal yang tidak masuk akal terjadi. Baru beberapa hari menjadi mahasiswa saya dipanggil oleh bagian kemahasiswaan dan mendapat kabar bahwa saya mendapatkan beasiswa walaupun saya tidak pernah mendaftar beasiswa tersebut. Beasiswa full untuk 4 tahun dengan biaya hidup perbulan. Maha Besar Allah atas segala rahmatNya. Saya benar-benar dimudahkan olehNya.

Begitu pula saat saya kuliah, seakan-akan Allah membanjiri saya dengan berbagai kemudahan dan rezeki. Sungguh, Allah benar-benar memudahkan dan melimpahkan saya dengan segala kenikmatan-kenikmatan dari Nya.

Berdasarkan pengalaman saya, saya sangat tahu bagaimana kegagalan memang membuat rasa percaya diri memudar. Bagaimana kegagalan yang bertubi-tubi membuat rasa ingin menyerah pada keadaan. Akan tetapi, harapan lah yang membuat saya bertahan. Kepercayaan pada Allah lah yang membuat saya tetap berusaha hingga kesempatan terakhir.

Dan begitu pun harapan saya pada teman-teman saya yang saat ini sedang dilanda berbagai ujian kehidupan. Sungguh, ujian kehidupan memang tidak semudah itu dapat dihadapi. Tetapi saya harap tetaplah percaya bahwa Allah pasti akan memberikan hal yang terbaik untuk setiap perjuangan-perjuangan kita.

Jika sekarang kita mengalami hal yang begitu berat dalam hidup, tetap jagalah rasa optimis kita. Percayalah, Allah tidak pernah tertidur dan Allah selalu tahu setiap perjuangan dan segala usaha-usaha kita.

Jika merasa tidak bisa menanggung beban berat itu, ceritalah pada Nya dan ceritalah pada orang-orang yang bisa menguatkanmu. Yakinlah bahwa segala beban berat itu pasti akan berakhir dan suatu saat nanti engkau akan mengenangnya menjadi kenangan yang menguatkanmu.

Allah selalu menyayangi hamba-hambanya. Dia tidak akan membiarkan hamba-hambanya sendirian. Tetaplah ingat, tidak ada beban yang Allah berikan yang tidak dapat kita tanggung.
Ingatlah janji Allah selalu
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”( Al insyirah 5-6)

Thanks, God.

Bagiku, rezekiku hari ini adalah masih bisa menghirup udara segar dipagi hari. Masih dapat melihat indahnya ciptaan-Nya dengan kedua mata yang berseri. Masih bisa menikmati makanan dan minuman yang mengisi perut ini.

Dan rezeki yang terbesar hari ini (dan sampai kapanpun juga), masih bisa merasakan nikmat Iman dan Islam yang ada di hati ini.

Terakhir, rezekiku hari ini adalah masih bisa mengepost tulisan ini meskipun sedang berada di perjalanan, sehingga terhindar dari hukuman vlog yang mengancam. Hehehe

cc: @febrianimanda@alfianzack@hiboki@isasetiawan@swcoollepool@dyahayucintya @inbakus @ageovani @afsabila  @creativemuslim@milhanfah @fahrizal182

Cinta Tidak Senaif Itu

Mereka bilang, jika cinta pasti setengah mati berjuang untuk bersama. Kenyataannya, cinta tidak senaif itu, Kawan.

Cinta tidak melulu soal dia atau kita memperjuangkan. Persoalan kehidupan tidak sesederhana ‘jika cinta maka harus berjuang untuk selalu bersama’.

Setiap manusia tumbuh dengan pengalaman dan pemahaman yang berbeda. Setiap cinta tumbuh dengan masing - masing cerita. Terlalu kejam jika kita menggunakan standard cerita Cinderella, untuk memutuskan seberapa dalam cinta seseorang pada pasangannya.

Mereka bilang, jika cinta maka akan segera datang melamar. Padahal, perjuangan manusia itu tidak selalu sama melulu soal itu; keadaan ruh setiap manusia tidak rata baiknya seperti ulama yang begitu percaya pada jatah rezeki Tuhan yang pasti akan tiba. Setiap manusia memiliki perjuangan yang tak bisa diabaikan. Setiap manusia memiliki pedoman yang tak boleh dipaksa samakan.

Mereka bilang, jika cinta maka pedih ketika kehilangan. Bagiku, pedihnya kehilangan cinta pada manusia yang tak seharusnya adalah tanda bahwa kita perlu memperbaiki iman.

Mereka bilang, jika tak sedih ketika kehilangan kekasih, maka tak cinta kau padanya. Bagiku, bisa jadi orang itu bukan tak cinta namun memang sudah luas hatinya.

Jakarta, 5 Februari 2017.
Hasil obrolan di antara sibuknya meeting, dengan rekan yang ditinggal tunangan sama perempuan yang dia inginkan, dan bersikap sangat bijak menghadapi takdir. Kelasnya sudah di atas sih. Beda sama gw, yang dalam kehilangannya cuma bisa mewek tiap bangun tidur.

setiap rezeki yang diterima sehari hari, Allah telah percukupkan keperluan kita.

mintalah lebih manapun, akan lebih juga keperluan seharian.

yang mencintai dunia, tak akan pernah puas
yang mencintai akhirat, akan selalu merasa cukup  :)

“Ketika di tempat-tempat
mustajab, janganlah kamu berdoa meminta agar
dimudahkan rezekimu atau dipanjangkan umurmu,
tapi mintalah agar dosa-dosamu diampuni”.

(dengan bersihnya dari dosa-dosa maka segala
urusan akan dimudahkanNya, termasuk rezeki,
jodoh, pekerjaan, ilmu dan lain sebagainya.)

—  Nasihat Ulama 

Islam tidak melarang cinta. Perasaan itu memang dicipta untuk kita. Tapi cara bagaimana & mencintai siapa itu yang mengubah hukum asalnya.


Jodoh yang terbaik adalah salah satu rezeki. Bagaimana mungkin mendapat rezeki yang baik dengan cara yang tidak-tidak.


Apa pun hargailah keadaan sekarang, jangan terlalu banding dengan orang. Teruskan doa dan berusaha. Insya-Allah semua akan baik-baik saja.

Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
—  QS 4:100
MENGAPA DO’A MU LAMA?

“Gila, lama banget doanya. Emang kalo do’a ustadz mah beda”

Temanku membercandai ku, karena memang kalau setelah salat berjamaah, aku selalu menjadi orang yang paling terakhir selesai membaca do’a.

“Bukan karena ustadz, tapi maklum, lagi banyak kepengen. hehehe. Padahal kalau bukan karena ajakanmu pergi ke tempat makan, aku masih mau do’a lagi sebentar.” Jawabku.

“Wah, lama amat. Itu aja udah lama, terus masih mau ngedoa lagi. Emang do’a apa aja sih?” dia penasaran.

“Banyak dong. Aku doa biar dosaku diampuni, terus doa biar dikasih rezeki, doa biar dikasih surga, doa biar kaya raya, doa biar dapet jodoh yang baik, doa biar dapet keturunan yang banyak, terus juga keturunan yang soleh dan solehah, belum doa biar dapet rumah, doa biar orangtua masuk surga, doa biar dikasih kesehatan, wah, masih banyak pokoknya” Jawabku.

“Waduh, banyak amet. Emang bakal semua dijabah?” dia tambah penasaran.

“Pasti dijabah dong. Setiap doa itu pasti dijabah, tapi akan dijabah dalam 3 bentuk. Pertama, Allah kasih sesuai apa yang kita minta. Jika tidak, maka yang kedua, segala keburukan yang mungkin terjadi akan dihilangkan. Jika tidak, maka yang ketiga, doa yang tak terkabul di dunia, akan menjadi tabungan pahala yang bisa diambil nanti di akhirat. Ya Jadi, doa mah muluk-muluk aja yang banyak. Kan, nothing to loose ini.” Jawabku.

“Lagian, beres shalat itu, selain kita harus berdzikir minta ampunan, itu adalah momen terbaik untuk kita minta doa, mumpung masih konek nih hati kita sama Allah” Aku menambahkan.

“hmm, iya iya iya” Dia mengangguk, nampak mencerna apa yang aku sampaikan.

“Sebenernya, Aku suka heran deh, sama orang yang abis shalat, langsung tiduran, atau langsung ngecek handphone atau langsung berdiri pergi, tapi setelah itu dia duduk-duduk santai.” Aku bertanya keheranan, sambil memalingkan muka dari wajahnya ke arah langit-langit musholla.

“Apa hidupnya sudah suci, sampai-sampai tidak berdoa minta ampunan atas dosanya? apa hidupnya sudah sempurna, sampai-sampai tidak meminta apapun untuk hidupnya? Entahlah, cuman dia yang tau. Aku hanya penasaran saja.” Aku kembali bertanya, sambil terus memandang atap langit ruang musholla.

“Glek” terdengar suara temanku menelan ludah.

Dia tau benar, aku sebetulnya sedang menyindirnya.


MENGAPA DO’A MU LAMA?
Bandung, 7 Februari 2017

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا , وَ رِزْقًا طَيَّبًا , وَ عَمَلاً مُتَقَبَّلاً
Allahumma inni as’aluka ‘Ilman naafi’an, wa rizqan tayyiban, wa ‘amalan mutaqabbalan

O Allah! I ask You for knowledge that is of benefit, a good provision and deeds that will be accepted.

[Ibn Majah and others]

Rezeki

Bahagian kita semua berbeza.

Tapi janji-Nya ada, tetap ada.

Buat yang berusaha serta berdoa. Buat yang cuba dan tak mahu mengalah.

Tiada di sini, mungkin di sana. Bukan sekarang, mungkin nantinya tiba.

Teruslah percaya, ada tetap ada.

Insya-Allah.

cuaca buruk (?)

Hujan itu rezeki, lho. :)

Bayangkan jika tidak ada hujan. Tidak ada tanaman yang tumbuh, tidak ada lautan, dan bahkan planet bumi hanya akan menjadi bongkahan batu besar di tata surya tanpa atmosfer seperti bulan, tanpa kehidupan.

Tapi ketika (yang seharusnya) rezeki itu menjadi bencana, kita tidak seharusnya menyalahkan keadaan. Kita sendiri yang seharusnya berkaca dan bertanya apakah kita sudah mensyukuri rezeki yang turun dari langit?

اللَّهُمَّ أكْثِرْ مَالِي، وَوَلَدِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أعْطَيْتَنِي وَأطِلْ حَيَاتِي عَلَى طَاعَتِكَ، وَأحْسِنْ عَمَلِي وَاغْفِرْ لِي

“ Allahumma ak-tsir maalii wa waladii, wa baarik lii fiimaa a’thoitanii wa athil hayaatii ‘ala tho’atik wa ahsin ‘amalii wagh-fir lii “

Ya Allah perbanyaklah harta dan anakku serta berkahilah karunia yang Engkau beri. Panjangkanlah umurku dalam ketaatan pada-Mu dan baguskanlah amalku serta ampunilah dosa-dosaku

Sebab-sebab yang paling kuat untuk mempermudah datangnya rezeki:
1. Mendirikan sholat dengan penuh pengagungan dan khusyu’
2. Membaca surat Al Waqi’ah khususnya pada malam hari
3. Membaca surat Yasin dan Al Mulk setelah shubuh
4. Datang ke masjid sebelum adzan
5. Menjaga wudhu’
6. Melakukan sholat sunah shubuh dan witir di rumah
7. Mengisi waktu antara sholat shubuh dan terbit matahari dengan I’tikaf di masjid
8. Memperbanyak bacaan ya kafi ya mughni ya Fattah ya rozzaq ( يا كافي يا مغني يا فتاح يا رزاق )
Imam Syafi’i berkata:
Ada empat sebab yang bisa mempermudah datangnya rezeki:
1. Qiyamul lail
2. Memperbanyak istighfar sebelum fajar
3. Bersedekah
4. Membaca dzikir pagi dan petang
Ada empat sebab yang bisa mempersulit datangnya rezeki:
1. Tidur dipagi hari
2. Sedikit sholat
3. Malas
4. Khianat
Dengarkanlah nasihat ini dan amalkan dengan penuh keyakinan !!!
Semoga Allah selalu memberi taufik kepada kita semua untuk berbuat kebaikan